Peristiwa Daerah

BMKG: Aktifitas Kegempaan Meningkat, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Minggu, 24 Januari 2021 - 17:06 | 19.51k
BMKG: Aktifitas Kegempaan Meningkat, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Bangunan roboh akibat gempa bumi. (Foto: Dok.BMKG)
Pewarta: | Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Hasil monitoring Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terhadap aktivitas gempa di Majene dan Mamuju hingga Sabtu 23 Januari 2021 pukul 11.00 WITA telah terjadi sebanyak 34 kali gempa susulan (sementara). Total gempa sejak gempa pembuka (14/1) tercatat sebanyak 43 kali dengan gempa dirasakan sebanyak 7 kali.

Jika mencermati aktivitas gempa di Majene, tampak produktivitas gempa susulannya sangat rendah dan cenderung jarang terjadi gempa susulan. Namun demikian masyarakat diimbau untuk tetap waspada.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada. BMKG tidak menginstruksikan agar pengungsi untuk kembali ke rumah masing-masing," kata Deputi bidang Geofisika Muhammad Sadly, Sabtu (23/1/2021) petang. 

Hasil analisis peluruhan gempa susulan, menunjukkan bahwa diperkirakan gempa susulan akan berakhir sekitar 3-4 minggu pasca gempa utama (15/1), dengan intensitas dan frekwensi yang semakin menurun.

Hasil perhitungan ini meskipun menggunakan formula dan metoda yang sahih namun bukan menjadi hitungan yang pasti akan tetapi dapat digunakan sebagai gambaran estimasi kapan gempa susulan akan berakhir.

Gempa kuat juga terjadi pada hari Kamis, 21 Januari 2021 pukul 19.23.08 WIB yang mengguncang Kepulauan Talaud dengan magnitude 7,0. Episenter terletak pada koordinat 4,94 LU dan 127,44 BT tepatnya di laut pada jarak 132 km arah Timur Laut Melonguane, Talaud, dengan kedalaman 119 km.

Gempa ini termasuk gempa berkekuatan besar lazimnya terjadi di zona tunjaman lempeng. Pembangkit Gempa Talaud 7,0 adalah deformasi batuan pada bagian slab Lempeng Laut Filipina yang tersubduksi di bawah Kep. Talaud dan Miangas.

Hingga saat ini telah terjadi 18 gempa susulan (aftershocks). Gempa Talaud memiliki produktivitas gempa susulan yang rendah, hal ini karena karakteristik batuan pada Lempeng Laut Filipina sangat homogen dan elastis (ductile).

Sifat elastis pada batuan ini yang menjadikan batuan tidak rapuh, sehingga gempa susulan jarang terjadi. Gempa Talaud meskipun tidak berpotensi tsunami tetapi menimbulkan kerusakan beberapa bangunan rumah dan tempat ibadah yang tersebar di Kec. Tampan Amma, Kec. Melonguane, Kec. Beo, dan Kec. Beo Utara.

Hasil monitoring BMKG terkini terhadap aktivitas kegempaan di seluruh wilayah Indonesia menunjukkan bahwa sejak awal Januari 2021 sedang mengalami peningkatan aktivitas gempa dirasakan.

Selama periode 1 hingga 22 Januari 2021 saja, BMKG mencatat gempa dirasakan sebanyak 59 kali, jumlah ini tergolong tinggi, dan hampir setiap hari terjadi gempa dirasakan. Bahkan pada 14 Januari 2021 lalu dalam sehari terjadi gempa dirasakan sebanyak 8 kali.

"Jika kita ingin mewaspadai titik-titik rawan bencana gempa dapat didasarkan pada kawasan yang diduga menjadi seismic gap, yaitu zona gempa potensial tetapi sudah sangat lama tidak terjadi gempa yang patut diwaspadai," katanya.

Untuk kawasan seismic gap di zona sumber gempa megathrust yaitu Kep. Mentawai Sumbar, Selat Sunda, Selatan Bali, Sulawesi Utara, Laut Maluku, Utara Papua, dan Laut Banda.

Sementara untuk wilayah seismic gap di zona sumber gempa Sesar Aktif adalah Sesar Lembang (Jabar) dan Sesar Matano (Sulteng), Sesar Sorong (Papua Barat), dan Sesar Segmen Aceh. Namun demikian sebaiknya selalu patut waspada untuk setiap sumber gempa yang ada karena gempa dapat terjadi kapan saja dan dapat terjadi tidak hanya di zona seismic gap saja.

Berdasarkan beberapa hal tersebut di atas BMKG merekomendasikan agar masyarakat mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan kekuatan signifikan seperti lazimnya pasca terjadi gempa kuat.

Berdasarkan data gempa susulan dan analisis energi peluruhan maka diperkirakan kejadian gempa susulan akan berlangsung kurang lebih 3-4 minggu sejak kejadian gempa yang pertama.

"BMKG akan tetap memonitor dan mengupdate perkembangan gempabumi tersebut. Masyarakat yang tempat tinggalnya sudah rusak atau rusak sebagian, dihimbau untuk tidak menempati lagi karena jika terjadi gempa susulan signifikan dapat mengalami kerusakan yang lebih berat bahkan dapat roboh," tambah Sadly.

