Kopi TIMES

Menepis Kegamangan pada Vaksinasi

Rabu, 20 Januari 2021 - 13:07 | 27.16k
Menepis Kegamangan pada Vaksinasi
Ja’far Shodiq, Dosen Hukum Islam Fakultas Hukum Universitas Islam Lamongan (Unisla)
Pewarta: | Editor: Ardiyanto

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Upaya pemerintah untuk melawan Virus Corona terus dilakukan, termasuk melaksanakan vaksinasi kepada masyarakat.

Penyuntikan vaksin pertama diberikan kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, di Istana Negara pada hari Rabu (13/1) lalu. Penyuntikan vaksin juga diberikan kepada Daeng M Faqih, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Hal ini dilakukan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat terkait keamanan dan kehalalan vaksin tersebut.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengumumkan tentang keamanan vaksin Sinovac produksi Sinovac Lifescience Co Ltd Tiongkok. Bahkan BPOM juga memberikan klarifikasi terhadap kekhawatiran masyarakat, bahwa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sama sekali tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya.

Tak mau ketinggalan, Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) juga memberikan tanggapan terkait penggunaan vaksin Sinovac. Melalui Ketua MUI bidang Fatwa dan Urusan Halal, Asrorun Niam Sholeh, MUI menyimpulkan materi vaksin Sinovac secara hukum syariah adalah suci dan halal.

Jaminan keamanan dan kehalalan dari lembaga pemerintah harusnya telah memuluskan pelaksanaan vaksinasi. Terlebih Presiden Joko Widodo telah disuntik vaksin terlebih dahulu.

Namun, faktanya masyarakat masih mengalami ketakutan untuk divaksin. Hal ini dikarenakan, pertama, beredarnya pemberitaan bohong (hoaks) terkait efek samping vaksin. Seperti video yang berisi berita kematian salah seorang siswi di Karawang yang meninggal usai divaksin Difteri pada tahun 2018. Video tersebut disebarkan kembali seolah kematian diakibatkan oleh vaksin Sinovac.

Kedua, masih ada sebagian public figure yang secara terang-terangan menolak untuk divaksin. Hal ini tentunya menambah phobia masyarakat.

Vaksinasi; Upaya Menghadirkan Mashlahah

Sampai saat ini, pemerintah terus berupaya melakukan segala upaya untuk mencegah penyebaran virus corona, mulai dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penerapan protokol kesehatan, pengarusutamaan anggaran untuk penanganan pandemi, Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di berbagai daerah di pulau Jawa dan Bali hingga pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat.

Berbagai upaya di atas menunjukkan penanganan Pandemi Covid-19 merupakan diprioritaskan oleh pemerintah saat ini.

Sejatinya, itulah yang memang seharusnya dilakukan oleh pemerintah. Dalam kaidah Fikih (Islamic Jurisprudence), disebutkan, “tasharruf al-imam ‘ala ar-ra’iyati manutun bi al-maslahah”. Bahwa segala kebijakan pemerintah, dalam sektor apapun, haruslah mengacu pada terwujudnya manfaat dalam kebijakannya, baik berupa manfaat duniawi maupun manfaat ukhrawi yang diraih atau berupa bahaya dan kerusakan yang terhindarkan dari warga Negara.

Dalam konteks Pandemi Covid-19, pelaksanaan vaksinasi merupakan upaya pemerintah untuk menghindarkan masyarakat dari bahaya atau kerusakan berupa hilangnya nyawa. Dalam kajian Maqashid asy-Syariah, nyawa atau jiwa merupakan salah satu kebutuhan primer  (Dlaruriyat) yang wajib untuk dijaga dan dipelihara.

Lantas bagaimana dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)?, kembali pada tulisan di atas, jika pun ada, kejadian atau gejala tidak membahayakan dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun hal ini juga menjadi penyebab keraguan masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

Masyarakat lupa akibat yang ditimbulkan bila tidak melakukan vaksinasi justru lebih fatal, yakni hilangnya nyawa.

Merujuk pada kaidah fikih yang lain, “idza ta’aradla mafsadatani ru’iya a’dzamuhuma bi irtikabi akhaffuhuma”, bila terjadi perbenturan antara dua keburukan, yang harus dihindari adalah keburukan yang efeknya lebih besar dan memilih keburukan yang efeknya lebih kecil.

Dengan mengacu pada kaidah ini, keburukan berupa hilangnya nyawa haruslah dihindari dengan cara melakukan vaksinasi sekalipun menyebabkan kejadian-kejadian ikutan pasca imunisasi. Dengan catatan, kejadian tersebut tidak sampai menghilangkan nyawa.

Mencari Kepercayaan Masyarakat

Pemerintah sangat berharap vaksinasi bisa menyelesaikan Pandemi Covid-19. Dengan catatan, pasca vaksinasi masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk mendukung proses vaksinasi, setidaknya dua hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah.

Pertama, pemerintah harus melakukan segala upaya untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat tentang vaksinasi. Salah satu upaya itu telah dilakukan oleh presiden Joko Widodo.

Harusnya, langkah Presiden Joko Widodo tersebut juga diikuti oleh seluruh pemimpin dari berbagai instansi pemerintah, mulai dari tingkat pusat hingga tingkat paling bawah, yakni tingkat RT. Dengan divaksinnya para pemimpin, setidaknya menambah kepercayaan masyarakat bahwa vaksin yang disuntikkan aman dan halal.

Upaya lain yang harus dilakukan adalah, jajaran pemerintah harus satu suara dalam mendukung proses vaksinasi. Jangan sampai ada oknum pemerintah yang melakukan tindakan-tindakan yang memicu polemik di masyarakat, termasuk mengeluarkan pernyataan kontra produktif tentang vaksinasi. 

