Kopi TIMES

Perspektif Political Marketing dalam Keteladanan Kepemimpinan

Kamis, 26 November 2020 - 00:14 | 40.47k
Perspektif Political Marketing dalam Keteladanan Kepemimpinan
M. SUFI ZULKARNAEN, Anak Indramayu/ Alumni IPB; Political Marketing.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, INDRAMAYU – Berbagai citraan, kata/ bahasa dan benda menjelma menjadi kekuatan simbolik ketika diletakkan dalam konteks politik. Berbagai hal tersebut menjadi tidak netral lagi karena kuasa kepentingan memainkan peranannya. Kuasa kepentingan inilah yang merekonstruksi setiap gerakan dan komunikasi politik yang dilakukan. Langkah politik dari pasangan calon (paslon) maupun partai pengusung tentu terjadi perubahan saat pandemi seperti sekarang ini. Utamanya adalah menciptakan pendidikan politik ke masyarakat yang elegan santun dan bermartabat dalam menggiring opini agar pemilih menyalurkan hak pilihnya dan suaranya dalam pemilukada saat pandemi. 

Perkembangan kesadaran kritis masyarakat dan tingkat persaingan yang makin ketat dalam pertarungan perebutan kekuasaan, disadari atau tidak, kemenangan sangat ditentukan oleh strategi yang diterapkan oleh para kandidat dan pergeseran peran yang diciptakan oleh masing-masing tim dari para kandidat dalam merebut hati para pemilihnya. 

Dalam kondisi seperti ini praktik politik dan bisnis mempunyai kesamaan dalam mengelola targetnya, jika dalam politik yang berdasarkan demokrasi maka rakyatlah yang merupakan pemegang kekuasaan, sedangkan di dunia bisnis konsumenlah yang menjadi targetnya. 

Untuk menyongsong pilkada di Kabupaten Indramayu yang tinggal sebentar lagi dilaksanakan tentunya saat-saat sekarang para kandidat sudah mengambil langkah-langkah untuk dapat memenangkan pertarungan. 

Pengalaman pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden beberapa waktu yang lalu berbagai poster dan sepanduk menghiasi seluruh tempat yang bisa ditempeli, bahkan pepohonan bak peragawati seolah-olah berbaju aneka warna, bukan hanya itu , terkadang di jalan kita juga diberi souvenir seperti kaos, korek api, kipas, masker, alat-alat kesehatan yang diperlukan saat pendemi atau kalender sebagai bentuk alat mengkampanyekan para kandidat. 

Persaingan yang ketat dalam pilkada jika dilihat dari perspektif marketing sangat menarik untuk di telusuri karena berlakunya logika pemasaran dalam dunia politik. Hermawan Kertajaya (1996) menjelaskan, pada saat belum ada persaingan atau situasi persaingan tidak keras, maka pemasaran tidak atau belum terlalu dibutuhkan oleh suatu perusahaan/kandidat. Pada situasi persaingan yang semakin keras, maka pemasaran menjadi suatu fungsi yang sangat penting. 

Pada saat seperti inilah marketing harus menjadi napas bagi seorang kandidat hingga political marketing (pemasaran politik) semakin menujukkan urgensinya. Dalam pemilu, penggunaan konsultan pemasaran dan public relations (tim sukses) untuk menjadi mediator antara kandidat dan calon pemilih termasuk dengan media massa. Hal ini sudah menjadi kebutuhan dalam rangka memenangkan pertarungan merebut kekuasaan. Kondisi pandemi juga sangat mempengaruhi pemilihan alat peraga dan metode kampanye yang diterapkan masing-masing paslon, baca : pasangan calon. Salah satunya penerapan protokol kesehatan harus diperhatikan dalam setiap langkah pemasaran politik yang dilakukan oleh paslon, partai pendukung, maupun relawan dari masing-masing calon. Begitu juga sosialisasi oleh aparat pemerintah tentang tanggal dan aturan dalam pelaksanaan pemilukada. 

Political marketing bisa didefinisikan sebagai proses analisis, perencanaan, implementasi, dan kontrol terhadap program politik dan pemilu yang didesain untuk menciptakan, membangun dan membina hubungan pertukaran yang saling menguntungkan antara kandidat dengan pemilih, untuk mencapai tujuan pemasar politik (Oí Cass, 1996). 

Dengan demikian tidak bisa dimungkiri lagi bahwa antara political marketing dengan teori pemasaran mempunyai hubungan signifikan. Dua-duanya bertujuan untuk memasarkan produk agar diterima konsumen, paket kandidat kepala daerah merupakan produk yang ditawarkan pada calon pemilihnya. 

