Kopi TIMES

Filosofi Perilaku Baru di Masa Pandemi COVID-19

Sabtu, 05 Desember 2020 - 09:00 | 42.09k
Filosofi Perilaku Baru di Masa Pandemi COVID-19
Vadilah Anggraeni, Mahasiswi pendidikan bahasa Inggris Universitas Peradaban.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, BREBES – Tanpa terasa kehidupan tahun 2020 akan segera berakhir. Bagaimana kabar kalian? Hal apa saja yang sudah kalian maknai selama tahun 2020, terutama yang kita rasakan bersama selama pandemi COVID-19. Kita memuji diri kita sebentar yuk! Katakan jika aku hebat. Ya . . . Iya kamu, aku dan kita semua masyarakat dunia juga termasuk Indonesia sudah dan bisa bertahan di tengah pandemi COVID-19 yang belum tertangani sempurna, hebat kan kita?

Untuk pertama kalinya juga dalam sejarah, Indonesia akan melaksanakan pilkada serentak. Hal itu tentu saja dilakukan dari rumah sebagaimana sekolah, bekerja, bahkan wisuda secara online. Percayalah ada hikmah dan kabar baik menanti di lembar waktu yang akan datang. Dengan keadaan yang mengharuskan menerapkan perilaku baru sebagai upaya pencegahan penyebaran virus, ada kemungkinan secara tidak langsung alam juga sedang mengirimkan kode alamiahnya. 

Dewasa ini kecepatan jari jemari meneruskan link berita, teks singkat dari satu akun sosial media ke berbagai media, mengalahkan perbincangan hangat ibu-ibu komplek sedang bergunjing, bisa saja media sosial menggantikan ruang bertemu perbincangan gossiping dan hal itu telah terbukti adanya. Setiap kali suatu hal viral orang akan asik berbincang di dunia maya, membicarakan berita-berita hangat saat ini dan tak jarang pula terselip perbincangan teks tertulis itu bernada amarah, opini yang mengiring perlawanan.

Berita hangat memang kerap kali menarik perhatian, bahkan secara tidak sadar sering menimpali berkata ‘iya’ dan memperlebar topik dengan sumber yang tidak benar atau menjadi ikut-ikutan menyebarkan berita yang sebenarnya belum tentu ia sendiri  memahami. Hal ini sangat berbahaya sekali, menimbulkan terjadinya tumpang tindih kebenaran. 

Sebagai contoh kasus yang terjadi pada rancangan undang-undang cipta kerja. Kesimpangsiuran terjadi dalam hak buruh dan pekerja, menimbulkan gesekan semua elemen masyarakat. Ada yang turut semakin tersulut dan menebarkan api perlawanan, ada yang diam saja sambil geleng-geleng kepala yang hanya melihat sekilas draf rancangan undang-undang sebanyak 300 lebih pasal itu dan mungkin beberapa akan mencoba setia untuk membacanya.

Namun kenyataan di lapangan tidak banyak yang tahu betul isi rancangan undang-undang tersebut, begitu juga beberapa orang-orang birokrasi pemerintahan yang turut memiliki andil merumuskan rancangan undang-undang tersebut (diambil dari sumber perbincangan acara Najwa Shihab satu hari setelah rancanagan tersebut disahkan). Jika ditarik kesimpulan dari isu tersebut secara garis besar adalah menyoal rancangan undang-undang yang dinilai terlalu cepat dan tidak transparan prosesnya dan didapati pasal yang merugikan hak pekerja dan buruh.

Fenomena diatas merupakan satu fenomena dari sebab maraknya penyebaran berita bohong yang kerap menyesatkan. Terlepas dari benar tidaknya serta penerapan nantinya seperti apa dari RUU Cipta kerja, diluar dari itu ada banyak fenomena kebohongan dalam menyampaikan informasi, semua muara itu adalah terdapat dari setiap diri seseorang itu sendiri yang ketika berbicara tanpa bukti dan meneruskan berita tanpa diteliti. Dunia saat ini tidak hanya tutur kata lisan yang perlu dijaga, juga dengan tutur kata tertulis.

Sebelum menulis sebuah isi status di media sosial, meneruskan berita, berkomentar terhadap sebuah berita di manapun sarana berita tersebut disebarluaskan seyogyanya terlebih dahulu dilakukan penyaringan. Begitu juga ketika berkomunikasi dengan orang lain untuk tetap menjaga tutur kata agar dari perkataan yang terucap baik lisan maupun tulisan tidak menyinggung orang lain. 

Melihat fenomena amat miris, di tambah dengan adanya wabah virus kecepatan jari jemari meneruskan berita tanpa terlebih dulu ditelusur semakin tidak terkendali. Di dapati selama masa karantina persebaran link melalui pesan diteruskan dari media sosial whatsapp seperti bantuan kuota internet, pendaftaran CPNS, atau hadiah/ giveaway mengatasnamakan dari salah satu sebuah perusahan tertentu kerap masih orang dengan mudah tergiur mengklik dan meneruskan link tersebut.

