Kopi TIMES

Mengenal Gus Yani, Bupati Gresik Terpilih

Selasa, 12 Januari 2021 - 11:55 | 169.33k
Mengenal Gus Yani, Bupati Gresik Terpilih
-
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, GRESIK – Kabupaten Gresik bakal punya seorang Bupati muda. Ia adalah Fandi Akhmad Yani atau akrab disapa Gus Yani. Anak muda berusia 35 tahun yang berdasar hasil Pilkada 2020 lalu, telah meraih 51 persen suara. Tentu, warga Gresik boleh berharap. Karena kabupatennya berpotensi menyusul kabupaten atau kota lain di Jawa Timur yang dipimpin anak muda dan terbukti berhasil. Trenggalek, misalnya.

Lantas, siapakah Gus Yani itu?

Ia adalah menantu Kyai Agus Ali Mashuri atau Gus Ali. Kiprah politik Sang Menantu ini terbilang cemerlang. Berlatar belakang pengusaha muda sukses di Gresik, ia terjun ke politik pada Pileg 2019 melalui PKB. Ia tak saja terpilih, tapi juga caleg dengan suara terbanyak di Kabupaten Gresik. Capaian itu yang mengantarkannya menjadi Ketua DPRD sekaligus memenangkan PKB di Gresik.

Ketika menjabat Ketua DPRD, tak sedikit yang ragu dengan kapabilitasnya. Mengingat, ia merupakan sosok baru di politik. Tidak pernah menjadi legislator sebelumnya. Pun ia tidak menjabat di struktur utama partai, kecuali sebagai wakil ketua sebuah organisasi sayap pemuda partai. Elektabilitas atau keterpilihannya dengan suara terbanyak pun dinilai bukanlah jaminan kualitas dan kapabilitas.

Hingga, hari ia dilantik sebagai Ketua DPRD pun tiba. Yakni tanggal 23 September 2019.

Dalam seminggu sejak ia dilantik. Gedung DPRD telah menerima dua kali demonstrasi mahasiswa. Saat itu sedang ramai penolakan revisi UU KPK, UU Agraria, sampai RKUHP. Di sinilah, Gus Yani untuk pertama menunjukkan kualitas kepemimpinannya sebagai anak muda. Ia menerima demo itu. Ia ajak perwakilan mahasiswa untuk berdiskusi di ruang pimpinan. Dan setelahnya, ia menemui para demonstran yang berkumpul di depan gedung dan menyampaikan sikap resmi DPRD.

Sejak itu, ia menerus menunjukkan kinerja yang padat, cepat, dan luar biasa. Berbagai keputusan dan kebijakan strategis telah ia buat yang semua itu merefleksikan keterbukaan dan keberpihakannya pada masyarakat. Baik itu terkait fungsi legislasi, budgeting, maupun controlling.

Lantas, apa saja sih yang dilakukan Gus Yani?

Yang perlu dicatat di sini, bahwa satu tahun itu waktu yang sangat singkat untuk sebuah jabatan politik. Gus Yani hanya menjabat selama setahun, karena ia harus mengundurkan diri dari jabatan pada Agustus 2020 sebagai konsekuensi maju dalam pemilihan bupati. Ia maju sebab dorongan kuat masyarakat, khususnya para kyai NU yang dikomando KH Robbah Masum dan KH Masbukhin Faqih.

Dalam kurun jabatan singkat itu, ia telah berhasil mengembalikan marwah DPRD sebagai penyeimbang eksekutif dalam struktur trias politika. DPRD menjadi lebih punya bargainning, bertaji, dan kiprahnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Berbeda dengan praktik sebelum itu, DPRD hanya menjadi komplementer, produk kompromi, atau stempel bagi eksekutif. Yang tidak benar-benar mewajahkan aspirasi masyarakat, melainkan sekedar duplikat dari kehendak eksekutif.

Setidaknya, ada tiga contoh kasus yang bisa menjelaskan pernyataan di atas.

Pertama, adalah mengembalikan klub Gresik United (GU) ke masyarakat. Sejak tahun 2017, Ultras sebagai sebuah kelompok suporter GU menuntut adanya pembenahan manajemen. Hal itu tak lepas dari prestasi GU yang tiap tahunnya semakin menurun. Dari Liga 1 terdegradasi ke Liga 3. Akan tetapi, tuntutan itu selalu kandas. Manajemen selalu beralasan bahwa klub telah berbentuk korporasi atau PT. Sebab itu, klub menjadi sangat privat dan masyarakat tidak boleh ikut campur.

Pada tanggal 3 Oktober atau 10 hari setelah Gus Yani dilantik, Ultras pun berdemonstrasi ke gedung DPRD. Tuntutan Ultras adalah agar GU dikembalikan ke masyarakat. Pada akhirnya, setelah melalui proses panjang, tuntutan itu berhasil dipenuhi Gus Yanj. Januari 2020, GU resmi berpindah tangan, dari perusahaan lama ke sebuah perusahaan baru yang difasilitasi Gus Yani sendiri.