Pemilu Kepala Daerah 

Pilkada di Kabupaten Indramayu tentu diperlukan strategi yang sesuai dengan karekteristik wilayah dan calon pemilihnya. Untuk bisa memenangkan persaingan, selain mengetahui peluang yang ada, seorang kandidat juga harus memperhatikan kekuatan lawan-lawannya, kandidat harus mengetahui pesaing mana yang kira-kira akan menjadi ancaman serius serta dapat mengelompokkan calon pemilih yang nantinya mendatangkan suara yang signifikan. 

Untuk meningkatkan dukungan, kandidat harus mampu menyampaikan kebijakan, menjawab isu yang berkembang secara rasional dan sesuai dengan harapan calon pemilih sehingga kandidat harus bekerja keras untuk memikat pemilih. Setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda maka dibutuhkan marketing mix yang berbeda pula. Kondisi tersebut harus benar-benar dipahami khususnya dalam arena persaingan untuk menundukkan hati calon pemilihnya sehingga perlu bagi kandidat paslon untuk memahami konsep tentang bagaimana proses yang terjadi sampai masyarakat menjatuhkan pilihan. 

Pada dasarnya pemilih itu rasional dan sekaligus irrasional juga objektif sekaligus subjektif dalam menentukan pilihannya yang semuanya sangat tergantung pada kepentingan masing-masing pemilih. Ada pemilih yang dasar pilihannya adalah kebijakan yang ditawarkan kandidat, sementara pemilih lain justru berorientasi pada kedekatan sosial budaya, asal-usul, faham dan agama. Atau hanya memikirkan kesejahteraan sesaat. Pada akhirnya sistem pemilihan pilkada yang melibatkan calon pemilih diberi kebebasan untuk memilih secara langsung paket calon kepala daerah dimaksudkan untuk mewujudkan good government and clean governance. 

Mengutip apa yang dikatakan oleh seorang Budayawan, bahwa demokrasi itu cerewet dan membuat repot. Cerewet karena tidak mengenal kebenaran tunggal, tetapi kebenaran obyektif sehingga selalu penuh perdebatan. Demokrasi juga membuat repot karena ia mengurusi kepentingan publik yang memiliki keragaman gagasan, selera dan ekspresi. Disinilah setiap calon pemimpin diharapkan mewujudkan cita-cita kolektif, setidaknya mendekati ideal. Pilkada bukan sekedar lahan pengumpul suara tapi juga merupakan event pengejawantahan kedaulatan rakyat yang memperjelas demokrasi sekaligus menjadi wahana pendidikan politik. 

Perhelatan politik pilkada langsung juga harusnya mengangkat isu dan jalan keluar dari kondisi Indramayu, seperti : 1) Pertumbuhan ekonomi dibawah 2% (sebelum Covid-19), 2) Penanganan dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19 di masyarakat, 3) Pemulihan kondisi perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19 dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya, 4) Rata-rata lama belajar rakyat Indramayu dibawah 6 tahun (artinya rata-rata penduduk Indramayu tidak tamat SD), 5) Pelayanan kesehatan sangat rendah, 6) KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) merajalela, 7) Jual beli jabatan terjadi dihampir semua sektor/bidang, 8) Lemahnya penegakan hukum dan HAM, 9) Rendahnya kesejahteraan rakyat, 10) Kurang berkembangnya pembangunan di daerah dan masyarakat yang bermuara pada kondisi IPM (indeks pembangunan manusia) Indramayu yang tergolong sangat rendah dibandingkan daerah lain di Jawa Barat. 

Semakin dekat dengan pelaksanaan pilkada, pihak–pihak yang mencalonkan diri dan timnya pasti semakin intens melakukan pendekatan kepada masyarakat. Gerakan-gerakan halus akan mulai menyusup ke desa–desa bahkan RT/RW maupun ke rumah-rumah. Juga semakin gencar dan terbuka saat menjelang hari pencoblosan. Tak ada yang salah. Itu sah– sah saja yang mesti diwaspadai adalah mobilisasi keberpihakan aparat birokrasi dengan cara-cara “kotor” yang dilakukan oleh calon yang ada karena apabila ini terjadi maka kualitas pilkada akan tercederai dan tujuan mulia demokrasi ternodai. Diharapkan berbagai elemen masyarakat yang sudah mulai terbiasa dengan pemilihan langsung dan segala atribut kampanyenya, sekarang jauh lebih dewasa dan cerdas dalam menyambut setiap janji–janji para calon. 

Masyarakat jauh lebih berani dan punya ingatan yang luar biasa kuat dibanding para pejabat yang mudah lupa akan janjinya. Situasi ini seharusnya juga menjadi masukan tersendiri bagi tim para calon bupati dan wakil bupati dalam menyusun program kampanye. Bukan sekedar memberi “kenikmatan” sesaat seperti membagi “amplop” dengan alasan mengganti waktu dan transport kepada pemilih yang tidak ada bedanya dengan membodohi masyarakat dalam memahami konteks demokrasi pilkada langsung. Justru program– program yang diusung itulah yang hendaknya menjadi jualan kepada pemilih agar luluh hatinya dan menjatuhkan pilihan kepada kita, tentunya program tersebut realistis dan nanti jika terpilih harus bisa dan wajib dilaksanakan. 

