Kopi TIMES

Mengungkap Isu Kesetaraan Gender dan Peran Perempuan Suku Bajo dalam Pembangunan Berbasis Kepulauan

Rabu, 20 Januari 2021 - 18:24 | 35.00k
Mengungkap Isu Kesetaraan Gender dan Peran Perempuan Suku Bajo dalam Pembangunan Berbasis Kepulauan
Tawaja Ramzia Djangoan, Mahasiswa Program Doktor Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, MALANG – Peran perempuan suku Bajo dalam proses pembangunan kesejahteraan sosial belum diposisikan sebagai mitra setara laki-laki. Belum lagi dalam kebijakan Negara khususnya di Nusantara.

Perempuan etnis Bajo di Kabupaten Minahasa Utara, kurang dilibatkan dalam proses pembangunan. Sehingga terpinggirkan dalam proses pembangunan ekonomi, pendidikan, kesehatan politik yang merupakan hak dasar dan dijamin oleh undang-undang 1945.

Namun demikian, perempuan etnis Bajo memiliki peran yang signifikan dalam perikanan. Pada masyarakat Bajo di wilayah Nain ini pun masih merupakan satu wilayah dan laut tidak hanya didominasi oleh kekuatan budaya, sosial dan ekonomi, dan di wilayah kekuasaan laki-laki. Tetapi ini juga merupakan area yang terutama melibatkan perempuan.

Suku Bajo nomaden, siklus kehidupannya di laut. Mulai dari perkawinan, kematian, lelahiran dan pengobatan. Semuanya di laut bertahun-tahun.

Perempuan Bajo tidak punya identitas dan tidak berpendidikan layaknya perempuan yang hidup di darat. Adanya interaksi individu dan masyarakat dan pemerintah mengubah kesadaran mereka suku Bajo memilih tinggal di darat dan mendapat pengakuan negara lewat/KTP dan KK.

Kebijakan pemerintah tentang penyeragaman pemukiman, pendidikan, ekonomi, mengubah indentitas sosial perempuan Bajo. Khususnya dari sisi nilai, status, dan norma. Suku Bajo merupakan suku laut (nomaden) atau disebut juga sea gipsy yang hidupnya tidak bisa jauh dari laut dan selalu berpindah-pindah.

Seiring berjalannya waktu, zaman telah berubah, saat ini banyak suku Bajo yang hidup dan bermukim dengan membangun rumah panggung di dekat pantai yang dangkal dan membentuk komunitas. Suku Bajo, baik laki-laki maupun perempuan, tidak lagi menutup diri tetapi perlahan berasimilasi dengan budaya suku lainnya. Suku Bajo mulai berinteraksi dengan komunitas atau masyarakat  darat yang terikat oleh sistem, status, peran norma dan nilai budaya serta pranata sosial.

Berdasarkan konstitusional yaitu UUD 1945 pasal 27 dan 28 tentang persamaan hak dan kewajiban setiap warga dan ratifikasi konvensi Internasional dalam  UU  No 7 Tahun 1984 tentang pengesahan penghapusan segala bentuk  diskriminasi terhadap perempuan (Cedaw) UU No 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia serta UU No 10 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional yang diperkuat dengan Instruksi Presiden  No 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dan Indonesia meratifikasi Konvensi Internasional seperti penguatan Internasional untuk pembangunan berbasis gender, Nawacita serta peraturan presiden tentang sustainable Development Goals (SDGs) No. 59 Tahun 2017 dan UU Desa No 6 Tahun 2014. Maka perempuan sewajibnya dilibatkan sebagai aktor dalam pembuatan dan implementasi kebijakan.

Berdasarkan latar belakang pemasalahan tersebut Tawaja Ramzia Djangoan, salah satu mahasiswa program Doktor Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang, menjadikannya sebagai topik yang diangkat dalam penelitian disertasinya. Disertasinya itu berjudul “Konstruksi Sosial Atas Peran Perempuan Suku Bajo Dalam Pembangunan Yang Berbasis Kepulauan”

Disertasi ini akan diujikan dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor pada Kamis, 21 Januari 2021. Mahasiswa yang akrab dipanggil Bu Ramzia ini menjelaskan bahwa dirinya memfokuskan tentang bagaimana konstruksi sosial atas peran perempuan Suku Bajo dalam pembangunan berbasis Kepulauan. Serta bagaimana tipikasi identitas baru peran perempuan Suku Bajo dalam pembangunan berbasis Kepulauan dengan tujuan untuk memahami konstruksi sosial atas peran perempuan Suku Bajo dalam pembangunan berbasis Kepulauan.

