Peristiwa Nasional

Pakar UGM: Kehadiran UU Cipta Kerja Terlambat 20 Tahun

Jumat, 20 November 2020 - 23:13 | 16.71k
Pakar UGM: Kehadiran UU Cipta Kerja Terlambat 20 Tahun
Suasana webinar telaah UU Cipta Kerja kolaborasi UGM dan Dewan Pakar Kagama (Humas UGM for TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Irfan Anshori

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTAUGM bekerja sama dengan Dewan Pakar Kagama menggelar acara webiner bertajuk Telaah UU Cipta Kerja secara daring pada Selasa (17/11/2020) lalu. Menkopolhukam RI Mahfud MD dalam webinar itu mengatakan UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja telah disahkan oleh pemerintah dan DPR sehingga kini sudah mulai diberlakukan.

Pemerintah kini tengah menyusun peraturan pelaksanaan UU Cipta Kerja tersebut. Rencananya ada 44 peraturan pelaksanaan yang akan dibuat terdiri 41 Peraturan Pemerintah (PP) dan 3 perpres yang akan dikeluarkan oleh 19 Kementerian.

Meski begitu, pemerintah tetap menghormati proses judicial review di lembaga Mahkamah Konstitusi. “Yang jelas UU Cipta Kerja sudah berlaku dan mengikat, meski ada yang setuju dan tidak setuju,” ujarnya.

Mahfud mengatakan pihaknya menghormati proses yang berlangsung di MK terkait UU ini. Pemerintah menurutnya menerima setiap keputusan yang dikeluarkan oleh MK. Namun apabila gugatan judicial review nantinya ditolak MK, ia menyarankan kelompok yang menolak UU ini bisa ajukan usulan revisi lewat kelompok kerja yang tengah menyusun PP dan Perpres.

Lanjutnya UU ini kemunculannya dalam rangka membuka peluang bagi masuknya investasi baik dari dalam maupun dari luar negeri yang selama ini terhambat oleh aturan birokrasi dan peraturan perundang-undangan.

Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan UU Cipta Kerja diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja baru dengan adanya peningkatan investasi dan perlindungan pekerja di tanah air.

“Setiap tahunnya ada 6,9 juta masyarakat butuh lapangan kerja baru, ada 3,5 juta pekerja sudah dirumahkan, dan 3 juta angkatan kerja baru, jadi lebih dari 10 juta orang  butuh kerja setiap tahunnya,” katanya

Ia menambahkan selama pandemi covid-19 telah memberikan dampak bagi 29,12 juta orang rakyat Indonesia, dimana 2,56 juta orang jadi pengangguran, dikarenakan 35,6 persen perusahaan memilih mengurangi jumlah pegawainya. Bahkan 70,53 persen kelompok masyarakat berpendapatan rendah yang penghasilannya dibawah 1,8 juta per bulan mayoritas mengalami penurunan pendapatan.

Untuk menjawab tantangan besar tersebut menurutnya pemerintah mau tidak mau perlu mempertahankan dan menyediakan lapangan kerja dengan pemangkasan regulasi karena banyak aturan yang menghambat penciptaan kerja. “UU Cipta Kerja diharapkan menyelesaikan ini semua berbasis produktivitas sebagai daya ungkit perekonomian,” paparnya.

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi,  mengatakan dasar pembentukan UU Cipta Kerja ini  dalam rangka membentuk ekosistem investasi di tanah air agar jadi lebih baik. Namun menurut hematnya, kehadiran UU ini sangat terlambat.

“Seharusnya muncul 20 tahun lalu pada perubahan besar demografi kita, aliran perubahan pekerjaan angkatan kerja kita dari pertanian ke industri,” katanya.

Proses transformasi ekonomi dan ketenagakerjaan serta peralihan angkatan kerja dari sektor pertanian ke industri dahulu seharusnya didukung oleh ekosistem investasi yang baik. Sebab setiap proses transformasi akan menyebabkan terjadinya perubahan sosial dari budaya kerja, jaminan pekerjaan dan jaminan hari tua.

