Pemerintahan

Ridwan Kamil Apresiasi Survei Vaksinasi Covid-19

Senin, 22 Februari 2021 - 12:13 | 19.66k
Ridwan Kamil Apresiasi Survei Vaksinasi Covid-19
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menjadi narasumber webinar Indikator Rilis Survei Nasional, dari Ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu (21/2/2021). (Foto: Humas Jabar for TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Ahmad Sugriwa

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menjadi narasumber web seminar (webinar) INDIKATOR "Rilis Survei Nasional: Siapa Enggan Divaksin? Tantangan dan Problem Vaksinasi Covid-19" via konferensi video dari Ciwidey, Kabupaten Bandung, Minggu (21/2/21).

Sampel survei Indikator Politik Indonesia --institut riset di Jakarta-- ini dilakukan terhadap 1.200 responden yang berasal dari seluruh Indonesia yang terdistribusi secara proporsional dan dilakukan selama 1-3 Februari 2021.

Profil demografi sampel antara lain: Laki-laki 50,1 persen dan perempuan 49,9 persen; Perdesaan 50,5 persen dan Perkotaan 49,5 persen; usia 26-40 tahun 37 persen dan 41-55 tahun 25,4 persen; Islam 87,8 persen dan lainnya 12,2 persen; serta etnis Jawa 41,8 persen, Sunda 15,2 persen, dan Batak 2,8 persen.

Salah satu temuan survei nasional tersebut yakni 81,9 persen warga akan menerima vaksin Covid-19 hanya jika halal. Menanggapi hal itu, Gubernur Jabar berujar akan mendorong kerja sama dengan tokoh agama untuk sosialisasi vaksinasi Covid-19 di Jabar.

"Saya akan tingkatkan peran-peran ulama untuk memberikan fatwa-fatwa penguatan terhadap vaksin," kata gubernur.

Temuan lain lewat survei ini yakni 15,8 persen sangat bersedia divaksin, 39,1 persen cukup bersedia divaksin, 32,1 persen kurang bersedia, 8,9 persen sangat tidak bersedia, dan 4,2 persen tidak tahu/tidak jawab.

Sebanyak 53,3 persen pun percaya jika vaksin efektif mencegah penularan Covid-19. Temuan lain yakni sebanyak 49,9 persen sangat khawatir terhadap validitas informasi terkait vaksin Covid-19.

Pada kelompok yang bersedia divaksin (54,9 persen), mayoritas tidak bersedia jika harus membayar (70 persen) dan sekitar 23,7 persen bersedia divaksin meski harus membayar.

Ridwan Kamil pun mengapresiasi temuan dari survei nasional Indikator Politik Indonesia yang dilakukan secara spesifik. Ia berharap, temuan bisa membantu Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jabar untuk membuat komunikasi publik yang baik terkait vaksinasi.

"Urusan vaksin PR kita masih banyak. Jadi Jabar akan menggunakan data (survei) ini. Nanti saya akan analisa ke tim saya untuk melakukan simulasi komunikasi publik. Berdasarkan temuan ini akan lebih efektif," kata Ridwan.

"Prinsip hidup saya sebagai pemimpin, Good Data Good Decision, Bad Data Bad Decision, No Data No Decision. Data penting sekali bagi saya dalam memutuskan sebuah keputusan," ucapnya.

Adapun vaksin Covid-19 bagi Indonesia sudah halal dan suci sesuai fatwa MUI dan keamanan dipastikan dengan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM. Jabar sendiri menargetkan 36,2 juta dari total 50 juta penduduk untuk divaksin agar memunculkan herd immunity atau kekebalan kelompok.

Kang Emil mengakui tantangan Jabar adalah infrastruktur atau titik pemberian vaksin. Dengan jumlah penduduk yang tersebar di 27 kabupaten/kota dan 5.312 desa, Jabar hanya memiliki 1.094 puskesmas terlatih program vaksinasi.

"Saya sudah hitung ketidakcukupan infrastruktur yang menjadi ancaman. Oleh karena itu ada tiga (solusi) di Jabar yang saya usulkan, tapi belum dilaksanakan. Satu, disuntik di puskesmas itu sangat terbatas, maka saya usulkan, kalau vaksin tersedia, Jabar akan memaksimalkan gedung olah raga, gedung bulu tangkis,dan lain-lain untuk memaksimalkan vaksinasi massal, seperti di Sabuga (Kota Bandung)," kata Kang Emil.

"Kedua, untuk menjangkau desa-desa di daerah terpencil tapi tingkat kasusnya tinggi, saya sudah minta ke Pak Presiden untuk menggunakan mobil. Jadi nanti ada mobil vaksin yang keliling desa-desa untuk melakukan vaksinasi," tambahnya.

Ketiga, Kang Emil mengusulkan agar ada penyediaan vaksin mandiri secara berbayar alias tidak perlu menunggu panggilan jadwal pemberian vaksin gratis dari pemerintah pusat.

"Kalau herd immunity ini mau dicapai, semua metode manajemen penyuntikan vaksin harus secepatnya. Kalau ternyata vaksin mandiri ini mempercepat terjadinya herd immunity, saya sangat setuju. Yang penting adalah manajemen penyuntikan mandiri tidak mengganggu jadwal yang sudah diatur di puskesmas. Kalau mau mandiri, Anda harus bayar, karena Anda mengatur sendiri di tempat yang lebih nyaman sendiri. Tidak di puskesmas dan sebagainya," tutur Kang Emil.

