Peristiwa Daerah

Dugaan Pemalsuan Data IMB Swalayan Vionata Banyuwangi Dilaporkan Kejaksaan

Rabu, 27 Januari 2021 - 13:03 | 26.86k
Dugaan Pemalsuan Data IMB Swalayan Vionata Banyuwangi Dilaporkan Kejaksaan
Pengurus PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, saat melaporkan kasus dugaan pemalsuan data tanda tangan dalam proses pengurusan imb Swalayan Vionata Genteng. (Foto : Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Dugaan pemalsuan data tanda tangan warga dalam proses pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Swalayan Vionata Genteng, Banyuwangi, memasuki babak baru. Kasus swalayan yang berdiri di atas tanah berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) bekas Kantor Kawedanan Genteng, di RT 9 RW 5, Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, tersebut dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, Jawa Timur,  Rabu (27/1/2021).

Sebagai pelapor adalah Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila, Kecamatan Kalipuro.

“Hari ini laporan sudah kita masukan ke Kejaksaan,” tegas Wakil Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Kalipuro, Atrayu.

Kasus ini, sengaja dilaporkan karena dianggap telah mencoreng citra baik Kabupaten Banyuwangi. Serta menodai kesungguhan dan keseriusan Bupati Abdullah Azwar Anas dalam membangun iklim investasi yang taat hukum dan aturan. 

“Kami yakin Bupati Anas tidak tahu bahwa ada kejadian seperti ini dalam proses pengurusan IMB Swalayan Vionata Genteng,” ungkapnya.

Kasus Swalayan Vionata Genteng, masih Atrayu, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena bisa menjadi faktor penghambat pembangunan daerah.

“Kami melihat di sini ada hak masyarakat kecil diabaikan oleh pelaku investasi, kalau caranya begini, masyarakat bisa takut saat ada investasi. Gara-gara begini, nasib pembangunan Banyuwangi, bisa terhambat,” cetus Atrayu.

Seperti diketahui, IMB Swalayan Vionata Genteng, yang berdiri diatas tanah bersertifikat HGB, bekas Kantor Kawedanan Genteng. Sebuah peninggalan sejarah era penjajahan kolonial Belanda.

Pada tahun 2017, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banyuwangi, menerbitkan IMB Swalayan di RT 9 RW 5, Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, tersebut. Dengan bergulirnya waktu, polemik pun muncul. Menyusul terdapat sejumlah warga yang rumahnya berbatasan langsung tidak pernah diajak musyawarah atau pun dimintai persetujuan oleh pihak manajemen Swalayan Vionata Genteng.

Berharap menempuh keadilan, warga meminta pendampingan Ormas Pemuda Pancasila Banyuwangi.

Senin, 24 Agustus 2020, atas permohonan MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, hearing kasus dugaan pemalsuan data dalam proses pengurusan IMB Swalayan Vionata Genteng digelar. Sidang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Irianto. Dihadiri Dinas Pekerjaan Umum (PU) Binamarga Cipta Karya Perumahan dan Permukiman, DPMPTSP, Dinas Perhubungan (Dishub) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Perwakilan masyarakat dan manajemen Swalayan Vionata Genteng, juga turut diundang dalam hearing tersebut.

Dalam forum, terungkap bahwa sejumlah nama warga yang bertanda tangan dalam proses pengurusan IMB diduga dipalsukan.

Pada Senin, 14 September 2020, Komisi I DPRD Banyuwangi, bersama Dinas PU Binamarga Cipta Karya Perumahan dan Permukiman, DPMPTSP, Dishub serta Bappeda, menggelar sidak ke lokasi pembangunan Swalayan Vionata Genteng, di RT 9 RW 5, Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Ikut hadir dalam sidak, Kepala Desa Genteng Kulon dan perwakilan Camat Genteng.

Selama sidak, Komisi I DPRD Banyuwangi, menemui langsung perwakilan warga yang rumahnya berbatasa langsung dengan proyek bangunan Swalayan Vionata Genteng. Dan makin gamblang, dugaan pemalsuan data tanda tangan warga dalam proses pengurusan IMB Swalayan Vionata Genteng, makin kuat.

“Usai sidak Komisi I DPRD Banyuwangi, menyatakan akan segera melakukan Rapat Khusus sebagai tindak lanjut sidak. Namun sayangnya, sampai saat ini tetap tidak ada tindak lanjut,” ujar Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Kalipuro.

Padahal, dari kajian lintas PAC Pemuda Pancasila Banyuwangi, kasus dugaan pemalsuan tanda tangan warga dalam proses pengurusan IMB Swalayan Genteng, didapati sejumlah indikasi pelanggaran. Diantaranya, disinyalir melanggar Peraturan Bupati (Perbup) Banyuwangi Nomor 66 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Perbup Nomor 19 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Tata Cara Pengajuan Permohonan Izin Pemanfaatan Ruang di Kabupaten Banyuwangi.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pedoman Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses Analisis Dampak Lingkungan Hidup dan Izin Lingkungan. Termasuk Undang-Undang (UU) No 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan dan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

“Kami juga menduga ada pelanggaran Pasal 28A Undang-Undang Dasar 1945, juga Pasal 263 KUHP (Kitab Undang Undang Hukum Pidana),” kata Atrayu.

