Kopi TIMES

Selamatkan Usia Produktif

Rabu, 20 Januari 2021 - 21:34 | 20.13k
Selamatkan Usia Produktif
Penulis adalah Prof Dr Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode 2009-2017, anggota Mustasyar PW Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Pengurus ICMI Pusat, Dewan Pakar Psycho Education Centre (PEC).
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA“Jika kau bisa selamatkan usia investatif selama 10 tahun berturut-turut, insya Allah usia produktif terselamatkan” - Rochmat Wahab

"Aging is not lost youth but a new stage of opportunity and strength." - Betty Friedan (1921-2006).

Usia produktif itu adalah momentum yang sangat penting bagi setiap individu dalam perjalanan sejarah hidupnya. Tidak semua orang bisa memainkan peran penting dalam usia produktif. Ada yang lengah dan abaikan dengan sia-sia. Tetapi ada juga yang mengisi waktu usia produktif dengan karya. Untuk itu perlu upaya serius untuk menyelamatkan usia produktif.

Pada hakekatnya secara garis besar, bahwa rentangan kehidupan manusia yang penting  dapat dikatagorikan ke dalam usia investatif (5-24 tahun) usia produktif (25-55 tahun) dan usia pensiun (56- ke atas). Kualitas kondisi usia produktif sangatlah tergantung pada kesungguhan dalam mengisi usia investatif. Demikian pula keberhasilan masa produktif sangat berdampak terhadap masa pensiun, menjadi ringan atau berat.

Tanpa memandang status sosial ekonomi seseorang bahwa usia investatif wajib diupayakan optimal. Anak dari keluarga kaya dan berstatus sosial tinggi, wajib memiliki komitmen tinggi untuk manfaatkan fasilitas yang cukup guna memenuhi kebutuhan pendidikan sesuai dengan passion-nya. Mereka bisa lalui pendidikan formal ataupun pendidikan formal untuk mengaktualisasikan potensi, bakat dan minatnya. Sebaliknya mereka tidak boleh abaikan dan sia-siakan, karena bisa jadi studiaya gagal dan akibatnya bisa masa depan suram.

Sebaliknya, anak dari keluarga kurang mampu atau ekonomi tak beruntung, maka mereka tidak seharusnya berapologi atas keterbatasan modal untuk studi. Mereka harus bangkit dan tetap berdisipin, bekerja keras, dan bermotivasi tinggi untuk belajar dan berlatih. Mereka harus bisa memanaj waktunya dengan sebaik mungkin, sehingga produktif.

Mereka bisa mencari beasiswa atau belajar sambil bekerja part time. Yang penting bekerja sekedarnya untuk menopang studinya. Studi harus diutamakan, karena studi yang baik dapat menjadi modal sosial yang efektif untuk mengakselerasi promosi diri. Jika mereka menyerah terhadap hambatan biaya, maka hidup tiada harapan dan masa depan suram. Ingat bahwa tekat pribadi di samping ridho Allah menjadi kunci utama keberhasilan seseorang.

Dalam memasuki usia produktif, semua orang yang telah memiliki persiapan cukup dengan hasil pendidikan yang terbaik, kecakapan hidup yang memadai, jaringan sosial yang luas, dan moral/akhlaq yang terpuji, Insya Allah akan bisa melalui dunia karirnya dengan lancar dan profuktif. Jika terjadi masalah selama usia produktif sangat diperlukan kemampuan beradaptasi, bahkan beradaptasi dengan pola hidup baru sesuai dengan tuntutan era disrupsi, sehingga masih tetap bisa memainkan peran yang penting dalam hidunya.

Ingat bahwa tantangan di usia produktif tidak akan pernah berhenti baik itu faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal, gangguan kesehatan yang bisa datang tiba-tiba. Kesibukan kerja tidak jarang membuat kita banyak lembur dan lupa olahraga, bahkan pola makan juga tidak terjaga dengan baik. Akibat yang bisa timbul adalah sakit yang datang tiba-tiba, yang berkonsekuensi terhadap aktivitas kerja, bahkan menurunnya produktivitas kerja.

Adapun faktor eksternal, munculnya gangguan dari kolega dengan pergaulan yang tidak sehat, adanya kompetisi kerja yang berat, timbulnya ancaman PHK, adanya krisis sosial dan keamanan dan lain-lain. Untuk menghadapi berbagai persoalan ini, kita harus memiliki daya tahan yang kuat, sehingga karir tetap bisa berjalan lancar. Yang jelas dalam memasuki usia produktif, sangat diperlukan etos kerja, kejujuran/integritas, motif berprestasi, motif afiliasi, motif untuk berkuasa, dan kemampuan beradaptasi.

Jika kita mampu memanaj usia produktif dengan efektif dan efisien, Insya Allah kita bisa raih posisi tertinggi dalam karir. Kita harus tunjukkan kesungguhan dan bekerja dengan bersih. Jauh dari perbuatan manipulasi dan korupsi. Jauh dari konspirasi jahat. Dedikasi selanjutnya untuk kejayaan institusi dan dilandasi ridlo Ilahi. Bekerja lebih banyak berorientasi untuk melayani, bukan menutut untuk dilayani. Meraih promosi dengan cara yang terpuji.

