Kopi TIMES

Membumikan Pendidikan Toleransi

Selasa, 24 November 2020 - 17:17 | 37.31k
Membumikan Pendidikan Toleransi
Nurul Hidayatillah, S.Pd, Guru Agama SDN Kaliwining 07 Rambipuji Jember.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JEMBER – Agama sejatinya adalah jalan, jalan dimana akan membawa seorang hamba kepada penciptanya. Agama sejatinya juga diartikan aturan atu pedoman bagi pengikutnya, dimana mereka akan diarahkan ke jalan yang mengajak kebaikan dan kebenaran.

Sejatinya semua agama baik, Islam, Kristen Katolik, Protestan, Hindu, Budha ,dan Khonghucu itu mengajarkan kebaikan , menghargai, menghormati agama satu dengan agama lain tanpa ada cacian maupun saling menjatuhkan. 

Nilai universal dalam agama satu dengan yang lain sesungguhnya sama tujuannya yakni mengajarkan sikap saling meghormati dan menghargai sesama (Ainul Yakin:41-45).  Dalam agama Hindu, ada ajaran-ajaran yang menekankan pada semua pengikutnya untuk selalu meningkatlan dan menjaga moral dan etika.

Ada tiga kunci pokok yang selalu ditekankan kepada pengikutnya untuk selalu diterapkan dalam hidup ini yaitu: 'Rta', Satya' dan Dharma'. Rta mengandung pengertian aturan-aturan moral dalam hidup yang harus ditegakkan. Satya berarti kebenaran yang harus ditegakkan dalam kehidupan manusia. Dharma adalah ajaran Hindu yang sangat menjunjung tinggi kebenaran.

Dalam agama Budha menganjurkan kepada pengikutnya untuk selalu menegakkan kebenaran, keadilan dan kesejahteraan ummat manusia juga dapat ditemukan dengan mudah. Hal ini terbukti bahwa agama budha memposisikan ajaran menegakkan kebenaran dan meninggalkan keburukan yang disebut 'Hasta Arya Marga'

Dalam agama Katolik, kita juga dapat menemukan nilai-nilai universal tentang kebenaran, keadilan dan kesejahteraan ummat manusia. Sepuluh pedoman dalam agama Katolik (The Ten Commandment). Menerapkan cinta kasih sayang untuk menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan dan antara manusia dengan manusia, hormatilah bapak-ibumu, jangan membunuh, jangan berbuat cabut, jangan mencuri, jangan menjadi pendusta, jangan mengambil hak orang lain.

Dalam agama Kristen Protestan kita juga dapat menemukan perintah-perintah yang menekankan agar para pengikutnya mengikuti jaran moral Kristen; yaitu selalu menjunjung tinggi moral untuk melakukan perbuatan baik dan  menghindari perbuatan buruk agar supaya mampu untuk hidup abadi di sorga dan terhindar dari neraka.

Dalam agama Islam, nilai-nilai universal tentang kebenaran, keadilan dan perlunya membangun kesejahteraaan ummat manusia juga menjadi pokok ajaran bagi pengikutnya. Islam menganjurkan untuk di jalan yang benar dan meninggalkan jalan yang buruk.  Selain itu Islam juga menganjurkan kepada pengikutnya untuk selalu menjaga hubungan antara sesama manusia( saling menghormati dan menyanyangi) dan menjaga hubungan dangan Tuhannya (melakukan perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Toleransi bukan berarti kemudian kita mengikuti keyakinan (aqidah) agama satu dengan yang lain, beribadah agama satu dengan yang lain, melainkan esensi toleransi adalah menghormati, menghargai, menjunjung tinggi kebersamaan, persahabatan tanpa adanya permusuhan dan saling menjatuhkan.

Dalam hubungannya dengan agama dan kepercayaan, toleransi berarti menghargai, membiarkan, membolehkan kepercayaan, agama yang berbeda itu tetap ada, walaupun berbeda dengan agama dan kepercayaan seseorang. Toleransi tidak berarti bahwa seseorang harus melepaskan ke- percayaannya atau ajaran agamanya karena berbeda dengan yang lain, tetapi mengizinkan perbedaan itu tetap ada.( H. Bahari, 55).

