Pendidikan

Berbagai Pihak Tolak SKB 3 Menteri, Mengapa Pemerintah Tak Menggubris?

Sabtu, 20 Februari 2021 - 08:22 | 14.58k
Berbagai Pihak Tolak SKB 3 Menteri, Mengapa Pemerintah Tak Menggubris?
Ilustrasi – Siswi SMA Al-Kautsar Banyuwangi saat melaksanakan kegiatan Pesona Bahasa. (FOTO: dok TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Surat Keputusan Bersama atau SKB 3 Menteri terkait seragam sekolah yang dikeluarkan beberapa minggu lalu, terus menuai penolakan dari benyak pihak. Keputusan tersebut selain dinilai tak mencerminakan proses pendidikan, juga bertentangan dengan banyak aspek.

Namun demikian, penolakan keras terhadap SKB yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu, hingga kini belum digubris oleh pemerintah.

Padahal jika pro-kontra ini terus dibiarkan membias, akan berdampak pada implemintasi SKB tersebut. Potensinya tak akan berjalan secara maksimal. Yang paling ditakutkan, justru akan membuahkan problem baru dalam sektor pendidikan di Tanah air.

Bertentangan dengan Kurikulum PAI

SKB 3 Menteri juga tak luput tanggapan dari para guru pendidikan agama Islam (PAI).

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo mengatakan, dalam sekolah negeri di daerah yang basisnya Islam, salah satu pembahasan pendidikan agama yang disampaikan guru, yakni menutup aurat sesuai amanah Al Quran dan Hadits.

Sementara, SKB itu mengatur jika tidak boleh ada imbauan dan kewajiban bagi setiap pelajar, dalam menggunakan seragam yang berkaitan dengan atribut keagamaan tertentu.

"Kalau ditanya siapa yang mewajibkan siswi berjilbab? Adalah wali murid yang menghendaki. Kedua adalah kesadaran siswa itu sendiri untuk berjilbab, bukan gurunya. Guru hanya memberikan pengaruh melalui transfer knowledge agar menutup aurat. Maka tak tepat jika sanksi diberikan kepada sekolah (oleh pemerintah)," jelasnya.

Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Fahriza Martha Tanjung menyatakan, terdapat kompetensi yang harus dikuasai siswa sesuai dengan syariat Islam. Itu sebagaimana yang diamanatkan dalam kurikulum PAI.

"Ada kompetensi dasar yang mengharuskan mereka berpakaian sesuai syariat Islam, itu kompetensi sikap. Maka dalam konteks ini, guru-guru PAI menjadi khawatir," ujarnya dikutip dari Republika.

Tak Sejalan dengan Kearifan Lokal

SKB 3 Menteri itu juga ditolak keras oleh tokoh Sumatera Barat. Diketahui, sejumlah tokoh asal Sumbar, baik dari komunitas adat, kepala daerah, anggota dewan, mantan pejabat negara, hingga para pensiunan jenderal TNI-Polri menolak SKB tersebut.

Menurut mereka, SKB ini jelas tak sesuai dengan kearifan lokal yang ada di Sumatera Barat. Dalam hal itu, anggota DPR RI Fraksi PAN dapil Sumbar, Guspardi Gaus mengatakan, SKB sangat bertentangan dengan kearifan lokal.

"SKB (juga) bertentangan dengan UUD 1945 pasal 29, ayat 1 dan ayat 2, di mana negara memberi kebebasan untuk menjalankan agamanya," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Genius Umar menyatakan, pihaknya tegas menolak aturan tersebut. Ia pun dengan lantang tidak takut diberi sanksi karena tidak menerapkan SKB 3 Menteri terkait aturan seragam sekolah.

Alasannnya kata dia, tak sesuai dengan tujuan pendidikan nasional sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni menciptakan peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Saya siap berdiskusi. SKB 3 Menteri ini tidak cocok diterapkan, karena seolah-olah memisahkan antara kehidupan beragama dengan sekolah," tegasnya.

Hal Ihwal SKB 3 Menteri

Diketahui, SKB 3 Menteri itu tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut Bagi Peserta Didik, Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dalam SKB tersebut, pemerintah memperbolehkan siswa dan guru untuk memilih jenis seragamnya. Artinya, para guru dan siswa dibebaskan untuk memilih mengenakan pakaian dan atribut yang memiliki kekhususan agama atau tidak.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan SKB 3 Menteri ini memberikan kebebasan para guru dan siswa untuk menentukan seragam yang hendak mereka kenakan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun untuk siswa, orang tua diperbolehkan memberikan keputusan terhadap jenis seragam yang dikenakan anaknya. Nadiem menyatakan, SKB 3 Menteri terkait seragam sekolah ini hanya berlaku bagi sekolah negeri sehingga tidak mengatur ketentuan berpakaian di sekolah swasta. (*)



