Kopi TIMES

Tempe dan Tahu Makanan Murah Tapi Bukan Murahan

Rabu, 13 Januari 2021 - 16:34 | 14.03k
Tempe dan Tahu Makanan Murah Tapi Bukan Murahan
Sugiyarto.,S.E.,M.M.; Dosen  Fakultas  Ekonomi  Universitas Pamulang
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, BANTENTempe dan tahu adalah makan asli Indonesia dan identik dengan makanan kaum marjinal. Stigma ini timbul, karena ada teori bahwa tempe adalah salah jenis makanan yang memiliki kandungan protein tinggi selain daging, sangat  baik  untuk kesehatan dan pertumbuhan manusia. Menurut  ahli gizi, tempe bisa menjadi pengganti daging untuk memenuhi kebutuhan  gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Teori bahwa tempe memiliki kandungan protein yang baik sudah merasuk ke dalam jiwa dan pemikiran masyarakat Indonesia secara turun menurun. Bahkan ada pemikiran dari sebagian masyarakat kita bahwa  dengan mengonsumsi tempe dan tahu secara rutin anak keturunan mereka bisa menjadi generasi yang pinter dan sehat.  

Fakta di lapangan sebagian besar masyarakat kita mengonsumsi tempe, sebenarnya lebih karena faktor murah dibandingkan faktor gizi. Padahal tempe bila dikonsumsi secara konsisten dengan proses memasak yang baik dan benar, maka mengkonsumsi tempe secara terartur bisa mengendalikan kolesterol jahat (LDL), karena tempe mengandung omega-3 dan omega-6. 

Mungkin diantara kita sering membeli gorengan dipinggir jalan, salah satu pilihannya jatuh pada tempe goreng yang selama ini dikonsumsi untuk mengganjal perut atau sekedar sebagai camilan dalam perjalanan.

Khusus masyarakat yang tinggal di daerah Solo–Jogja tempe selalu menjadi pendamping setia ketika masyarakat makan soto di warung. Bahkan sebagian hotel di Jawa Tengah menyajikan tempe mendoan atau orek tempe sebagai  pelengkap sarapan pagi bagi tamu hotel.

Ketika tempe sudah menjadi bagian dari kebutuhan pokok masyarakat maka ketergantungan terhadap bahan baku (kedelai) akan semakin tinggi. Hal ini terbukti hampir setiap tahun terjadi kekurangan pasokan kedelai, kalaupun ada, harga yang diperoleh pengrajin tempe tidak sesuai dengan anggaran produksi mereka. Akhirnya  berhenti sementara produksi, karena tidak tega untuk menaikan harga jual. Mereka memahami, bahwa pasar produk mereka adalah masyarakat kelas bawah.  Walaupun faktanya tempe juga dikonsumsi oleh masyarakat kelas menengah ke atas. 

Peningkatan jumlah penduduk yang tinggi jika tidak diimbangi dengan dengan pasokan kebutuhan pangan yang tepat dalam jangka panjang, bisa berdampak negatif dan menimbulkan permasalahan sosial di negara kita.

Semua  rakyat Indonesia mengerti tempe dan tahu banyak dikonsumsi oleh masyarakat, namun banyak  masyarakat yang tidak mengerti bahan baku tempe dan tahu  masih didatangkan dari luar negeri. Jangan– jangan peminpin kita ini mengenal tempe dan tahu tapi tidak memahami kalau kedelainya masih di impor.

Kita harus menyadari bahwa kebutuhan pangan tiga puluh kedepan dengan pertambahan jumlah penduduk yang tinggi, akan berbanding lurus dengan peningkatan kebutuhan pangan di dalam negeri. Presiden  Jokowi sudah memulai dengan konsep food estate di provinsi Kalimantan Tengah, namun dengan sisa  pemerintahan  yang tinggal tiga tahun lagi kemungkinan besar belum bisa memberikan hasil dan perkembangan yang signifikan.

