Kopi TIMES

Mengokohkan Komitmen KeIslaman dan Kebangsaan HMI

Sabtu, 06 Februari 2021 - 17:24 | 66.30k
Mengokohkan Komitmen KeIslaman dan Kebangsaan HMI
Arya Kharisma Hardy, PJ Ketum PB HMI.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Terlahir dalam latar sosiologis dan politik Negara yang masih berusia dua Tahun (1947), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tumbuh bersama panasnya sisa-sisa bara api revolusi kemerdekaan. Dengan semangat pembebasan atas kolonialisme yang dibangun di atas fondasi tauhid, HMI muda tak gentar maju bersama pejuang revolusi lainnya.

Tepatnya pada tanggal lima Februari tujuh Puluh Empat tahun silam, bertempat di salah satu ruang kuliah Sekolah Tinggi Islam/STI (sekarang UII), Jl. Setyodiningratan 30 (Sekarang P. Senopati 30), Lafran Pane, sebagai penggagas pertama HMI memanfaatkan jam kuliah tafsir Alqur’an yang diasuh oleh Prof. Husein Yahya untuk mendeklarasikan pembentukan HMI.

Harian Kedaulatan rakyat tertanggal 28 Februari 1947 secara sekilas memuat sebuah berita bahagia ini dalam salah satu rubriknya, demikian isinya:

"Baru-baru ini di Yogyakarta, telah didirikan Himpunan Mahasiswa Islam. Anggota-anggotanya terdiri dari mahasiswa-mahasiswa seluruh Indonesia yang beragama Islam. Perhimpunan akan menjadi anggota Kongres Mahasiswa Indonesia. 

Sekretariat : Asrama Mahasiswa, Setyodinigratan 5 Yogyakarta. Hanya ini pemberitaan yang kita dapati dari pers, sehubungan dengan berdirinya HMI”.

Dengan diumumkannya kelahiran HMI ini, menjadi sinyal awal dari sebuah babak baru arus perjuangan mahasiswa dan kaum terpelajar Islam Indonesia yang seringkali sangat menentukan dalam mengubah arah sejarah bangsa ini. Di masa pergolakan politik dan ideologi ini, HMI hadir sebagai kekuatan penyeimbang bagi hegemoni ideologi kiri (sosialisme) yang sangat populer di kalangan pelajar dan mahasiswa pada periode awal orde lama.

HMI yang lahir dengan misi men-syiarkan ajaran Islam, tentu memahami betul akan bahaya dan ancaman ajaran komunisme yang berlindung di balik kekuatan politik rezim orde lama. Tak jarang HMI menjadi tameng bagi kekuatan kelompok nasionalis dan kelompok Islam politik yang saat itu masuk dalam konfigurasi konflik antar faksi ideologi politik.

Kiprah dan gerakan HMI yang terkenal taktis dan elegan kembali menemukan jalurnya dalam jalan sejarah bangsa, saat rezim orde baru yang awalnya cenderung sensitive terhadap kelompok  Islam politik memilih untuk mengalihkan perhatiannya secara serius kepada kehadiran sekelompok cendikiawan Islam.

Marjinalisasi politik yang oleh banyak kalangan muslim sendiri lebih jauh menggunakan ungkapan 'Islam ditindas' ini, semakin menemukan kesempatan untuk melakukan titik baliknya ketika kelompok Islam yang dipelopori oleh tokoh-tokoh HMI seperti Akbar Tandjung dan Nurcholis Madjid tampil sebagai profil pemikir dan politisi nasionalis-agamis di pelataran kekuasaan Suharto.

Pemikiran dan politik Islam mengalami ekspansi luar biasa berkat pertumbuhan ekonomi dan bertambahnya kalangan terpelajar dan cendikiawan Muslim yang menimbulkan perubahan sangat cepat dan berdampak luas di bidang sosial, kultural, dan keagamaan.