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Marak Produk Impor, Ketua DPD RI: Inovasi dan Kualitas, Kunci Daya Saing Produk Lokal
    Marak Produk Impor, Ketua DPD RI: Inovasi dan Kualitas, Kunci Daya Saing Produk Lokal
    09/03/2021 - 15:03
  • Peta Zonasi Covid-19, Pangandaran Masuk Risiko Rendah
    Peta Zonasi Covid-19, Pangandaran Masuk Risiko Rendah
    09/03/2021 - 14:59
  • Dandim 0110/Abdya Aceh Minta Bulog Optimal Serap Gabah Petani
    Dandim 0110/Abdya Aceh Minta Bulog Optimal Serap Gabah Petani
    09/03/2021 - 14:56
  • PTSL di Jatim Tertinggi, Menteri Sofyan Djalil Apresiasi Kinerja Khofifah
    PTSL di Jatim Tertinggi, Menteri Sofyan Djalil Apresiasi Kinerja Khofifah
    09/03/2021 - 14:53
  • Komite IV DPD RI Dukung Pemerintah Tertibkan Predatory Pricing e-Commerce
    Komite IV DPD RI Dukung Pemerintah Tertibkan Predatory Pricing e-Commerce
    09/03/2021 - 14:49

TIMES TV

Sejarah Hari Ini: 9 Maret Peringatan Hari Musik Nasional

Sejarah Hari Ini: 9 Maret Peringatan Hari Musik Nasional

09/03/2021 - 09:13

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru
Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Seri Bisnis Pisang (2): Persiapan Bibit dan Perhitungan Biaya
    Seri Bisnis Pisang (2): Persiapan Bibit dan Perhitungan Biaya
    09/03/2021 - 13:32
  • Ngopi Pagi: Hasan Abadi Dan Mimpi
    Ngopi Pagi: Hasan Abadi Dan Mimpi
    09/03/2021 - 08:56
  • Perempuan dan Bangsa yang Besar
    Perempuan dan Bangsa yang Besar
    09/03/2021 - 08:16
  • Bonus Demografi dan Ekosistem Data Pendidikan Kita 
    Bonus Demografi dan Ekosistem Data Pendidikan Kita 
    09/03/2021 - 07:12
  • Indahnya Berbagi dengan Sesama
    Indahnya Berbagi dengan Sesama
    09/03/2021 - 05:20
  • Dua Kunci, untuk Menikmati Hidup
    Dua Kunci, untuk Menikmati Hidup
    09/03/2021 - 04:03
  • Demi Keadilan Tak Cukup CSR, Mutlak Revisi UU Perimbangan Keuangan
    Demi Keadilan Tak Cukup CSR, Mutlak Revisi UU Perimbangan Keuangan
    09/03/2021 - 03:01
  • Tradisi Literasi di Sekolah
    Tradisi Literasi di Sekolah
    09/03/2021 - 01:20

KULINER

  • Lewat Pemasaran Online, Gemblong dan Comro Ratu Sejagad Bertahan di Tengah Pandemi
    Lewat Pemasaran Online, Gemblong dan Comro Ratu Sejagad Bertahan di Tengah Pandemi
    09/03/2021 - 14:31
  • Tape Bondowoso, Produk Primadona Lokal Selama Puluhan Tahun
    Tape Bondowoso, Produk Primadona Lokal Selama Puluhan Tahun
    09/03/2021 - 14:11
  • Sama-Sama Mi Jepang, Apa Beda Ramen, Udon, dan Soba
    Sama-Sama Mi Jepang, Apa Beda Ramen, Udon, dan Soba
    09/03/2021 - 06:30
  • Soba Mi Jepang yang Dapat Cegah Penyakit Beri-Beri
    Soba Mi Jepang yang Dapat Cegah Penyakit Beri-Beri
    09/03/2021 - 06:00
  • Pedas Nikmat di Nasi Judes Yu Gembul Ponorogo
    Pedas Nikmat di Nasi Judes Yu Gembul Ponorogo
    08/03/2021 - 09:10
  • Ini Jenderal Kopassus TNI Pemburu Penggorok 2 Polisi Pembunuh 7 Brimob
    Ini Jenderal Kopassus TNI Pemburu Penggorok 2 Polisi Pembunuh 7 Brimob
    09/03/2021 - 07:10
  • Maniak Seks Parah Dennis Rodman Sampai Penisnya Patah 3 Kali
    Maniak Seks Parah Dennis Rodman Sampai Penisnya Patah 3 Kali
    09/03/2021 - 00:02
  • Jawaban Bijak Nan Sopan Jenderal TNI Gatot Dicecar Moeldoko Kudeta AHY
    Jawaban Bijak Nan Sopan Jenderal TNI Gatot Dicecar Moeldoko Kudeta AHY
    09/03/2021 - 00:20
  • AHY Melawan, Hamid Awaluddin Sarankan Moeldoko Bersikap Kesatria
    AHY Melawan, Hamid Awaluddin Sarankan Moeldoko Bersikap Kesatria
    09/03/2021 - 00:02
  • AHY vs Moeldoko di Demokrat, Begini Analisa Yusril Ihza Mahendra
    AHY vs Moeldoko di Demokrat, Begini Analisa Yusril Ihza Mahendra
    09/03/2021 - 06:14