Kopi TIMES

Omnichannel Marketing di Masa Pandemi

Jumat, 15 Januari 2021 - 23:32 | 26.88k
Omnichannel Marketing di Masa Pandemi
Ali Imron Maulana, Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Universitas Islam Malang (UNISMA).
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, MALANG – Omnichannel marketing merupakan konsep pemasaran dalam digital marketing  yang melakukan kombinasi proses pembelian secara online dan offline dengan menggunakan berbagai macam saluran. Konsep ini mencoba mengimplementasikan fleksibilitas dalam memahami keinginan konsumen untuk menyentuh atau memastikan produk sebelum memutuskan pembelian secara online dan sebaliknya.

Fleksibilitas tersebut akan menimbulkan kenyamanan (convenience) bagi konsumen dan meningkatkan pengalaman belanja konsumen (customer experience). Menurut Kotler dan Keller (2016), omnichannel marketing adalah penggunaan beberapa saluran yang digunakan secara terintegrasi dan bersama-sama untuk mencapai preferensi setiap target konsumen, baik melalui penyampaian informasi produk dan layanan konsumen baik ketika konsumen berbelanja secara online atau secara fisik (brick and mortar).

Sejalan dengan hal tersebut Kotler, Kertajaya dan Setiawan (2017) menyampaikan bahwa omnichannel marketing melakukan suatu praktik mengintegrasikan berbagai saluran untuk menciptakan pengalaman konsumen yang konsisten dan lancar. Untuk bisa menciptakan pengalaman tersebut organisasi perlu untuk meruntuhkan kekakuan antar saluran dan menyatukan sasaran dan strategi.

Konsep omnichannel marketing diperkenalkan sejak 2010 dimana menurut International Data Coorporatin (IDC) melalui survei mereka memprediksikan terdapat kepercayaan yang kuat pada kesuksesan masa depan omnichannel marketing.

Pada 2013 omnichannel marketing kemudian menjadi popular dan buzz bagi pemasar dan konsumen dimana dalam suatu ulasan pada Huffington Post menyatakan bahwa konsep ini diterima dengan mudah karena terjadinya peningkatan penggunaan ponsel pintar. Konsumen akan menggunakan smartphone akan melakukan showrooming untuk mencari produk yang mereka inginkan dan mencari membandingkan harga di Internet dan membelinya disana.

Penggunaan mobile device yang meningkat akan meningkatkan penjualan melalui ponsel pintar, yang berpengaruh pada integrasi teknologi pada toko secara online. Di Indonesia sendiri penetrasi yang baik dalam penggunaan smartphone menyebabkan konsumen lebih familiar untuk berbelanja online (Commonwealth of Australia, 2018). Hal ini didukung melalui survei yang dilakukan oleh Google Indonesia yang menunjukan 78% responden berbelanja melalui smartphone.

Perilaku konsumen berbelanja digital memiliki tahapan yang berbeda dengan konsumen tradisional yang tergambar dalam Zero Moment of Truth (ZMOT) (Smart Insight,2014) dimana konsumen memulai tahap pembelian mereka dengan melakukan pencarian informasi secara digital baik melalui search engine, ulasan, komentar, testimonial konsumen lainnya. Setelah konsumen melihat sebuah ulasan secara online dari konsumen lain mereka kemudian bisa melakukan Webrooming untuk meyakinkan pembelian mereka yang kemudian diakhiri dengan pembelian di saluran fisik.

Di sisi lain memungkinkan bagi konsumen untuk melakukan Showrooming ditoko fisik dan diakhiri dengan pembelian melalui saluran online.

Penerapan di Masa Pandemi

Penerapan omnichannel marketing dibanyak perusahaan terbukti memberikan dampak yang positif pada penjualan dan peningkatan pada pengalaman konsumen. Rata-rata konsumen yang membeli melalui saluran omnichannel melakukan pembelian 70% lebih sering daripada pembelian sepenuhnya secara offline dan dilaporkan mengeluarkan lebih dari US$2,000 setiap tahunnya (McKinsey, 2019). Namun bagaimana pengaplikasiannya pada saat terjadinya pandemi? 

