Kopi TIMES

Jumat Berkah: Mendengar Seruan Ilahi

Jumat, 27 November 2020 - 07:22 | 35.19k
Jumat Berkah: Mendengar Seruan Ilahi
Zulfan Syahansyah, Dosen Aswaja Pascasarjana UNIRA Malang.
Editor: Yatimul Ainun

TIMESINDONESIA, MALANG – Ada ungkapan masuk telinga kanan, keluar telinga kiri". Ini menjelaskan keadaan orang yang lupa, lalai atau acuh tak acuh untuk apa yang didengar. Sebabnya macam-macam. Bisa karena menganggap apa yang didengar adalah sesuatu yang tidak penting, atau mingkin karena si pendengar sedang tidak fokus saat mendengarkan pembicaraan. 

Terlepas dari bagaimana sikap dalam mendengarkan, terdapat klasifikasi anugrah pendengaran yang pastinya hanya dimiliki orang-orang pilihan saja.

Bagaimana memahami hal tersebut?
Edisi Jum"at Berkah kali ini akan membahas hakekat derajat mendengarkan. Selamat membaca..

Allah SWT berfirman:

{الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه}

"Orang-orang yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti yang paling baik darinya" (QS. Azzumar: 18)

Mendengar termasuk kedudukan ruhaniyah termulia, dan tingkat kebahagiaan tertinggi. Hal ini bagi orang yang bahagia dalam mendengarkan seruang (khitab) Ilahi Rabbi.

Tentu berbeda antara mendengarnya api atas khitab Allah, saat memberi perintah, sebagaimana firman-Nya:

{قلنا يا نار كوني بردا وسلاما على إبراهيم}

"Kami berkata: wahai api, jadilah kamu dingin dan menyelamatkan atas Ibrahim" (QS. Al-Anbiya': 69)

Dan antara mendengarnya cikal bakal manusia atas khitab dalam firman-Nya:

{ألست بربكم}

"Bukankah Aku ini adalah Tuhan kalina?!" (QS. Al-A'raf: 172)

Perhatikan lembutnya pertanyaan dari Allah SWT kepada manusia sebagai makhluk yang dimuliakan di alam semesta ini.

Kepada api, khitab Allah merupakan perintah yang bersifat wajib, memaksa dan pasti. Sementara kepada manusia, khitab-Nya bernada lembut, kasih, komunikatif dan menggembirakan.

Maka barang siapa yang mendengar tentang Dzat Allah SWT dengan kelembutan dan kasih sayang, niscaya dia menjalankan ketaatannya kepada Allah berlandaskan kecintaan.

Dan barang siapa yang mendengarkan khitab Allah sebagaimana mendengarnya api, dia juga pasti taat kepada Allah. Namun ketaatan yang dilandasi rasa takut dan khawatir.

Adapun jika mendengar khitab Allah melalui perantara; melalui para nabi dan ulama, maka  ada taat, ada juga yang mengingkari khitab tersebut. 

Adalah Musa as, yang mendengarkan langsung khitab Allah (shahib as-sima'), sebagaimana firman-Nya:

{فلما أتاها نودي من شاطئ الوادي الأيمن في البقعة المباركة من الشجرة أن يا موسى إني أنا الله رب العالمين}

"Dan ketika Musa telah sampai di (tempat) api itu, diserukan kepadanya dari pinggir lembah sebelah kanan tempat yang diberlahi, dari balik sebuah pohon: "Wahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Tuhan alam semesta" (QS. Al-Qashas: 30)

Saat mendengar seruan itu, nabi Musa gembira luar biasa. Dan dia pun meminta sesuatu yang lebih dari itu, yakni ingin melihat Tuhan. Sebagaimana firman-Nya:

{رب أرني أنظر إليك}

"Wahai Tuhanku, anugrahi aku bisa melihat Dzat-Mu" 

Allah pun menjawab:

