Politik

Pengakuan Tiga Sekjen PDI Perjuangan Soal Doktrin Politik Hijau Megawati

Sabtu, 20 Februari 2021 - 19:51 | 11.41k
Pengakuan Tiga Sekjen PDI Perjuangan Soal Doktrin Politik Hijau Megawati
FOTO A: Sekjen PDI Perjuangan Periode 2005-2010 Pramono Anung Wibowo. (FOTO: Tangkapan Layar Zoom).FOTO B: Sekjen PDI Perjuangan Periode 2010-2015 Tjahjo Kumolo. (FOTO: Tangkapan Layar Zoom).FOTO: Sekjen PDI Perjuangan Periode 2015-Sekarang, Hasto Kristiy
Pewarta: | Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tiga orang yang pernah menjabat Sekjen PDI Perjuangan sejak tahun 2005 hingga saat ini, memberikan testimoni tentang politik hijau yang mencintai lingkungan di partai berlambang kepala banteng itu. Mereka adalah Pramono Anung Wibowo yang menjabat dari tahun 2005 sampai 2010, lalu Tjahjo Kumolo (2010-2015), dan Hasto Kristiyanto (2015-sekarang). 

Ketiganya mengakui bahwa Ketua Umum Megawati Soekarnoputri lah yang menjadi kunci, yang selalu berbicara mengenai politik hijau yang bertujuan menjaga lingkungan alam dan lingkungan hidup Indonesia. 

Pram-Tjahjo-Hasto berbicara dalam diskusi virtual bertajuk Politik Hijau PDI Perjuangan pada Sabtu (20/2/2021). Acara ditayangkan secara langsung dari youtube resmi @pdiperjuangan dan akun facebook @pdiperjuangan.

Tjahjo-Kumolo-2.jpgSekjen PDI Perjuangan Periode 2010-2015 Tjahjo Kumolo. (FOTO: Tangkapan Layar Zoom)

"Jadi jarang sekali seorang tokoh sekaligus ketua umum partai kemudian pernah menjadi presiden, menjadi wakil presiden, yang begitu cinta akan tanaman dan cinta akan alam dan lingkungannya. Saya masih ingat ketika partai-partai belum ada namanya Badan Penanggulangan Bencana, Ibu Mega-lah yang pertama kali, mencanangkan, membentuk Baguna. Baru setelah itu partai lain mengikuti," kata Pramono Anung.

Dari pengalamannya bersama Megawati, Pram mengaku kecintaan pada lingkungan itu tampaknya karena Megawati ditempa langsung oleh ayahandanya, Bung Karno. Sikap cinta lingkungan itulah yang diterjemahkan dalam Politik Hijau di PDIP.

"Tidak banyak partai politik misalnya menginisiasi menanam pohon, membersihkan sungai, kemudian hal-hal yang berkaitan dengan penghijauan. Dan Ibu Mega bukan hanya mengerti, tapi benar-benar memahami," ujar Pram.

Tjahjo Kumolo mengaku intensif berkomunikasi dengan Megawati sejak 1997. Dan sejak awal, soal lingkungan hidup menjadi bahasan utama oleh Megawati dalam setiap pengkaderan. Dalam aktivitas sehari-hari, seperti saat makan sekalipun, Megawati selalu menyelipkan diskusi soal lingkungan hidup.

"Hal-hal yang menjadi contoh alam yang menjadi bagian yang dipikirkan Ibu Mega dalam konteks lingkungan hidup. Masalah bagaimana sungai tidak tercemar, membangun kebun raya sekecil apapun, kemudian menginventarisasi tanaman langka, dibuat obat, dibuat jamu. Inilah yang saya kira, tidak ada seorang presiden yang saya kira memberi perhatian khusus kepada lingkungan hidup sebanyak Ibu Mega," ungkap Tjahjo.

Hasto mengatakan dirinya sejak awal sudah belajar banyak dari Pramono Anung dan Tjahjo, dan khususnya secara langsung dengan Megawati. Apa yang dialami oleh Pram dan Tjahjo juga dialaminya. Dimana Megawati pada intinya selalu mendorong kader partainya tak sekedar berpolitik di pemilihan umum, namun berpolitik yang merawat alam raya.

"Sehingga ini merupakan suatu hal yang unik bagaimana partai tidak hanya berbicara persoalan kekuasaan, tapi bagaimana kita merawat seluruh alam raya," kata Hasto. 

Pramono Anung mengamini apa yang dikatakan Hasto. Dia bersaksi bahwa salah satu perwujudan politik hijau di PDI Perjuangan adalah mengedukasi calon pemimpin bangsa untuk menyayangi alam lingkungan. Megawati juga mengajarkan itu langsung kepada pemimpin-pemimpin muda yang maju di pilkada.

Pramono-Anung-Wibowo-2.jpg

"Menurut saya apa yang dilakukan oleh Ibu Mega merupakan lokomotif politik baru, politik yang tidak hanya sekedar menjual gagasan, menjual mimpi, tetapi juga politik yang berkaitan dengan alam dan lingkungan," kata Pram, yang juga Sekretaris Kabinet RI itu.

Hasto lalu menambahkan, dalam kehidupan sehari-hari di partainya, ada kebijakan sama sekali tidak menggunakan atau minimal mengurangi penggunaan plastik. Saat kongres partai, kebijakan ini diwujudkan dengan ribuan peserta yang hadir memegang tumbler tempat minum masing-masing.

Kantor partai juga dibangun sehingga memakai konsep green building. Namun yang paling fenomenal adalah bagaimana partai mengukur kinerja kepala daerahnya dengan indikator keberhasilan melaksanakan penghijauan.

"Seluruh kepala daerah diukur, ini ada aturan partainya, diukur prestasinya dari gerakan penghijauan, dari politik tata ruang, dari seberapa banyak sudah menyelamatkan mata air," kata Hasto.

