Peristiwa Daerah

Eksponen 98 Minta Polisi Panggil Ridwan Kamil

Selasa, 17 November 2020 - 22:31 | 21.32k
Eksponen 98 Minta Polisi Panggil Ridwan Kamil
Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 1998 (PPJNA 98) Abdul Salam Nur Ahmad. (FOTO: Eksponen98 for TIMES Indonesia)
Pewarta: | Editor: Iwa Sugriwa

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Berbagai elemen yang tergabung dalam Eksponen 98,  meminta kepolisian memanggil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, terkait kerumunan massa pendukung Habib Rizieq Shihab di Mega Mendung, Kabupaten Bogor. 

Eksponen 98 itu terdiri dari Barikade 98, Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis (PPJNA) 98, Jaringan Nasional Aktivis (Jarnas) 98, serta Komite Pergerakan Pemuda Santri dan Mahasiswa Indonesia (KPPSMI dan Forgema) 77/78. 

Menurut mereka, Gubernur Jabar harus dimintai pertanggungjawaban, karena dinilai lalai sehingga terjadi pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Mereka bilang kepolisian sendiri berencana memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait hal yang sama.

Karena itu, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis (PPJNA) 98, Abdul Salam Nur Ahmad menyatakan, kepolisian harus turut memanggil Ridwan Kamil karena membiarkan adanya kerumunan massa di lokasi tersebut. 

"Emil terlihat membiarkan adanya kegiatan di Jawa Barat, tepatnya Kabupaten Bogor yang diikuti ribuan pendukung Rizieq Shihab," jelas Abdul Salam kepada wartawan, Selasa (17/11/20).

Abdul menilai, tidak ada upaya pencegahan dalam kerumunan Megamendung tersebut. "Kenapa tidak ada upaya pencegahan/ Padahal itu jelas-jelas melanggar protokol kesehatan," imbuhnya. 

Dirinya menilai, sebagai gubernur dan juga pimpinan Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat, Emil tidak memimpin koordinasi dengan pimpinan daerah di bawahnya seperti bupati, terkait pencegahan kedatangan warganya ke acara pernikahan anak Rizieq Shihab di Petamburan, DKI Jakarta.

Dirinya menegaskan, harusnya ada koordinasi, jangan sampai warganya datang.  "Saya sangat yakin, yang kemarin (di Petamburan) itu banyak warga Jawa Barat," bebernya.

Dia menilai sikap Emil tersebut sangat tidak bisa ditolelir karena bentuk kelalaian dalam mengantisipasi terjadinya pelanggaran protokol kesehatan. 

"Sudah jelas kok aturan protokol kesehatan itu apa saja. Bahkan dia sendiri yang mengampanyekan protokol kesehatan ke masyarakat. Tapi kenapa kemarin diam, seolah-olah tak terjadi apa-apa," ungkapnya.

Terlebih, lanjut dia, selama ini pemerintah sudah menganggarkan biaya besar untuk penanganan pandemi Covid-19. Penggelontoran uang negara yang besar ini menurutnya jadi sia-sia akibat adanya kerumunan massa yang dibiarkan begitu saja oleh pejabat negara tersebut.

"Sebagai kepala daerah, harusnya gubernur bisa menggunakan perangkat negara yang ada untuk melarang dan mencegah kerumunan di saat pandemi ini. Harusnya berani mencegah terjadinya pelanggaran aturan," tandasnyanya.

Padahal, tambah dia, di Jawa Barat terdapat banyak aktivitas warga yang ditutup untuk mencegah penyebaran covid-19. 

"Apalagi di awal-awal, ketika toko-toko ditutup. Lalu hingga sekarang ada penerapan sanksi denda kepada warga biasa yang melanggar protokol kesehatan. Tapi kenapa kejadian kemarin dibiarkan?," sesalnya.

Dia pun menilai sikap abai yang dilakukan pejabat negara ini merupakan bentuk meraih simpati politik jelang Pemilihan Presiden 2024. Sebab, Abdul menilai Emil dan Anies memiliki ambisi yang tinggi untuk maju dalam pemilihan kepala negara tersebut.

"Ini cara-cara meraih simpati politik yang tidak bisa ditolelir. Demi kepentingan elektabilitas, tega membiarkan pelanggaran yang bisa mengorbankan kesehatan bahkan nyawa masyarakat," kata dia.

Lebih lanjut, dia mengapresiasi langkah Kapolri yang mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen. Nana S, dan Kapolda Jawa Barat Irjen. Rudy S terkait kerumunan massa tersebut. Ini dinilainya langkah yang tepat, sebagai bentuk penegakkan hukum dan penting untuk mengembalikan marwah dan wibawa negara khususnya penegak hukum di mata masyarakat.