Pandemi covid-19 menjadi salah satu penyebab mundurnya percepatan realisasi food estate yang digagas oleh presiden. Banyak anggaran yang direlokasi untuk kepentingan penguatan ekonomi nasional selama masa pandemi Covid-19, sehingga banyak menguras keuangan negara dan menambah defisit  APBN semakin melebar.

Kita patut banggga masih ada petani kedelai di daerah Jawa Timur yang sangat kreatif dengan memanfatkan lahan bekas galian tambang C sebagai lahan pertanian  kedelai dengan pendampingan yang baik dari pemerintah daerah setempat. Sehingga petani bisa menikmati harga yang baik, ketika negara eksportir kedelai   mengalami permasalahan  panen.

Kita harus tetap optimistis walaupun permasalahan bangsa ini sangat komplek. Dengan arah dan kebijakan yang benar dalam memetakan kebutuhan pangan dengan konsep food estate sebagai pusat cadangan kebutuhuan pangan dalam jangka panjang maka kekuatan bangsa dalam memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri bisa terpenuhi.

Jangan sampai tahu bulat, tahu gejrot, tempe mendoan,dan orek tempe yang saat ini bisa kita nikmati dengan mudah suatu saat harus didatangkan dari luar negeri. Sesuatu yang tidak mungkin terjadi, namun bisa terjadi jika para pemimpin bangsa ini hanya berfikir dan melihat kepentingan jangka pendek. (*)  

***

*) Oleh : Sugiyarto.,S.E.,M.M.; Dosen  Fakultas  Ekonomi  Universitas Pamulang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Kasus Covid-19 Bertambah, PMI Tasikmalaya Belum Mampu Donor Plasma Darah
    Kasus Covid-19 Bertambah, PMI Tasikmalaya Belum Mampu Donor Plasma Darah
    16/01/2021 - 12:25
  • Ulama Muda Bondowoso Dukung Calon Kapolri Pilihan Presiden RI Jokowi
    Ulama Muda Bondowoso Dukung Calon Kapolri Pilihan Presiden RI Jokowi
    16/01/2021 - 12:18
  • BNPB: 3000-an Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Balangan Kalsel
    BNPB: 3000-an Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Balangan Kalsel
    16/01/2021 - 12:06
  • Imigasi Tanjung Perak Surabaya Deportasi WNA Singapura
    Imigasi Tanjung Perak Surabaya Deportasi WNA Singapura
    16/01/2021 - 12:00
  • 5 Korban Banjir Kalsel dari Desa Hentakan ditemukan Meninggal Dunia
    5 Korban Banjir Kalsel dari Desa Hentakan ditemukan Meninggal Dunia
    16/01/2021 - 11:54
  • Polwan Polresta Cirebon Sosialisasi PPKM pada Pengguna Jalan
    Polwan Polresta Cirebon Sosialisasi PPKM pada Pengguna Jalan
    16/01/2021 - 11:47
  • Jaga Sinergi Antara Umat, Pemkot Gorontalo dan FKUD Deklarasi 3J
    Jaga Sinergi Antara Umat, Pemkot Gorontalo dan FKUD Deklarasi 3J
    16/01/2021 - 11:42
  • Komisi II DPRD Kota Cirebon dan OJK Bahas Perumda BPR Bank Kota Cirebon
    Komisi II DPRD Kota Cirebon dan OJK Bahas Perumda BPR Bank Kota Cirebon
    16/01/2021 - 11:36
  • Wapres RI: Perlindungan UMKM Harus Maksimal di Tahun 2021
    Wapres RI: Perlindungan UMKM Harus Maksimal di Tahun 2021
    16/01/2021 - 11:30
  • Sandiaga Uno Gandeng Desainer Top Indonesia untuk Dampingi Perajin Kriya di Desa Wisata NTB
    Sandiaga Uno Gandeng Desainer Top Indonesia untuk Dampingi Perajin Kriya di Desa Wisata NTB
    16/01/2021 - 11:22

