Kopi TIMES

Tindakan Tenaga Kesehatan dalam Literasi Kesehatan Jiwa Keluarga Pasien di RSJ Kalawa Atei

Rabu, 20 Januari 2021 - 18:44 | 18.14k
Tindakan Tenaga Kesehatan dalam Literasi Kesehatan Jiwa Keluarga Pasien di RSJ Kalawa Atei
Suyuti Syamsul, Mahasiswa Doktor Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, MALANG – Meskipun prevalensi gangguan jiwa di Indonesia cukup tinggi dan orang dengan gangguan jiwa jamak ditemukan sehari hari, namun literasi kesehatan jiwa ternyata tidak semakin membaik.

Rendahnya literasi kesehatan jiwa berdampak pada perlakuan yang diterima oleh orang dengan gangguan jiwa. Orang dengan gangguan jiwa banyak dipasung oleh keluarganya, dipaksa bercerai dengan suami atau istrinya, dibiarkan hidup di jalanan, bahkan dirampas hartanya.

Banyak keluarga berupaya menghindari peran dan tanggung jawabnya merawat orang dengan gangguan jiwa dan berharap pemerintah atau lembaga sosial dapat merawat orang dengan gangguan jiwa seumur hidupnya. Keluarga sendiri pun menghadapi masalah akibat adanya anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.

Tingginya stigma terhadap gangguan jiwa menyebabkan keluarga dikucilkan secara sosial oleh masyarakat.

Penerimaan terhadap orang dengan gangguan jiwa untuk hidup di tengah masyarakat tanpa diskriminasi dapat berlangsung jika literasi kesehatan jiwa masyarakat semakin membaik. Meningkatnya literasi kesehatan jiwa pada berbagai negara berkorelasi positif dengan semakin tinggi penerimaan masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa dan pengobatan medis moderen sebagai upaya penyembuhan.

Pemerintah Indonesia terus berusaha meningkatkan literasi kesehatan jiwa masyarakat, bahkan mencanangkan Indonesia bebas pasung pada tahun 2019, namun sampai saat ini masih banyak keluarga yang memasung anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. Upaya meningkatkan literasi kesehatan jiwa dilakukan melalui kampanye, penyuluhan, kunjungan rumah dan pemberian edukasi bagi keluarga yang anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa. 

Tindakan tenaga kesehatan memberikan edukasi ke keluarga pasien dengan gangguan diharapkan akan meningkatkan literasi kesehatan jiwa dan mendorong keluarga bersedia menjalankan tanggung jawabnya merawat anggota keluarganya. Meskipun tenaga kesehatan telah memberikan edukasi sesuai dengan pengetahuan dan pengalamannya sebagai tenaga kesehatan profesional, namun literasi kesehatan jiwa keluarga pasien tetap tidak membaik.

Masih banyak keluarga yang menolak menerima, tidak mengawasi minum obat, kembali memasung, membuang anggota keluarganya dan kembali mendatangi “orang pintar” untuk mencari kesembuhan. Rasionalitas tindakan tenaga kesehatan perlu menjadi perhatian dalam upaya peningkatan literasi kesehatan jiwa keluarga pasien.

Ukuran rasionalitas tindakan tenaga kesehatan tidak bisa diukur hanya berdasarkan pengetahuan dan pengalaman profesionalnya. Perlu mempertimbangkan pengalaman subjektif, keyakinan dan pengetahuan keluarga pasien yang tumbuh, berkembang dan berakar pada budaya masyarakat.

Banyak deviasi perilaku menurut rasionalitas Barat adalah gangguan jiwa, namun dalam budaya tertentu dapat diterima sebagai perilaku normal. Tindakan tenaga kesehatan dalam budaya Timur tidak hanya memiliki tujuan individual tetapi juga tujuan kolektif yang lebih transendental.

Tujuan kolektif ini berakar dari budaya dan agama yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat. Pertimbangan pengetahuan tenaga kesehatan, pengalaman profesional tenaga kesehatan dan pengalaman subjektif, keyakinan dan pengetahuan keluarga pasien merupakan sebuah segitiga rasional tindakan tenaga kesehatan. 

Keluarga menjadikan pengobatan tradisional sebagai pilihan utama (main medicine) mencari kesembuhan (health seeking) saat anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa. Pengobatan medis moderen justru hanya menjadi pengobatan alternatif (alternative medicine) bagi keluarga pasien dengan gangguan jiwa.

Upaya mencari kesembuhan melalui pengobatan medis moderen dipengaruhi oleh orang lain atau faktor tertentu. Pengaruh orang lain atau faktor tertentu terhadap keputusan keluarga pasien dengan gangguan jiwa, semakin besar jika datangnya dari tokoh yang menjadi panutan masyarakat.