Hal tersebut menjadi satu contoh kecil bahwa rem penyaring diri sendiri dalam berbicara, menyampaikan suatu informasi belum dipilah-pilah. Kejadian seperti ini dari pribadi masing-masing yang dapat menjadi pengawasnya selain sebetulnya alam secara tidak langsung sudah menjadi pengingat manusia itu sendiri.

Di situasi penyebaran wabah virus, perilaku baru sedang digerncarkan untuk diterapkan. Selain menerapkan prinsip hidup sehat dan pencegahan virus melalui tiga langkah 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) jika dihubungkan dengan fenomena-fenomena kehidupan yang tidak bisa lagi diatasi dengan teguran maka alam itu sendiri menegur perilaku manusia.

Secara harfiah memakai masker merupakan usaha preventif yang dilakukan bersama mengurangi kuadran penyebaran virus, dengan tujuan ketika seseorang batuk ataupun bersin virus yang keluar tidak menyebar ke orang lain begitu sebaliknya. Masker secara penggunaan digunakan untuk menutupi area organ tubuh dari hidung hingga dagu, mencegah virus masuk melalui hidung dan mulut. 

Menutup hidung dan mulut menggunakan masker juga mengandung nilai filosof atau disebut kode alamiah alam. Nilai filosofi yang terkandung dimaknai sebagai teguran atas perilaku manusia dalam bertutur kata. Bertutur kata bukan soal lisan melainkan mencakup tulisan serta erat kaitannya dengan kehidupan masa kini dalam meneruskan sebuah berita. Adanya sikap menutup mulut dengan masker secara tidak langsung menganjurkan agar menerapkan perilaku selektif dalam berbicara tidak menyakiti hati orang lain, jujur dan tidak menebarkan berita bohong yang direalisasikan dalam sikap berbicara lisan dan tulisan.

Selain itu, begitu juga dengan menutup hidung dengan masker, dengan adanya hidung terlindungi masker maka indera penciuman hanya akan mencium aroma yang baik. Hal tersebut dihubungkan dengan peran manusia sebagai makhluk sosial agar berperilaku tidak mencampuri urusan orang lain dan menjauhkan diri dari aroma kehidupan yang menjerumuskan diri sendiri maupun orang lain.

Kelekatan sebuah hubungan merupakan hasil dari proses interaksi yang dilakukan secara terus-menerus, saling memahami dan menghargai satu sama lain, hasil akhirnya adalah saling memberikan kepercayaan. Jenis kelekatan hubungan beragam jenisnya, seperti hubungan pertemanan, partnership, persahabatan, keluarg dan lain sebagainya yang melibatkan dua orang atau lebih untuk berinteraksi. Dalam menjalin sebuah hubungan tak jarang ditemuinya sebuah konflik, terkhusus pada kedekatan hubungan yang terjalin tanpa ikatan darah masalah yang kerap ditimbulkan selama proses interaksi seperti konflik lunturnya batasan privasi dan penyalahgunaan kepercayaan. Dua hal ini amat perlu diperhatikan.

Dalam kasus lunturnya batasan privasi, kelekatan hubungan yang baik adalah hubungan yang mengerti batasan-batasan dengan tidak mencampuri urusan pribadi terlalu dalam bahkan bila perlu dihindari. Menerapkan perilaku menjaga jarak satu meter selama masa pencegahan virus dapat dijadikan pengingat diri dalam berinteraksi sosial dan menjalin hubungan dalam pertemanan, partnership dan lain sebagainya. Dengan menerapkan pola perilaku menjaga jarak selama pandemi merupakan kode alamiah sebagai anjuran agar lebih memawas diri dalam menjalankan kepercayaan yang diberikan, menghargai dan menghormati batasan yang diterapkan orang lain kepada kita begitu juga sebaliknya.

Jerat hukum untuk membuat jera para oknum pidana korupsi masih belum menjadi salah satu solusi terbaik mengurangi angka kasus korupsi, pun dengan berbagai kasus kriminalitas lainnya. Hukum yang mengatur berbagai tindak pidana perlu dari waktu ke waktu di perbaruhi dalam tindak tegas penerapannya tanpa memandang latar belakang pelaku pidana. Terakhir alam pun sedang turun tangan mengingatkan untuk belajar berfikir dua kali dalam bertindak. Tangan yang bersih tentu akan merasa eman-eman untuk di kotori lagi. Maka, filosofi dari anjuran mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas dapat dijadikan pengingat diri agar berfikir dua kali agar tangan yang bersih itu seyogyanya selamanya diusahakan tetap terjaga kebersihannya begitu juga dalam berkehidupan.

Dari semua filosofi perilaku selama pandemi itu, ada satu bagian alam juga menggerakan tangan-tangan manusia untuk berharap sekaligus kembali peduli dengan lingkungan. Perilaku lainnya tercipta selama masa karantina orang banyak meluangkan waktunya di rumah yang kemudian dialihkan dengan bercocok tanaman hias dan bunga. Bumi menjadi indah kembali. Semoga dari kesulitan menghadapi wabah virus ini setelah semua perilaku fisik 3M tersebut dilaksanakan tidak hanya perilaku fisik seperti itu namun perilaku menjadi lebih baik dan kehidupan menjadi indah wangi seperti harapan yang secara tidak langsung di panjatkan dari pola perilaku menghiasi setiap sudut pekarangan rumah dengan bunga dan tanaman hias.

