Kopi TIMES

Arang di Wajah Demokrasi

Selasa, 12 Januari 2021 - 23:49 | 23.27k
Arang di Wajah Demokrasi
Moch Eksan, Pendiri Eksan Institute
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JEMBER – Kekerasan di Capitol Hill, oleh dunia disebut sebagai kejadian yang memalukan. Tak bisa dibayangkan, bagaimana gedung yang menjadi simbol demokrasi Amerika Serikat menjadi arena vandalisme massa pendukung Donald Trump. Ruang rapat paripurna para senator diobrak abrik, untuk mempressure anggota Kongres yang sedang bersidang untuk mengesahkan hasil electoral collage dari berbagai negara bagian. 

Aksi protes tersebut berhasil menghentikan dan menunda sidang kongres beberapa jam. Sampai waktunya, Wakil Presiden AS, Mike Pence, melanjutkan acara seremonial kenegaraan yang berlangsung sukses dan lancar. Joe Biden resmi ditetapkan oleh Kongres AS sebagai presiden terpilih periode 2021-2024.

Namun demikian, demi kehormatan Gedung Capitol Hill dan upaya melawan kecurangan Pilpres AS halusinatif, bentrok antara aparat polisi dan massa pendukung Trump tak bisa dihindari. Dilaporkan, ada 5 orang tewas, 1 polisi dan 4 orang massa. 

Gedung yang lazim menjadi tempat beradu argumen soal prosperity and peace (kemakmuran dan perdamaian) AS dan dunia, justru jadi lokasi tawuran massa dan ladang pembantaian manusia. Ini pertanda kebangkrutan moral demokrasi dunia yang selama ini dianggap sebagai bentuk pemerintahan terbaik pasca perang dingin.

Francis Fukuyama, dalam The End of History and The Last Man, menyatakan bahwa demokrasi liberal ala Barat adalah evolusi sosial budaya umat manusia dan bentuk pemerintahan manusia paling akhir.

Selepas insiden kekerasan 6 Januari 2021, tesis Fukuyama tersebut keabsahannya boleh jadi dipertanyakan kembali. Ternyata, benar pendapat Presiden Foundation for the Study of Democracy, Maxim Sergeevich Grigoriev, menyebut sistem demokrasi AS bukanlah yang terbaik di dunia.

Semua menyalahkan Trump, termasuk 4 mantan presiden AS, mulai dari Jimmy Carter, Bill Clinton, George W Bush sampai Barack H Obama. Trump mencoreng arang di wajah demokrasi AS sendiri. Dengan insiden kekerasan di Capitol Hill, ternyata AS bukan penganut nilai demokrasi yang taat. 

Nafsu kuasa dan menang sendiri mendorong sebagian anak ideologisnya berbuat onar dan huru-hara. Apapun dan siapapun disajikan sebagai tumbal kekuasaan hatta nyawa anak kesayangannya sendiri. Lupa, kekerasan kata Yudi Latief merupakan musuh utama demokrasi.

Penggunaan kekerasan dalam demokrasi merupakan persekutuan satanic democracy (demokrasi setan), lawan dari angel democracy (demokrasi malaikat). Tom Helder Camara, sudah mengingatkan bahwa kekerasan akan melahirkan kekerasan, ia bagaikan spiral yang menyeret semua pelaku kekerasan pada kekerasan personal, institusional dan struktural. Kekerasan itu akan berwujud ketidakadilan, kerusuhan sosial dan represi negara.

Sistem demokrasi menghendaki suksesi kepemimpinan berjalan damai, dan transisi kekuasaan berjalan dengan tertib dan aman. Trump kendati sekarang sudah mengakui kekalahan dan menyiapkan transisi pemerintahan baru AS, ia tetap menjadi ancaman demokrasi dan hak asasi manusia (HAM). 

Ketua DPR AS, Nancy Pelosi mengancam memakzulkan Trump kedua kali guna mengakhiri ketidakpastian politik di AS. Apalagi, peta politik AS sekarang antara anggota DPR dan Senat dikuasai oleh Partai Demokrat.