“Di negara kita itu tidak terjadi karena ekosistem investasi belum ada. Peralihan angkatan kerja kita dari pertanian bukan lah dominan ke industri namun ke sektor informal, 60 persen tenaga kerja kita di sektor informal, hanya 40 persen saja yang ke sektor formal,” ungkapnya

Dampak dari angkatan kerja yang bekerja di sektor informal ini menjadikan pekerja kita lebih banyak menekuni pekerjaan dengan penghasilan rendah, jam kerja tidak teratur, tidak dilindungi UU, bahkan tidak mendapat bantuan dari pemerintah. “Kondisi ini menyebabkan masalah pengangguran dan kemiskinan selalu tinggi,” ujarnya.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan data bahwa tidak seluruh pasal dalam UU Cipta Kerja ditolak oleh buruh ketika melakukan aksi penolakan yang lalu. Menurutnya, antara perusahaan dan buruh selama ini hanya belum menemui titik temu soal outsourcing, alih daya, lembur, hingga PHK.

Dia menyebutkan sebanyak 365 perusahaan di Jawa Tengah yang melakukan PHK tapi perusahaan yang bisa memenuhi ketentuan jumlah pesangon sebesar 32 kali gaji hanya 5 persennya saja. 

“Sisanya 95 persen perusahaan tidak melakukan. Hal itu terus berulang-ulang setiap tahun. Menurut saya kenapa kita harus buat angka secara sosiologis tidak pernah ketemu. Diperlukan regulasi untuk meningkatkan produktivitas dan menentukan struktur skala upah di tingkat perusahaan,” papar Ganjar dalam webiner UGM bekerja sama dengan Dewan Pakar Kagama. (*)



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Tingkatkan Pelayanan, RSUD Bontang Buka Rekrutmen Tenaga Kesehatan Tahap II
    Tingkatkan Pelayanan, RSUD Bontang Buka Rekrutmen Tenaga Kesehatan Tahap II
    26/11/2020 - 16:09
  • Alumni Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Kompak Dukung Abah Sanusi
    Alumni Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Kompak Dukung Abah Sanusi
    26/11/2020 - 16:06
  • Pasien Positif Covid-19 Klaster Pesantren di Indramayu Bertambah
    Pasien Positif Covid-19 Klaster Pesantren di Indramayu Bertambah
    26/11/2020 - 16:03
  • Bupati Sanusi Jadikan Pertanian Basis Unggulan Perekonomian Kabupaten Malang
    Bupati Sanusi Jadikan Pertanian Basis Unggulan Perekonomian Kabupaten Malang
    26/11/2020 - 16:00
  • Pemkot Kediri Evaluasi Tahap 1 Smart City
    Pemkot Kediri Evaluasi Tahap 1 Smart City
    26/11/2020 - 15:57
  • Bawaslu Ponorogo Peringatkan Paslon Pelanggar Prokes Kampanye
    Bawaslu Ponorogo Peringatkan Paslon Pelanggar Prokes Kampanye
    26/11/2020 - 15:55
  • Javan Langur Center Lepas Liarkan Luna Maya
    Javan Langur Center Lepas Liarkan Luna Maya
    26/11/2020 - 15:52
  • Bea Cukai Madura Musnahkan Tiga Juta Batang Rokok Ilegal
    Bea Cukai Madura Musnahkan Tiga Juta Batang Rokok Ilegal
    26/11/2020 - 15:50
  • Napak Tilas HUT ke-1260 Kabupaten Malang, Prestasi Bidang Pariwisata Layak Diacungi Jempol
    Napak Tilas HUT ke-1260 Kabupaten Malang, Prestasi Bidang Pariwisata Layak Diacungi Jempol
    26/11/2020 - 15:47
  • Meskipun Kompetisi Dihentikan, Bhayangkara FC Tetap Gelar TC di Solo 
    Meskipun Kompetisi Dihentikan, Bhayangkara FC Tetap Gelar TC di Solo 
    26/11/2020 - 15:44