Keteladanan Kepemimpinan 

Pesta demokrasi melalui pilkada merupakan arena pembelajaran dan pendidikan politik dari calon pemimpin kepada masyarakat yang akan dipimpinnya. Layaknya guru yang mendidik peserta didiknya untuk mempersiapkan masa depan yang cerah, bisa diartikan sukses dalam menjalani kehidupan. Tentu dengan suri teladan dari pemimpin menjadi modal utama dalam menjalankan pemerintahan yang bersih dan pro kepentingan rakyat. 

Kesuksesan dalam berpemerintahan, antara lain akan terjadinya perubahan pola pikir dan pola tindak masyarakat. Perubahan pola pikir dapat dimulai dari peningkatan mutu pendidikan masyarakat. Dapat dilihat dari peningkatan rata-rata lama belajar rakyat indramayu. Implikasinya adalah jenis pekerjaan masyarakat meningkat. Tidak hanya Indramayu sebagai salah satu daerah di Indonesia penyumbang TKW (tenaga kerja wanita) pembantu rumah tangga (dikenal asisten rumah tangga) di luar negeri. Masih banyak pekerjaan yang dapat diciptakan dengan keunggulan yang dimiliki Indramayu, antara lain : lahan masih luas, bidang usaha masih terbuka lebar, dan sebagai jalur lalu lintas perdagangan (dikenal sebagai jalur pantura -pantai utara-). Bidang perikanan kelautan, Kabupaten Indramayu memiliki panjang pantai lebih dari 100 KM. 

Perubahan pola tindak masyarakat juga tidak kalah penting. Perubahan pola tindak ini seharusnya dicontohkan oleh pemimpin. Konteks kepemimpinan yang kita kenal dari Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang dikenal dengan semboyan “Ing ngarso sung tulodo; Ing madyo mangun karsa; Tut wuri handayani”. 

Konteks kepemimpinan dalam semboyan Ki Hajar Dewantara tersebut akan menciptakan seorang pemimpin yang disegani dan berwibawa karena menggambarkan seorang pemimpin yang mampu menempatkan diri dimanapun dia berada namun tetap berwibawa. Kewibawaan pemimpin bukan diciptakan dengan “premanisme” tetapi kesadaran bahwa pemimpin tersebut mempunyai kelebihan yang patut untuk diteladani.

Saatnya menimang–nimang dengan seksama, apa yang sebaiknya kita perjuangkan bersama untuk kepentingan masyarakat Indramayu. Mungkin ini saatnya melepaskan fanatisme partai dan berganti dengan idialisme kepentingan daerah. Tak penting partainya apa, sejauh pemimpin itu sungguh–sungguh memperjuangkan kepentingan masyarakat. Saatnya kita memilih pemimpin Indramayu untuk 5 tahun kedepan yang mempunyai visi misi mensejahterakan masyarakat dan menegakkan demokrasi bukan memikirkan kepentingan pribadi, keluarga atau golongan.

Selamat berpesta demokrasi Indramayu. Lahirlah kepala daerah terpilih yang dapat membawa perubahan Indramayu lebih maju dan rakyatnya sejahtera. Semoga. 

***

*) Oleh: M. SUFI ZULKARNAEN, Anak Indramayu/ Alumni IPB; Political Marketing.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Dijadwalkan Tampil di Konferensi Internasional Vatikan, Katib Aam PBNU: Dialog Antaragama Harus Jujur
    Dijadwalkan Tampil di Konferensi Internasional Vatikan, Katib Aam PBNU: Dialog Antaragama Harus Jujur
    20/01/2021 - 09:53
  • Kemenparekraf RI-Kemendes PDTT Sinergikan Wujudkan Desa Wisata 
    Kemenparekraf RI-Kemendes PDTT Sinergikan Wujudkan Desa Wisata 
    20/01/2021 - 09:48
  • Presiden RI Jokowi Instruksikan Perbaikan Rumah dan Bangunan Terdampak Gempa Sulbar
    Presiden RI Jokowi Instruksikan Perbaikan Rumah dan Bangunan Terdampak Gempa Sulbar
    20/01/2021 - 09:36
  • Hari ini Pelantikan Joe Biden, 25 Ribu Pasukan Garda Nasional Disiagakan
    Hari ini Pelantikan Joe Biden, 25 Ribu Pasukan Garda Nasional Disiagakan
    20/01/2021 - 09:30
  • Permalukan Chelsea, Leicester City Puncaki Klasemen Liga Inggris
    Permalukan Chelsea, Leicester City Puncaki Klasemen Liga Inggris
    20/01/2021 - 09:24
  • Longing for Korean Noodle? You could Have it at Waroeng Dolan Cirebon
    Longing for Korean Noodle? You could Have it at Waroeng Dolan Cirebon
    20/01/2021 - 09:12
  • Presiden Joe Biden akan Menghapus Larangan Warga Muslim Masuk ke AS
    Presiden Joe Biden akan Menghapus Larangan Warga Muslim Masuk ke AS
    20/01/2021 - 09:00
  • PLN Berhasil Pulihkan Sistem Kelistrikan di Halmahera Utara Pascabanjir
    PLN Berhasil Pulihkan Sistem Kelistrikan di Halmahera Utara Pascabanjir
    20/01/2021 - 08:51
  • PEKIT Sambut Baik Dukungan Pemerintah Mendorong Ekspor Sarang Burung Walet
    PEKIT Sambut Baik Dukungan Pemerintah Mendorong Ekspor Sarang Burung Walet
    20/01/2021 - 08:39
  • KRI Dr Soeharso, Rumah Sakit Apung Vital dalam Kondisi Darurat Bencana
    KRI Dr Soeharso, Rumah Sakit Apung Vital dalam Kondisi Darurat Bencana
    20/01/2021 - 08:27

