Peristiwa Nasional

Penuhi Permintaan Industri, Kementan RI Dorong Investasi Jagung Rendah Aflatoksin di Gunung Kidul

Jumat, 20 November 2020 - 08:56 | 13.28k
Penuhi Permintaan Industri, Kementan RI Dorong Investasi Jagung Rendah Aflatoksin di Gunung Kidul
Mentan RI Syahrul Yasin Limpo. (FOTO: Dok. Kementan RI)
Pewarta: | Editor: Wahyu Nurdiyanto

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Permintaan industri olahan pati jagung terhadap jagung rendah aflatoxin yang cukup tinggi mencapai 1 juta ton per tahun membuka peluang investasi yang cukup terbuka lebar dan menguntungkan. Dengan dukungan Kementan RI (Kementerian Pertanian), peluang investasi tersebut telah disambut baik investor di Kabupaten Gunung Kidul sebagai salah satu sentra utama jagung di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Salah satu investor yang mulai bergerak, yakni PT. Sumber Kamulyan Nusantara, saat ini dalam proses membangun processing unit (pengeringan) jagung rendah aflatoxin di Kecamatan Semanu Kabupaten Gunung Kidul. Tentunya Kementan menyambut baik rencana tersebut dan mendukung dari sisi pemerintah. 

Untuk mengawal komitmen investasi tersebut, Kementan RI memfasilitasi pertemuan untuk mensosialisasikan pengembangan Jagung Rendah Aflatoxin (JRA) di Gunung Kidul tanggal 16 November 2020 dengan menghadirkan beberapa gabungan kelompok tani (Gapoktan) Jagung Kecamatan Semanu dan industri pengolahan pati jagung PT. Aneka Agro sebagai pengguna JRA, Direktorat Serealia, Dinas Pertanian Provinsi DIY, Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Kidul, PT. DNA Lombok Timur, PT. Bank BRI Cabang Wonosari serta pihak terkait lainya. 

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Kementan, Gatut Sumbogodjati mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan gerak cepat terkait tindak lanjut dari MOU Kerjasama antara Direktur Jenderal Tanaman Pangan dengan Perkumpulan Produsen Pemurni Jagung Indonesia (P3JI) yang telah ditandangani di Bandung minggu lalu terkait pemenuhan bahan baku jagung rendah aflatoxin untuk kebutuhan industri pati jagung, sweetener, dan bihun jagung. 

"Kebutuhan jagung rendah aflatoxin ini lebih dari 1 juta ton setiap tahun. Namun tantangannya pemenuhan jagung tersebut harus dengan persyaratan mutu," ujar Gatut di Gunung Kidul, Kamis (19/11/2020).

Gatut menambahkan dukungan terhadap pengembangan jagung rendah aflatoxin sangat besar dari sisi investor sudah ada yang akan menyediakan sarana produksi, pascapanen dan pengolahan serta pasar (hasil petani sudah terjamin). 

"Dari sisi permodalan petani dapat mengakses KUR dari Bank BRI, dari sisi pasar telah terjamin dari pihak industry besar yang siap menampung," terangnya.

Gatut menjelaskan mekanisme kerjasama yang rencananya dilakukan adalah pihak investor dan Gapoktan Jagung di wilayah Kecamatan Semanu telah sepakat untuk melakukan kemitraan produksi. Selain itu pendampingan proses produksi hingga pascapanen dan pengolahan hingga pasar.

“Mudah-mudahan melalui Kerjasama yang saling menguntungkan ini dapat berkesinambungan dan meningkatkan pendapatan petani-petani jagung khususnya di Gunung Kidul," tandasnya.

Pengembangan jagung rendah aflatoxin telah berhasil diterapkan di Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini dipelopori PT. DNA. Direktur PT DNA, Dean Novel menyatakan rencananya pengembangan jagung rendah aflatoxin akan mereplikasi apa yang telah diterapkan di Kabupaten Lombok Timur dengan menyesuaikan terhadap iklim dan keadaan lahan Kabupaten Gunung Kidul. 