Kendati, waktu yang tersedia sangat sempit, dan jadwal pelantikan presiden, 20 Januari 2021 sudah di depan mata. Minimal, pernyataan Pelosi merupakan perang urat saraf untuk menaklukan Trump dan ternyata terakhir ia memang menyerah kalah.

Ibarat nasi sudah menjadi bubur, pesona demokrasi AS mulai memudar, dan karier politik Trump tamat sudah. Negara Paman Sam kehilangan legitimasi moral untuk menganjurkan demokratisasi di negara dunia ketiga. Negara-negara di Arab Spring yang berjibaku dalam perjuangan demokrasi atas intervensi AS, tak logis lagi, mengadopsi sistem demokrasi AS tanpa mengakomodir local wisdom (kearifan lokal). Unsur terakhir mesti harus lebih dominan untuk memberi corak dan basis nilai dan budaya sendiri dari demokrasi yang dibangun.

Demokrasi Indonesia bisa menjadi contoh negara muslim terbesar yang bisa menyepadankan Islam dan demokrasi dalam satu tarikan nafas. Mesir pernah belajar transisi demokrasi kepada Presiden BJ Habibie, sedangkan Afghanistan belajar kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Di atas semua itu, ada juga ajaran Gus Dur soal demokrasi, humanisme dan pluralisme yang bisa dijadikan sumber nilai dan pengalaman dari transisi kekuasaan yang aman dan damai.

Meski demokrasi Indonesia masih jauh dari kata ideal, akan tetapi masih lebih baik dari AS. Wabilkhusus dalam pelaksanaan Pilpres dengan segala dinamikanya. Kedua negara demokrasi terbesar ke-2 dan ke-3 di dunia ini, banyak kesamaan dalam polarisasi politik dari para pendukung calon. Kualitas demokrasi kita lebih baik dari mereka. Demi kepentingan bersama, calon presiden yang bertarung sengit pada Pilpres 2019, kini melebur menjadi satu kesatuan, menghadapi pandemi Covid-19 dan menuju Indonesia merdeka dan Indonesia Jaya. 

***

*) Oleh: Moch Eksan, Pendiri Eksan Institute.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Kementerian PUPR RI Targetkan Bantuan Subsidi Perumahan TA 2021 Sebanyak 380.376 Unit
    Kementerian PUPR RI Targetkan Bantuan Subsidi Perumahan TA 2021 Sebanyak 380.376 Unit
    23/01/2021 - 08:07
  • Cegah Pencemaran Danau Toba, Kementerian PUPR RI Bangun IPAL Parapat Senilai 59,42 Miliar
    Cegah Pencemaran Danau Toba, Kementerian PUPR RI Bangun IPAL Parapat Senilai 59,42 Miliar
    23/01/2021 - 07:43
  • Destinasi Wisata Lobang Timah di Ciamis Butuh Sentuhan Profesional
    Destinasi Wisata Lobang Timah di Ciamis Butuh Sentuhan Profesional
    23/01/2021 - 07:23
  • Temui Uskup Agung Jakarta, Menag RI Gus Yaqut Bicarakan  Penguatan Moderasi Beragama
    Temui Uskup Agung Jakarta, Menag RI Gus Yaqut Bicarakan Penguatan Moderasi Beragama
    23/01/2021 - 07:00
  • Minyak Zaitun dapat Atasi Rambut Rontok, Yuk Bikin Formulanya
    Minyak Zaitun dapat Atasi Rambut Rontok, Yuk Bikin Formulanya
    23/01/2021 - 06:16
  • Sup Tomat ala Italia, Pas untuk Sarapan di Musim Hujan
    Sup Tomat ala Italia, Pas untuk Sarapan di Musim Hujan
    23/01/2021 - 05:27
  • Kaya Antioksidan, Wortel Mampu Tingkatkan Kesuburan Pria
    Kaya Antioksidan, Wortel Mampu Tingkatkan Kesuburan Pria
    23/01/2021 - 04:30
  • Tak Hanya Seru, Bermain di Pantai Juga Menyehatkan Lho!
    Tak Hanya Seru, Bermain di Pantai Juga Menyehatkan Lho!
    23/01/2021 - 03:36
  • Mumpung Weekend, Kreasi Bikin Masker Tiedye Sendiri Yuk
    Mumpung Weekend, Kreasi Bikin Masker Tiedye Sendiri Yuk
    23/01/2021 - 02:22
  • Hati-Hati 5 Jenis Makanan ini Bisa Turunkan Imun
    Hati-Hati 5 Jenis Makanan ini Bisa Turunkan Imun
    23/01/2021 - 01:20