{قال لن تراني}

"Allah berseru: "Kamu tidak akan bisa melihat-Ku" (QS. Al-A'raf: 143)

Sementara sohib an-nadzr (yang bisa melihat Allah) adalah Rasulullah SAW. Allah berfirman:

{ما زاغ البصر وما طغى}

"Tiadalah penglihatan (Muhammad) melenceng. Tidak juga melampaui" (QS. An-Najm: 17)

Maka Nabi yang melihat Allah. Sebagaimana sabdanya:

{رأيت ربي}

"Aku melihat Tuhan"

Kaitannya dengan anugrah spesial bisa melihat Allah untuk Rasulullah, maka nabi diperintahkan dua perkara. Pertama, agar bersukur atas anugrah bisa mendwngar langsung seruan Allah, seperti dalam firman-Nya:

{قال يا موسى إني اصطفيتك على الناس برسالاتي وبكلامي فخذ ما أتيتك وكن من الشاكرين}

"Allah berfirman: "Wahai Musa, sesungguhnya Aku telah memilih kamu atas sekalian manusia sebagai rasul, dan menganugrahimu (bisa mendengar) kalam-Ku. Maka ambillah apa yang Aku berikan kepada kamu, dan jadilah termasuk orang-orang yang bersyukur" (QS. Al-A'raf: 144)

Kedua, agar tidak tamak minta anugrah bisa melihat Allah SWT. 

{لن تراني}

Derajat tertinggi anugrah mendengar khitab Allah adalah pendengaran ruhaniyah, sebelum ketergantungan pada makhluk lainnya. 

Lalu tingkatan di bawahnya, yakni fase ketergantungan ruhaniyah pada selain Allah. 

Setelah itu fase pendenfaran hati. Dan yang terakhir adalah fase pendengaran secara dahir. Telinga.

Barang siapa yang bisa mendengarkan khitab Allah dengan ruhaniyah dan hatinya, maka pendengaran orang itu tidak akan terputus karena kematiannya. Tapi justru semakin bertambah dan terus meningkat. 

Orang seperti ini termasuk golongan Ahlu Sima' Daim ( mendengar khitab-Nya secara terus menerus)

Mereka lah yang bisa mendengar bacaan tasbih segala sesuatu di jagad raya ini. 

{وإن من شيئ الا يسبح بحمده}

"Tiadalah sesuatu apapun, kecuali bertasbih dengan memuji Allah SWT" (QS. Al-Isra': 44)

وإذا اختطف الله تعالى عن الكون، سمع كلام الحق

Dan jika Allah telah menjadi pendengaran dan penglihatan seseorang, kemudian dia mampu menenggelamkan diri dalam kefanaan pada Allah, di saat itulah dia telah wusul. Orang itu mampu mendengar kalam Al-Haq..
Wallahu a'lam bissawab

------------------------

Dinukil dari kitab Al-Kunuz Al-Asyrah, karya Imam Salaheldin At-Tijani Al-Hasani, ra.

***

*) Penulis: Zulfan Syahansyah At Tijani, 

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Kementerian PUPR Siapkan Strategi Program Ketahanan Air Nasional
    Kementerian PUPR Siapkan Strategi Program Ketahanan Air Nasional
    28/01/2021 - 08:44
  • Klaster Keluarga Mendominasi, Wali Kota Cirebon: Setiap Kecamatan Harus Membuat Ruang Isolasi
    Klaster Keluarga Mendominasi, Wali Kota Cirebon: Setiap Kecamatan Harus Membuat Ruang Isolasi
    28/01/2021 - 08:22
  • Pengadilan Negeri Banjarnegara Luncurkan Aplikasi Kembang Desa dan Jawara
    Pengadilan Negeri Banjarnegara Luncurkan Aplikasi Kembang Desa dan Jawara
    28/01/2021 - 08:00
  • Ngopi Pagi: Perubahan Itu Keniscayaan
    Ngopi Pagi: Perubahan Itu Keniscayaan
    28/01/2021 - 07:56
  • Berita Duka, Mantan KSAD Wismoyo Arismunandar Meninggal Dunia
    Berita Duka, Mantan KSAD Wismoyo Arismunandar Meninggal Dunia
    28/01/2021 - 07:31