Untuk diketahui, laporan dugaan pemalsuan data tanda tangan warga dalam proses pengurusan IMB Swalayan Vionata Genteng, yang dikirim PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Kalipuro, ini diterima langsung oleh Ajun Jaksa Kejari Banyuwangi, Muhammad Toriq Fahri, SH. Sementara sebagai terlapor diantaranya, Kepala DPMPTSP Banyuwangi, Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Manajemen Swalayan Vionata Genteng, Camat Genteng dan Kepala Desa Genteng Kulon.

Sayang, dari seluruh terlapor enggan menjawab konfirmasi. Pertanyaan dari TIMES Indonesia, hanya dibaca tanpa diberi jawaban. (*)



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Persoalan Investasi Miras, Kemarin Presiden Jokowi Kini Gubernur Anies Baswedan
    Persoalan Investasi Miras, Kemarin Presiden Jokowi Kini Gubernur Anies Baswedan
    03/03/2021 - 11:45
  • Wapres RI KH Ma'ruf Amin: Muslim Kelas Menengah Jadi Target Industri Produk Halal
    Wapres RI KH Ma'ruf Amin: Muslim Kelas Menengah Jadi Target Industri Produk Halal
    03/03/2021 - 11:33
  • Jadi Ketum ADPM, Ridwan Kamil: Energi Terbarukan Prioritas¬†
    Jadi Ketum ADPM, Ridwan Kamil: Energi Terbarukan Prioritas 
    03/03/2021 - 11:21
  • Ilmuwan Menemukan Hiu Bersinar di Laut Dalam Selandia Baru
    Ilmuwan Menemukan Hiu Bersinar di Laut Dalam Selandia Baru
    03/03/2021 - 11:16
  • PSSI Akan Pulangkan Pemain Timnas U-23 ke Klub Tanggal 6 Maret
    PSSI Akan Pulangkan Pemain Timnas U-23 ke Klub Tanggal 6 Maret
    03/03/2021 - 11:02

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Riya'
    Ngopi Pagi: Riya'
    03/03/2021 - 07:10
  • Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    03/03/2021 - 05:54
  • Memahami Perubahan Politik di Myanmar
    Memahami Perubahan Politik di Myanmar
    03/03/2021 - 02:21
  • Harapan Kepada Kepala Daerah Terpilih
    Harapan Kepada Kepala Daerah Terpilih
    03/03/2021 - 00:14
  • Menyoal Tentang Buzzer, Membangun Budaya Hukum Anti Hoaks
    Menyoal Tentang Buzzer, Membangun Budaya Hukum Anti Hoaks
    02/03/2021 - 23:31
  • Perubahan Pola Makan Masyarakat Jadi Beban Negara dalam Jangka Panjang
    Perubahan Pola Makan Masyarakat Jadi Beban Negara dalam Jangka Panjang
    02/03/2021 - 22:27
  • Medsos dan Budaya Ketimuran di Indonesia
    Medsos dan Budaya Ketimuran di Indonesia
    02/03/2021 - 21:29
  • Bukan Lagi Bangsa Tempe
    Bukan Lagi Bangsa Tempe
    02/03/2021 - 19:23

KULINER

  • Resep Oseng Daun Pepaya, Sajian Ndeso yang Menggugah Selera
    Resep Oseng Daun Pepaya, Sajian Ndeso yang Menggugah Selera
    02/03/2021 - 06:13
  • Empat Tips Hilangkan Rasa Pahit pada Daun Pepaya
    Empat Tips Hilangkan Rasa Pahit pada Daun Pepaya
    02/03/2021 - 02:31
  • Belut Sambal Sukarasa Ngawi, Rasanya Bikin Ketagihan
    Belut Sambal Sukarasa Ngawi, Rasanya Bikin Ketagihan
    01/03/2021 - 16:01
  • Kampung Mina Ijen Suites Resort and Convention Sajikan Olahan Menu Ikan Nusantara
    Kampung Mina Ijen Suites Resort and Convention Sajikan Olahan Menu Ikan Nusantara
    28/02/2021 - 14:54
  • Hadirkan Suasana Alam Pedesaan, De Pule Cafe & Resto Jadi Pilihan Wisata Kuliner di Madiun
    Hadirkan Suasana Alam Pedesaan, De Pule Cafe & Resto Jadi Pilihan Wisata Kuliner di Madiun
    28/02/2021 - 14:29
  • Aslam Ternyata Putra Pembunuh 6 Brimob yang Diterkam Macan Kumbang TNI
    Aslam Ternyata Putra Pembunuh 6 Brimob yang Diterkam Macan Kumbang TNI
    03/03/2021 - 07:10
  • Jarang Muncul, Ini Dia Pasukan Malaikat Pencabut Nyawa Milik TNI
    Jarang Muncul, Ini Dia Pasukan Malaikat Pencabut Nyawa Milik TNI
    03/03/2021 - 06:00
  • Otot Kekar Jenderal TNI Andika Taklukkan Jarum Suntik Vaksin Sinovac
    Otot Kekar Jenderal TNI Andika Taklukkan Jarum Suntik Vaksin Sinovac
    03/03/2021 - 10:24
  • Ustaz Yusuf Mansur Sudah Punya Firasat Perpres Miras akan Dicabut
    Ustaz Yusuf Mansur Sudah Punya Firasat Perpres Miras akan Dicabut
    03/03/2021 - 04:14
  • Wapres Ma'ruf Kaget Soal Perpres Miras hingga Temui Jokowi 4 Mata
    Wapres Ma'ruf Kaget Soal Perpres Miras hingga Temui Jokowi 4 Mata
    03/03/2021 - 01:04