Tak hanya dimasa pandemi, masyarakat sudah banyak beralih menggunakan media digital untuk berbelanja online. Menurut data McKinsey di bulan Juli 2020, situasi pandemi Covid-19 menyebabkan percepatan adopsi digital dimana untuk menerapkan social distancing konsumen lebih memilih berbelanja secara online daripada datang ke toko fisik. Terjadi peningkatan yang signifikan dalam jumlah pengguna Internet yang pemula untuk menggunakan layanan e-banking, e-tailing, serta berbelanja pakaian secara online.  

Dimasa pandemi jumlah toko offline yang beroperasi semakin sedikit dan terbatas dan memiliki jam operasional yang lebih pendek. Disinilah peran omnichannel marketing menjadi penting bagi konsumen yang cenderung memiliki risk averse yang tinggi terhadap belanja online. Konsumen menggunakan platform online untuk berbelanja namun mengunjungi toko dengan waktu lebih minimal untuk memastikan barang dalam kondisi yang baik. Sebaliknya untuk mengurangi penggunakan uang fisik dan melakukan komparasi harga mereka bisa melakukan kunjungan toko dan berakhir dengan pembelian online. Selama masa pandemik retailer yang hadir secara digital dapat menggantikan penurunan penjualan pada toko fisik.

Langkah Memulai

Dalam buku  Marketing 4.0 Moving from Traditional to Digital (Kotler, Kertajaya, Setiawan, 2017),menuliskan terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memulai perjalanan menggunakan omnichannel marketing. dari Aware (sadar), Appeal (tertarik), Ask (mencari informasi), Act (bertindak), Advocate (menyarankan). 

Langkah tersebut terdeskripsikan sebagai empat langkah yang dimulai dari melakukan analisis terhadap peta perjalanan konsumen. Empat langkah tersebut disebut sebagai lima yang terdiri Aware (sadar), Appeal (tertarik), Ask (mencari informasi), Act (bertindak), Advocate (menyarankan). 

Hal awal yang perlu dilakukan perusahaan adalah memilih saluran apa saja yang akan mereka gunakan untuk diletakan disetiap langkah lima A, apakah perusahaan akan memanfaatkan mesin pencarian online baik yang berbayar maupun melalui website secara organik, media sosial (Instagram/Facebook/Twitter), atau iklan online. Perusahaan kemudian mencoba memetakan perjalanan konsumen (consumer journey)untuk akhirnya bisa melewati tahap lima A.

Misalnya perusahaan bisa membayangkan jika dirinya adalah konsumen, maka saluran apa saja yang akan digunakan konsumen untuk bertemu dengan toko online perusahaan, perusahaan bisa jika perusahaan memilih melalui iklan online (banner ads) yang dijadikan touchpoint pertama untuk kesadaran konsumen bisa terbangun untuk mengenali produk perusahaan. Dalam langkan lima A lain juga akan menggunakan langkah yang sama.

Perusahaan harus memiliki kemampuan untuk membuat scenario dalam setiap peta perjalanan konsumen yang bervariasi, dan memastikan bisa memanfaatkan data konsumen serta dilengkapi dengan software yang mendukung penerapan omnichannel marketing agar menjadi optimal.

***

*) Oleh: Ali Imron Maulana, Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Universitas Islam Malang (UNISMA).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Pemkot Palembang Gandeng Kemenparekraf RI untuk Pengembangan Pulau Kemaro
    Pemkot Palembang Gandeng Kemenparekraf RI untuk Pengembangan Pulau Kemaro
    25/02/2021 - 07:31
  • Kasus Covid-19 di Ponorogo Masih Tertinggi di Jatim
    Kasus Covid-19 di Ponorogo Masih Tertinggi di Jatim
    25/02/2021 - 06:58
  • Citadines Berawa Beach Bali of Ascott, Another Luxury Beyond Imagination
    Citadines Berawa Beach Bali of Ascott, Another Luxury Beyond Imagination
    25/02/2021 - 06:21
  • Pomade Captain Men's Care Dibuat dengan Menyesuaikan Kebutuhan Pria
    Pomade Captain Men's Care Dibuat dengan Menyesuaikan Kebutuhan Pria
    25/02/2021 - 06:04
  • Gubernur Jatim Kunjungi Lokasi Desa PPKM di Jombang
    Gubernur Jatim Kunjungi Lokasi Desa PPKM di Jombang
    25/02/2021 - 05:53

