Peristiwa Nasional

Menjadi High Income Country, Menkeu RI: Produktivitas Indonesia Perlu Ditingkatkan

Kamis, 19 November 2020 - 21:48 | 28.29k
Menjadi High Income Country, Menkeu RI: Produktivitas Indonesia Perlu Ditingkatkan
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Dokumentasi Kemenkeu)
Pewarta: | Editor: Irfan Anshori

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Implementasi Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja bertujuan untuk melakukan terobosan penting dalam melaksanakan langkah-langkah perbaikan fundamental agar Indonesia bisa mempunyai daya saing yang tinggi dan mampu berkompetisi dengan negara lain. Hal ini terungkap saat Menteri Keuangan (Menkeu RI) Sri Mulyani Indrawati memberikan pidato kunci pada acara Serap Aspirasi Implementasi UU Cipta Kerja Bidang Perpajakan yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (19/11).

Menkeu menyebut bahwa sudah banyak pembicaraan mengenai adanya permasalahan fundamental yang ada pada perekonomian Indonesia yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Sering disebutkan bahwa Indonesia membutuhkan kualitas SDM yang lebih baik, membutuhkan infrastruktur yang lebih baik serta adanya berbagai survei masukan mengenai regulasi dan birokrasi di Indonesia yang meningkatkan biaya ekonomi tinggi sehingga menciptakan inefisiensi.

Lalu adanya diagnosa mengenai daya saing Indonesia yang rendah, dan ekonomi Indonesia yang belum mampu untuk ditransformasikan menjadi ekonomi dengan nilai tambah tinggi serta efisien dan kompetitif.

“Ini adalah diagnosa yang sudah sering dilakukan disampaikan baik oleh dunia usaha, dunia akademik, para ekonom dibidang penelitian maupun berbagai pihak. Saat ini Presiden Jokowi menginstruksikan kepada seluruh kabinet untuk betul-betul melakukan langkah-langkah perbaikan untuk hal-hal yang memang sifatnya fundamental,” tegas Menkeu.

Selanjutnya, Menkeu mengatakan bahwa pelaksananaan Undang-undang cipta kerja bertujuan untuk melakukan terobosan penting dalam melaksanakan langkah-langkah perbaikan fundamental. Yang mencakup tentang ketenagakerjaan, peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan usaha, pengadaan tanah, pengaturan mengenai kawasan ekonomi, pengaturan mengenai investasi pemerintah pusat dan percepatan poyek strategis nasional, dukungan riset dan inovasi, dan pengaturan administrasi pemerintah.

“Inilah yang menjadi fokus dari pemerintah untuk melakukan reformasi. Tujuannya untuk membuat Indonesia menjadi negara maju, menjadi negara high income country,” tambah Menkeu.

Menkeu mengatakan bahwa adanya suatu proyeksi yang menunjukkan jika Indonesia mampu melakukan transformasi dan memperbaiki aspek-aspek fundamental, maka Indonesia akan menjadi negara dengan penghasilan dan memiliki produktivitas yang tinggi.

Proyeksi demografi Indonesia untuk tahun 2045 akan mencapai 309 juta populasi dimana 52% adalah usia produktif dan hidup di perkotaan. Mereka merupakan angkatan kerja dan mereka butuh pekerjaan atau mereka akan menciptakan pekerjaan.

Oleh karena itu, perlu untuk dilakukan langkah-langkah agar penduduk Indonesia menjadi penduduk yang betul-betul produktif, dan bersamaan dengan upaya pemerintah untuk terus melakukan reformasi di bidang pendidikan dan pelatihan sehingga tenaga kerja tersebut menjadi semakin berkualitas.

Menkeu mengutarakan bahwa ini bertujuan supaya tidak hanya size ekonomi Indonesia menjadi besar, tapi yang paling penting adalah Indonesia mampu menciptakan kesejahteraan yang makin merata. Serta penduduk usia produktif terutama generasi muda bisa menikmati kondisi dimana mereka mampu menyalurkan inovasi dan produktivitas nya dalam bentuk kegiatan kegiatan yang produktif dan bernilai tambah.

Menkeu menambahkan bahwa hal ini pasti membutuhkan infrastruktur yang baik, regulasi yang tidak membebani, birokrasi yang tidak menambah keruwetan, dan juga dari sisi penataan wilayah dan kemampuan Indonesia untuk terus menggunakan teknologi secara lebih baik dan maksimal.

Menkeu mengingatkan bahwa untuk meningkatkan posisi Indonesia dari kondisi middle-income country menjadi high-income country bukan persoalan yang mudah. Banyak negara di dunia ini tetap ada di dalam status middle-income country bahkan dalam waktu 2 hingga 3 dekade, yang masuk ke dalam middle income trap.

Hanya sedikit negara yang mampu menembus perangkap dari income menengah. Negara yang mampu naik kelas itu, biasanya adalah negara yang mampu mengembalikan ekonominya dengan produktivitas tinggi melalui teknologi, melalui deregulasi, dan melalui birokrasi yang efisien.

Menkeu menyampaikan fakta bahwa saat ini produktivitas Indonesia masih perlu ditingkatkan. Selain itu, daya saing Indonesia di level global juga masih perlu mendapatkan perbaikan. Kapabilitas inovasi, kualitas institusi, infrastuktur, adopsi ICT, kesehatan, skill, pasar tenaga kerja, sistem keuangan dan dinamisme bisnis menunjukkan bahwa Indonesia masih punya PR yang banyak.

Hanya market size Indonesia saja yang dinilai cukup baik, tapi menurut Menkeu ini tidak cukup untuk menarik investasi dan membuat Indonesia menjadi produktif. Oleh karena itu Indonesia perlu untuk segera memperbaiki faktor-faktor fundamental tersebut.

“Rezim yang ingin dibangun adalah suatu rezim produktif yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat terutama kalangan muda, mereka harus bisa menikmati kondisi dan ekosistem investasi yang efisien dan tidak birokratis. Sehingga mereka memiliki berbagai inovasi dan bisa tidak hanya mencari kerja tapi menciptakan kerja,” ujar Menkeu RI. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Pengalaman Buka Puasa di Zam Zam Hotel & Convention Batu Dapat Pula Dirasakan saat Halal Bi Halal dan Reuni
    Pengalaman Buka Puasa di Zam Zam Hotel & Convention Batu Dapat Pula Dirasakan saat Halal Bi Halal dan Reuni
    10/05/2021 - 06:31
  • Have a Nice Cup of Coffee at Terminal Songgon Cafe Banyuwangi
    Have a Nice Cup of Coffee at Terminal Songgon Cafe Banyuwangi
    10/05/2021 - 05:56
  • Looking for Tourist Attraction in Surabaya During This Holiday? Check This Out!
    Looking for Tourist Attraction in Surabaya During This Holiday? Check This Out!
    10/05/2021 - 04:07
  • Sugarcane Juice and It's Health Properties
    Sugarcane Juice and It's Health Properties
    10/05/2021 - 03:07
  • Luncurkan Fasilitas GeNose C19, Accor Perkuat Komitmen Pada Pemulihan Pariwisata
    Luncurkan Fasilitas GeNose C19, Accor Perkuat Komitmen Pada Pemulihan Pariwisata
    10/05/2021 - 02:53

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Bipang, Mudik, Dan Komunikasi Kepresidenan
    Bipang, Mudik, Dan Komunikasi Kepresidenan
    09/05/2021 - 11:16
  • Ngopi Pagi: Zakat, Infaq, dan Sedekah
    Ngopi Pagi: Zakat, Infaq, dan Sedekah
    09/05/2021 - 10:28
  • Larangan Mudik di Masa Pandemi yang Tidak Efektif
    Larangan Mudik di Masa Pandemi yang Tidak Efektif
    09/05/2021 - 07:16
  • Viral Pemudik Menangis, Antara Empati dan Tuntutan Tugas Seorang Aparat
    Viral Pemudik Menangis, Antara Empati dan Tuntutan Tugas Seorang Aparat
    08/05/2021 - 20:39
  • Menjawab Optimisme, Pemuda menjawab Tantangan
    Menjawab Optimisme, Pemuda menjawab Tantangan
    08/05/2021 - 18:32
  • James Bond dan Lailatul Qodar
    James Bond dan Lailatul Qodar
    08/05/2021 - 17:06
  • Antisipasi Tsunami Covid-19
    Antisipasi Tsunami Covid-19
    08/05/2021 - 17:01
  • Penyesuaian Budaya Mudik di Tengah Pandemi
    Penyesuaian Budaya Mudik di Tengah Pandemi
    08/05/2021 - 16:00

KULINER

  • Sugarcane Juice and It's Health Properties
    Sugarcane Juice and It's Health Properties
    10/05/2021 - 03:07
  • Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    Taste the Super Spicy Smoked Tuna with Curry Gravy at Esto Coffee Malang
    10/05/2021 - 01:03
  • Berikut Makanan Khas Pamekasan yang Wajib untuk Dicicipi
    Berikut Makanan Khas Pamekasan yang Wajib untuk Dicicipi
    09/05/2021 - 15:58
  • Kue Lebaran Unik, Mirip Batu Bata Lengkap dengan Semen dan Cetoknya
    Kue Lebaran Unik, Mirip Batu Bata Lengkap dengan Semen dan Cetoknya
    09/05/2021 - 09:42
  • Mengenal Bipang Ambawang, Makanan Khas Kalimantan
    Mengenal Bipang Ambawang, Makanan Khas Kalimantan
    08/05/2021 - 14:30