Pemerintahan

Di Hadapan Ketua DPD RI, Ridwan Kamil Berharap Keadilan Politik untuk Masyarakat Jabar

Rabu, 13 Januari 2021 - 17:28 | 11.54k
Di Hadapan Ketua DPD RI, Ridwan Kamil Berharap Keadilan Politik untuk Masyarakat Jabar
[Kanan] Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat bertemu Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (FOTO: DPD RI)
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Di hadapan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan aspirasi masyarakat Jawa Barat terkait keadilan politik bagi provinsi dengan penduduk terbesar di Indonesia.

Penduduk Jabar tercatat mendekati 50 juta jiwa. Dengan jumlah daerah hanya 27 kabupaten/kota. 

“Saya sangat berterima kasih, Pak Ketua DPD datang ke Jabar secara khusus untuk membicarakan soal otonomi daerah, terkait pemekaran daerah di Jabar. Karena memang pemekaran di Jabar bukan sekadar euforia masyarakat, tetapi memang bedasarkan kajian dan pertimbangan yang rasional. Dan daerah yang kami ajukan untuk dimekarkan juga sudah sangat siap,” ungkap Ridwan. 

Ketua DPD RI beserta rombongan dalam rapat kerja dengan Gubernur Jabar memang membahas dua isu spesifik. Yaitu tentang pemekaran daerah di Jabar dan pertanian, terkait ketahanan pangan nasional. Mengingat Jabar adalah salah satu provinsi penopang pangan nasional. Raker digelar di Pakuan, rumah dinas Gubernur, Rabu (13/1/2021) siang. 

Ridwan mengungkapkan jumlah penduduk Jabar setara dengan 1/5 penduduk Indonesia. Setara dengan penduduk Korea Selatan, dengan jumlah penduduk muslim yang lebih banyak dari Arab Saudi.

“Bayangkan, Bupati Bogor, harus mengurus 6 juta penduduk, setara dengan penduduk Sumatera Barat, yang diurus oleh seorang Gubernur dan belasan Bupati/Walikota,” ungkapnya. 

Gubernur berlatar aristek ini juga membandingkan dengan Provinsi Jawa Timur, dengan penduduk hampir sekitar 38 juta jiwa, memiliki 38 kabupaten/kota. Begitu pula dengan jumlah desa. Jawa Tengah, dengan jumlah penduduk sekitar 34 juta jiwa, memiliki 8.000 desa, sementara Jabar hanya punya 5.000 desa.

“Dari situ saja, Jateng dapat dana desa Rp 8 triliun, sementara Jabar Rp 5 triliun. Begitu pula dana transfer pusat, karena alokasinya berdasarkan jumlah daerah, maka selisih Jatim dan Jabar dalam 5 tahun, mencapai Rp 50 triliun. Satu anak di Jatim dapat pembiayaan Rp 1 juta, sementara di Jabar terpaksa hanya dapat Rp 600 ribu,” urainya.

“Sekali lagi ini soal keadilan politik bagi masyarakat Jabar. Dan saya sangat berharap kepada DPD sebagai wakil daerah dapat memperjuangkan keadilan politik tersebut. Kalau pemekaran daerah masih sulit, tolong ubah pola pendekatan fiskal, dengan tidak melihat jumlah daerah, tapi jumlah penduduk,” tambahnya. 

Menanggapi hal itu, LaNyalla menyatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) yang juga Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, pada Desember lalu. “Insya Allah hal ini juga akan saya sampaikan langsung kepada Presiden Jokowi dalam forum konsultasi bulan ini,” kata mantan Ketua Umum PSSI itu. 

Seperti diketahui, Provinsi Jabar telah menyiapkan secara matang pemekaran tiga daerah. Yaitu Sukabumi Utara, Bogor Barat dan Garut Selatan. Ketiga daerah baru tersebut dikatakan sudah siap dari sisi kemampuan fiskal sebagai daerah otonom.

Sementara itu, terkait isu pertanian, Ketua DPD RI mengungkapkan bahwa dirinya mendapat masukan dari senator asal Jawa Barat terkait kondisi pertanian di Jabar. Terutama dalam mendukung gerakan mencetak petani milenial dan desa digital.    

“Senator Jabar, khususnya Ibu Eni Sumarni dan Kang Oni Sumarwan menyampaikan beberapa isu pertanian. Seperti berkurangnya lahan pertanian seiring dengan makin banyaknya alih fungsi lahan. Terutama dengan hadirnya beberapa kawasan industri baru dan hunian masyarakat," tuturnya.
 
Senator asal Jawa Timur itu juga menerima informasi bahwa lahan pertanian di Indramayu, sebagai lumbung pertanian juga mengalami penurunan. Sehingga membuka lahan-lahan baru pertanian menjadi mendesak untuk dilakukan.

"Persoalan lainnya adalah permasalahan  klasik yang selalu terjadi dari hulu hingga hilir. Yaitu pada saat musim tanam, bibit mahal dan pupuk subsidi langka. Lalu pada saat musim panen, harga gabah anjlok," katanya. 

Mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu mengatakan, yang juga menjadi masalah adalah berkurangnya jumlah penyuluh pertanian untuk mengimbangi gerakan mencetak petani milenial. 

"Dan terakhir, adalah seringnya bantuan alat-alat pertanian tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Salah satu contohnya, bantuan traktor ukuran besar untuk lahan ukuran kecil. Akhirnya bantuan tersebut tidak terpakai secara optimal dan berakhir mangkrak di gudang," ulasnya. 

