Ekonomi

Tahun 2021, Kementan RI Tambah Alokasi Pupuk Bersubsidi

Kamis, 07 Januari 2021 - 16:49 | 25.00k
Tahun 2021, Kementan RI Tambah Alokasi Pupuk Bersubsidi
Mentan RI Syahrul Yasin Limpo saat meninjau gudang pupuk bersubsidi. (FOTO: Kementan RI).
Pewarta: | Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan RI) menambah ketersediaan pupuk bersubsidi tahun 2021 sehingga menjadi 9 juta ton plus 1,5 juta liter pupuk organik cair. Sedangkan tahun 2020 alokasinya hanya 8,9 juta ton.

"Semoga lebih banyak petani yang bisa memperoleh pupuk bersubsidi. Dan pastinya petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi itu petani yang sudah tercatat di e-RDKK sesuai pengajuan yang diterima Kementan dari usulan pemerintah daerah," ucap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Kamis (7/1/2021).

Sebagai informasi, sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020, pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang telah bergabung dalam kelompok tani yang menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Karena itu, SYL menginstuksikan jajarannya untuk merapihkan gerak lini di hilir subsidi pupuk. 

"Tahun 2021 ini kita benar-benar awasi terutama lini tiga dan empat atau dari distributor ke agen, di kecamatan dan desa. Kalau bisa jalan di sini, ketersediaan pupuk bersubsidi terpenuhi," terangnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy menjelaskan beradasakan eRDKK yang diatur Kelompok Tani, petani penerima pupuk bersubsidi adalah petani yang melakukan usaha tani sub sektor tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, dan peternakan dengan lahan paling luas 2 hektare. Petani juga melakukan usaha tani sub sektor tanaman pangan pada perluasan areal tanam baru. 

"Implementasi distribusi pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani akan dilakukan secara bertahap. Namun untuk saat ini, belum semua daerah kita terapkan distribusi pupuk menggunakan Kartu Tani. Kita akan lakukan bertahap hingga Kartu Tani tersebar ke seluruh Indonesia sesuai dengan data penerima pupuk subsidi," ujarnya.

Terkait asumsi harga pupuk yang naik, Direktur Pupuk dan Pestisida, Kementan, Muhammad Hatta menyebutkan justru harga pupuk itu tidak pernah naik sejak tahun 2012. Padahal namanya harga barang pasti bertambah terus karena ada inflasi, kenaikan bahan bakar, kenaikan harga bahan baku, biaya transportasi, dan faktor lainnya.

"Banyak bidang yang harus disubsidi pemerintah yaitu kesehatan, pendidikan, bansos, pupuk, BBM, listrik, belum lagi biaya untuk Covid-19. Maka anggaran subsidi untuk tiap bidang pasti ada batasnya," ujarnya.

"Kalau dilihat dari pengajuan daerah, total kebutuhan pupuk di Indonesia mencapai 23 juta ton per tahun. Tentu tidak mungkin semua bisa dipenuhi dengan anggaran terbatas," imbuh Hatta.

Hatta menegaskan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2021 sebanyak 9 juta ton, yang penyalurannya melalui sistem e-RDKK, supaya penerima subsidi betul-betul tepat sasaran. Dengan demikian, dari komitmen pemerintah ini tidak ada kelangkaan pupuk. 

"Tapi memang jatah penerima subsidi terbatas dan penerima subsidi ada syarat-syaratnya. Tetapi memang jatahnya terbatas dan ada aturan yang harus dipenuhi. Bila ada yang merasa kekurangan, kemungkinannya petani tersebut tidak terdaftar di e-RDKK atau jatah pupuk subsidinya memang sudah habis," tuturnya.

Penyusunan e-RDKK ini bersumber dari kelompok tani dan melalui sejumlah tahapan verifikasi sebelum ditentukan sebagai data penerima pupuk subsidi. Oleh karena itu, ia meminta petani agar memastikan sudah tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar di e-RDKK untuk dapat pupuk bersubsidi.