“Secara topografi dan sifat lahan hampir sama dengan di Lombok Timur, namun saya tidak akan menerapkan cara yang sama di Lombok Timur tetapi saya akan menggunakan versi Gunung Kidul di karenakan perbedaan sosial budaya, kunci utama dalam menghasilkan jagung rendah aflatoxin adalah kedispilinan dari petani” terang Dean Novel.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyebutkan kebutuhan jagung rendah aflatoxin ini lebih dari 1 juta ton setiap tahun. Tentunya kondisi Indonesia yang saat ini sudah mampu memproduksi lebih dari 24 juta ton jagung setiap tahun harusnya dengan mudah mampu memenuhi kebutuhan tersebut," terangnya.

"Sesuai arahan Mentan RI Syahrul Yasin Limpo bahwa saat ini kita tidak hanya bertumpu pada kuantitas saja tapi juga kualitas yang baik, dengan adanya komitmen penyediaan jagung rendah aflatoxin ini saya yakin kita sebenarnya mampu memenuhinya dari dalam negeri sendiri," kata Suwandi, Dirjen Tanaman Pangan, Kementan RI. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Positif Covid-19 RI Tembus Setengah Juta, Ketua DPD RI Sepakat Libur Akhir Tahun Dikurangi
    Positif Covid-19 RI Tembus Setengah Juta, Ketua DPD RI Sepakat Libur Akhir Tahun Dikurangi
    24/11/2020 - 10:16
  • Ketua Umum PSSI Larang Pemain Timnas U-19 Makan Gorengan
    Ketua Umum PSSI Larang Pemain Timnas U-19 Makan Gorengan
    24/11/2020 - 10:03
  • Awas Sistem Imun Tubuh Berkurang Setelah Usia 25 Tahun
    Awas Sistem Imun Tubuh Berkurang Setelah Usia 25 Tahun
    24/11/2020 - 09:55
  • Pengasuh An-Nur Minta Kelana - Dwi Astutik Perhatikan Pesantren
    Pengasuh An-Nur Minta Kelana - Dwi Astutik Perhatikan Pesantren
    24/11/2020 - 09:41
  • Buka Pameran Virtual, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng Sukses Gaet Pemirsa Luar Negeri
    Buka Pameran Virtual, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng Sukses Gaet Pemirsa Luar Negeri
    24/11/2020 - 09:34
  • Siapkan Naskah Khotbah Jumat Kekinian, Kemenag RI Libatkan Ulama dan Akademisi
    Siapkan Naskah Khotbah Jumat Kekinian, Kemenag RI Libatkan Ulama dan Akademisi
    24/11/2020 - 09:26
  • Pemain Sayap Persija Ajak Masyarakat Manfaatkan Waktu Libur dengan Belajar Sejarah
    Pemain Sayap Persija Ajak Masyarakat Manfaatkan Waktu Libur dengan Belajar Sejarah
    24/11/2020 - 09:14
  • Dampingi Mensos Salurkan BST, Ini Komentar Anggota Komisi X DPR RI
    Dampingi Mensos Salurkan BST, Ini Komentar Anggota Komisi X DPR RI
    24/11/2020 - 09:02
  • Bersihkan Baliho Rizieq Shihab, IPW: Tugas TNI Jaga NKRI
    Bersihkan Baliho Rizieq Shihab, IPW: Tugas TNI Jaga NKRI
    24/11/2020 - 08:56
  • Forum Pegawai OJK Jateng-DIY Salurkan Bantuan untuk Warga Semarang
    Forum Pegawai OJK Jateng-DIY Salurkan Bantuan untuk Warga Semarang
    24/11/2020 - 08:49

