Kopi TIMES

Menyibak Kontroversi di Balik Kursi Pandemi

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 19:03 | 29.59k
Menyibak Kontroversi di Balik Kursi Pandemi
Tiara Natasya, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

TIMESINDONESIA, BANTEN – Sejak kasus COVID-19 pertama kali dikonfirmasi di Indonesia pada 2 Maret lalu hingga saat ini belum ada kemajuan yang signifikan terkait penurunan kasus COVID-19 di tanah air. Update kasus positif COVID-19 tanggal 26 Oktober 2020 bersumber dari covid19.go.id ada sekitar 392.934, data ini menunjukkan fakta bahwa situasi kita saat ini masih berada dalam mimpi buruk.

Kedatangan virus korona ke tanah air bukan saja membunyikan sirene bahaya di bidang kesehatan  tetapi korona juga sukses melaksanakan invasi ke bidang lainnya seperti ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan bidang aktifitas lainnya.   Dunia perpolitikan pun tidak luput dari intervensi virus ini.

Seperti yang kita ketahui, saat ini pemerintah sedang menyiapkan pilkada serentak se-Indonesia begitupun dengan  KPU Banten yang sudah mulai menyiapkan penyelenggaraan pilkada sesuai dengan instruksi pusat yang rencananya akan diselenggarakan Desember mendatang. 

Tak heran jika hal ini menimbulkan beragam kritik tajam, di Banten sendiri tepatnya tanggal 7 September lalu Banten resmi menyatakan aktivasi status PSBB, mengutip sumber CNN Indonesia  “PSBB segera diperpanjang dari sekarang berlaku untuk seluruh kabupaten kota di Provinsi Banten“ kata Gubernur Banten, Wahidin Halim,

Hari ini Banten mencatat  ada 1.434 total kasus positif korona bahkan angka ini berpeluang mengalami  peningkatan. Hal ini melahirkan pertanyaan-pertanyaan, apakah kebijakan ini memang bijak?  Apakah  benar agenda pilkada ini terpaksa dilaksanakan demi berjalannya pemerintahan yang demokratis?

Pemberlakuan sistem learn from home bagi pelajar yang sampai sekarang masih berlaku dan tentu saja ini bukanlah sebuah kabar bahagia bagi para pelajar  mengingat kendala sistem pembelajaran daring yang begitu banyak dan beragam. Lalu mengapa pilkada didesak untuk tetap diselenggarakan? Apakah kedudukan pergantian kepemimpinan lebih penting dari pendidikan?  

Lalu bagaimana dengan keselamatan para partisipan pemilu nanti?  jika kita telaah lebih dalam lagi keputusan ini tidaklah realistis bahkan hampir tidak rasional.

Kedudukan Politik dan Pendidikan

“Pendidikan adalah senjata untuk mengubah dunia” Nelson Mandela, kutipan ini sekali lagi mengingatkan kita tentang pentingnya pendidikan, tanpa pendidikan tidak ada sistem yang berjalan dengan baik termasuk sistem politik. Politik adalah ilmu yang juga mempelajari tentang dominasi perilaku manusia, artinya manusia adalah aktor utama dalam dunia politik namun untuk terjun ke dunia politik manusia harus memiliki pendidikan yang memadai. 

Maka dapat disimpulkan pendidikan dan kecerdasan aktor politik adalah hal fundamental demi terciptanya sistem politik yang dinamis, agar suatu pohon dapat berbuah perlu adanya penyiraman air ke akar pohon bukan menyiramkan air ke daunnya, untuk menciptakan sistem politik dan pemerintahan yang dinamis perlu adanya pembenahan dan penjagaan terhadap mutu  yang bersifat dasar yaitu pendidikan sang aktor. Namun anehnya pemerintah beserta kebijakannya seakan lebih memfokuskan hal-hal politik dibandingkan pendidikan hal ini menimbulkan sebuah retoris, mengapa sekolah harus menerapkan pembelajaran di rumah sedangkan kegiatan politik seakan lancar tanpa hambatan? 

