Pendidikan

FH Unair Dukung Pengembangan Pariwisata di Desa Kare Madiun

Minggu, 22 November 2020 - 14:24 | 68.46k
FH Unair Dukung Pengembangan Pariwisata di Desa Kare Madiun
Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum FH UNAIR, Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko, Sabtu (21/11/2020). (Foto: Tangkapan Layar)
Pewarta: | Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Dalam rangka membangkitkan kembali dunia pariwisata Indonesia yang sedang lesu akibat pandemi, Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) melakukan program Pengabdian Masyarakat (PengMas) dengan mengangkat destinasi wisata di Madiun, tepatnya di Desa Kare Kabupaten Madiun.

Program Pengabdian Masyarakat bertajuk “Kontrak Ecotourism dalam Pengelolaan dan Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Madiun” oleh mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Hukum FH UNAIR ini diketuai Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko, S.H., M.H.

wisata di Madiun 2

Hal ini disampaikan Dr. Faizal Kurniawan selaku Anggota PengMas FH Unair dalam pembukaan dialog interaktif via virtual yang juga dihadiri oleh Guru Besar FH UNAIR, Prof. Dr. Y. Sogar Simamora, S.H., M.Hum. dan Ketua Pengadilan Negeri Madiun, Teguh Harissa, S.H., M.H. Serta, Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami Ragil Saputro.

Prof. Dr. Agus Yudha Hernoko, S.H., selaku Ketua PengMas sekaligus Koordinator Program Studi Magister Ilmu Hukum FH Unair mengatakan bahwa, Pengabdian Masyarakat adalah salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan untuk membantu masyarakat tanpa mengharapkan imbalan apapun. Dan, ini pula yang sedang dilakukan oleh FH Unair.

“Desa Kare di Kabupaten Madiun sendiri memiliki banyak potensi di sektor pariwisata meskipun masih dalam tahap rintisan,” kata Prof. Agus, Sabtu, (21/11/20).

Oleh karena itu, lanjut Ketua PengMas FH Unair, mahasiwa Program Studi Magister Ilmu Hukum FH UNAIR hadir memberikan pendampingan dan pengarahan dalam hal pembangunan di sektor pariwisata di Desa Kare.

wisata di Madiun 3

Dalam dialog interaktif via webinar, Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami Ragil Saputro menjelaskan bahwa, Pemerintah Kabupaten Madiun berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Kare terutama di sektor pariwisata.

“Karena, Desa Kare memiliki potensi bagus yang bisa digali baik alam maupun budayanya. Ada sekitar 22 lokasi yang sedang dirintis dan dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata yang mana  alamnya juga sangat mendukung,” terang Ahmad.

“Meskipun ini masih dalam masa pandemi, tapi kita optimis kontraksi ekonomi yang dialami Desa Kare bisa dilalui. Karena, dengan didukung 22 potensi lokasi wisata akan mampu menopang perekonomian Desa Kare,” imbuhnya.

Sedangkan, Guru Besar FH UNAIR, Prof. Dr. Y. Sogar Simamora, S.H. mengaku kagum dengan dengan Bupati Madiun. Karena, Bupati Madiun mampu menguasai betul lingkungan di Kabupaten Madiun baik produk unggulan, persoalan sosial budaya. Serta, masyaraatnya.

“Semoga, Bupati Madiun bisa semakin membawa Kabupaten Madiun lebih baik dan lebih maju lagi. Terutama di sektor pariwisata,” papar Prof. Sogar.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pengadilan Negeri Madiun, Teguh Harissa, S.H., M.H. bahwa, kontrak Ecotourism dalam pengelolaan dan pengembangan Pariwisata di Kabupaten Madiun untuk pengembangan pariwisata jangan sampai membawa korban warga sekitar.

“Perhatian Bupati Madiun sangat besar terhadap pembangunan daerahnya khususnya pengembangan pariwisata. Sehingga membuat tugas Bupati Madiun tambah besar, pelik dan rumit. Tapi, perlu diingat jangan sampai mengorbankan masyarakatnya terutama terkait kontrak pembebasan lahan,” ungkap Teguh.

Dijelaskan juga, karakteristik kontrak ekowisata/ ecotourism dimana kontrak ekowisata menitikberatkan pada usaha untuk menjaga muatan lokal yang ada di wilayah itu yang dalam hal ini Desa Kare. Pada konteks pembahasan ekowisata, membangun pariwisata jangan sampai menggerus budaya budaya lokal. Justru sebaliknya, harus tetap mempertahankan muatan muatan lokal yang ada di dalamnya di sektor pariwisata. Wisata yang dibangun dengan konsep ekowisata yakni bentuk  wisata yang bertanggung jawab dengan Konservasi, Sosial budaya, Pendidikan dan Ekonomi.

