Kopi TIMES

Seberapa Efektif Kebijakan Dana Desa?

Jumat, 19 Februari 2021 - 23:16 | 30.15k
Seberapa Efektif Kebijakan Dana Desa?
Joko Yuliyanto, Penggagas komunitas Seniman NU. Penulis buku dan naskah drama. Aktif menulis opini di media daring dan luring.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dana Desa adalah dana yang dialokasikan APBN untuk desa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/ kota. Dana tersebut digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembinaan kemasyarakatan, pelaksanaan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.

Tujuan utama alokasi dana desa yakni untuk pemerataan dan keadilan. Aspek pemerataan desa tercermin dari alokasi dasar untuk mendapatkan nilai dan hak yang sama. Sedangkan keadilan tercermin dari formula yang ditetapkan pemerintah berdasarkan beberapa komponen dari desa tersebut.

Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, ada tiga prioritas pengalokasian dana desa untuk tahun 2021 yakni, mengupayakan pemulihan ekonomi nasional sesuai kewenangan desa, untuk program prioritas nasional sesuai kewenangan desa, dan difokuskan untuk program adaptasi kebiasaan baru, yakni dengan mewujudkan desa aman dari Covid-19.

Anggaran dana desa selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2020 pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 71,19 triliun, kemudian untuk tahun 2021, pemerintah mengalokasikan dana Rp 72 triliun untuk dana desa. Pertanyaannya adalah seberapa efektikah kucuran dana desa dari pemerintah pusat?

Kredibilitas Desa

UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (UU Pemda) menyatakan bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sedangkan pada Pasal 120 ayat (2) UU pemda menyatakan bahwa perangkat daerah kabupaten/ kota, terdiri atas sekretariat daerah, sekretariat DPRD, dinas daerah, lembaga teknis daerah, kecamatan, dan kelurahan. Tentu ada perbedaan antara desa dan kelurahan. Secara yuridis, terdapat kemungkinan perubahan status dari Desa menjadi Kelurahan. Pada pasal 200 ayat (3) UU Pemda menyatakan bahwa desa di kabupaten/ kota secara bertahap dapat diubah atau disesuaikan statusnya menjadi kelurahan sesuai dengan usul dan prakarasa pemerintah desa bersama badan permusyawaratan desa yang ditetapkan oleh Perda.

Untuk desa, biasanya disebut kades (kepala desa) dengan status kepegawaian nonPNS. Sedangkan untuk keluarahan, biasanya dipanggil lurah dengan status kepegawaian PNS. Lebih lanjut, kades dipilih melalui pilkada dan biasanya memiliki masa jabatan 5 tahun. Sedangkan lurah dipilih oleh bupati atau walikota dengan masa jabatan tidak terbatas (aturan pensiun PNS).

Di beberapa desa, proses pemilihan kepala desa laiknya pemilihan umum (pilpres atau pileg). Seluruh warga desa mempunyai hak untuk menentukan pemimpinnya. Sayangnya, proses pemilihan di banyak desa tidak berdasarkan kualitas manajemen kepemimpinan yang berkualitas, melainkan kepada ketenaran dan kedekatan calon kades dengan masyarakat. 

Warga tidak begitu mempertimbangkan pengalaman mengelola organisasi atau tingkat pendidikan calon kepala desa. Dampaknya adalah kurang tepatnya sasaran alokasi dana desa untuk pemerataan pembangunan. Ada ketimpangan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi antara daerah satu dengan yang lain. Pun dengan kesejahteraan warga miskin yang kurang bisa diakomodasi dengan baik oleh pemerintah desa.

Desa dengan pemerintahannya seolah memiliki kewenangan sendiri mengatur daerahnya. Menerima anggaran desa yang entah digunakan untuk kemajuan desa atau untuk menumpuk kekayaan pribadi. Patut dimaklumi, mengingat berapa ratus juta anggaran dikeluarkan untuk maju menjadi calon kepala desa beserta dana kampanye dan politik uang jelang pemilihan.

Harapan pemerintah yang meninginkan kemandirian desa dengan mengalokasikan dana desa tidak serta merta bisa diaktualisasikan dengan baik oleh pemerintah desa/ kelurahan jika kompetensi kades dan lurahnya tidak mumpuni. Malah kadang anggaran dana desa yang diberikan kepada kepala desa yang jauh dari pengalaman manajemen/ tata kelola pemerintahan akan dibuat lumbung korupsi dengan perangkat desa yang lain.

Berdasarkan data dari Indonesia Corruption Watch (ICW), tercatat ada 169 kasus korupsi selama semester I/2020. Menariknya, korupsi di sektor anggaran dana desa paling banyak terjadi, yakni 44 kasus. Jika tidak ada pelatihan manajemen kepemimpinan kepala desa yang dipilih warga bukan karena kapasistas mengelola kepemerintahan, maka dana desa tetap akan selalu menjadi pasar bagi koruptor memanipulasi anggaran pemerintah pusat.

Sebelum meningkatkan anggaran dana desa setiap tahunnya, pemerintah harus bisa memberikan standarisasi kepemimpinan desa. Menyamakan status desa dan kelurahan agar tidak ada ketimpangan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan warga. Apalagi masih banyak ditemui praktek kotor pemilihan kepala desa beserta perangkatnya yang terlanjur dianggap wajar oleh warganya.

