Kopi TIMES

Pemuda Dulu, Kini dan Esok

Minggu, 01 November 2020 - 01:28 | 218.66k
Pemuda Dulu, Kini dan Esok
Ratnawati, Staf pengajar Sejarah SMA N 1 Malang.

TIMESINDONESIA, MALANG – Gelora ikrar pemuda di tahun 1928  yang menggema, menggambarkan  atmosfer persatuan yang teguh. Tri Koro Darmo muncul sebagai oranisasi kepemudaan dan bermetamorfose menjadi Jong Java (1915), Jong Soematranen Bond (1917), Jong Islamieten Bond (1924), Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong Ambon, Sekar Rukun dan Pemuda Kaum Betawi.

Sebagai organisasi yang masih bersifat kedaerahan, namun sudah sarat dengan molekul-molekul panas untuk memformulasikan dirinya sebagai kekuatan yang ampuh dalam  berorganisasi dan diplomasi. Tatkala bangsa kita  berada dalam penindasan dan cengkraman kolonial  Belanda.

Kondisi itulah yang menjadi akar tumbuhnya semangat kebangsaan dan kelak melahirkan jiwa-jiwa patriotik. Semangat menumbangkan sentimen kesukuan menjadi kekuatan untuk  melepaskan diri dari penjajah. Tak terbantahkan lagi bahwa  generasi muda  92 tahun silam adalah gold generation bangsa ini. Mereka sudah sangat maju dalam berpikir. Bahkan melampaui zamannya.

Pemuda masa itu tumbuh tanpa topeng,  menurut Epicurus, kebahagiaan terbesar (greatest good) adalah kebebasan dari rasa takut dan ketiadaan rasa sakit .Ini artinya  mereka pemuda yang pemberani, tangguh, cerdas dalam  bersikap  pada zamannya meski dikekang  penjajah.

Nasionalisme tidak serta merta muncul. Inisiatif ini muncul justru dari penjajah. Salah satu kebijakan Politik Etis  Van Deventer  yaitu edukasi  menjadi corong  pendidikan membahana membawa  bumiputera kearah elit cendikiawan 

Sekolah-sekolah tumbuh di hampir di setiap daerah. Meskipun  terhalang diskriminasi semangat pribumi  menggelora untuk tetap bersekolah sesuai statusnya.

Pendidikan menjadi embrio lahirnya kaum elit cendikia. Elit cendikia inilah  yang mampu menyalakan  api pergerakan nasional melalui organisasi-organisasi yang tak lagi kedaerahan. Budi Utomo (1908)  adalah organisasi kebangsaan moderen pertama yang bervisi merdeka.

Setelah  Budi Utomo, bermunculan organisasi-organisasi lain seperti Sarekat Islam, Indische Partij, Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Taman Siswa   berkembang menjadi pionir kemerdekaan,  memanfaatkan organisasi sebagai wadah solidaritas dan media bertukar pikiran.

Di saat kemajemukan tengah menggumpal, mereka berani melakukan aksi nyata mewujudkan nasionalisme. Kongres Pemuda II tanggal 27-28 Oktober 1928 berhasil melahirkan ikrar, Sumpah Pemuda. Dengan Kongres Pemuda inilah  popularitas pemuda saat itu  membakar jiwa-jiwa yang terkoyak.

Prestasinya mendorong dan meneguhkan persatuan. Keberaniannya berhasil mengobrak-abrik  tahta kolonial di bumi pertiwi.  Aksi  memperlemah persatuan yang  menjiwai pemuda mulai dilakukan oleh Belanda. Dengan jiwa persatuan para pemuda bertekad menentang penjajah.

Sepanjang sejarah  para pemuda tahun 1908 hingga 1945. Peran pemuda terlihat begitu dominan. Mereka  sangat sadar apa yang dibutuhkan bangsa. Tinta emas telah mencatat bahwa kebangsaan dan nasionalisme melalui kebangkitan nasional (1908) telah  menguatkan persatuan dan kesatuan sehingga tercetus Sumpah Pemuda (1928), serta tonggak  perjuangan yang juga menggagas  peristiwa Rengasdengklok hingga  terwujudlah proklamasi (1945). Tiga pilar tersebut berhasil mengantarkan NKRI menapaki masa hingga ke era milenium.  