Ramzia menerangkan bahwa dalam penelitianny, dia menggunakan beberapa jenis teori. Seperti teori Feminisme. Teori ini tidak asing didengar baik dalam sebuah gerakan perempuan untuk memperjuangkan keadilan dan hak-haknya sebagai manusia seperti lelaki kajian Feminisme.

Berangkat dari perbedaan gender dan merupakan reaksi dari ketidak adilan gender yang mengikat perempuan secara kultural dengan sistem yang patriarki, perbincangan tentang femnisme pada umumnya merupakan pola real laki-laki dan perempuan dalam masyarakat serta bagaimana hak dan status serta kedudukan kaum perempuan di ranah domestik dan ranah publik.

Tidak hanya teori Feminisme, Ramzia juga menggunakan Metode Penelitian Paradigma Definisi Sosial, penelitian kualitatif jenis fenomenologi yang diterapkan untuk mendapatkan data penelitian di Kabupaten Minahasa Utara. Subyek penelitian 8 laki-laki dan 12 Perempuan Suku Bajo dengan cara Observasi, interview dokumen, strategis Analisis Data Fenomenologi.

“Hasil penelitian yang saya dapatkan awalnya Suku Bajo hidup di laut. Namun saat ini memilih hidup di darat. Proses interaksi sosial dalam situasi tatap muka, terus menerus saling bersentuhan, berinteraksi dan berekspresi dalam situasi itu yang terjadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa konstruksi sosial kehidupan individu perempuan Bajo, beradaptasi diri dimulai dari individu, keluarga dan masyarakat," paparnya.

"Interaksi perempuan Bajo bersama masyarakat, intervensi pemerintah dan lembaga sosial melalui kegiatan fisik dan mental serta pemaknaan baru dengan perubahan pola hidup dan terlibat dalam kegiatan sosial.dan berpartisipasi dalam pembangunan," tambah Ramzia.

Selain itu juga diadakan kelompok forum diskusi yang dengan tujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi ketidakadilan gender. Baik yang dilakukan oleh keluarga, komunitas, media, maupun negara.

Hasilnya adanya fenomena Marginalisasi posisi perempuan yang mengakibatkan kemiskinan perempuan. Secara sosial maupun ekonomi, misalnya, ketika hidup laut/leppa baik laki-laki maupun perempuan semua dapat memanfaatkan sumberdaya alam/laut tanpa batasan. Namun ketika di darat perempuan lebih diposisikan di ranah domestik, sedangkan laki-laki di ranah publik.

Diskiriminasi pembedaan perlakukan terhadap seseorang atau sekelompok karena jenis kelamin dan status sosialnya. Salah satu bentuk diskriminasi berbasis gender adalah memberikan keistimewaan untuk mendapatkan pendidikan, akses kontrol dan partisipasi

Implikasi Teori 

Ramzia mendapati Perempua Bajo mengkonstruksikan identitas dirinya, sehingga melahirkan tipikasi baru dalam perspektif gender dalam pembangunan dan kesejahteraan sosial di daratan. Perempuan Bajo mengkonstruksi realitas sosial sebagai identitas diri maupun sebagai agen konstruksi yang mendefiniskan realitas sosial. Bahwa perempuan suku Bajo ketika berimigrasi kedarat mengadopsi nilai-nilai melembaga lewat peran pemerintah. dan masyarakat.

Dari hasil temuan penelitian yang didapat menunjukan bahwa konstruksi identitas diri  tidak bisa dibangun oleh  peran Negara atau lembaga sepenuhnya, namun ditentukan juga oleh norma, kebiasaan, nilai yang berproses menuju perubahan sosial maka oleh sebab itu  perlu dibangun identitas kolektif perempuan dalam sebuah masyarakat modern.dan trasformasi sosial menuju masyarakat berspektif keadilan gender. (*)