"Jika di lapangan kami temukan kios yang mencoba menyulitkan petani dalam penebusan, maka kami tidak segan-segan akan mencabut izinnya," tegas Hatta.

Perlu dicatat, Kementerian Pertanian (Kementan RI) menambah ketersediaan pupuk bersubsidi tahun 2021 sehingga menjadi 9 juta ton plus 1,5 juta liter pupuk organik cair. Sedangkan tahun 2020 alokasinya hanya 8,9 juta ton. (*)



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Apple Tak Lagi Pakai Modem Qualcomm pada Tahun 2023
    Apple Tak Lagi Pakai Modem Qualcomm pada Tahun 2023
    16/05/2021 - 10:28
  • Ngopi Pagi: Komitmen
    Ngopi Pagi: Komitmen
    16/05/2021 - 09:37
  • Lezat, Inilah Empat Kuliner Khas Pasuruan
    Lezat, Inilah Empat Kuliner Khas Pasuruan
    16/05/2021 - 09:30
  • Bipang Ambawang, Tasty Roasted Pork of West Kalimantan
    Bipang Ambawang, Tasty Roasted Pork of West Kalimantan
    16/05/2021 - 08:46
  • Wedang Uwuh Gang Minthi Magetan Cocok Disajikan saat Lebaran
    Wedang Uwuh Gang Minthi Magetan Cocok Disajikan saat Lebaran
    16/05/2021 - 07:58

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Komitmen
    Ngopi Pagi: Komitmen
    16/05/2021 - 09:37
  • Ngopi Pagi: Antara Kesedihan dan Kebahagiaan
    Ngopi Pagi: Antara Kesedihan dan Kebahagiaan
    14/05/2021 - 09:00
  • Ngopi Pagi: Maaf
    Ngopi Pagi: Maaf
    13/05/2021 - 09:00
  • Lebaran dan Puasa Panjang Petani Indonesia
    Lebaran dan Puasa Panjang Petani Indonesia
    13/05/2021 - 07:33
  • Mempertahankan Lebaran Effect Tanpa Mudik
    Mempertahankan Lebaran Effect Tanpa Mudik
    12/05/2021 - 14:08
  • Kiat Cukup Beras untuk Wilayah Minim Sawah 
    Kiat Cukup Beras untuk Wilayah Minim Sawah 
    12/05/2021 - 08:21
  • Ngopi Pagi: Lebaran
    Ngopi Pagi: Lebaran
    12/05/2021 - 07:02
  • Dahsyatnya Korupsi Jual Beli Jabatan Mengalahkan Pengadaan Barang Jasa
    Dahsyatnya Korupsi Jual Beli Jabatan Mengalahkan Pengadaan Barang Jasa
    11/05/2021 - 13:12

KULINER

  • Lezat, Inilah Empat Kuliner Khas Pasuruan
    Lezat, Inilah Empat Kuliner Khas Pasuruan
    16/05/2021 - 09:30
  • Wedang Uwuh Gang Minthi Magetan Cocok Disajikan saat Lebaran
    Wedang Uwuh Gang Minthi Magetan Cocok Disajikan saat Lebaran
    16/05/2021 - 07:58
  • Segarkan Hari Lebaran dengan Rujak Cuka Khas Sunda, Ini Resepnya
    Segarkan Hari Lebaran dengan Rujak Cuka Khas Sunda, Ini Resepnya
    16/05/2021 - 03:36
  • Ini 5 Jajanan Oleh-Oleh Khas Pasuruan yang Melegenda
    Ini 5 Jajanan Oleh-Oleh Khas Pasuruan yang Melegenda
    16/05/2021 - 02:31
  • Yuk Bikin Resep Rendang Tanpa Daging Sehat dan Enak
    Yuk Bikin Resep Rendang Tanpa Daging Sehat dan Enak
    15/05/2021 - 23:36