Advertisement
Peristiwa Daerah

Penelitian BPCB: Koin Kuno yang Ditemukan di Bondowoso Berasal dari Abad 8-10 Masehi

Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) telah mengirimkan sampel koin kuno bertuliskan huruf China ke BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jawa Timur di Trowulan. 

TIMES Indonesia,
Penelitian BPCB: Koin Kuno yang Ditemukan di Bondowoso Berasal dari Abad 8-10 Masehi
Ratusan konu yang ditemukan warga Bondowoso Jawa Timur. Koin tersebut digunakan untuk kegiatan upacara (FOTO: Dokumen TIMES Indonesia).
A-AA+

BONDOWOSO Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) telah mengirimkan sampel koin kuno bertuliskan huruf China ke BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jawa Timur di Trowulan. 

Berdasarkan hasil penelitian BPCB, koin kuno tersebut digunakan untuk sesaji dalam upacara pada masa Megalitikum hingga berlanjut era Majapahit.

Advertisement

Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dindikbud Bondowoso, Hery Kusdaryanto mengatakan, koin yang dikirim untuk diteliti itu berjumlah 10 keping dengan bentuk dan tulisan China yang berbeda. 

"Berdasarkan hasil penelitian BPCB, koin kuno tersebut berasal dari abad 8-10 masehi. Rupanya, seiring berjalannya waktu kepingan uang kuno itu beralih fungsi," katanya saat dikonfirmasi.

Koin kuno tersebut kata dia, tidak digunakan sebagai alat pembayaran, melainkan pelengkap upacara.

"Oleh sebab itu, uang kuno yang ditemukan mepunyai beragam jenis. Bahkan, berlanjut hingga kini, masyarakat Bali masih melaksanakan tradisi itu," terang Hery.

Selain itu, dulu uang kuno juga dipakai sebagai jimat. Jimat itu diletakkan di bawah sokoguru atau tiang tengah saat membangun rumah.

Advertisement

Ia mengungkapkan, pada masa lalu, agar bisa mendapatkan koin kuno itu, masyarakat menggunakan cara barter.

"Proses barter tidak ditentukan dari berapa nilai koin kuno. Sebab, koin kuno itu digunakan untuk sesaji upacara," imbuhnya.

Satu koin Gobok (mata uang Majapahit) dibarter dengan 5 koin China tanpa dipikirkan apakah berasal dari peninggalan Yuan atau Song.

Di sisi lain, untuk membuktikan keaslian koin kuno berasal dari China butuh penelitian mendalam. Karena masyarakat pada era Kerajaan Champa, Vietnam, pada masa itu juga membuat mata uang China.

Bahkan kemungkinan lanjut dia, masyarakat Bondowoso juga membuat sendiri koin kuno bertuliskan huruf China untuk keperluan upacara. "Karena koin kuno itu sulit ditemukan," imbuhnya.

Koin kuno bertuliskan huruf China itu ditemukan Hanan, warga Desa Sumbersalam, Tenggarang, Bondowoso, pada pertengahan Desember 2020 lalu. Jumlahnya mencapai ratusan dan jika ditimbang memiliki berat sekitar 7 kilogram. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia