Kopi TIMES

Guru dan Frustasi Sosial

Rabu, 25 November 2020 - 16:08 | 48.62k
Guru dan Frustasi Sosial
Dr Madekhan, M.Si, Direktur Sekolah Pascasarjana UNISLA

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Alyssa Hadley Dunn, Asisten Profesor Pendidikan Guru Michigan State University, percaya bahwa komitmen guru pada "netralitas" – dengan tidak mengungkapkan pandangan nilai keyakinan ideologisnya, atau menghindar membicarakan topik-topik sosial dan politik - sebenarnya hanya akan memisahkan masa depan siswa dari masyarakatnya.

Sikap guru demikian, bagi Alyssa akan mengkerdilkan spirit dan kepekaan siswa atas realitas sosialnya. Menabur bibit frustasi dan pembangkangan sosial pada lapis generasi yang akan datang.

Guru tidak bisa mengurung dirinya di kelas. Mereka tidak bisa lepas dari makro kosmos dunia di luar pagar persekolahannya. Apa yang diajarkannya, bagaimana cara mengajarkannya dibentuk oleh konteks kultur, sosial, politik dan sejarah masyarakat tempat mereka bekerja.

Oleh karena itu, segala aspek pengajaran tidak bisa keluar dari rangka politik dan ideologi pemerintah. Isi buku teks, kurikulum, sampai kebijakan pendidikan – akan sangat mempengaruhi pola dan muatan interaksi guru dan siswanya.

Saat ini Indonesia berada di tengah ganasnya mesin neoliberalisme. Ideologi neoliberalisme sarat terma-terma komersialisasi, pasar bebas dan kompetisi antar penduduk dunia. Bila tidak berhati-hati, pranata pendidikan kita bisa menjadi tidak ubahnya badan usaha nir-ideologi, tidak mampu mendidik, memajukan peradaban masyarakatnya. Kebijakan untuk penguatan pendidikan karakter, yang semestinya menjadi kampiun kurikulum nasional, tidak berdaya manakala sekolah hanya mempercayakannya kepada guru-guru pendidikan agama.

Neoliberalisme menjebak lembaga pendidikan kita ke dalam perlombaan peringkat. Indikator keberhasilan dilekatkan ukuran dan nilai kuantitatif, kemenangan sekolah di tengah sekolah lainnya. Karena memakai logika pasar, maka setiap sekolah juga tidak segan berlomba mengiklankan citra keunggulan akademiknya. Makna sekolah kemudian dikerdilkan menjadi sekedar lembaga penyedia ijazah. Selembar sertifikat yang diyakini sebagai penjamin masa depan siswa meraih cita-cita pekerjaan yang diinginkan.

Pendidikan ala neoliberalisme mengebiri spirit ideologi bangsa ini, karena dianggap tidak “produktif” bagi dunia kerja. Walhasil, sosok guru semakin jauh dari karakter individu pendidik. Pendidik selalu memikirkan kebermanfaatan apa yang diajarkannya untuk masyarakat - siswanya.

Dia dalam segala peran keguruannya selalu menjaga kesadaran, bahwa sebagai pegiat sosial – guru harus mampu menggerakkan potensi anak didiknya untuk berkemauan kuat – berperan memperjuangkan keadilan sosial.

Ketundukan seorang pendidik tidak pada seabrek aturan-aturan profesionalitas dan birokrasi persekolahan. Loyalitas tunggal pendidik adalah pada nilai-nilai sosial yang -- dia yakini terbaik -- untuk dihayati dan diamalkan anak didiknya. Konsep link and match tidak diartikan guru dengan karakter pendidikan sebagai “keterhubungan dan kesesuaian sekolah dengan dunia kerja”.

Konsep link and match bagi Ki Hajar Dewantara adalah bagaimana pendidik berjalan bersama masyarakat, siap menyediakan pegiat-pegiat sosial yang memiliki sensitifitas – kehalusan budi pekerti -- menjawab problematika masyarakat. Bukan malah menciptakan lapis masyarakat baru yang elitis, apolitis, dan buta ideologi bangsanya.

Guru di Indonesia harus memahami bahwa roh pendidikan nasional dibangun dari saripati ideologi tokoh-tokoh besar bangsa ini. Tan Malaka seabad lalu telah menyuarakan tujuan pendidikan adalah “mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan.”

Sesatnya, ada anggapan bahwa guru yang memilih berkomitmen atas perubahan sosial, politik dan budaya akan dipandang sosok partisan. Fanatis pada partai atau aliran politik tertentu. Tidaklah demikian. Seorang pendidik dengan karakter agent of social change, mampu mengemukakan analisis, ataupun memantik refleksi sosial sebagai referensi sikap anak didiknya.

Pencapaian idealitas figur pendidik demikian, di hulu persoalan berada di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Lembaga ini bertanggung jawab menyiapkan para pendidik yang memiliki kapasitas adaptasi dirinya terhadap latar sosial sekolahnya.

Bagaimana calon pendidik ini ditempa untuk memiliki keterampilan membangun diskusi-diskusi bersama siswanya, memahami isu-isu sosial di lingkungannya.

Saat ini kecenderungan umum, sosok guru sekedar asyik dengan target pencapaian prestasi akademis siswa. Lebih parah lagi bila sebagian juga hanya sibuk menyelesaikan laporan administrasi pengajaran.

Maka, untuk menjadi pendidik yang mampu mengajak siswanya melek realitas sosial, saatnya para guru dan sekolah berjejaring dengan dengan stakeholders organisasi kemasyarakatan. Menjadikan sekolah kembali menjalankan fungsinya sebagai pranata transmisi budaya dan perubahan sosial. (*)

***

* ) Penulis: Dr Madekhan, Direktur Sekolah Pascasarjana, Universitas Islam Lamongan (Unisla)

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Presiden RI Jokowi Instruksikan Perbaikan Rumah dan Bangunan Terdampak Gempa Sulbar
    Presiden RI Jokowi Instruksikan Perbaikan Rumah dan Bangunan Terdampak Gempa Sulbar
    20/01/2021 - 09:36
  • Permalukan Chelsea, Leicester City Puncaki Klasemen Liga Inggris
    Permalukan Chelsea, Leicester City Puncaki Klasemen Liga Inggris
    20/01/2021 - 09:24
  • Longing for Korean Noodle? You could Have it at Waroeng Dolan Cirebon
    Longing for Korean Noodle? You could Have it at Waroeng Dolan Cirebon
    20/01/2021 - 09:12
  • Presiden Joe Biden akan Menghapus Larangan Warga Muslim Masuk ke AS
    Presiden Joe Biden akan Menghapus Larangan Warga Muslim Masuk ke AS
    20/01/2021 - 09:00
  • PLN Berhasil Pulihkan Sistem Kelistrikan di Halmahera Utara Pascabanjir
    PLN Berhasil Pulihkan Sistem Kelistrikan di Halmahera Utara Pascabanjir
    20/01/2021 - 08:51
  • PEKIT Sambut Baik Dukungan Pemerintah Mendorong Ekspor Sarang Burung Walet
    PEKIT Sambut Baik Dukungan Pemerintah Mendorong Ekspor Sarang Burung Walet
    20/01/2021 - 08:39
  • KRI Dr Soeharso, Rumah Sakit Apung Vital dalam Kondisi Darurat Bencana
    KRI Dr Soeharso, Rumah Sakit Apung Vital dalam Kondisi Darurat Bencana
    20/01/2021 - 08:27
  • Lemongrass, the Most Versatile Spice in Your Cupboard
    Lemongrass, the Most Versatile Spice in Your Cupboard
    20/01/2021 - 08:08
  • Easy Recipe for Ayam Geprek, Smashed Fried Chicken with Super Spicy Sambal
    Easy Recipe for Ayam Geprek, Smashed Fried Chicken with Super Spicy Sambal
    20/01/2021 - 07:46
  • Es Coklat Tambah Umur, the True Taste of Surabayan Delicacy
    Es Coklat Tambah Umur, the True Taste of Surabayan Delicacy
    20/01/2021 - 07:20