Dalam plot sejarah yang krusial ini, HMI tidak hanya patut disebut sebagai salah satu pelopor pembaharuan Islam di Indonesia, lebih dari itu tokoh HMI seperti Cak Nur bahkan berhasil menjadi jembatan penghubung antara paham Islam wasatiyah Indonesia dengan Barat dan dunia internasional. Perpaduan antara kecakapanya dalam penguasaan teks-teks agama dengan dialektika di lingkungan Islam modernis menjadikan Cak Nur (Nurcholis Madjid) sebagai sosok intelektual peripurna, yang oleh Greg Barton (1999) disebut sebagai neo-modernis.

Sementara sosok politisi senior Akbar tandjung merupakan pelopor terbentuknya Kelompok Cipayung, yang merupakan forum irisan antar elemen gerakan mahasiswa seperti HMI, PMKRI, GMNI, PMII, dan GMKI cukup mempunyai peran dalam memberikan ide-ide tentang pluralism dalam dialektika kebangsaan hingga hari ini.

Di usianya yang ke-74 pada tahun ini, warisan nilai Ke-Islaman dan Kebangsaan masih menjadi pusaka perjuangan kader HMI yang istimewa dan selalu terlestari. Meskipun kontribusi pemikiran dan gerakan HMI hari ini tidak sedramatis angkatan -66, namun resonansi pergerakan HMI di setiap level dalam menampilkan idealismenya dan membela hak-hak rakyat demi merawat nilai-nilai kebangsaan masih terasa. Komitmen ke-Islaman HMI yang merupakan prinsip perjuangan HMI, secara fitrawi terinklusi ke dalam semangat dan komitmen Kebangsaan.

Keduanya bagai dua sisi mata uang yang saling melengkapi dan menyempurnakan nilai-nilai kemanusiaan yang berketuhanan khas Bangsa Indonesia. Sehingga keduanya hanya akan memenuhi syarat kesempurnaan jika diucap secara senapas dan ditunaikan secara terpadu hingga saling mengokohkan. Bahkan ketika realitas sosial politik nasional tidak selalu meguntungkan dan berpihak kepada idealitas nilai-nila dasar perjuangan kader HMI.

Fondasi ke-Islaman dan Kebangsaan yang dibangun secara kokoh oleh para pendiri dan tokoh intelektual HMI, membawa HMI menempuh jalur perjuangan secara tidak biasa seperti OKP Islam lainnya yang cenderung merupakan underbow dari ormas Islam Indonesia. Pluralitas mazhab dalam internal HMI merupakan pembeda yang special sebagai simpul pemersatu Islam (ukhuwah Islamiyah) antar kader.

Sektarianisme mazhab dan pemikiran dalam Islam merupakan fenomena sosial agama yang mampu mengubah kedamaian agama menjadi api konflik yang mematikan.  Karena sekali sektarianisme agama berbaur dengan pengelompokan sosiologis masyarakat keagamaan dan sekaligus didukung kekuasaan politik, ketika itu keadaan menjadi memburuk, membuat sangat sulit mengatasinya. Pada titik inilah HMI hadir sebagai meelting pot bagi pemikiran generasi muda Islam dalam meredam konvergensi lintas mazhab dan ormas di Indonesia dan bahkan dunia.

Dengan komitmen yang teguh dalam mewujudkan Islam yang damai inilah, untuk menunaikan komitmen Kebangsaan (Ukhuwah Insaniah) bagi HMI  merupakan sebuah kebutuhan dan common sense kemanusiaan universal. Maka sangat tidak rasional untuk sekedar ragu dengan komitmen Kebangsaan HMI dalam merawat dan melestarikan kebinekaan NKRI tercinta.