Dalam webinar tersebut, Kang Emil juga menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan sekitar 11.000 vaksinator atau tenaga penyuntik vaksin. Jumlah tersebut akan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan saat vaksinasi berlangsung."Jumlah vaksinator di Jabar terus kita tingkatkan. Sekarang punya 11 ribu, kalau mau (vaksinasi) 8 bulan beres, (vaksinator) kami harus bertambah 3 kali lipat," ucap Ridwan Kamil. (*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Puluhan Bencana Terjadi di Mojokerto Selama Februari 2021, Ini Detailnya
    Puluhan Bencana Terjadi di Mojokerto Selama Februari 2021, Ini Detailnya
    03/03/2021 - 14:44
  • 11 Dampak Bahaya Berat Badan Turun Drastis
    11 Dampak Bahaya Berat Badan Turun Drastis
    03/03/2021 - 14:38
  • Dinsos Pagaralam Antar Orang Terlantar Pulang ke Daerahnya
    Dinsos Pagaralam Antar Orang Terlantar Pulang ke Daerahnya
    03/03/2021 - 14:32
  • Polresta Banyuwangi Amankan Pemilik Cetakan Uang Asing Palsu
    Polresta Banyuwangi Amankan Pemilik Cetakan Uang Asing Palsu
    03/03/2021 - 14:27
  • Viral di Medsos, Video Pria di Lamongan Ketakutan Saat akan Disuntik Vaksin Covid-19
    Viral di Medsos, Video Pria di Lamongan Ketakutan Saat akan Disuntik Vaksin Covid-19
    03/03/2021 - 14:16

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Riya'
    Ngopi Pagi: Riya'
    03/03/2021 - 07:10
  • Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    03/03/2021 - 05:54
  • Memahami Perubahan Politik di Myanmar
    Memahami Perubahan Politik di Myanmar
    03/03/2021 - 02:21
  • Harapan Kepada Kepala Daerah Terpilih
    Harapan Kepada Kepala Daerah Terpilih
    03/03/2021 - 00:14
  • Menyoal Tentang Buzzer, Membangun Budaya Hukum Anti Hoaks
    Menyoal Tentang Buzzer, Membangun Budaya Hukum Anti Hoaks
    02/03/2021 - 23:31
  • Perubahan Pola Makan Masyarakat Jadi Beban Negara dalam Jangka Panjang
    Perubahan Pola Makan Masyarakat Jadi Beban Negara dalam Jangka Panjang
    02/03/2021 - 22:27
  • Medsos dan Budaya Ketimuran di Indonesia
    Medsos dan Budaya Ketimuran di Indonesia
    02/03/2021 - 21:29
  • Bukan Lagi Bangsa Tempe
    Bukan Lagi Bangsa Tempe
    02/03/2021 - 19:23

KULINER

  • Lezat dan Sehat Resep Bulgogi Daging Panggang Khas Korea
    Lezat dan Sehat Resep Bulgogi Daging Panggang Khas Korea
    03/03/2021 - 11:57
  • Resep Oseng Daun Pepaya, Sajian Ndeso yang Menggugah Selera
    Resep Oseng Daun Pepaya, Sajian Ndeso yang Menggugah Selera
    02/03/2021 - 06:13
  • Empat Tips Hilangkan Rasa Pahit pada Daun Pepaya
    Empat Tips Hilangkan Rasa Pahit pada Daun Pepaya
    02/03/2021 - 02:31
  • Belut Sambal Sukarasa Ngawi, Rasanya Bikin Ketagihan
    Belut Sambal Sukarasa Ngawi, Rasanya Bikin Ketagihan
    01/03/2021 - 16:01
  • Kampung Mina Ijen Suites Resort and Convention Sajikan Olahan Menu Ikan Nusantara
    Kampung Mina Ijen Suites Resort and Convention Sajikan Olahan Menu Ikan Nusantara
    28/02/2021 - 14:54
  • Aslam Ternyata Putra Pembunuh 6 Brimob yang Diterkam Macan Kumbang TNI
    Aslam Ternyata Putra Pembunuh 6 Brimob yang Diterkam Macan Kumbang TNI
    03/03/2021 - 07:10
  • Jarang Muncul, Ini Dia Pasukan Malaikat Pencabut Nyawa Milik TNI
    Jarang Muncul, Ini Dia Pasukan Malaikat Pencabut Nyawa Milik TNI
    03/03/2021 - 06:00
  • Otot Kekar Jenderal TNI Andika Taklukkan Jarum Suntik Vaksin Sinovac
    Otot Kekar Jenderal TNI Andika Taklukkan Jarum Suntik Vaksin Sinovac
    03/03/2021 - 10:24
  • Ustaz Yusuf Mansur Sudah Punya Firasat Perpres Miras akan Dicabut
    Ustaz Yusuf Mansur Sudah Punya Firasat Perpres Miras akan Dicabut
    03/03/2021 - 04:14
  • 5 Zodiak Ini Gak Segan Buat Selingkuh, Alasannya Mengejutkan
    5 Zodiak Ini Gak Segan Buat Selingkuh, Alasannya Mengejutkan
    03/03/2021 - 10:54