Hal ini membuktikan bahwa Gus Yani tidak hanya menunjukkan kinerjanya sebagai mediator antara manajemen, suporter, dan stake holder sepakbola yang ada. Akan tetapi juga sebagai fasilitator dan negosiator ulung. Bagaimana ia mampu meyakinkan pengelolah klub untuk berkompromi dengan aspirasi suporter guna kemajuan sepakbola Gresik. Alhasil, GU pun kini kembali jadi milik masyarakat.

Kedua, adalah masalah banjir Kali Lamong. Data BPBD menyebut, kerugian Kali Lamong pada tahun 2019 mencapai 78 miliar. Banjir ini telah menggenangi bahkan hampir seluruh kecamatan di Gresik selatan. Banyak rumah warga yang rusak, jalan-jalan serta infrastruktur fasilitas umum yang rusak, sawah dan tambak yang rusak dan gagal panen, dan tentunya trauma psikis berkepanjangan yang dialami warga terdampak karena dalam setahun banjir bisa terjadi sampai 6 kali.

Hal itulah yang melatari Gus Yani memperjuangkan masalah Kali Lamong. Dimulai dengan penganggaran studi Larap sebesar 5 miliar dalam APBD 2020 yang ditandatangi Gus Yani. Studi Larap merupakan pra prosedur yang harus ditempuh sebelum pembebasan lahan guna normalisasi sungai. DPRD yang dipimpin Gus Yani bahkan memberanikan untuk melakukan interpelasi ke Bupati guna memperjelas perkembangan penanganan banjir Kali Lamong.

Di luar fungsi budgeting dan controlling itu, Gus Yani beberapa kali turun langsung ke lapangan, baik saat banjir maupun tidak. Saat banjir melanda di masa PSBB pertama kemarin, Gus Yani bahkan menyumbangkan semua gajinya menjadi beras untuk diberikan ke warga terdampak banjir. Hal itu sebagai keprihatinannya melihat warga yang merasakan musibah berlipat, yaitu banjir dan Covid.

Hasilnya, pada Desember 2020 kemarin, studi Larap telah selesai. Praktis, di APBD tahun ini, telah dianggarkan untuk pembebasan lahan, dan selanjutnya akan dibangun tanggul. Tentu, kebijakan yang sudah Gus Yani investasikan selama menjadi Ketua DPRD, tinggal ia lanjutkan ketika menjadi Bupati. Terlebih, masalah banjir Kali Lamong kini mendapat perhatian khusus dalam Perpres 80/2019.

Ketiga, adalah masalah pelabuhan Gresik Jasatama. Salah satu kegiatan di pelabuhan ini adalah bongkar muat batubara. Kegiatan yang sangat memberatkan warga. Bertahun-tahun warga di sekitar menerima dampaknya. Berbagai upaya sejak tahun 2005 sudah ditempuh warga agar mereka terhindar dari polusi debu batubara. Mulai upaya berkomunikasi dengan pihak Jasatama sendiri, sampai berkali-kali berdemo ke pemerintahan. Tapi tetap saja, warga masih menerimanya.

Pada bulan November dan Desember 2019, warga dari tiga kelurahan terdampak, yakni Kroman, Lumpur, dan Kemuteran, menggeruduk ke gedung DPRD. Tuntutan mereka, yakni agar kegiatan bongkar muat batubara di pelabuhan Jasatama diberhentikan. Hingga, pada bulan Januari 2020, dengan mempertimbangkan dampak lingkungan yang sangat merugikan warga sekitar, akhirnya Gus Yani menyetujui tuntutan itu. Langkah ini pun disambut suka cita masyarakat.

Kini, setelah kegiatan bongkar muat batubara diberhentikan, warga pun memulai harapan baru. Mereka tak lagi khawatir akan lingkungan yang tercemar, pun anak-anak mereka bisa bebas bermain di luar rumah karena tak ada lagi bayang-bayang ancaman polusi. Bahkan, beberapa wisata kini telah berdiri hasil swadaya warga dan menjadi arah baru ekonomi warga. Salah satunya wisata Bale Keling.

Pun saat pembahasan realokasi APBD 2020 untuk Covid, Gus Yani-lah yang berani berdebat dengan bupati dan bersikukuh mempertahankan usulan agar program bantalan sosial dari Pemkab diwujudkan dalam bentuk uang tunai, bukan sembako. Dengan maksud supaya terjadi perputaran uang di masyarakat sekaligus untuk memberdayakan warung-warung kelontong di desa-desa.