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Omnichannel Marketing di Masa Pandemi
    Omnichannel Marketing di Masa Pandemi
    15/01/2021 - 23:32
  • Demokrasi, Kedaruratan dan Lahirnya Homo Sacer
    Demokrasi, Kedaruratan dan Lahirnya Homo Sacer
    15/01/2021 - 22:38
  • Pentingnya Keberlanjutan Paradiplomasi Demi Pengembangan Potensi Daerah
    Pentingnya Keberlanjutan Paradiplomasi Demi Pengembangan Potensi Daerah
    15/01/2021 - 21:26
  • Membangun Paradiplomasi dalam Meningkatkan SDM di Era Globalisasi
    Membangun Paradiplomasi dalam Meningkatkan SDM di Era Globalisasi
    15/01/2021 - 20:36
  • Kaum Santri Dalam Tradisi Gerakan Pembaruan di Indonesia
    Kaum Santri Dalam Tradisi Gerakan Pembaruan di Indonesia
    15/01/2021 - 19:54
  • Harapan pada Menparekraf Yang Baru
    Harapan pada Menparekraf Yang Baru
    15/01/2021 - 19:27
  • Tantangan Pelayanan Publik dimasa Pandemi Covid-19
    Tantangan Pelayanan Publik dimasa Pandemi Covid-19
    15/01/2021 - 02:53
  • Menjadi Teman yang Baik
    Menjadi Teman yang Baik
    15/01/2021 - 00:18

KULINER

  • Sarapan Enak dan Hangat, Sup Tetelan Sapi Kacang Ijo Paling Pas!
    Sarapan Enak dan Hangat, Sup Tetelan Sapi Kacang Ijo Paling Pas!
    16/01/2021 - 06:14
  • Menu Baru 2021 di Golden Palace Hotel Lombok, Ada Taliwang Chicken Steak
    Menu Baru 2021 di Golden Palace Hotel Lombok, Ada Taliwang Chicken Steak
    15/01/2021 - 16:33
  • Yuk Bikin Sarapan Kentang ala Hotel, Egg Baked Potato
    Yuk Bikin Sarapan Kentang ala Hotel, Egg Baked Potato
    15/01/2021 - 06:51
  • Ingin Lebih Sehat, Ganti Kebiasaan Sarapan Nasi dengan Kentang 
    Ingin Lebih Sehat, Ganti Kebiasaan Sarapan Nasi dengan Kentang 
    15/01/2021 - 04:16
  • Melegendanya Kopi Seduhan Mbah Cip di Undar Bundaran Coffee
    Melegendanya Kopi Seduhan Mbah Cip di Undar Bundaran Coffee
    14/01/2021 - 21:06
  • Kisah Licik Mike Tyson Rayu Wanita Sekeluarga Layani Kecanduan Seks
    Kisah Licik Mike Tyson Rayu Wanita Sekeluarga Layani Kecanduan Seks
    16/01/2021 - 00:02
  • Prof Yusuf: Sebutan Bodoh Walau Kasar Bagi SBY-AHY Bukan Pidana
    Prof Yusuf: Sebutan Bodoh Walau Kasar Bagi SBY-AHY Bukan Pidana
    16/01/2021 - 06:20
  • Nagita Beli Sofa Baru, Adik Raffi Ahmad: Edan Canggih Banget
    Nagita Beli Sofa Baru, Adik Raffi Ahmad: Edan Canggih Banget
    16/01/2021 - 07:16
  • Paranormal Mbak You Bikin Merinding, Model Masturbasi Pangkas Lemak
    Paranormal Mbak You Bikin Merinding, Model Masturbasi Pangkas Lemak
    16/01/2021 - 06:38
  • Skandal Olahraga, John Terry Hamili Tunangan Sahabat
    Skandal Olahraga, John Terry Hamili Tunangan Sahabat
    16/01/2021 - 00:12