"Pencopotan ini sudah tepat sebagai bentuk ketegasan negara dalam menegakkan hukum. Siapa pun, kalau bersalah, harus ditindak, termasuk Ridwan Kamil," kata dia.(*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Calon Bupati Banyuwangi Datangi Kampung yang Tak Pernah Didatangi Pejabat
    Calon Bupati Banyuwangi Datangi Kampung yang Tak Pernah Didatangi Pejabat
    29/11/2020 - 07:13
  • Check this New Safety Tricks New Saphir Yogyakarta Has
    Check this New Safety Tricks New Saphir Yogyakarta Has
    29/11/2020 - 06:12
  • Vio99 Indonesian World Standard Masks Produced by Mediashop Indonesia
    Vio99 Indonesian World Standard Masks Produced by Mediashop Indonesia
    29/11/2020 - 05:27
  • Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    29/11/2020 - 04:27
  • Cira-03, a Sophisticated Robot of Egypt that Can Test Covid-19
    Cira-03, a Sophisticated Robot of Egypt that Can Test Covid-19
    29/11/2020 - 03:13
  • Presiden Brazil Jair Bolsonaro Tolak Pakai Vaksin Covid-19
    Presiden Brazil Jair Bolsonaro Tolak Pakai Vaksin Covid-19
    29/11/2020 - 02:36
  • Komisi IV DPR RI: Sleman Contoh Sektor Pertanian Sebagai Leading Sector Perekonomian
    Komisi IV DPR RI: Sleman Contoh Sektor Pertanian Sebagai Leading Sector Perekonomian
    29/11/2020 - 02:02
  • Robot Cira-03, Robot Canggih untuk Pasien Covid-19 dari Mesir
    Robot Cira-03, Robot Canggih untuk Pasien Covid-19 dari Mesir
    29/11/2020 - 01:28
  • Menanam Padi di Malam Hari, Kementan RI Apresiasi Dedikasi Luar Biasa Petani Sragen
    Menanam Padi di Malam Hari, Kementan RI Apresiasi Dedikasi Luar Biasa Petani Sragen
    29/11/2020 - 01:09
  • Mentan RI Syahrul: 2 Hal yang Harus Kita Jaga di Tana Toraja
    Mentan RI Syahrul: 2 Hal yang Harus Kita Jaga di Tana Toraja
    29/11/2020 - 00:51

TIMES TV

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

15/11/2020 - 07:16

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia
Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar
Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Menata Niat Agar Tetap Sehat
    Menata Niat Agar Tetap Sehat
    28/11/2020 - 14:14
  • Jumat Berkah: Mendengar Seruan Ilahi
    Jumat Berkah: Mendengar Seruan Ilahi
    27/11/2020 - 07:22
  • Mahasiswa Dan Jati Dirinya
    Mahasiswa Dan Jati Dirinya
    26/11/2020 - 19:31
  • Hukum Dalam Jagad Seni Dan Keindahan
    Hukum Dalam Jagad Seni Dan Keindahan
    26/11/2020 - 17:50
  • Kampus dan Kepemimpinan Perempuan
    Kampus dan Kepemimpinan Perempuan
    26/11/2020 - 15:47
  • Perubahan Kebijakan Terkait Guru Harus Sistemik
    Perubahan Kebijakan Terkait Guru Harus Sistemik
    26/11/2020 - 10:00
  • Perspektif Political Marketing dalam Keteladanan Kepemimpinan
    Perspektif Political Marketing dalam Keteladanan Kepemimpinan
    26/11/2020 - 00:14
  • Guru dan Frustasi Sosial
    Guru dan Frustasi Sosial
    25/11/2020 - 16:08

KULINER

  • Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    29/11/2020 - 04:27
  • Ada Sisa Bahan Soto Kemarin? Jangan Dibuang, Ubah Jadi Makanan Berikut
    Ada Sisa Bahan Soto Kemarin? Jangan Dibuang, Ubah Jadi Makanan Berikut
    28/11/2020 - 03:16
  • Mie Galau Malang Rasa Nikmat Harga Bersahabat
    Mie Galau Malang Rasa Nikmat Harga Bersahabat
    23/11/2020 - 01:15
  • Menikmati Mie Yamin Cirebon Saat Musim Hujan
    Menikmati Mie Yamin Cirebon Saat Musim Hujan
    23/11/2020 - 00:27
  • Resep Nasi Shirataki Bakar Tuna Kecombrang
    Resep Nasi Shirataki Bakar Tuna Kecombrang
    21/11/2020 - 07:27
  • Ketua FPI Penghina Jokowi hingga Calon Besan Bamsoet Ditangkap KPK
    Ketua FPI Penghina Jokowi hingga Calon Besan Bamsoet Ditangkap KPK
    29/11/2020 - 05:30
  • Catat, Jadwal Siaran Langsung Mike Tyson Vs Roy Jones Jr Siang Ini
    Catat, Jadwal Siaran Langsung Mike Tyson Vs Roy Jones Jr Siang Ini
    29/11/2020 - 03:12
  • Rekaman Telepon di Detik-detik Kematian Maradona yang Bikin Merinding
    Rekaman Telepon di Detik-detik Kematian Maradona yang Bikin Merinding
    29/11/2020 - 04:31
  • FC Utrecht Ingin Bagus Kahfi Gratisan, Netizen: Kencing Aja Bayar Bro
    FC Utrecht Ingin Bagus Kahfi Gratisan, Netizen: Kencing Aja Bayar Bro
    29/11/2020 - 07:20
  • Rocky Gerung Anggap PDIP ‘Cuci Tangan’ soal Andreau Misanta
    Rocky Gerung Anggap PDIP ‘Cuci Tangan’ soal Andreau Misanta
    29/11/2020 - 00:43