Masyarakat perlu waspada dengan kawasan perbukitan dengan tebing curam karena gempa susulan signifikan dapat memicu longsoran dan runtuhan batu. Apalagi saat ini musim hujan yang dapat memudahkan terjadinya proses longsoran karena kondisi tanah lereng perbukitan basah dan labil, Mengingat pesisir Majene pernah terjadi tsunami pada tahun 1969, masyarakat yang bermukim di wilayah Pesisir Majene perlu waspada jika merasakan gempa kuat agar segera menjauh dari pantai tanpa menunggu peringatan dini tsunami dari BMKG.

Masyarakat juga diminta tidak percaya berita bohong (hoax) untuk meninggalkan Mamuju atau kembali ke rumah masing-masing. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang tetapi waspada, serta mengikuti informasi yang bersumber dari lembaga resmi sepeti BMKG dan arahan dari BNBP/BPBD. (*) 



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Bupati Banyuwangi Ipuk Ingin Buah Lokal Harus Jadi Juara
    Bupati Banyuwangi Ipuk Ingin Buah Lokal Harus Jadi Juara
    07/03/2021 - 23:23
  • Manfaatkan HP, Mahasiswa UWG Malang Hunting Phonegraphy di Ngadas dan Ranu Pani
    Manfaatkan HP, Mahasiswa UWG Malang Hunting Phonegraphy di Ngadas dan Ranu Pani
    07/03/2021 - 23:15
  • Askot PSSI Bontang Gelar Seleksi, Andi Faiz Harap Talenta Muda Menjadi Bagian Timnas
    Askot PSSI Bontang Gelar Seleksi, Andi Faiz Harap Talenta Muda Menjadi Bagian Timnas
    07/03/2021 - 22:42
  • Saat Jalan Tol Dalam Genggaman Tangan
    Saat Jalan Tol Dalam Genggaman Tangan
    07/03/2021 - 22:30
  • DPRD Kabupaten Bandung Soroti Kinerja BUMD PT CBS
    DPRD Kabupaten Bandung Soroti Kinerja BUMD PT CBS
    07/03/2021 - 22:19

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Ujian
    Ngopi Pagi: Ujian
    07/03/2021 - 07:03
  • Ketuhanan yang Maha Esa, Cinta, Makna dan Corona B117
    Ketuhanan yang Maha Esa, Cinta, Makna dan Corona B117
    06/03/2021 - 11:40
  • Ngopi Pagi: Dzikir
    Ngopi Pagi: Dzikir
    06/03/2021 - 07:08
  • Ngopi Pagi: Bangkit
    Ngopi Pagi: Bangkit
    05/03/2021 - 07:00
  • Ngopi Pagi: Ilmu
    Ngopi Pagi: Ilmu
    04/03/2021 - 08:26
  • Raksasa Baru dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    Raksasa Baru dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    03/03/2021 - 18:17
  • Ngopi Pagi: Riya'
    Ngopi Pagi: Riya'
    03/03/2021 - 07:10
  • Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    03/03/2021 - 05:54

KULINER

  • Black Melody Jadi Incaran Penikmat Kopi di Kota Tasikmalaya
    Black Melody Jadi Incaran Penikmat Kopi di Kota Tasikmalaya
    07/03/2021 - 01:34
  • Rawon Sup Terenak se-Asia Versi Taste Atlas
    Rawon Sup Terenak se-Asia Versi Taste Atlas
    06/03/2021 - 15:30
  • Sajikan Ragam Bakso, Udang dan Cumi Jadi Andalan Kedai A.Je Majalengka
    Sajikan Ragam Bakso, Udang dan Cumi Jadi Andalan Kedai A.Je Majalengka
    06/03/2021 - 15:00
  • Shokudo Resto Sajikan Fusion Sushi Nachos
    Shokudo Resto Sajikan Fusion Sushi Nachos
    06/03/2021 - 04:04
  • Bantu Perekonomian Masyarakat, Lesehan Bambu Cah Bagus Resmi Dibuka
    Bantu Perekonomian Masyarakat, Lesehan Bambu Cah Bagus Resmi Dibuka
    05/03/2021 - 22:38
  • Max Sopacua Tak Bisa Jawab Peserta KLB, Andi Mallarangeng Tertawa Geli
    Max Sopacua Tak Bisa Jawab Peserta KLB, Andi Mallarangeng Tertawa Geli
    08/03/2021 - 00:04
  • Adu Mulut Ali Ngabalin Vs Andi Mallarangeng Soal Aksi Moeldoko
    Adu Mulut Ali Ngabalin Vs Andi Mallarangeng Soal Aksi Moeldoko
    08/03/2021 - 00:10
  • Mengerikan, Manchester United Pecundangi ManCity di Etihad
    Mengerikan, Manchester United Pecundangi ManCity di Etihad
    08/03/2021 - 01:24
  • Benzema Ganas, Real Madrid Selamat dari Kehancuran di Markas Atletico
    Benzema Ganas, Real Madrid Selamat dari Kehancuran di Markas Atletico
    08/03/2021 - 00:16
  • Pemprov DKI Lanjutkan Normaliasi Sungai, Ini Saran Ahok ke Anies
    Pemprov DKI Lanjutkan Normaliasi Sungai, Ini Saran Ahok ke Anies
    08/03/2021 - 00:02