***

*) Oleh: Tawaja Ramzia Djangoan, Mahasiswa Program Doktor Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Petani dan Penyuluh di Jember Dibekali Penguatan Kapasitas Organisasi
    Petani dan Penyuluh di Jember Dibekali Penguatan Kapasitas Organisasi
    03/03/2021 - 19:11
  • Gubernur Jatim Khofifah Instruksikan Bupati Blitar dan Wakil Bupati Terpilih Bedah Perpres 80 Tahun 2019
    Gubernur Jatim Khofifah Instruksikan Bupati Blitar dan Wakil Bupati Terpilih Bedah Perpres 80 Tahun 2019
    03/03/2021 - 19:08
  • DPRD Jatim Minta Media Beritakan Hal Positif untuk Masyarakat
    DPRD Jatim Minta Media Beritakan Hal Positif untuk Masyarakat
    03/03/2021 - 19:04
  • [CEK FAKTA] Minuman Whisky Berlabel Halal MUI
    [CEK FAKTA] Minuman Whisky Berlabel Halal MUI
    03/03/2021 - 19:01
  • AHY Datangi Tokoh Pendiri Partai Demokrat, Teladani Proses Terbentuknya Partai
    AHY Datangi Tokoh Pendiri Partai Demokrat, Teladani Proses Terbentuknya Partai
    03/03/2021 - 18:55

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Raksasa Baru dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    Raksasa Baru dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    03/03/2021 - 18:17
  • Ngopi Pagi: Riya'
    Ngopi Pagi: Riya'
    03/03/2021 - 07:10
  • Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    03/03/2021 - 05:54
  • Memahami Perubahan Politik di Myanmar
    Memahami Perubahan Politik di Myanmar
    03/03/2021 - 02:21
  • Harapan Kepada Kepala Daerah Terpilih
    Harapan Kepada Kepala Daerah Terpilih
    03/03/2021 - 00:14
  • Menyoal Tentang Buzzer, Membangun Budaya Hukum Anti Hoaks
    Menyoal Tentang Buzzer, Membangun Budaya Hukum Anti Hoaks
    02/03/2021 - 23:31
  • Perubahan Pola Makan Masyarakat Jadi Beban Negara dalam Jangka Panjang
    Perubahan Pola Makan Masyarakat Jadi Beban Negara dalam Jangka Panjang
    02/03/2021 - 22:27
  • Medsos dan Budaya Ketimuran di Indonesia
    Medsos dan Budaya Ketimuran di Indonesia
    02/03/2021 - 21:29

KULINER

  • Bentani Hotel & Residence Cirebon Menuai Berkah Lewat Eco Enzyme
    Bentani Hotel & Residence Cirebon Menuai Berkah Lewat Eco Enzyme
    03/03/2021 - 14:50
  • Lezat dan Sehat Resep Bulgogi Daging Panggang Khas Korea
    Lezat dan Sehat Resep Bulgogi Daging Panggang Khas Korea
    03/03/2021 - 11:57
  • Resep Oseng Daun Pepaya, Sajian Ndeso yang Menggugah Selera
    Resep Oseng Daun Pepaya, Sajian Ndeso yang Menggugah Selera
    02/03/2021 - 06:13
  • Empat Tips Hilangkan Rasa Pahit pada Daun Pepaya
    Empat Tips Hilangkan Rasa Pahit pada Daun Pepaya
    02/03/2021 - 02:31
  • Belut Sambal Sukarasa Ngawi, Rasanya Bikin Ketagihan
    Belut Sambal Sukarasa Ngawi, Rasanya Bikin Ketagihan
    01/03/2021 - 16:01
  • Jarang Muncul, Ini Dia Pasukan Malaikat Pencabut Nyawa Milik TNI
    Jarang Muncul, Ini Dia Pasukan Malaikat Pencabut Nyawa Milik TNI
    03/03/2021 - 06:00
  • Aslam Ternyata Putra Pembunuh 6 Brimob yang Diterkam Macan Kumbang TNI
    Aslam Ternyata Putra Pembunuh 6 Brimob yang Diterkam Macan Kumbang TNI
    03/03/2021 - 07:10
  • Otot Kekar Jenderal TNI Andika Taklukkan Jarum Suntik Vaksin Sinovac
    Otot Kekar Jenderal TNI Andika Taklukkan Jarum Suntik Vaksin Sinovac
    03/03/2021 - 10:24
  • 5 Zodiak Ini Gak Segan Buat Selingkuh, Alasannya Mengejutkan
    5 Zodiak Ini Gak Segan Buat Selingkuh, Alasannya Mengejutkan
    03/03/2021 - 10:54
  • Ustaz Yusuf Mansur Sudah Punya Firasat Perpres Miras akan Dicabut
    Ustaz Yusuf Mansur Sudah Punya Firasat Perpres Miras akan Dicabut
    03/03/2021 - 04:14