Peristiwa Nasional

Wahid Foundation Dukung Jokowi Terbitkan Perpres RAN PE Penanggulangan Terorisme

Selasa, 19 Januari 2021 - 11:23 | 12.61k
Wahid Foundation Dukung Jokowi Terbitkan Perpres RAN PE Penanggulangan Terorisme
Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundation saat menghadiri suatu acara di Jakarta (foto: Dokumen/Wahid Foundation)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Presiden RI Jokowi (Joko Widodo) akhirnya menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme. 

Kebijakan yang berisi lebih dari 125 rencana aksi dan yang akan dijalankan lebih dari 20 kementerian/lembaga ini ditandatangani Presiden pada 6 Januari 2021 setelah sebelumnya mengalami proses lebih dari tiga tahun sejak 2017.

“Sebagai bagian dari masyarakat sipil yang aktif mengawal terbitnya perpres ini sejak 2017, Wahid Foundation menilai kebijakan ini mampu menjadi payung bagi kebijakan anti terrorisme yang sifatnya komprehensif. Perpres ini memungkinkan adanya keterlibatan masyarakat sipil dalam mengatasi persoalan radikalisme ditanah air," kata Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundation kepada awak media di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

"Ini jelas langkah maju. Di negara lain, ruang bagi keterlibatan masyarakat sipil dalam mengatasi persoalan radikalisme dan terorisme cenderung dibatasi. Padahal kita sama-sama paham bahwa persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan keamanan saja. Perlu ada pendekatan kemanusiaan, pendekatan keagamaan dan juga pendidikan. Di sinilah masyarakat sipil bisa memainkan perannya dengan baik. Karena tidak semua ruang di masyarakat bisa dimasuki oleh aktor negara. Perlu ada sinergi dengan aktor-aktor masyarakat. Perpres ini memfasilitasi adanya sinergi tersebut," lanjut Yenny.

Wahid Foundation mendukung RAN PE 2020-2024 karena memiliki kesamaan pandangan, yaitu bahwa kebijakan ini ditujukan sebagai bentuk pelindungan hak atas rasa aman warga negara dari Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme dan menekankan prinsip hak asasi manusia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 

“Karena itu kami mengapresiasi untuk berbagai pihak baik pemerintah dan organisasi masyarakat sipil yang terlibat dalam mendorong kebijakan ini,” tambah Yenny.

Untuk diketahui, berdasarkan kajian, WF menilai terbitnya RAN PE melalui proses panjang tersebut, menegaskan tiga hal pokok. 

Pertama: ekstremisme kekerasan menjadi masalah seluruh elemen bangsa dan karenanya tidak dapat diselesaikan dan dicegah hanya oleh satu pihak. Kementerian/Lembaga tidak dapat menanganinya sendiri, namun memerlukan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, bahkan dunia usaha. 

Karena itu, bersama jaringan masyarakat sipil, WF menjadi bagian yang ikut terlibat dalam mendorong kebijakan RAN PE melalui kolaborasi bersama dengan pemerintah khususnya BNPT sejak 2017. Dalam catatan WF, sejauh ini usaha-usaha mendorong kebijakan ini telah melibatkan partisipasi lebih dari 50 organisasi masyarakat sipil dan organisasi keagamaan, 18 institusi pemerintah di tingkat nasional dan lokal, dan pelibatan para akademisi kampus. 

Keterlibatan dan partisipasi masyarakat, termasuk kelompok minoritas, menjadi prinsip penting bukan hanya dalam proses penyusunan, tetapi juga dalam implementasi kebijakan dan menjadi bagian dari kebijakan. RAN PE menegaskan prinsip ini sebagai salah satu sasarannya, yaitu Pasal 8 “Dalam melaksanakan RAN PE, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dapat bekerja sama dan melibatkan peran serta masyarakat.”

Kedua: faktor dan pemicu ekstremisme kekerasan tidak pernah tunggal dan karenanya hampir mustahil diatasi hanya dengan satu pendekatan. RAN PE ini disusun untuk merespons faktor-faktor tersebut seperti dampak yang ditimbulkan dari konflik komunal, kesenjangan ekonomi, perbedaan pandangan politik, perlakuan yang tidak adil, dan intoleransi. 

Karena itu, Kementerian/Lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan ini bukan semata-mata BNPT tetapi lebih dari 20 kementerian/lembaga. Begitupun dengan keterlibatan organisasi masyarakat sipil, dari pencegahan hingga penanganan setelah terjadinya kasus-kasus ekstremisme kekerasan.

Ketiga: prinsip transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip pelaksanaan rencana aksi. Agar pelaksanaan dijalankan sesuai rencana dan tidak membawa dampak buruk bagi usaha-usaha pencegahan, kebijakan ini menekankan pentingnya mekanisme pemantauan dan evaluasi. 

Seperti ditegaskan pada pasal 7 ayat (3) Laporan capaian pelaksanaan dan hasil evaluasi pelaksanaan RAN PE sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipublikasikan sebagai wujud akuntabilitas publik. Prinsip ini memberi jaminan bahwa masyarakat sipil dapat berpartisipasi dalam pemantauan, pengawasan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Keempat: terbitnya RAN PE ini merupakan satu tahap penting, namun bukan satu-satunya. Hal penting lain adalah bagaimana kerangka pelaksanaan dan usaha sosialisasi kepada masyarakat luas. Sosialisasi menjadi langkah penting agar publik dapat memahami maksud dan konteks berbagai rencana aksi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. 