"Jadi menjaga lingkungan ini sudah menjadi bagian dari kultur yang dibangun partai. Bahkan Pak Jokowi, sebelum jadi presiden pun dulu diajak Ibu Mega untuk menanam pohon di Sungai Ciliwung," tambah Hasto.

Tjahjo kemudian mengatakan bahwa jika kini masyarakat melihat PDI Perjuangan menyentuh masalah politik hijau di tengah masalah pandemi dan banjir, hal itu bisa terjadi karena peran seorang Megawati. Putri Bung Karno itulah sosok yang selalu mengajarkan bahwa politik harus menyatu dengan alam, dan harus bisa mengorganisir masyarakat untuk mencintai lingkungan.

"Kalau kita konsisten dalam program Semesta Berencana jangka panjang yang dicanangkan Bung Karno, saya kira alam kita bisa terjaga dengan baik, tidak ada banjir, sungai mengalir dengan baik," tegas Tjahjo Kumolo yang merupakan Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi itu.

Untuk mengetahui testimoni tiga Sekjen PDI Perjuangan, Pramono Anung Wibowo (2005- 2010), Tjahjo Kumolo (2010-2015), dan Hasto Kristiyanto (2015-sekarang) tentang doktrin Megawati mengenai politik hijau bisa dilihat di akun YouTube PDI Perjuangan. (*) 



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • [CEK FAKTA] Menteri Agama RI Gus Yaqut Menandatangani Surat Larangan Shalat Jumat
    [CEK FAKTA] Menteri Agama RI Gus Yaqut Menandatangani Surat Larangan Shalat Jumat
    26/02/2021 - 07:55
  • Catat, Inilah Resep Pedas dan Gurih Lontong Cap Gomeh
    Catat, Inilah Resep Pedas dan Gurih Lontong Cap Gomeh
    26/02/2021 - 06:27
  • 2 Rekomendasi Helm Buat Sunmori yang Low Budget
    2 Rekomendasi Helm Buat Sunmori yang Low Budget
    26/02/2021 - 05:28
  • What Do You Think of These Recycled Vase Made of Unused Clothes?
    What Do You Think of These Recycled Vase Made of Unused Clothes?
    26/02/2021 - 05:14
  • Merawat Tubuh dan Rambut dengan Buah Merah Papua
    Merawat Tubuh dan Rambut dengan Buah Merah Papua
    26/02/2021 - 04:27

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Iman
    Ngopi Pagi: Iman
    25/02/2021 - 07:56
  • Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa
    Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa
    24/02/2021 - 16:10
  • Harapan Terhadap Perubahan UU Pemilu
    Harapan Terhadap Perubahan UU Pemilu
    24/02/2021 - 16:06
  • Mengubah Stigma Milenial dalam Dunia Peternakan di Era 4.0
    Mengubah Stigma Milenial dalam Dunia Peternakan di Era 4.0
    24/02/2021 - 13:51
  • Menuju Hubungan Agama dan Negara di Indonesia yang Lebih Baik
    Menuju Hubungan Agama dan Negara di Indonesia yang Lebih Baik
    24/02/2021 - 12:02
  • Ngopi Pagi: Sombong
    Ngopi Pagi: Sombong
    24/02/2021 - 07:00
  • Menanamkan Kebaikan pada Anak di Dalam Rumah 
    Menanamkan Kebaikan pada Anak di Dalam Rumah 
    24/02/2021 - 01:49
  • Kritik dan Kebebasan Berpendapat
    Kritik dan Kebebasan Berpendapat
    23/02/2021 - 21:32

KULINER

  • Catat, Inilah Resep Pedas dan Gurih Lontong Cap Gomeh
    Catat, Inilah Resep Pedas dan Gurih Lontong Cap Gomeh
    26/02/2021 - 06:27
  • Jus Honje Produk Ooy Rukoyah Jadi Minuman Khas Pangandaran
    Jus Honje Produk Ooy Rukoyah Jadi Minuman Khas Pangandaran
    25/02/2021 - 16:06
  • Brokoli Pasta Solusi Sarapan yang Jadi Favorit Anak
    Brokoli Pasta Solusi Sarapan yang Jadi Favorit Anak
    25/02/2021 - 01:20
  • Ada Citarasa Variatif dan Modern di Limestory Coffee Favehotel Cilacap
    Ada Citarasa Variatif dan Modern di Limestory Coffee Favehotel Cilacap
    24/02/2021 - 13:13
  • Hadirkan Udang Asam Manis ala Restoran di Meja Makan Keluarga
    Hadirkan Udang Asam Manis ala Restoran di Meja Makan Keluarga
    24/02/2021 - 04:15
  • Kompolnas Dorong Bripka CS Dijerat Pasal Berlapis
    Kompolnas Dorong Bripka CS Dijerat Pasal Berlapis
    26/02/2021 - 00:08
  • Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita, Motifnya karena Sakit Hati
    Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita, Motifnya karena Sakit Hati
    26/02/2021 - 00:00
  • Sosok Bripka Cornelius Penembak Pratu RS hingga Pesan Pangdam Jaya
    Sosok Bripka Cornelius Penembak Pratu RS hingga Pesan Pangdam Jaya
    26/02/2021 - 05:30
  • Misteri Kematian Diska, Siswa SMA yang Tewas Dibungkus Plastik
    Misteri Kematian Diska, Siswa SMA yang Tewas Dibungkus Plastik
    26/02/2021 - 04:04
  • Kombes Ady Bawa Peti Mayat Pratu Rizky yang Didor Bripka Cornelius
    Kombes Ady Bawa Peti Mayat Pratu Rizky yang Didor Bripka Cornelius
    26/02/2021 - 07:31