***

*) Oleh : Arya Kharisma Hardy (PJ Ketum PB HMI).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Tradisi Literasi di Sekolah
    Tradisi Literasi di Sekolah
    09/03/2021 - 01:20
  • This Lady of Blitar Turns Fish into Delicious Foods
    This Lady of Blitar Turns Fish into Delicious Foods
    09/03/2021 - 00:03
  • Hak yang Terabaikan
    Hak yang Terabaikan
    08/03/2021 - 23:39
  • Cegah Banjir di Pangandaran, BBWS Citanduy Akan Bangun Kolam Retensi
    Cegah Banjir di Pangandaran, BBWS Citanduy Akan Bangun Kolam Retensi
    08/03/2021 - 23:21
  • Persela Bakal Jalani Tiga Derby Jatim di Piala Menpora 2021
    Persela Bakal Jalani Tiga Derby Jatim di Piala Menpora 2021
    08/03/2021 - 23:14

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Tradisi Literasi di Sekolah
    Tradisi Literasi di Sekolah
    09/03/2021 - 01:20
  • Hak yang Terabaikan
    Hak yang Terabaikan
    08/03/2021 - 23:39
  • Rehabilitasi Solusi Menekan Angka Penyalahgunaan Narkoba
    Rehabilitasi Solusi Menekan Angka Penyalahgunaan Narkoba
    08/03/2021 - 22:17
  • Menakar Hantaman Pandemi Covid-19 pada Kaum Miskin
    Menakar Hantaman Pandemi Covid-19 pada Kaum Miskin
    08/03/2021 - 21:30
  • Sekolah Siap Tatap Muka?
    Sekolah Siap Tatap Muka?
    08/03/2021 - 20:23
  • Memetik Bonus Demografi di Tengah Pandemi
    Memetik Bonus Demografi di Tengah Pandemi
    08/03/2021 - 19:38
  • Jokowi, Ma'ruf Amin dan Perpres Investasi Miras
    Jokowi, Ma'ruf Amin dan Perpres Investasi Miras
    08/03/2021 - 18:12
  • Bangkitnya Kedaulatan Desa di Tangan Pemuda
    Bangkitnya Kedaulatan Desa di Tangan Pemuda
    08/03/2021 - 17:25

KULINER

  • Pedas Nikmat di Nasi Judes Yu Gembul Ponorogo
    Pedas Nikmat di Nasi Judes Yu Gembul Ponorogo
    08/03/2021 - 09:10
  • Black Melody Jadi Incaran Penikmat Kopi di Kota Tasikmalaya
    Black Melody Jadi Incaran Penikmat Kopi di Kota Tasikmalaya
    07/03/2021 - 01:34
  • Rawon Sup Terenak se-Asia Versi Taste Atlas
    Rawon Sup Terenak se-Asia Versi Taste Atlas
    06/03/2021 - 15:30
  • Sajikan Ragam Bakso, Udang dan Cumi Jadi Andalan Kedai A.Je Majalengka
    Sajikan Ragam Bakso, Udang dan Cumi Jadi Andalan Kedai A.Je Majalengka
    06/03/2021 - 15:00
  • Shokudo Resto Sajikan Fusion Sushi Nachos
    Shokudo Resto Sajikan Fusion Sushi Nachos
    06/03/2021 - 04:04
  • Maniak Seks Parah Dennis Rodman Sampai Penisnya Patah 3 Kali
    Maniak Seks Parah Dennis Rodman Sampai Penisnya Patah 3 Kali
    09/03/2021 - 00:02
  • AHY Melawan, Hamid Awaluddin Sarankan Moeldoko Bersikap Kesatria
    AHY Melawan, Hamid Awaluddin Sarankan Moeldoko Bersikap Kesatria
    09/03/2021 - 00:02
  • Janjikan Peserta KLB Rp100 Juta, Moeldoko Cs Cuma Bayar Rp5 juta
    Janjikan Peserta KLB Rp100 Juta, Moeldoko Cs Cuma Bayar Rp5 juta
    09/03/2021 - 00:03
  • Gatot Nurmantyo Beberkan Sosok yang Mengajaknya Kudeta AHY
    Gatot Nurmantyo Beberkan Sosok yang Mengajaknya Kudeta AHY
    09/03/2021 - 00:28
  • Jawaban Bijak Nan Sopan Jenderal TNI Gatot Dicecar Soal Moeldoko
    Jawaban Bijak Nan Sopan Jenderal TNI Gatot Dicecar Soal Moeldoko
    09/03/2021 - 00:20