TIMES TV

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

15/11/2020 - 07:16

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia
Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar
Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Meningkatkan Sumber Daya Manusia di Era Pandemi Covid-19
    Meningkatkan Sumber Daya Manusia di Era Pandemi Covid-19
    23/11/2020 - 19:31
  • Belajar Akuntansi untuk Memahami Kerja Kapitalisme
    Belajar Akuntansi untuk Memahami Kerja Kapitalisme
    23/11/2020 - 18:24
  • Sugeng Tindak Kiai Mas'ud Ali, Jenengan Tiyang Sae
    Sugeng Tindak Kiai Mas'ud Ali, Jenengan Tiyang Sae
    23/11/2020 - 13:19
  • Tidak Ada Kata Terlambat untuk Sebuah Nasionalisme
    Tidak Ada Kata Terlambat untuk Sebuah Nasionalisme
    23/11/2020 - 10:29
  • Mega Proyek Geopark Komodo: Urgensi Konservasi atau Komersialisasi?
    Mega Proyek Geopark Komodo: Urgensi Konservasi atau Komersialisasi?
    20/11/2020 - 23:09
  • Peran E-Goverment dalam Mencegah Korupsi di Pemasyarakatan
    Peran E-Goverment dalam Mencegah Korupsi di Pemasyarakatan
    20/11/2020 - 22:10
  • Krisis Politik Belarus: Momentum Perubahan?
    Krisis Politik Belarus: Momentum Perubahan?
    20/11/2020 - 18:34
  • Organisasi Mahasiswa Daerah Sebagai Tangan Kanan Masyarakat
    Organisasi Mahasiswa Daerah Sebagai Tangan Kanan Masyarakat
    20/11/2020 - 16:29

KULINER

  • Mie Galau Malang Rasa Nikmat Harga Bersahabat
    Mie Galau Malang Rasa Nikmat Harga Bersahabat
    23/11/2020 - 01:15
  • Menikmati Mie Yamin Cirebon Saat Musim Hujan
    Menikmati Mie Yamin Cirebon Saat Musim Hujan
    23/11/2020 - 00:27
  • Resep Nasi Shirataki Bakar Tuna Kecombrang
    Resep Nasi Shirataki Bakar Tuna Kecombrang
    21/11/2020 - 07:27
  • Cafe Gesah Coffee and Culture, Sensasi Ngopi di Rumah Adat Osing Banyuwangi
    Cafe Gesah Coffee and Culture, Sensasi Ngopi di Rumah Adat Osing Banyuwangi
    20/11/2020 - 08:06
  • Tips Mudah Agar Alpukat Tak Mudah Busuk
    Tips Mudah Agar Alpukat Tak Mudah Busuk
    19/11/2020 - 15:48
  • Isi Pernyataan Resmi Keluarga Besar TNI Terkait Baliho Rizieq Shihab
    Isi Pernyataan Resmi Keluarga Besar TNI Terkait Baliho Rizieq Shihab
    24/11/2020 - 05:40
  • Momen Mengejutkan Mayjen Dudung, 64 Prajurit Marinir TNI Kena COVID-19
    Momen Mengejutkan Mayjen Dudung, 64 Prajurit Marinir TNI Kena COVID-19
    24/11/2020 - 06:06
  • Suara Auman Tengah Malam, Prajurit TNI Temukan Jejak Kaki Macan
    Suara Auman Tengah Malam, Prajurit TNI Temukan Jejak Kaki Macan
    24/11/2020 - 00:15
  • Pangdam Mau Bubarkan FPI, Habib Rizieq: Saya Enggak Pusing
    Pangdam Mau Bubarkan FPI, Habib Rizieq: Saya Enggak Pusing
    24/11/2020 - 06:20
  • Ralat Ucapan Bubarkan FPI, Pangdam Jaya: TNI Tidak Bisa
    Ralat Ucapan Bubarkan FPI, Pangdam Jaya: TNI Tidak Bisa
    24/11/2020 - 07:39