Freewill Manusia

PKPU Nomor 11 dan 13 tahun 2020 tentang pilkada di tengah bencana wabah korona, UU ini menerangkan bahwa kegiatan kampanye dilakukan melalui media elektronik dan cetak serta menaati protokol kesehatan. UU ini secara otomatis mengatur jalannya pilkada, penerapan protokol kesehatan di masa pilkada menjadi poin utama. Pemerintah akan tetap menyelenggarakan pilkada dengan kewajiban menaati protokol kesehatan bagi partisipan, lantas apakah hal ini mampu menjawab keresahan masyarakat terkait pilkada di masa pandemi?

Aturan UU boleh saja mengatur dan mengikat secara universal, namun ada satu fakta yang dilupakan, manusia memiliki  freewill  manusia berhak memilih diantar dua pilihan menaati peraturan atau melanggar. Selain itu, kita juga perlu mempertimbangkan faktor pendorong lain, tidak semua wilayah akan menerapkan protokol kesehatan secara tegas terutama masyarakat pedesaan yang masih minim wawasan seputar COVID-19.

Fenomena ini secara tidak langsung telah menggiring pandangan kita ke ranah negatif, apakah  pelaksanaan pilkada di tengah pandemi murni demi terciptanya negara yang demokratis? Ataukah ada hasrat untuk menjadi singa selanjutnya?  

Negara yang menganut sistem demokrasi tercermin dari adanya pergantian pemimpin. Tapi perlu diingat hakikat demokrasi adalah dari rakyat untuk rakyat. Jika saat pilkada ada masyarakat yang terinfeksi virus maka pemerintah gagal dalam mewujudkan poin terpenting dari demokrasi.

Selain itu, manusia akan bertindak secara pragmatis begitupun dalam pembuatan kebijakan. Kelompok yang mengeluarkan kebijakan berawal dari hasrat pribadi, objek pertama yang diuji setelah munculnya gagasan adalah apakah kebijakan ini sesuai dengan kelompok pribadi? Jika tidak maka akan ada revisi. nNamun jika sesuai kelompok pembuat kebijakan akan menghias peraturan sedemikian indah sehingga membutakan masyarakat dan membuat masyarakat lupa tentang esensi sesungguhnya dari kebijakan tersebut.

***

*)Oleh: Tiara Natasya, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • UGM dan PT FAI Jalin Kerja Sama Bidang Pengembangan Obat, Industri Farmasi, dan Pendidikan
    UGM dan PT FAI Jalin Kerja Sama Bidang Pengembangan Obat, Industri Farmasi, dan Pendidikan
    02/12/2020 - 23:08
  • Jaga Keamanan, Kelurahan Berbas Tengah Bontang Maksimalkan Patroli
    Jaga Keamanan, Kelurahan Berbas Tengah Bontang Maksimalkan Patroli
    02/12/2020 - 22:52
  • KPU Bantul Sosialisasikan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara
    KPU Bantul Sosialisasikan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara
    02/12/2020 - 22:45
  • Survei SSC: Pengaruh Risma Kerek Eri-Armudji Unggul 11,8 Persen dari Machfud-Mujiaman
    Survei SSC: Pengaruh Risma Kerek Eri-Armudji Unggul 11,8 Persen dari Machfud-Mujiaman
    02/12/2020 - 22:39
  • Pertamina EP Bantu Tangani Semburan Gas di Sumur Air Warga Ngaho Blora
    Pertamina EP Bantu Tangani Semburan Gas di Sumur Air Warga Ngaho Blora
    02/12/2020 - 22:33
  • Dankoharmatau: Keteladanan, Dedikasi, Motivasi Purnawirawan Sumber Inspirasi
    Dankoharmatau: Keteladanan, Dedikasi, Motivasi Purnawirawan Sumber Inspirasi
    02/12/2020 - 22:27
  • Gandeng Kejaksaan, IAIN Jember Ingin Alumni Ada yang Jadi Jaksa
    Gandeng Kejaksaan, IAIN Jember Ingin Alumni Ada yang Jadi Jaksa
    02/12/2020 - 22:21
  • Bawaslu Kabupaten Bandung Temukan Modus Baru Politik Uang
    Bawaslu Kabupaten Bandung Temukan Modus Baru Politik Uang
    02/12/2020 - 22:16
  • Gelar Deklarasi Damai Pilkada Bontang 2020, Ini Harapan Ketua KPU Bontang
    Gelar Deklarasi Damai Pilkada Bontang 2020, Ini Harapan Ketua KPU Bontang
    02/12/2020 - 22:12
  • Sepekan Lagi Pilkada 2020, KPU Surabaya Menjamin Petugas TPS Bebas Covid-19
    Sepekan Lagi Pilkada 2020, KPU Surabaya Menjamin Petugas TPS Bebas Covid-19
    02/12/2020 - 22:08