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Wakil Presiden RI Paparkan Transformasi Wakaf Indonesia Produktif
    Wakil Presiden RI Paparkan Transformasi Wakaf Indonesia Produktif
    22/01/2021 - 12:05
  • Vaksin Sinovac: Untuk Indonesia sehat
    Vaksin Sinovac: Untuk Indonesia sehat
    21/01/2021 - 20:32
  • Perlunya Pelayanan Publik Digital Di Masa Pandemi Covid-19
    Perlunya Pelayanan Publik Digital Di Masa Pandemi Covid-19
    21/01/2021 - 19:30
  • Kuasa Kekerabatan dalam Pilkada 2020
    Kuasa Kekerabatan dalam Pilkada 2020
    21/01/2021 - 17:24
  • Bocornya di Atap, Mereka Sibuk Membersihkan Lantai
    Bocornya di Atap, Mereka Sibuk Membersihkan Lantai
    21/01/2021 - 13:34
  • Pendidikan Era Paradigma Baru
    Pendidikan Era Paradigma Baru
    21/01/2021 - 13:20
  • Berbuat Baiklah dan Tidak Merusak
    Berbuat Baiklah dan Tidak Merusak
    21/01/2021 - 02:30
  • Selamatkan Usia Produktif
    Selamatkan Usia Produktif
    20/01/2021 - 21:34

KULINER

  • Sup Tomat ala Italia, Pas untuk Sarapan di Musim Hujan
    Sup Tomat ala Italia, Pas untuk Sarapan di Musim Hujan
    23/01/2021 - 05:27
  • Hati-Hati 5 Jenis Makanan ini Bisa Turunkan Imun
    Hati-Hati 5 Jenis Makanan ini Bisa Turunkan Imun
    23/01/2021 - 01:20
  • Donat Alanuts Hotel Alana Angkat Kearifan Lokal
    Donat Alanuts Hotel Alana Angkat Kearifan Lokal
    22/01/2021 - 23:25
  • Nasi Padang Rempah Hotel Aston Sidoarjo, Cocok Bantu Jaga Imunitas Tubuh di Musim Hujan
    Nasi Padang Rempah Hotel Aston Sidoarjo, Cocok Bantu Jaga Imunitas Tubuh di Musim Hujan
    22/01/2021 - 17:03
  • Berawal dari Acara Pramuka, Kacang Telur Brawijaya jadi Legenda
    Berawal dari Acara Pramuka, Kacang Telur Brawijaya jadi Legenda
    22/01/2021 - 10:45
  • Alasan Mohammad Ahsan Hijrah dan Kerap Tampil Islami
    Alasan Mohammad Ahsan Hijrah dan Kerap Tampil Islami
    23/01/2021 - 05:06
  • Gugur Ditembak OPM Usai Salat, Pratu Roy Ternyata Pasukan UNIFIL PBB
    Gugur Ditembak OPM Usai Salat, Pratu Roy Ternyata Pasukan UNIFIL PBB
    23/01/2021 - 07:10
  • Skandal Olahraga, Kevin-Prince Boateng Hiperseks Sampai Sering Cedera
    Skandal Olahraga, Kevin-Prince Boateng Hiperseks Sampai Sering Cedera
    23/01/2021 - 00:02
  • Neraka Dunia Buatan Mike Tyson untuk Korban Kecanduan Seksnya
    Neraka Dunia Buatan Mike Tyson untuk Korban Kecanduan Seksnya
    23/01/2021 - 00:00
  • Barcelona Mencekam, 1 Kaki Pijak Jurang Kebangkrutan
    Barcelona Mencekam, 1 Kaki Pijak Jurang Kebangkrutan
    23/01/2021 - 01:00