Model pencarian kesembuhan (health seeking) kembali terulang setelah pasien dengan gangguan jiwa dinyatakan sembuh dan dikembalikan ke keluarganya. Keluarga pasien dengan gangguan jiwa kembali menjadikan “orang pintar” atau penyembuh tradisional saat gangguan jiwa anggota keluarganya kembali kambuh. (*)

***

*)Oleh: Suyuti Syamsul, Mahasiswa Doktor Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Gelar Seleksi Timnas, Ini Ajakan Ketua Askot PSSI Bontang untuk Generasi Muda
    Gelar Seleksi Timnas, Ini Ajakan Ketua Askot PSSI Bontang untuk Generasi Muda
    03/03/2021 - 18:04
  • Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj Ditunjuk Jadi Komisaris Utama PT KAI
    Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj Ditunjuk Jadi Komisaris Utama PT KAI
    03/03/2021 - 18:01
  • Disdikbud Jombang Wacanakan Pembelajaran Tatap Muka Digelar April 2021
    Disdikbud Jombang Wacanakan Pembelajaran Tatap Muka Digelar April 2021
    03/03/2021 - 17:58
  • Alumni Gontor Putri: Lawan Hoaks, Bertemankan dengan Media yang Benar
    Alumni Gontor Putri: Lawan Hoaks, Bertemankan dengan Media yang Benar
    03/03/2021 - 17:55
  • Dengan JKN-KIS, Satu Keluarga di Kota Tambolaka NTT Terlindungi
    Dengan JKN-KIS, Satu Keluarga di Kota Tambolaka NTT Terlindungi
    03/03/2021 - 17:52

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Riya'
    Ngopi Pagi: Riya'
    03/03/2021 - 07:10
  • Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    03/03/2021 - 05:54
  • Memahami Perubahan Politik di Myanmar
    Memahami Perubahan Politik di Myanmar
    03/03/2021 - 02:21
  • Harapan Kepada Kepala Daerah Terpilih
    Harapan Kepada Kepala Daerah Terpilih
    03/03/2021 - 00:14
  • Menyoal Tentang Buzzer, Membangun Budaya Hukum Anti Hoaks
    Menyoal Tentang Buzzer, Membangun Budaya Hukum Anti Hoaks
    02/03/2021 - 23:31
  • Perubahan Pola Makan Masyarakat Jadi Beban Negara dalam Jangka Panjang
    Perubahan Pola Makan Masyarakat Jadi Beban Negara dalam Jangka Panjang
    02/03/2021 - 22:27
  • Medsos dan Budaya Ketimuran di Indonesia
    Medsos dan Budaya Ketimuran di Indonesia
    02/03/2021 - 21:29
  • Bukan Lagi Bangsa Tempe
    Bukan Lagi Bangsa Tempe
    02/03/2021 - 19:23

KULINER

  • Bentani Hotel & Residence Cirebon Menuai Berkah Lewat Eco Enzyme
    Bentani Hotel & Residence Cirebon Menuai Berkah Lewat Eco Enzyme
    03/03/2021 - 14:50
  • Lezat dan Sehat Resep Bulgogi Daging Panggang Khas Korea
    Lezat dan Sehat Resep Bulgogi Daging Panggang Khas Korea
    03/03/2021 - 11:57
  • Resep Oseng Daun Pepaya, Sajian Ndeso yang Menggugah Selera
    Resep Oseng Daun Pepaya, Sajian Ndeso yang Menggugah Selera
    02/03/2021 - 06:13
  • Empat Tips Hilangkan Rasa Pahit pada Daun Pepaya
    Empat Tips Hilangkan Rasa Pahit pada Daun Pepaya
    02/03/2021 - 02:31
  • Belut Sambal Sukarasa Ngawi, Rasanya Bikin Ketagihan
    Belut Sambal Sukarasa Ngawi, Rasanya Bikin Ketagihan
    01/03/2021 - 16:01
  • Jarang Muncul, Ini Dia Pasukan Malaikat Pencabut Nyawa Milik TNI
    Jarang Muncul, Ini Dia Pasukan Malaikat Pencabut Nyawa Milik TNI
    03/03/2021 - 06:00
  • Aslam Ternyata Putra Pembunuh 6 Brimob yang Diterkam Macan Kumbang TNI
    Aslam Ternyata Putra Pembunuh 6 Brimob yang Diterkam Macan Kumbang TNI
    03/03/2021 - 07:10
  • Otot Kekar Jenderal TNI Andika Taklukkan Jarum Suntik Vaksin Sinovac
    Otot Kekar Jenderal TNI Andika Taklukkan Jarum Suntik Vaksin Sinovac
    03/03/2021 - 10:24
  • 5 Zodiak Ini Gak Segan Buat Selingkuh, Alasannya Mengejutkan
    5 Zodiak Ini Gak Segan Buat Selingkuh, Alasannya Mengejutkan
    03/03/2021 - 10:54
  • Ustaz Yusuf Mansur Sudah Punya Firasat Perpres Miras akan Dicabut
    Ustaz Yusuf Mansur Sudah Punya Firasat Perpres Miras akan Dicabut
    03/03/2021 - 04:14