***

*)Oleh: Vadilah Anggraeni, Mahasiswi pendidikan bahasa Inggris Universitas Peradaban.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • DPRD Tuban Umumkan Penetapan Cabup-Cawabup Tuban Terpilih Secara Virtual
    DPRD Tuban Umumkan Penetapan Cabup-Cawabup Tuban Terpilih Secara Virtual
    27/01/2021 - 10:23
  • Ini Harapan Ketua Umum Sahabat Polisi Indonesia kepada Kapolri Baru
    Ini Harapan Ketua Umum Sahabat Polisi Indonesia kepada Kapolri Baru
    27/01/2021 - 10:16
  • Kadin Sebut Upaya Vaksinasi Mandiri Sudah Masuk Tahap Negosiasi
    Kadin Sebut Upaya Vaksinasi Mandiri Sudah Masuk Tahap Negosiasi
    27/01/2021 - 10:02
  • Selama PPKM di Lamongan, Total 746 Pelanggar Prokes Terjaring Operasi Yustisi
    Selama PPKM di Lamongan, Total 746 Pelanggar Prokes Terjaring Operasi Yustisi
    27/01/2021 - 09:55
  • Vaksinasi Covid-19 di Jember Dimulai, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Prokes
    Vaksinasi Covid-19 di Jember Dimulai, Masyarakat Diminta Tetap Disiplin Prokes
    27/01/2021 - 09:40

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Tingkatkan Elektoral PPP, Jawabannya Anak Muda
    Tingkatkan Elektoral PPP, Jawabannya Anak Muda
    27/01/2021 - 08:57
  • Ngopi Pagi: Monumen Hidup
    Ngopi Pagi: Monumen Hidup
    27/01/2021 - 05:45
  • Pentingnya UMKM yang Menjadi Penopang Ekonomi Negara
    Pentingnya UMKM yang Menjadi Penopang Ekonomi Negara
    26/01/2021 - 16:48
  • Studi Kebudayaan, Tradisi dan Religi Guru di Sekolah
    Studi Kebudayaan, Tradisi dan Religi Guru di Sekolah
    26/01/2021 - 14:27
  • Belajar Bermukim Bersama
    Belajar Bermukim Bersama
    25/01/2021 - 18:39
  • Transformasi Pembelajaran di Era Digital
    Transformasi Pembelajaran di Era Digital
    25/01/2021 - 10:44
  • Membagi Peran BUMN Bidang Keuangan dan Mimpi Pengembangan UMKM di Indonesia
    Membagi Peran BUMN Bidang Keuangan dan Mimpi Pengembangan UMKM di Indonesia
    24/01/2021 - 11:33
  • Mendeskripsikan Pemikiran Ibnu Thufail Tentang Tuhan
    Mendeskripsikan Pemikiran Ibnu Thufail Tentang Tuhan
    23/01/2021 - 14:44

KULINER

  • Resep Sup Kacang Merah yang Segar dan Kaya Nutrisi Penting
    Resep Sup Kacang Merah yang Segar dan Kaya Nutrisi Penting
    27/01/2021 - 01:06
  • Bidik Pasar Domestik, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk Luncurkan Brand Baru
    Bidik Pasar Domestik, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk Luncurkan Brand Baru
    26/01/2021 - 20:26
  • Menu Praktis untuk Sarapan, Bihun Kuah Jamur
    Menu Praktis untuk Sarapan, Bihun Kuah Jamur
    26/01/2021 - 05:22
  • Sama-Sama Berupa Mi Putih, Tapi Soun dan Bihun Berbeda Lho!
    Sama-Sama Berupa Mi Putih, Tapi Soun dan Bihun Berbeda Lho!
    26/01/2021 - 01:22
  • Banyuwangi Getol Kembangkan Jeruk Dekopon
    Banyuwangi Getol Kembangkan Jeruk Dekopon
    25/01/2021 - 19:47
  • Kisah Pemuda Sumedang Jadi Jenderal TNI Sampai Wakil Presiden RI
    Kisah Pemuda Sumedang Jadi Jenderal TNI Sampai Wakil Presiden RI
    27/01/2021 - 00:00
  • Ngeri, Axelsen Alami Tragedi Hadapi Ginting di BWF World Tour Finals
    Ngeri, Axelsen Alami Tragedi Hadapi Ginting di BWF World Tour Finals
    27/01/2021 - 07:00
  • Cukup Satu Cara untuk Puaskan Suami di Ranjang
    Cukup Satu Cara untuk Puaskan Suami di Ranjang
    27/01/2021 - 00:30
  • Perubahan Besar Mantan Juara NBA Usai Jadi Mualaf
    Perubahan Besar Mantan Juara NBA Usai Jadi Mualaf
    27/01/2021 - 02:28
  • Profil Michaela Paruntu, Wanita yang Viral Labrak Suami Selingkuh
    Profil Michaela Paruntu, Wanita yang Viral Labrak Suami Selingkuh
    27/01/2021 - 06:00