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Jokowi, Vaksin Sinovac, dan Legitimasi MUI
    Jokowi, Vaksin Sinovac, dan Legitimasi MUI
    19/01/2021 - 09:39
  • Musibah Demi Musibah
    Musibah Demi Musibah
    19/01/2021 - 00:50
  • Optimisme Gresik Baru
    Optimisme Gresik Baru
    18/01/2021 - 23:04
  • Gotong Royong Milenial, Kearifan Lokal Menyokong Penanganan Covid-19
    Gotong Royong Milenial, Kearifan Lokal Menyokong Penanganan Covid-19
    18/01/2021 - 22:41
  • Tahun Pengharapan 2021: Indonesia Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
    Tahun Pengharapan 2021: Indonesia Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
    18/01/2021 - 21:00
  • Pendidikan untuk Lanjut Usia
    Pendidikan untuk Lanjut Usia
    18/01/2021 - 20:24
  • Orang Pintar yang Dipelihara oleh Orang Awam
    Orang Pintar yang Dipelihara oleh Orang Awam
    18/01/2021 - 16:35
  • Mewujudkan Instansi yang Bersih
    Mewujudkan Instansi yang Bersih
    18/01/2021 - 14:15

KULINER

  • Begini Cara Mudah Bikin Ayam Geprek
    Begini Cara Mudah Bikin Ayam Geprek
    20/01/2021 - 05:48
  • Asal Nama Jajanan Khas Indonesia ini Ternyata Berasal dari Singkatan Kata
    Asal Nama Jajanan Khas Indonesia ini Ternyata Berasal dari Singkatan Kata
    20/01/2021 - 01:04
  • Nikmati Sensasi Makan Siang di Tengah Taman Bunga di Jombang
    Nikmati Sensasi Makan Siang di Tengah Taman Bunga di Jombang
    19/01/2021 - 07:03
  • Malas Sarapan Nasi Bubur Sumsum jadi Solusi, Ini Resepnya
    Malas Sarapan Nasi Bubur Sumsum jadi Solusi, Ini Resepnya
    19/01/2021 - 05:24
  • Filosofi Bubur Sumsum yang Manis dan Lembut di Mulut
    Filosofi Bubur Sumsum yang Manis dan Lembut di Mulut
    19/01/2021 - 04:37
  • Hubungan Suami Istri yang Dilarang Islam Hingga Bercinta Tanpa Busana
    Hubungan Suami Istri yang Dilarang Islam Hingga Bercinta Tanpa Busana
    20/01/2021 - 05:02
  • Buya Yahya Jawab Hukum Tentang Memperbesar Alat Kelamin Pria
    Buya Yahya Jawab Hukum Tentang Memperbesar Alat Kelamin Pria
    20/01/2021 - 05:41
  • Seragam Basah Ajudan Jokowi, Pengusaha Borong 7 Ton Emas Antam
    Seragam Basah Ajudan Jokowi, Pengusaha Borong 7 Ton Emas Antam
    20/01/2021 - 05:30
  • Ssstt.. Ada 2 Jenderal Kopassus di Rumah Orang Kepercayaan Jokowi
    Ssstt.. Ada 2 Jenderal Kopassus di Rumah Orang Kepercayaan Jokowi
    20/01/2021 - 00:23
  • Sultan HB X Pecat 2 Adiknya dari Jabatan di Keraton Yogyakarta
    Sultan HB X Pecat 2 Adiknya dari Jabatan di Keraton Yogyakarta
    20/01/2021 - 03:58