Menilik peran pemuda Indonesia saat ini, wajib hukumnya generasi emas di tahun 2045 diwujudkan. Apapun rintangannya. Ikrar sumpah pemuda  bukan sajian belaka yang sekedar menjadi pengetahuan di bangku sekolah. Sedangkan realisasinya patut dipertanyakan.

Memantik perpecahan di era digital sangatlah mudah. Globalisasi telah mendorong  bebasnya interaksi massal. Dengan media sosial anak muda sangat mudah terpengaruh.  Berita hoaks  yang mengandung benih perpecahan seringkali disisipkan oleh orang tak bertanggung jawab untuk menghancurkan mereka.  Setiap detik tagar-tagar provokatf   meramaikan  media sosial  meski kehadiran IT  juga sukses menghadirkan pemuda  cerdas dan berprestasi sesuai dengan tuntutan zaman.

Namun saat ini kepedulian pemuda-pemuda  akan keberlangsungan persatuan negaranya masih sangat kurang. Individualisme meningkat tajam,  mengejar  keinginan dirinya sendiri. Redupnya  peran pemuda di era  global  menegaskan memudarnya nilai-nilai Sumpah  Pemuda.

Pemuda era global perjuangannya  tidak  sebatas berorganisasi dan diplomasi seperti pemuda tahun 1928.  Pendidikan telah menghasilkan kecerdasan dan kreatifitas yang tinggi di bidang teknologi, harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Keragu-raguan harus dikikis digantikan keberanian menginisiatif perubahan. Pemuda harus energik. Sumpah Pemuda episode II kaum milenial tidak butuh diikrarkan namun difaktakan.

28 Oktober 2020 ini hiruk pikuk perpecahan perlu dijeda. Memaknai perjuangan para pemuda  perlu kreatifitas nyata. Ikrar 28  menjadi  pengingat pudarnya jiwa persatuan  saat ini agar kita dapat bebenah. Berharap pemuda milenial dapat lebih emas dari pemuda tahun 1928.(*)

***

*)Oleh: Ratnawati, Staf pengajar Sejarah SMA N 1 Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Komisi Informasi Anugerahi Jawa Barat Provinsi Informatif
    Komisi Informasi Anugerahi Jawa Barat Provinsi Informatif
    03/12/2020 - 23:29
  • Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Kekuatan Ekonomi Baru Jawa Barat di 2021 
    Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Kekuatan Ekonomi Baru Jawa Barat di 2021 
    03/12/2020 - 23:22
  • Ketika Arum Sabil dan Kahar Muzakir Bertemu, Ini yang Mereka Ceritakan
    Ketika Arum Sabil dan Kahar Muzakir Bertemu, Ini yang Mereka Ceritakan
    03/12/2020 - 23:15
  • PSI Kota Madiun Beri Dukungan Moril untuk Fraksi PSI DPRD Jakarta, Soal Apa?
    PSI Kota Madiun Beri Dukungan Moril untuk Fraksi PSI DPRD Jakarta, Soal Apa?
    03/12/2020 - 23:12
  • Polda Jabar Limpahkan Berkas 6 Tersangka Pengeroyok Polisi Saat Demo Omnibus Law
    Polda Jabar Limpahkan Berkas 6 Tersangka Pengeroyok Polisi Saat Demo Omnibus Law
    03/12/2020 - 23:09
  • Programnya Lebih Solutif, Warga Mantap Pilih Ipuk-Sugirah Pimpin Banyuwangi
    Programnya Lebih Solutif, Warga Mantap Pilih Ipuk-Sugirah Pimpin Banyuwangi
    03/12/2020 - 23:06
  • Rutan Bandung Antisipasi Masuknya Barang Terlarang dan Terapkan Prokes Ketat
    Rutan Bandung Antisipasi Masuknya Barang Terlarang dan Terapkan Prokes Ketat
    03/12/2020 - 23:03
  • Wujudkan Lingkungan Sehat di Sekolah, Kecamatan Bontang Selatan Gelar Sosialisasi Pembinaan UKS
    Wujudkan Lingkungan Sehat di Sekolah, Kecamatan Bontang Selatan Gelar Sosialisasi Pembinaan UKS
    03/12/2020 - 23:00
  • Kuatkan SDM Lokal, Pemkab Musi Banyuasin Gandeng Petrotekno
    Kuatkan SDM Lokal, Pemkab Musi Banyuasin Gandeng Petrotekno
    03/12/2020 - 22:57
  • Polda Jabar Selidiki Motif Kumandang Adzan 'Hayya Alal Jihad'
    Polda Jabar Selidiki Motif Kumandang Adzan 'Hayya Alal Jihad'
    03/12/2020 - 22:54