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa
    Pembelajaran yang Berpusat pada Siswa
    24/02/2021 - 16:10
  • Harapan Terhadap Perubahan UU Pemilu
    Harapan Terhadap Perubahan UU Pemilu
    24/02/2021 - 16:06
  • Mengubah Stigma Milenial dalam Dunia Peternakan di Era 4.0
    Mengubah Stigma Milenial dalam Dunia Peternakan di Era 4.0
    24/02/2021 - 13:51
  • Menuju Hubungan Agama dan Negara di Indonesia yang Lebih Baik
    Menuju Hubungan Agama dan Negara di Indonesia yang Lebih Baik
    24/02/2021 - 12:02
  • Ngopi Pagi: Sombong
    Ngopi Pagi: Sombong
    24/02/2021 - 07:00
  • Menanamkan Kebaikan pada Anak di Dalam Rumah 
    Menanamkan Kebaikan pada Anak di Dalam Rumah 
    24/02/2021 - 01:49
  • Kritik dan Kebebasan Berpendapat
    Kritik dan Kebebasan Berpendapat
    23/02/2021 - 21:32
  • Dilema Kemiskinan Aceh
    Dilema Kemiskinan Aceh
    23/02/2021 - 20:39

KULINER

  • Brokoli Pasta Solusi Sarapan yang Jadi Favorit Anak
    Brokoli Pasta Solusi Sarapan yang Jadi Favorit Anak
    25/02/2021 - 01:20
  • Ada Citarasa Variatif dan Modern di Limestory Coffee Favehotel Cilacap
    Ada Citarasa Variatif dan Modern di Limestory Coffee Favehotel Cilacap
    24/02/2021 - 13:13
  • Hadirkan Udang Asam Manis ala Restoran di Meja Makan Keluarga
    Hadirkan Udang Asam Manis ala Restoran di Meja Makan Keluarga
    24/02/2021 - 04:15
  • Warung Pecel Pincuk Ngisor Talok di Ngawi Jadi Langganan Pejabat Berburu Kuliner
    Warung Pecel Pincuk Ngisor Talok di Ngawi Jadi Langganan Pejabat Berburu Kuliner
    23/02/2021 - 14:04
  • Rumah Makan Ayam Gepuk Mi Benk Suguhkan Pemandangan yang Asri
    Rumah Makan Ayam Gepuk Mi Benk Suguhkan Pemandangan yang Asri
    23/02/2021 - 14:00
  • Penyidik KPK Bawa 2 Koper Usai Geledah Rumah Politikus PDIP
    Penyidik KPK Bawa 2 Koper Usai Geledah Rumah Politikus PDIP
    25/02/2021 - 00:10
  • Surat Larangan Salat Jumat hingga Paspampres Jokowi Nyungsep
    Surat Larangan Salat Jumat hingga Paspampres Jokowi Nyungsep
    25/02/2021 - 05:30
  • Kasus Dihentikan, Ini Pengakuan 4 Nakes yang Dituduh Menista Agama
    Kasus Dihentikan, Ini Pengakuan 4 Nakes yang Dituduh Menista Agama
    25/02/2021 - 01:22
  • Kisah Jasmine Crowe, Miliarder yang Kaya dari Bantu Lawan Kelaparan
    Kisah Jasmine Crowe, Miliarder yang Kaya dari Bantu Lawan Kelaparan
    25/02/2021 - 03:01
  • Real Madrid Menang Dramatis Atas Atalanta yang Main dengan 10 Orang
    Real Madrid Menang Dramatis Atas Atalanta yang Main dengan 10 Orang
    25/02/2021 - 04:57