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Ngopi Pagi: Perubahan Itu Keniscayaan
    Ngopi Pagi: Perubahan Itu Keniscayaan
    28/01/2021 - 07:56
  • Pancasila, Dialog dan Solusi Persatuan Indonesia
    Pancasila, Dialog dan Solusi Persatuan Indonesia
    28/01/2021 - 06:13
  • Masih di Simpang Jalan
    Masih di Simpang Jalan
    27/01/2021 - 14:56
  • Tingkatkan Elektoral PPP, Jawabannya Anak Muda
    Tingkatkan Elektoral PPP, Jawabannya Anak Muda
    27/01/2021 - 08:57
  • Ngopi Pagi: Monumen Hidup
    Ngopi Pagi: Monumen Hidup
    27/01/2021 - 05:45
  • Pentingnya UMKM yang Menjadi Penopang Ekonomi Negara
    Pentingnya UMKM yang Menjadi Penopang Ekonomi Negara
    26/01/2021 - 16:48
  • Studi Kebudayaan, Tradisi dan Religi Guru di Sekolah
    Studi Kebudayaan, Tradisi dan Religi Guru di Sekolah
    26/01/2021 - 14:27
  • Belajar Bermukim Bersama
    Belajar Bermukim Bersama
    25/01/2021 - 18:39

KULINER

  • Resep Sup Kacang Merah yang Segar dan Kaya Nutrisi Penting
    Resep Sup Kacang Merah yang Segar dan Kaya Nutrisi Penting
    27/01/2021 - 01:06
  • Bidik Pasar Domestik, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk Luncurkan Brand Baru
    Bidik Pasar Domestik, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk Luncurkan Brand Baru
    26/01/2021 - 20:26
  • Menu Praktis untuk Sarapan, Bihun Kuah Jamur
    Menu Praktis untuk Sarapan, Bihun Kuah Jamur
    26/01/2021 - 05:22
  • Sama-Sama Berupa Mi Putih, Tapi Soun dan Bihun Berbeda Lho!
    Sama-Sama Berupa Mi Putih, Tapi Soun dan Bihun Berbeda Lho!
    26/01/2021 - 01:22
  • Banyuwangi Getol Kembangkan Jeruk Dekopon
    Banyuwangi Getol Kembangkan Jeruk Dekopon
    25/01/2021 - 19:47
  • Ambroncius Nababan Ditahan, Kapolri Listyo Sigit Tepati Janji
    Ambroncius Nababan Ditahan, Kapolri Listyo Sigit Tepati Janji
    28/01/2021 - 03:14
  • Pose Seksi Bidadari Bulutangkis Australia di Atas Ranjang Bikin Ngilu
    Pose Seksi Bidadari Bulutangkis Australia di Atas Ranjang Bikin Ngilu
    28/01/2021 - 00:17
  • Mengerikan, Monster Bulutangkis Dunia Ngamuk di BWF World Tour Finals
    Mengerikan, Monster Bulutangkis Dunia Ngamuk di BWF World Tour Finals
    28/01/2021 - 07:16
  • Perombakan Besar di Tubuh TNI, 3 Jenderal Meninggal Dunia
    Perombakan Besar di Tubuh TNI, 3 Jenderal Meninggal Dunia
    28/01/2021 - 00:35
  • Asisten Ajudan Jokowi AKP Syarif Pamer Kedekatan dengan Jenderal Sigit
    Asisten Ajudan Jokowi AKP Syarif Pamer Kedekatan dengan Jenderal Sigit
    28/01/2021 - 07:34