TIMES TV

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

15/11/2020 - 07:16

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia
Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar
Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Indonesia Butuhkan Generasi Muda Berideologi Pancasila dan Berjiwa Kesatria
    Indonesia Butuhkan Generasi Muda Berideologi Pancasila dan Berjiwa Kesatria
    02/12/2020 - 13:43
  • Positive Thinking
    Positive Thinking
    01/12/2020 - 09:15
  • Pandemi Covid-19 dan Digitalisasi UMKM
    Pandemi Covid-19 dan Digitalisasi UMKM
    01/12/2020 - 02:21
  • Hak Perempuan yang “Dinomorduakan”
    Hak Perempuan yang “Dinomorduakan”
    30/11/2020 - 18:00
  • Humas Online dan News Value, Oleh-Oleh Workshop Kehumasan Bersama LLDIKTI Wilayah 7
    Humas Online dan News Value, Oleh-Oleh Workshop Kehumasan Bersama LLDIKTI Wilayah 7
    30/11/2020 - 16:00
  • Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 3 Habis)
    Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 3 Habis)
    30/11/2020 - 15:00
  • Pemimpin di Jalan Tuhan
    Pemimpin di Jalan Tuhan
    30/11/2020 - 14:11
  • Strategi Panglima TNI Dalam Hadapi Kelompok Pengancam Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
    Strategi Panglima TNI Dalam Hadapi Kelompok Pengancam Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
    30/11/2020 - 12:28

KULINER

  • Yuk Cicipi Simimang, Durian Khas Banjarnegara
    Yuk Cicipi Simimang, Durian Khas Banjarnegara
    02/12/2020 - 08:26
  • Saking Larisnya, Pempek Candy Habiskan 1/2 Ton Ikan Tenggiri per Hari
    Saking Larisnya, Pempek Candy Habiskan 1/2 Ton Ikan Tenggiri per Hari
    01/12/2020 - 05:29
  • Mencicipi Segarnya Rujak Kelang Khas Pesisir Pantai Branta Pamekasan
    Mencicipi Segarnya Rujak Kelang Khas Pesisir Pantai Branta Pamekasan
    01/12/2020 - 01:28
  • Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    29/11/2020 - 04:27
  • Ada Sisa Bahan Soto Kemarin? Jangan Dibuang, Ubah Jadi Makanan Berikut
    Ada Sisa Bahan Soto Kemarin? Jangan Dibuang, Ubah Jadi Makanan Berikut
    28/11/2020 - 03:16
  • Giliran Jenderal Kopassus Terusik Perbuatan Rizieq Shihab
    Giliran Jenderal Kopassus Terusik Perbuatan Rizieq Shihab
    02/12/2020 - 00:16
  • Upah Gila Mike Tyson Bisa Buat Hati Khabib Remuk
    Upah Gila Mike Tyson Bisa Buat Hati Khabib Remuk
    02/12/2020 - 06:07
  • Putri Presiden RI Belikan Polisi Militer TNI AD Mobil Pengawal Baru
    Putri Presiden RI Belikan Polisi Militer TNI AD Mobil Pengawal Baru
    02/12/2020 - 14:08
  • Lakukan Amalan Ini di Hari Jumat, Utang Lunas Penyakit Disembuhkan
    Lakukan Amalan Ini di Hari Jumat, Utang Lunas Penyakit Disembuhkan
    02/12/2020 - 09:44
  • Bisikan Ngabalin ke Edhy Prabowo di Bandara Sebelum Dibawa KPK
    Bisikan Ngabalin ke Edhy Prabowo di Bandara Sebelum Dibawa KPK
    02/12/2020 - 00:13