Kini, ia telah terpilih menjadi Bupati Gresik. Patut ditunggu, bagaimana nantinya Gresik yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi di Jawa timur dipimpin anak muda yang berprinsip, pekerja keras, dan punya keinginan kuat untuk membuat perubahan dan kemajuan. Akhir Desember kemarin, ia menulis di Jawa Pos yang berisi targetnya ingin menjadikan Gresik seperti Banyuwangi dan Surabaya. Kenapa Banyuwangi? Karena mampu mengagregasi seluruj potensi yang dimiliki, khususnya pemberdayaan desa dan ekonomi kerakyatan, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

Semoga terwujud, Gus..

 

* Penulis Achmad Faiz MN Abdalla (Staf Ahli Ketua DPRD Kab Gresik 2019)

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

 

____________
**) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menanyangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • SMK Abdi Negara Tawarkan Banyak Pilihan Prodi, Miliki Satu-satunya Kompetensi Keahlian di Tuban
    SMK Abdi Negara Tawarkan Banyak Pilihan Prodi, Miliki Satu-satunya Kompetensi Keahlian di Tuban
    07/05/2021 - 04:52
  • Bingung Pakai Makeup Apa Saat Lebaran? Coba Pakai Ini...
    Bingung Pakai Makeup Apa Saat Lebaran? Coba Pakai Ini...
    07/05/2021 - 03:22
  • Proses KBM Berkarakter Abad 21 Diterapkan di SMK Kesehatan Yannas Husada Bangkalan Madura
    Proses KBM Berkarakter Abad 21 Diterapkan di SMK Kesehatan Yannas Husada Bangkalan Madura
    07/05/2021 - 02:24
  • HARRIS Hotel Group Selesaikan Vaksinasi Tahap Dua
    HARRIS Hotel Group Selesaikan Vaksinasi Tahap Dua
    07/05/2021 - 01:15
  • Farmasi Klinis dan Komunitas, Jurusan Unggulan di SMK Puspa Bangsa Cluring Banyuwangi
    Farmasi Klinis dan Komunitas, Jurusan Unggulan di SMK Puspa Bangsa Cluring Banyuwangi
    07/05/2021 - 00:35

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Berbuat Baik
    Ngopi Pagi: Berbuat Baik
    06/05/2021 - 07:08
  • Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana bagi Pelajar
    Urgensi Pendidikan Mitigasi Bencana bagi Pelajar
    05/05/2021 - 15:34
  • Rezim Gendroyono
    Rezim Gendroyono
    05/05/2021 - 13:25
  • Jadi, Joseph Paul Zhang Itu Sebenarnya Beragama atau Tidak, sih?
    Jadi, Joseph Paul Zhang Itu Sebenarnya Beragama atau Tidak, sih?
    05/05/2021 - 12:54
  • Ngopi Pagi: Hati Kecil
    Ngopi Pagi: Hati Kecil
    05/05/2021 - 09:59
  • Kelirumologi Tarawih Akhir Ramadan
    Kelirumologi Tarawih Akhir Ramadan
    05/05/2021 - 09:10
  • Membangun Ketahanan Keluarga Prajurit Sebagai Benteng Ketahanan Nasional
    Membangun Ketahanan Keluarga Prajurit Sebagai Benteng Ketahanan Nasional
    04/05/2021 - 19:00
  • 10 Terakhir Ramadhan, Antara Indonesia dan Saudi Arabia
    10 Terakhir Ramadhan, Antara Indonesia dan Saudi Arabia
    04/05/2021 - 16:31

KULINER

  • Gulo Cao Bathok dan Gulo Cendol Aren, Si Manis Legit dari Lamongan
    Gulo Cao Bathok dan Gulo Cendol Aren, Si Manis Legit dari Lamongan
    06/05/2021 - 12:51
  • Menjelang Lebaran, Produsen Kue Kering di Tasikmalaya Panen Orderan
    Menjelang Lebaran, Produsen Kue Kering di Tasikmalaya Panen Orderan
    06/05/2021 - 10:00
  • Ngopi Asik Bernuansa Klasik di Kafe Terminal Songgon Banyuwangi
    Ngopi Asik Bernuansa Klasik di Kafe Terminal Songgon Banyuwangi
    06/05/2021 - 01:29
  • Hanya Ada pada 23 Ramadan, Tradisi Sajian Kolak Ayam Terus Dilestarikan di Gresik
    Hanya Ada pada 23 Ramadan, Tradisi Sajian Kolak Ayam Terus Dilestarikan di Gresik
    04/05/2021 - 17:37
  • Sangring Kolak Ayam, Warisan Kuliner Sunan Dalem Gresik yang Khusus Dimasak Pria
    Sangring Kolak Ayam, Warisan Kuliner Sunan Dalem Gresik yang Khusus Dimasak Pria
    04/05/2021 - 16:55