Demikianlah beberapa hal dan ikhtiar yang bisa dieksplorasi untuk bisa menyelamatkan usia produktif dalam hidup ini. Semua orang memiliki peluang yang sama untuk mengisi dan menikmati usia produktif, tanpa dikungkung oleh masa lalu. Kita bisa bergerak bebas untuk keluar dari kehidupan masa lalu yang kelabu, jika ada mau.

Kita harus terus berusaha bisa wujudkan “mimpi besar” yang menjadi inspirasi kita dalam hidup. Dengan begitu kita Insya Allah tidak pernah malas belajar, bekerja dan berdoa. Buahnya Insya Allah dapat dinikmati di usia pensiun dan usia senja. Semoga Allah SWT selalu membimbing kita. Aamiin. 

*****

*) Oleh: Prof Dr Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Periode 2009-2017, anggota Mustasyar PW Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Pengurus ICMI Pusat, Dewan Pakar Psycho Education Centre (PEC).



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • SBY Bersumpah akan Menghadapi Siapapun yang Mengkudeta Partai Demokrat
    SBY Bersumpah akan Menghadapi Siapapun yang Mengkudeta Partai Demokrat
    25/02/2021 - 08:11
  • Ngopi Pagi: Iman
    Ngopi Pagi: Iman
    25/02/2021 - 07:56
  • Pemkot Palembang Gandeng Kemenparekraf RI untuk Pengembangan Pulau Kemaro
    Pemkot Palembang Gandeng Kemenparekraf RI untuk Pengembangan Pulau Kemaro
    25/02/2021 - 07:31
  • Kasus Covid-19 di Ponorogo Masih Tertinggi di Jatim
    Kasus Covid-19 di Ponorogo Masih Tertinggi di Jatim
    25/02/2021 - 06:58
  • Citadines Berawa Beach Bali of Ascott, Another Luxury Beyond Imagination
    Citadines Berawa Beach Bali of Ascott, Another Luxury Beyond Imagination
    25/02/2021 - 06:21

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Iman
    Ngopi Pagi: Iman
    25/02/2021 - 07:56
  • Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa
    Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa
    24/02/2021 - 16:10
  • Harapan Terhadap Perubahan UU Pemilu
    Harapan Terhadap Perubahan UU Pemilu
    24/02/2021 - 16:06
  • Mengubah Stigma Milenial dalam Dunia Peternakan di Era 4.0
    Mengubah Stigma Milenial dalam Dunia Peternakan di Era 4.0
    24/02/2021 - 13:51
  • Menuju Hubungan Agama dan Negara di Indonesia yang Lebih Baik
    Menuju Hubungan Agama dan Negara di Indonesia yang Lebih Baik
    24/02/2021 - 12:02
  • Ngopi Pagi: Sombong
    Ngopi Pagi: Sombong
    24/02/2021 - 07:00
  • Menanamkan Kebaikan pada Anak di Dalam Rumah 
    Menanamkan Kebaikan pada Anak di Dalam Rumah 
    24/02/2021 - 01:49
  • Kritik dan Kebebasan Berpendapat
    Kritik dan Kebebasan Berpendapat
    23/02/2021 - 21:32

KULINER

  • Brokoli Pasta Solusi Sarapan yang Jadi Favorit Anak
    Brokoli Pasta Solusi Sarapan yang Jadi Favorit Anak
    25/02/2021 - 01:20
  • Ada Citarasa Variatif dan Modern di Limestory Coffee Favehotel Cilacap
    Ada Citarasa Variatif dan Modern di Limestory Coffee Favehotel Cilacap
    24/02/2021 - 13:13
  • Hadirkan Udang Asam Manis ala Restoran di Meja Makan Keluarga
    Hadirkan Udang Asam Manis ala Restoran di Meja Makan Keluarga
    24/02/2021 - 04:15
  • Warung Pecel Pincuk Ngisor Talok di Ngawi Jadi Langganan Pejabat Berburu Kuliner
    Warung Pecel Pincuk Ngisor Talok di Ngawi Jadi Langganan Pejabat Berburu Kuliner
    23/02/2021 - 14:04
  • Rumah Makan Ayam Gepuk Mi Benk Suguhkan Pemandangan yang Asri
    Rumah Makan Ayam Gepuk Mi Benk Suguhkan Pemandangan yang Asri
    23/02/2021 - 14:00
  • Penyidik KPK Bawa 2 Koper Usai Geledah Rumah Politikus PDIP
    Penyidik KPK Bawa 2 Koper Usai Geledah Rumah Politikus PDIP
    25/02/2021 - 00:10
  • Surat Larangan Salat Jumat hingga Paspampres Jokowi Nyungsep
    Surat Larangan Salat Jumat hingga Paspampres Jokowi Nyungsep
    25/02/2021 - 05:30
  • Kasus Dihentikan, Ini Pengakuan 4 Nakes yang Dituduh Menista Agama
    Kasus Dihentikan, Ini Pengakuan 4 Nakes yang Dituduh Menista Agama
    25/02/2021 - 01:22
  • Kisah Jasmine Crowe, Miliarder yang Kaya dari Bantu Lawan Kelaparan
    Kisah Jasmine Crowe, Miliarder yang Kaya dari Bantu Lawan Kelaparan
    25/02/2021 - 03:01
  • Pamer Video Bareng Widi Vierratale, Kevin Aprilio Sindir Nissa Sabyan?
    Pamer Video Bareng Widi Vierratale, Kevin Aprilio Sindir Nissa Sabyan?
    25/02/2021 - 08:00