Fakta telah bercerita bagaimana ketidakserasian kehidupan yang plural telah menjadi pemicu terjadinya berbagai kerusuhan, meskipun pemicunya bukan hanya dari  segi  agama.  Di  tengah-tengah  pluralitas ini, agenda yang dirasa sangat urgen adalah bagaimana menciptakan sebuah hubungan yang harmonis, terutama bagi para  pemeluk  agama yang berbeda.

Adapun nilai universal dalam agama satu dengan yang lain sesungguhnya sama tujuannya yakni mengajarkan sikap saling meghormati dan menghargai sesama, bahwa setiap agama memiliki konsep dan perhatian yang serius mengenai toleransi beragama untuk terwujudnya kehidupan yang aman dan tentram dalam perbedaan.

Dengan demikian, pernyataan yang mengatakan bahwa agama memiliki peran dalam setiap sikap dan perbuatan intoleran perlu diteliti dan dikaji ulang kembali agar tidak menjadi stigma yang tidak baik bagi agama tertentu. Baik sesama agama maupun antar umat beragama harus bisa menghormati, menyanyangi bukan memusuhi atau bahkan menghina dan menjatuhkan kepada yang lain. Semua itu bukan ajaran Nabi, kelembutan, kasih sayang dan keharmonisanlah yang diajarkan oleh Nabi Muhammmad SAW.

Sudah saatnya kita mengajarkan kepada anak-anak kita sejak dini akan pentingnya toleransi, ajarkan hal-hal positif, kasih sayang, saling menghormati, saling memberi, saling menjaga dan saling melindungi kepada yang lain. Ajari mereka sopan santun, bicara yang lembut, tidak bicara kotor dan tidak menjatuhkan kepada teman yang lain.

Berpegang teguh pada aqidah setiap pemeluk agama sangatlah penting, menghormati, menyanyangi dan melindungi terhadap antar umat agama juga penting, jadilah hamba Tuhan yang taat pada agama masing-masing, dan jadilah hamba Tuhan yang saling menyanyangi dan menghormati. Hiduplah dengan perdamaian jangan pertontonkan keangkuhan dan permusuhan. (*)

***

*) Oleh: Nurul Hidayatillah, S.Pd, Guru Agama SDN Kaliwining 07 Rambipuji Jember.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Dijadwalkan Tampil di Konferensi Internasional Vatikan, Katib Aam PBNU: Dialog Antaragama Harus Jujur
    Dijadwalkan Tampil di Konferensi Internasional Vatikan, Katib Aam PBNU: Dialog Antaragama Harus Jujur
    20/01/2021 - 09:53
  • Kemenparekraf RI-Kemendes PDTT Sinergikan Wujudkan Desa Wisata 
    Kemenparekraf RI-Kemendes PDTT Sinergikan Wujudkan Desa Wisata 
    20/01/2021 - 09:48
  • Presiden RI Jokowi Instruksikan Perbaikan Rumah dan Bangunan Terdampak Gempa Sulbar
    Presiden RI Jokowi Instruksikan Perbaikan Rumah dan Bangunan Terdampak Gempa Sulbar
    20/01/2021 - 09:36
  • Hari ini Pelantikan Joe Biden, 25 Ribu Pasukan Garda Nasional Disiagakan
    Hari ini Pelantikan Joe Biden, 25 Ribu Pasukan Garda Nasional Disiagakan
    20/01/2021 - 09:30
  • Permalukan Chelsea, Leicester City Puncaki Klasemen Liga Inggris
    Permalukan Chelsea, Leicester City Puncaki Klasemen Liga Inggris
    20/01/2021 - 09:24
  • Longing for Korean Noodle? You could Have it at Waroeng Dolan Cirebon
    Longing for Korean Noodle? You could Have it at Waroeng Dolan Cirebon
    20/01/2021 - 09:12
  • Presiden Joe Biden akan Menghapus Larangan Warga Muslim Masuk ke AS
    Presiden Joe Biden akan Menghapus Larangan Warga Muslim Masuk ke AS
    20/01/2021 - 09:00
  • PLN Berhasil Pulihkan Sistem Kelistrikan di Halmahera Utara Pascabanjir
    PLN Berhasil Pulihkan Sistem Kelistrikan di Halmahera Utara Pascabanjir
    20/01/2021 - 08:51
  • PEKIT Sambut Baik Dukungan Pemerintah Mendorong Ekspor Sarang Burung Walet
    PEKIT Sambut Baik Dukungan Pemerintah Mendorong Ekspor Sarang Burung Walet
    20/01/2021 - 08:39
  • KRI Dr Soeharso, Rumah Sakit Apung Vital dalam Kondisi Darurat Bencana
    KRI Dr Soeharso, Rumah Sakit Apung Vital dalam Kondisi Darurat Bencana
    20/01/2021 - 08:27