Alumni Universitas Brawijaya Malang itu yakin Presiden RI Jokowi akan memberi atensi, apalagi presiden sangat fokus membangun ketahanan pangan nasional melalui program food estate dan beberapa stimulus lainnya. 

Menurutnya, salah satu kebijakan pemerintah di tahun 2021 adalah menaikkan anggaran ketahanan pangan sebesar 30 persen dari tahun sebelumnya. Tahun 2020, anggaran  ketahanan pangan Rp 80 triliun. Sedangkan tahun ini, anggaran menjadi Rp 104 triliun.  

Atas hal itu, Ridwan Kamil juga menitipkan aspirasi terkait banyaknya lahan-lahan kosong yang dimiliki PTPN dan sejumlah BUMN lain. "Yang belum bisa dimanfaatkan oleh provinsi untuk membuka lahan pertanian baru," katanya dalam pertemuannya dengan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.(*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Sensasi Kolam Wonogondo, Berenang sambil Menikmati Keindahan Alam Pacitan
    Sensasi Kolam Wonogondo, Berenang sambil Menikmati Keindahan Alam Pacitan
    28/01/2021 - 09:36
  • Pertamina Corporate University Gelar Bedah Buku bersama Pakar Followership asal Kanada
    Pertamina Corporate University Gelar Bedah Buku bersama Pakar Followership asal Kanada
    28/01/2021 - 09:20
  • Kementerian PUPR RI Kembalikan Fungsi Sungai Cakung di Bekasi
    Kementerian PUPR RI Kembalikan Fungsi Sungai Cakung di Bekasi
    28/01/2021 - 09:12
  • Jenderal Listyo Sigit Dilantik Jadi Kapolri, PP GP Ansor Berharap Polri Makin Responsif dan Adil
    Jenderal Listyo Sigit Dilantik Jadi Kapolri, PP GP Ansor Berharap Polri Makin Responsif dan Adil
    28/01/2021 - 09:02
  • Kementerian PUPR Siapkan Strategi Program Ketahanan Air Nasional
    Kementerian PUPR Siapkan Strategi Program Ketahanan Air Nasional
    28/01/2021 - 08:44

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Perubahan Itu Keniscayaan
    Ngopi Pagi: Perubahan Itu Keniscayaan
    28/01/2021 - 07:56
  • Pancasila, Dialog dan Solusi Persatuan Indonesia
    Pancasila, Dialog dan Solusi Persatuan Indonesia
    28/01/2021 - 06:13
  • Masih di Simpang Jalan
    Masih di Simpang Jalan
    27/01/2021 - 14:56
  • Tingkatkan Elektoral PPP, Jawabannya Anak Muda
    Tingkatkan Elektoral PPP, Jawabannya Anak Muda
    27/01/2021 - 08:57
  • Ngopi Pagi: Monumen Hidup
    Ngopi Pagi: Monumen Hidup
    27/01/2021 - 05:45
  • Pentingnya UMKM yang Menjadi Penopang Ekonomi Negara
    Pentingnya UMKM yang Menjadi Penopang Ekonomi Negara
    26/01/2021 - 16:48
  • Studi Kebudayaan, Tradisi dan Religi Guru di Sekolah
    Studi Kebudayaan, Tradisi dan Religi Guru di Sekolah
    26/01/2021 - 14:27
  • Belajar Bermukim Bersama
    Belajar Bermukim Bersama
    25/01/2021 - 18:39

KULINER

  • Resep Sup Kacang Merah yang Segar dan Kaya Nutrisi Penting
    Resep Sup Kacang Merah yang Segar dan Kaya Nutrisi Penting
    27/01/2021 - 01:06
  • Bidik Pasar Domestik, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk Luncurkan Brand Baru
    Bidik Pasar Domestik, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk Luncurkan Brand Baru
    26/01/2021 - 20:26
  • Menu Praktis untuk Sarapan, Bihun Kuah Jamur
    Menu Praktis untuk Sarapan, Bihun Kuah Jamur
    26/01/2021 - 05:22
  • Sama-Sama Berupa Mi Putih, Tapi Soun dan Bihun Berbeda Lho!
    Sama-Sama Berupa Mi Putih, Tapi Soun dan Bihun Berbeda Lho!
    26/01/2021 - 01:22
  • Banyuwangi Getol Kembangkan Jeruk Dekopon
    Banyuwangi Getol Kembangkan Jeruk Dekopon
    25/01/2021 - 19:47
  • Ambroncius Nababan Ditahan, Kapolri Listyo Sigit Tepati Janji
    Ambroncius Nababan Ditahan, Kapolri Listyo Sigit Tepati Janji
    28/01/2021 - 03:14
  • Mengerikan, Monster Bulutangkis Dunia Ngamuk di BWF World Tour Finals
    Mengerikan, Monster Bulutangkis Dunia Ngamuk di BWF World Tour Finals
    28/01/2021 - 07:16
  • Pose Seksi Bidadari Bulutangkis Australia di Atas Ranjang Bikin Ngilu
    Pose Seksi Bidadari Bulutangkis Australia di Atas Ranjang Bikin Ngilu
    28/01/2021 - 00:17
  • Perombakan Besar di Tubuh TNI, 3 Jenderal Meninggal Dunia
    Perombakan Besar di Tubuh TNI, 3 Jenderal Meninggal Dunia
    28/01/2021 - 00:35
  • Asisten Ajudan Jokowi AKP Syarif Pamer Kedekatan dengan Jenderal Sigit
    Asisten Ajudan Jokowi AKP Syarif Pamer Kedekatan dengan Jenderal Sigit
    28/01/2021 - 07:34