TIMES TV

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

15/11/2020 - 07:16

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia
Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar
Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Catatan Pasien Covid 19; Kapankah Dunia Terbebas Darinya
    Catatan Pasien Covid 19; Kapankah Dunia Terbebas Darinya
    03/12/2020 - 14:28
  • Membumikan Fiqih Reproduksi
    Membumikan Fiqih Reproduksi
    03/12/2020 - 14:03
  • Partisipasi Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi
    Partisipasi Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi
    03/12/2020 - 13:35
  • Self Aware, Sikapi Janji Politik Paslon Kepala Daerah
    Self Aware, Sikapi Janji Politik Paslon Kepala Daerah
    03/12/2020 - 10:35
  • Indonesia Butuhkan Generasi Muda Berideologi Pancasila dan Berjiwa Kesatria
    Indonesia Butuhkan Generasi Muda Berideologi Pancasila dan Berjiwa Kesatria
    02/12/2020 - 13:43
  • Positive Thinking
    Positive Thinking
    01/12/2020 - 09:15
  • Pandemi Covid-19 dan Digitalisasi UMKM
    Pandemi Covid-19 dan Digitalisasi UMKM
    01/12/2020 - 02:21
  • Hak Perempuan yang “Dinomorduakan”
    Hak Perempuan yang “Dinomorduakan”
    30/11/2020 - 18:00

KULINER

  • Loving Life Restaurant, Makan Enak Serba Sayur
    Loving Life Restaurant, Makan Enak Serba Sayur
    03/12/2020 - 20:20
  • Yuk Cicipi Simimang, Durian Khas Banjarnegara
    Yuk Cicipi Simimang, Durian Khas Banjarnegara
    02/12/2020 - 08:26
  • Saking Larisnya, Pempek Candy Habiskan 1/2 Ton Ikan Tenggiri per Hari
    Saking Larisnya, Pempek Candy Habiskan 1/2 Ton Ikan Tenggiri per Hari
    01/12/2020 - 05:29
  • Mencicipi Segarnya Rujak Kelang Khas Pesisir Pantai Branta Pamekasan
    Mencicipi Segarnya Rujak Kelang Khas Pesisir Pantai Branta Pamekasan
    01/12/2020 - 01:28
  • Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    29/11/2020 - 04:27
  • Jenderal TNI Hendropriyono Ultimatum Massa FPI Pendemo Rumah Mahfud MD
    Jenderal TNI Hendropriyono Ultimatum Massa FPI Pendemo Rumah Mahfud MD
    03/12/2020 - 13:52
  • Baru 3 Hari Jadi Pangdam, Jenderal Darah Kopassus Ini Disosor Mertua
    Baru 3 Hari Jadi Pangdam, Jenderal Darah Kopassus Ini Disosor Mertua
    03/12/2020 - 00:14
  • Letjen TNI Prabowo Subianto Bertemu Jenderal Andika Perkasa, Ada Apa?
    Letjen TNI Prabowo Subianto Bertemu Jenderal Andika Perkasa, Ada Apa?
    03/12/2020 - 12:52
  • Kata Baim Wong Soal Pembantu Tidak Boleh Makan di Meja yang Sama
    Kata Baim Wong Soal Pembantu Tidak Boleh Makan di Meja yang Sama
    03/12/2020 - 18:46
  • Polisi Tangkap Ustaz Maaher karena Hina Habib Luthfi
    Polisi Tangkap Ustaz Maaher karena Hina Habib Luthfi
    03/12/2020 - 12:03