TIMES TV

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

Menko Airlangga Hartarto: Patuhi 3M Saat Liburan Natal dan Tahun Baru

15/12/2020 - 15:25

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru

Teaser Terbaru Wonder Women 1984 Makin Seru
Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75

Ayo Kunjungi Pameran Virtual Hari Bakti PU ke-75
Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat
Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Jokowi, Vaksin Sinovac, dan Legitimasi MUI
    Jokowi, Vaksin Sinovac, dan Legitimasi MUI
    19/01/2021 - 09:39
  • Musibah Demi Musibah
    Musibah Demi Musibah
    19/01/2021 - 00:50
  • Optimisme Gresik Baru
    Optimisme Gresik Baru
    18/01/2021 - 23:04
  • Gotong Royong Milenial, Kearifan Lokal Menyokong Penanganan Covid-19
    Gotong Royong Milenial, Kearifan Lokal Menyokong Penanganan Covid-19
    18/01/2021 - 22:41
  • Tahun Pengharapan 2021: Indonesia Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
    Tahun Pengharapan 2021: Indonesia Bangkit Melalui Ekonomi Kreatif
    18/01/2021 - 21:00
  • Pendidikan untuk Lanjut Usia
    Pendidikan untuk Lanjut Usia
    18/01/2021 - 20:24
  • Orang Pintar yang Dipelihara oleh Orang Awam
    Orang Pintar yang Dipelihara oleh Orang Awam
    18/01/2021 - 16:35
  • Mewujudkan Instansi yang Bersih
    Mewujudkan Instansi yang Bersih
    18/01/2021 - 14:15

KULINER

  • Begini Cara Mudah Bikin Ayam Geprek
    Begini Cara Mudah Bikin Ayam Geprek
    20/01/2021 - 05:48
  • Asal Nama Jajanan Khas Indonesia ini Ternyata Berasal dari Singkatan Kata
    Asal Nama Jajanan Khas Indonesia ini Ternyata Berasal dari Singkatan Kata
    20/01/2021 - 01:04
  • Nikmati Sensasi Makan Siang di Tengah Taman Bunga di Jombang
    Nikmati Sensasi Makan Siang di Tengah Taman Bunga di Jombang
    19/01/2021 - 07:03
  • Malas Sarapan Nasi Bubur Sumsum jadi Solusi, Ini Resepnya
    Malas Sarapan Nasi Bubur Sumsum jadi Solusi, Ini Resepnya
    19/01/2021 - 05:24
  • Filosofi Bubur Sumsum yang Manis dan Lembut di Mulut
    Filosofi Bubur Sumsum yang Manis dan Lembut di Mulut
    19/01/2021 - 04:37
  • Hubungan Suami Istri yang Dilarang Islam Hingga Bercinta Tanpa Busana
    Hubungan Suami Istri yang Dilarang Islam Hingga Bercinta Tanpa Busana
    20/01/2021 - 05:02
  • Buya Yahya Jawab Hukum Tentang Memperbesar Alat Kelamin Pria
    Buya Yahya Jawab Hukum Tentang Memperbesar Alat Kelamin Pria
    20/01/2021 - 05:41
  • Seragam Basah Ajudan Jokowi, Pengusaha Borong 7 Ton Emas Antam
    Seragam Basah Ajudan Jokowi, Pengusaha Borong 7 Ton Emas Antam
    20/01/2021 - 05:30
  • Ssstt.. Ada 2 Jenderal Kopassus di Rumah Orang Kepercayaan Jokowi
    Ssstt.. Ada 2 Jenderal Kopassus di Rumah Orang Kepercayaan Jokowi
    20/01/2021 - 00:23
  • Sultan HB X Pecat 2 Adiknya dari Jabatan di Keraton Yogyakarta
    Sultan HB X Pecat 2 Adiknya dari Jabatan di Keraton Yogyakarta
    20/01/2021 - 03:58