“Dengan kerangka pelaksanaan yang jelas dan sosialisasi yang luas, berbagai pihak, baik di tingkat pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun masyarakat sipil, akan mampu mengoptimalkan sumberdaya untuk bersama-sama merealisasikan rencana aksi,” pungkas Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundation(*)



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Dinkes Sebut Kasus Mutasi Corona B117 Belum Terdeteksi di Kota Malang
    Dinkes Sebut Kasus Mutasi Corona B117 Belum Terdeteksi di Kota Malang
    05/03/2021 - 17:04
  • Peduli Sanitasi Sekolah, Moreno Soeprapto Resmikan Gedung MCK di Kabupaten Malang
    Peduli Sanitasi Sekolah, Moreno Soeprapto Resmikan Gedung MCK di Kabupaten Malang
    05/03/2021 - 16:58
  • Petani Jatim Prediksi Harga Cabai Mulai Normal Pertengahan Maret 2021
    Petani Jatim Prediksi Harga Cabai Mulai Normal Pertengahan Maret 2021
    05/03/2021 - 16:52
  • Kepemimpinan AHY Demisioner, KLB Partai Demokrat Tetapkan Moeldoko Sebagai Ketum
    Kepemimpinan AHY Demisioner, KLB Partai Demokrat Tetapkan Moeldoko Sebagai Ketum
    05/03/2021 - 16:50
  • Cegah Gagal Panen, Petani Perlu Dibekali Teknik Pengendalian Hama dan Penyakit
    Cegah Gagal Panen, Petani Perlu Dibekali Teknik Pengendalian Hama dan Penyakit
    05/03/2021 - 16:48

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Bangkit
    Ngopi Pagi: Bangkit
    05/03/2021 - 07:00
  • Ngopi Pagi: Ilmu
    Ngopi Pagi: Ilmu
    04/03/2021 - 08:26
  • Raksasa Baru dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    Raksasa Baru dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    03/03/2021 - 18:17
  • Ngopi Pagi: Riya'
    Ngopi Pagi: Riya'
    03/03/2021 - 07:10
  • Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    Bank Syariah dan Tulang Punggung Ekonomi Kita
    03/03/2021 - 05:54
  • Memahami Perubahan Politik di Myanmar
    Memahami Perubahan Politik di Myanmar
    03/03/2021 - 02:21
  • Harapan Kepada Kepala Daerah Terpilih
    Harapan Kepada Kepala Daerah Terpilih
    03/03/2021 - 00:14
  • Menyoal Tentang Buzzer, Membangun Budaya Hukum Anti Hoaks
    Menyoal Tentang Buzzer, Membangun Budaya Hukum Anti Hoaks
    02/03/2021 - 23:31

KULINER

  • Mengintip Wisata Kuliner Kota Banjar di Java Corner Foodcourt
    Mengintip Wisata Kuliner Kota Banjar di Java Corner Foodcourt
    05/03/2021 - 15:21
  • Dibuat dari Bunga Telang, Nasi Telang Hadir di Kedai Rudeka Jombang
    Dibuat dari Bunga Telang, Nasi Telang Hadir di Kedai Rudeka Jombang
    04/03/2021 - 17:06
  • Legenda Kota Tasikmalaya, Mie Jaka jadi Buruan Pecinta Kuliner
    Legenda Kota Tasikmalaya, Mie Jaka jadi Buruan Pecinta Kuliner
    04/03/2021 - 14:35
  • Menyusuri Sejarah Lewat Kelezatan Lontong Cap Go Meh Hotel Tugu Malang
    Menyusuri Sejarah Lewat Kelezatan Lontong Cap Go Meh Hotel Tugu Malang
    04/03/2021 - 11:03
  • Mencicipi Lezatnya Soto Empal Kebo, Resep dari Sang Nenek Sejak Zaman Belanda
    Mencicipi Lezatnya Soto Empal Kebo, Resep dari Sang Nenek Sejak Zaman Belanda
    03/03/2021 - 23:01
  • Prajurit TNI Temukan Wanita Rambut Panjang di Hutan, Siapa Dia?
    Prajurit TNI Temukan Wanita Rambut Panjang di Hutan, Siapa Dia?
    05/03/2021 - 08:10
  • Mike Tyson Punya Pengalaman Seks Terliar, Bikin Merinding
    Mike Tyson Punya Pengalaman Seks Terliar, Bikin Merinding
    05/03/2021 - 00:04
  • Harga Rp145 Jutaan, Mobil Ini Laku Setiap 5 Menit
    Harga Rp145 Jutaan, Mobil Ini Laku Setiap 5 Menit
    05/03/2021 - 10:44
  • Skandal Olahraga, Cinta Satu Malam Diego Maradona dengan Istri Icardi
    Skandal Olahraga, Cinta Satu Malam Diego Maradona dengan Istri Icardi
    05/03/2021 - 00:04
  • Kolonel Inf Azhar Ingatkan Peserta KLB Partai Demokrat
    Kolonel Inf Azhar Ingatkan Peserta KLB Partai Demokrat
    05/03/2021 - 12:07