TIMES TV

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

15/11/2020 - 07:16

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia
Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar
Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Perubahan Kebijakan Terkait Guru Harus Sistemik
    Perubahan Kebijakan Terkait Guru Harus Sistemik
    26/11/2020 - 10:00
  • Perspektif Political Marketing dalam Keteladanan Kepemimpinan
    Perspektif Political Marketing dalam Keteladanan Kepemimpinan
    26/11/2020 - 00:14
  • Guru dan Frustasi Sosial
    Guru dan Frustasi Sosial
    25/11/2020 - 16:08
  • Harlah 53 KOPRI: Women In Development
    Harlah 53 KOPRI: Women In Development
    25/11/2020 - 02:22
  • Pemanfaatan Eduwisata Rumah Fosil Banjarejo Dalam Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial
    Pemanfaatan Eduwisata Rumah Fosil Banjarejo Dalam Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial
    25/11/2020 - 00:14
  • Membumikan Pendidikan Toleransi
    Membumikan Pendidikan Toleransi
    24/11/2020 - 17:17
  • Mengambil Hikmah dari Caci Maki Habib Rizieq dan Nikita Mirzani
    Mengambil Hikmah dari Caci Maki Habib Rizieq dan Nikita Mirzani
    24/11/2020 - 16:24
  • Anda Juga Keluarga Nabi Kok, Bahkan Keluarga Allah
    Anda Juga Keluarga Nabi Kok, Bahkan Keluarga Allah
    24/11/2020 - 12:26

KULINER

  • Mie Galau Malang Rasa Nikmat Harga Bersahabat
    Mie Galau Malang Rasa Nikmat Harga Bersahabat
    23/11/2020 - 01:15
  • Menikmati Mie Yamin Cirebon Saat Musim Hujan
    Menikmati Mie Yamin Cirebon Saat Musim Hujan
    23/11/2020 - 00:27
  • Resep Nasi Shirataki Bakar Tuna Kecombrang
    Resep Nasi Shirataki Bakar Tuna Kecombrang
    21/11/2020 - 07:27
  • Cafe Gesah Coffee and Culture, Sensasi Ngopi di Rumah Adat Osing Banyuwangi
    Cafe Gesah Coffee and Culture, Sensasi Ngopi di Rumah Adat Osing Banyuwangi
    20/11/2020 - 08:06
  • Tips Mudah Agar Alpukat Tak Mudah Busuk
    Tips Mudah Agar Alpukat Tak Mudah Busuk
    19/11/2020 - 15:48
  • FPI Bongkar Rahasia, Edhy Prabowo Ditangkap, Viral Video Santri
    FPI Bongkar Rahasia, Edhy Prabowo Ditangkap, Viral Video Santri
    26/11/2020 - 05:30
  • Ini Deretan Barang Mewah Yang Disita KPK dari OTT Edhy Prabowo
    Ini Deretan Barang Mewah Yang Disita KPK dari OTT Edhy Prabowo
    26/11/2020 - 01:01
  • Diego Maradona Tutup Usia, Harta Warisannya Mengejutkan
    Diego Maradona Tutup Usia, Harta Warisannya Mengejutkan
    26/11/2020 - 09:47
  • Kisah Anak Suku Pedalaman Papua yang Nekat Jual Babi Demi Jadi Tentara
    Kisah Anak Suku Pedalaman Papua yang Nekat Jual Babi Demi Jadi Tentara
    26/11/2020 - 00:24
  • KPK Tangkap Edhy Prabowo, Fadli Zon: Semoga Bisa Temukan Harun Masiku
    KPK Tangkap Edhy Prabowo, Fadli Zon: Semoga Bisa Temukan Harun Masiku
    26/11/2020 - 08:02