Arah kebijakan desentralisasi kepada pemerintah daerah akan menimbulkan banyak kompleksitas masalah manajemen organisasi kepemerintahan, termasuk alokasi anggaran. Memaksakan otonomi daerah kepada pemerintah desa yang belum siap/ mampu mengurus daerahnya bisa menjadi bomerang bagi pemerintah pusat terhadap kepercayaan kebijakan otonomi daerah. 

Memaksakan desa mandiri di seluruh Indonesia hanya akan efektif bagi pemerintah desa yang siap menampung aspirasi warganya dan mengaktualisasikan dalam kebijakan yang tepat. Sebaliknya, hanya akan menjadi langkah pemborosan anggaran yang ada kemungkinan dikorupsi bagi desa atau kelurahan yang tidak siap mengatur anggaran dari pemerintah pusat untuk kemandirian desa.

***

*) Oleh: Joko Yuliyanto, Penggagas komunitas Seniman NU. Penulis buku dan naskah drama. Aktif menulis opini di media daring dan luring.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Cadbury Luncurkan Kemasan Spesial Terima Kasih Dalam Enam Bahasa Daerah
    Cadbury Luncurkan Kemasan Spesial Terima Kasih Dalam Enam Bahasa Daerah
    05/03/2021 - 23:35
  • Menteri Desa:¬†Pentahelix Solusi Bangkitkan Ekonomi Desa
    Menteri Desa: Pentahelix Solusi Bangkitkan Ekonomi Desa
    05/03/2021 - 23:13
  • Tim Cycling GTM Jasa Raharja DIY Sosialisasikan Bebas Denda Pajak Kendaraan Bermotor
    Tim Cycling GTM Jasa Raharja DIY Sosialisasikan Bebas Denda Pajak Kendaraan Bermotor
    05/03/2021 - 23:05
  • Polisi Myanmar yang Ikut Membangkang Terhadap Rezim Militer Semakin Banyak
    Polisi Myanmar yang Ikut Membangkang Terhadap Rezim Militer Semakin Banyak
    05/03/2021 - 22:56
  • SBY Marah Kepada Moeldoko: Akal Sehat Telah Mati
    SBY Marah Kepada Moeldoko: Akal Sehat Telah Mati
    05/03/2021 - 22:44

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Bangkit
    Ngopi Pagi: Bangkit
    05/03/2021 - 07:00
  • Ngopi Pagi: Ilmu
    Ngopi Pagi: Ilmu
    04/03/2021 - 08:26
  • Raksasa Baru dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    Raksasa Baru dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    03/03/2021 - 18:17
  • Ngopi Pagi: Riya'
    Ngopi Pagi: Riya'
    03/03/2021 - 07:10
  • Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    03/03/2021 - 05:54
  • Memahami Perubahan Politik di Myanmar
    Memahami Perubahan Politik di Myanmar
    03/03/2021 - 02:21
  • Harapan Kepada Kepala Daerah Terpilih
    Harapan Kepada Kepala Daerah Terpilih
    03/03/2021 - 00:14
  • Menyoal Tentang Buzzer, Membangun Budaya Hukum Anti Hoaks
    Menyoal Tentang Buzzer, Membangun Budaya Hukum Anti Hoaks
    02/03/2021 - 23:31

KULINER

  • Bantu Perekonomian Masyarakat, Lesehan Bambu Cah Bagus Resmi Dibuka
    Bantu Perekonomian Masyarakat, Lesehan Bambu Cah Bagus Resmi Dibuka
    05/03/2021 - 22:38
  • Mengintip Wisata Kuliner Kota Banjar di Java Corner Foodcourt
    Mengintip Wisata Kuliner Kota Banjar di Java Corner Foodcourt
    05/03/2021 - 15:21
  • Dibuat dari Bunga Telang, Nasi Telang Hadir di Kedai Rudeka Jombang
    Dibuat dari Bunga Telang, Nasi Telang Hadir di Kedai Rudeka Jombang
    04/03/2021 - 17:06
  • Legenda Kota Tasikmalaya, Mie Jaka jadi Buruan Pecinta Kuliner
    Legenda Kota Tasikmalaya, Mie Jaka jadi Buruan Pecinta Kuliner
    04/03/2021 - 14:35
  • Menyusuri Sejarah Lewat Kelezatan Lontong Cap Go Meh Hotel Tugu Malang
    Menyusuri Sejarah Lewat Kelezatan Lontong Cap Go Meh Hotel Tugu Malang
    04/03/2021 - 11:03
  • Wajah Sangar Penembak Prajurit Kostrad Mendadak Ciut di Depan POM TNI
    Wajah Sangar Penembak Prajurit Kostrad Mendadak Ciut di Depan POM TNI
    05/03/2021 - 17:42
  • Prajurit TNI Temukan Wanita Rambut Panjang di Hutan, Siapa Dia?
    Prajurit TNI Temukan Wanita Rambut Panjang di Hutan, Siapa Dia?
    05/03/2021 - 08:10
  • Harga Rp145 Jutaan, Mobil Ini Laku Setiap 5 Menit
    Harga Rp145 Jutaan, Mobil Ini Laku Setiap 5 Menit
    05/03/2021 - 10:44
  • Mike Tyson Punya Pengalaman Seks Terliar, Bikin Merinding
    Mike Tyson Punya Pengalaman Seks Terliar, Bikin Merinding
    05/03/2021 - 00:04
  • Pria Koboi Misterius yang Ketuk Palu KLB Demokrat Sembari Tertawa
    Pria Koboi Misterius yang Ketuk Palu KLB Demokrat Sembari Tertawa
    05/03/2021 - 17:46