Beberapa hal yang perlu diatur dalam kontrak kerjasama ekowisata diantaranya adalah pertama, Pengelolaan ekowisata tidak boleh mendegradasi sumber daya alam. Kedua,  semua stakeholders (komunitas, masyarakat, pemerintah, pelaku usaha dan turis) harus terlibat dalam pemeliharaan sumber daya alam. Ketiga, pengelolaan objek wisata tidak boleh mereduksi eksistensi masyarakat lokal.

Kelima, sebagian dari keuntungan dari pengelolaan objek wisata harus diperuntukan bagi konservasi, pendayagunaan masyarakat setempat dan pemulihan serta pemeliharaan sumber daya alam. Dan yang terakhir, pengelolaan objek wisata di Madiun harus berjangka waktu lama serta sanksi yang tegas terhadap tindakan yang mengurangi kualitas alam sekitar. (*) 



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Ponorogo Zona Merah Covid-19, Satgas Gencarkan Operasi Prokes
    Ponorogo Zona Merah Covid-19, Satgas Gencarkan Operasi Prokes
    25/06/2021 - 13:34
  • Tips Membedakan Informasi Hoaks atau Fakta Versi Kominfo RI
    Tips Membedakan Informasi Hoaks atau Fakta Versi Kominfo RI
    25/06/2021 - 13:28
  • Kebakaran di Pusat Pelatihan Beladiri, 18 Anak-anak Meninggal Dunia
    Kebakaran di Pusat Pelatihan Beladiri, 18 Anak-anak Meninggal Dunia
    25/06/2021 - 13:22
  • Polresta Malang Kota Laksanakan Program Vaksin Gratis, Simak Syaratnya
    Polresta Malang Kota Laksanakan Program Vaksin Gratis, Simak Syaratnya
    25/06/2021 - 13:16
  • Jelang Kick Off Liga1, Pemain Asing Persela Lamongan Masih Belum Lengkap
    Jelang Kick Off Liga1, Pemain Asing Persela Lamongan Masih Belum Lengkap
    25/06/2021 - 13:08

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Santri, Ulama, dan Kepemimpinan Nasional
    Santri, Ulama, dan Kepemimpinan Nasional
    25/06/2021 - 08:05
  • Pembatasan Produk Impor Shopee Sebagai Upaya Penyelamatan UMKM Dalam Negeri
    Pembatasan Produk Impor Shopee Sebagai Upaya Penyelamatan UMKM Dalam Negeri
    24/06/2021 - 17:30
  • Memahami Klausula Baku atau Perjanjian Sepihak
    Memahami Klausula Baku atau Perjanjian Sepihak
    24/06/2021 - 16:06
  • BTS Meal dan Masyarakat Modern
    BTS Meal dan Masyarakat Modern
    24/06/2021 - 15:35
  • Birokrasi Adaptif di Era Digital
    Birokrasi Adaptif di Era Digital
    24/06/2021 - 14:02
  • Dilema Konser Musik Dikala Pandemi
    Dilema Konser Musik Dikala Pandemi
    24/06/2021 - 13:00
  • Titik Periksa Perjalanan Pemasaran
    Titik Periksa Perjalanan Pemasaran
    24/06/2021 - 12:24
  • Pemuda Milenial Ataukah Malanial?
    Pemuda Milenial Ataukah Malanial?
    23/06/2021 - 09:18

KULINER

  • Sensasi Unik Kopi Serundeng, Cara Berbeda Menikmati Sajian Kopi
    Sensasi Unik Kopi Serundeng, Cara Berbeda Menikmati Sajian Kopi
    25/06/2021 - 03:36
  • Puyuh Goreng Plus Degan Klamud Kuliner Asyik di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    Puyuh Goreng Plus Degan Klamud Kuliner Asyik di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    24/06/2021 - 12:00
  • Kya Kya In Shanghai Hadirkan Kuliner Khas Tiongkok di Ketapang Indah Hotel
    Kya Kya In Shanghai Hadirkan Kuliner Khas Tiongkok di Ketapang Indah Hotel
    24/06/2021 - 02:34
  • Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    Mie Ayam 'UGD' Kuliner Populer di Rest Area Gunung Gedangan Mojokerto
    23/06/2021 - 09:00
  • Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    Di Kota Mojokerto Ada Kue Kering dari Dedak Padi, Sensasi Rasanya Unik Lho
    22/06/2021 - 01:16