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Jokowi, Vaksin Sinovac, dan Legitimasi MUI
    Jokowi, Vaksin Sinovac, dan Legitimasi MUI
    19/01/2021 - 09:39
  • Musibah Demi Musibah
    Musibah Demi Musibah
    19/01/2021 - 00:50
  • Optimisme Gresik Baru
    Optimisme Gresik Baru
    18/01/2021 - 23:04
  • Gotong Royong Milenial, Kearifan Lokal Menyokong Penanganan Covid-19
    Gotong Royong Milenial, Kearifan Lokal Menyokong Penanganan Covid-19
    18/01/2021 - 22:41
  • Tahun Pengharapan 2021: Indonesia Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
    Tahun Pengharapan 2021: Indonesia Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
    18/01/2021 - 21:00
  • Pendidikan untuk Lanjut Usia
    Pendidikan untuk Lanjut Usia
    18/01/2021 - 20:24
  • Orang Pintar yang Dipelihara oleh Orang Awam
    Orang Pintar yang Dipelihara oleh Orang Awam
    18/01/2021 - 16:35
  • Mewujudkan Instansi yang Bersih
    Mewujudkan Instansi yang Bersih
    18/01/2021 - 14:15

KULINER

  • Begini Cara Mudah Bikin Ayam Geprek
    Begini Cara Mudah Bikin Ayam Geprek
    20/01/2021 - 05:48
  • Asal Nama Jajanan Khas Indonesia ini Ternyata Berasal dari Singkatan Kata
    Asal Nama Jajanan Khas Indonesia ini Ternyata Berasal dari Singkatan Kata
    20/01/2021 - 01:04
  • Nikmati Sensasi Makan Siang di Tengah Taman Bunga di Jombang
    Nikmati Sensasi Makan Siang di Tengah Taman Bunga di Jombang
    19/01/2021 - 07:03
  • Malas Sarapan Nasi Bubur Sumsum jadi Solusi, Ini Resepnya
    Malas Sarapan Nasi Bubur Sumsum jadi Solusi, Ini Resepnya
    19/01/2021 - 05:24
  • Filosofi Bubur Sumsum yang Manis dan Lembut di Mulut
    Filosofi Bubur Sumsum yang Manis dan Lembut di Mulut
    19/01/2021 - 04:37
  • Hubungan Suami Istri yang Dilarang Islam Hingga Bercinta Tanpa Busana
    Hubungan Suami Istri yang Dilarang Islam Hingga Bercinta Tanpa Busana
    20/01/2021 - 05:02
  • Buya Yahya Jawab Hukum Tentang Memperbesar Alat Kelamin Pria
    Buya Yahya Jawab Hukum Tentang Memperbesar Alat Kelamin Pria
    20/01/2021 - 05:41
  • Seragam Basah Ajudan Jokowi, Pengusaha Borong 7 Ton Emas Antam
    Seragam Basah Ajudan Jokowi, Pengusaha Borong 7 Ton Emas Antam
    20/01/2021 - 05:30
  • Ssstt.. Ada 2 Jenderal Kopassus di Rumah Orang Kepercayaan Jokowi
    Ssstt.. Ada 2 Jenderal Kopassus di Rumah Orang Kepercayaan Jokowi
    20/01/2021 - 00:23
  • Sultan HB X Pecat 2 Adiknya dari Jabatan di Keraton Yogyakarta
    Sultan HB X Pecat 2 Adiknya dari Jabatan di Keraton Yogyakarta
    20/01/2021 - 03:58