Hal ini berpengaruh terhadap tingkap kepercayaan masyarakat pada pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi.

Kedua, pemerintah harus bekerja keras untuk melawan berita bohong (hoaks) yang tersebar luas di tengah masyarakat. Berita kontra produktif tersebut bisa menjadi halangan bagi pemerintah untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Mellalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pemerintah bisa meminimalisir tersebarnya berita bohong (hoaks) seputar vaksinasi dan terus melakukan himbauan kepada masyarakat tentang manfaat vaksin dalam pengentasan Pandemic Covid-19. (*)

*) Penulis: Ja’far Shodiq, Dosen Hukum Islam Fakultas Hukum Universitas Islam Lamongan (Unisla).
*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Pupus Sudah Harapan Ahli Waris di Ngawi untuk Terima Santunan Kematian Covid-19
    Pupus Sudah Harapan Ahli Waris di Ngawi untuk Terima Santunan Kematian Covid-19
    03/03/2021 - 18:41
  • Prodi PIAUD UIN Maliki Malang Lakukan Akreditasi Kali Kedua, Ini Tujuannya
    Prodi PIAUD UIN Maliki Malang Lakukan Akreditasi Kali Kedua, Ini Tujuannya
    03/03/2021 - 18:37
  • Kalahkan Moenchengladbach, Dortmund Lolos Ke Semifinal DFB Pokal
    Kalahkan Moenchengladbach, Dortmund Lolos Ke Semifinal DFB Pokal
    03/03/2021 - 18:33
  • Politikus Perempuan Isi Kursi Kosong DPRD Ngawi, Siapa Dia?
    Politikus Perempuan Isi Kursi Kosong DPRD Ngawi, Siapa Dia?
    03/03/2021 - 18:29
  • Menelisik Klaster Bhakti Luhur, Wali Kota Malang Tekankan Penanganan Khusus
    Menelisik Klaster Bhakti Luhur, Wali Kota Malang Tekankan Penanganan Khusus
    03/03/2021 - 18:25

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Raksasa Baru dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    Raksasa Baru dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    03/03/2021 - 18:17
  • Ngopi Pagi: Riya'
    Ngopi Pagi: Riya'
    03/03/2021 - 07:10
  • Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    03/03/2021 - 05:54
  • Memahami Perubahan Politik di Myanmar
    Memahami Perubahan Politik di Myanmar
    03/03/2021 - 02:21
  • Harapan Kepada Kepala Daerah Terpilih
    Harapan Kepada Kepala Daerah Terpilih
    03/03/2021 - 00:14
  • Menyoal Tentang Buzzer, Membangun Budaya Hukum Anti Hoaks
    Menyoal Tentang Buzzer, Membangun Budaya Hukum Anti Hoaks
    02/03/2021 - 23:31
  • Perubahan Pola Makan Masyarakat Jadi Beban Negara dalam Jangka Panjang
    Perubahan Pola Makan Masyarakat Jadi Beban Negara dalam Jangka Panjang
    02/03/2021 - 22:27
  • Medsos dan Budaya Ketimuran di Indonesia
    Medsos dan Budaya Ketimuran di Indonesia
    02/03/2021 - 21:29

KULINER

  • Bentani Hotel & Residence Cirebon Menuai Berkah Lewat Eco Enzyme
    Bentani Hotel & Residence Cirebon Menuai Berkah Lewat Eco Enzyme
    03/03/2021 - 14:50
  • Lezat dan Sehat Resep Bulgogi Daging Panggang Khas Korea
    Lezat dan Sehat Resep Bulgogi Daging Panggang Khas Korea
    03/03/2021 - 11:57
  • Resep Oseng Daun Pepaya, Sajian Ndeso yang Menggugah Selera
    Resep Oseng Daun Pepaya, Sajian Ndeso yang Menggugah Selera
    02/03/2021 - 06:13
  • Empat Tips Hilangkan Rasa Pahit pada Daun Pepaya
    Empat Tips Hilangkan Rasa Pahit pada Daun Pepaya
    02/03/2021 - 02:31
  • Belut Sambal Sukarasa Ngawi, Rasanya Bikin Ketagihan
    Belut Sambal Sukarasa Ngawi, Rasanya Bikin Ketagihan
    01/03/2021 - 16:01
  • Jarang Muncul, Ini Dia Pasukan Malaikat Pencabut Nyawa Milik TNI
    Jarang Muncul, Ini Dia Pasukan Malaikat Pencabut Nyawa Milik TNI
    03/03/2021 - 06:00
  • Aslam Ternyata Putra Pembunuh 6 Brimob yang Diterkam Macan Kumbang TNI
    Aslam Ternyata Putra Pembunuh 6 Brimob yang Diterkam Macan Kumbang TNI
    03/03/2021 - 07:10
  • Otot Kekar Jenderal TNI Andika Taklukkan Jarum Suntik Vaksin Sinovac
    Otot Kekar Jenderal TNI Andika Taklukkan Jarum Suntik Vaksin Sinovac
    03/03/2021 - 10:24
  • 5 Zodiak Ini Gak Segan Buat Selingkuh, Alasannya Mengejutkan
    5 Zodiak Ini Gak Segan Buat Selingkuh, Alasannya Mengejutkan
    03/03/2021 - 10:54
  • Ustaz Yusuf Mansur Sudah Punya Firasat Perpres Miras akan Dicabut
    Ustaz Yusuf Mansur Sudah Punya Firasat Perpres Miras akan Dicabut
    03/03/2021 - 04:14