Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Kita Pecinta, Bukan Pemangsa

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 14:01 | 40.16k
Kita Pecinta, Bukan Pemangsa
Abdul Wahid, Dosen Fakultas Hukum dan Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA).
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Reformis India Mahatma Gandi pernah berujar “di mana ada cinta, di situ ada kehidupan”, yang menunjukkan bahwa cinta itu menentukan corak kehidupan manusia.

KOnstruksi hidup manusia baik dalam dimensi persaudaraan kerakyatan (ukhuwah istirakiyah), kemanusiaan (ukhuwah insaniyah), maupun kebangsaan (ukhuwah wathoniyah) ditentukan oleh cinta yang bersemi dalam diri manusia.

Cinta menjadi kekuatan moral (moral force) yang menggerakan terjadinya pertemuan antar segmen bangsa yang berbeda etnis, budaya, agama, politik, ekonomi, status social, dan aspek-aspek lainnya yang semula menjadi sekatnya. Cinta mampu mencairkan bekunya hubungan antar komponen bangsa yang semula sibuk menganyam friksi dan menkultuskan faksi-faksinya (golongan-golongannya).

Melalui cinta, ada emosi yang bisa diredam, ada gejolak egoisme yang perlu dikalahkan, ada birahi kepentingan duniawi yang tidak selayaknya dikiblatkan, dan ada tuntutan-tuntutan bercorak kepuasan dan kebahagiaan instan yang sepatutnya ditundukkan.

Cinta adalah kekuatan yang mampu menyangga sejatinya kehidupan. Seseorang dan kelompok yang semula terseret dalam arus kesewenang-wenangan atau praktik-praktik yang berpola ketidak-beradaban dapat disadarkan oleh kekuatan cinta, yang menempatkan manusia sebagai subyek yang wajib dimartabatkan, dan bukan “dibinatangkan”.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Kecenderungan berlaku irasional, zalim dan  tak berperikemanusiaan atau menghadirkan zona dan rimba binatang seperti yang disindir oleh Thomas Hobess  melalui jargon “homo homini lupus” atau manusia adalah serigala bagi yang lain,  manusia adalah pemangsa bagi sesama manusia, manusia itu golongan makhluk perampas, sosok yang gampang mengorbankan orang lain, idealnya tak ada dalam “kamus”-nya pecinta.

Itulah yang juga dideskripsikan oleh penyair sufi besar dari Balakh bernama Jalaluddin Rumi lewat karya Monumentalnya Mastnawi delapan abad lalu yang mengungkapkan lewat syairnya, “tanpa cinta, dunia akan membeku, cinta ibarat lautan luas nan dalam. Cintalah yang semestinya menjadi pilar utama bagi bangunan hubungan antar manusia, antar bangsa, antar kebudayaan dan antar sistem hidup yang berbeda”.

Setiap pecinta sejati tentulah punya usaha yang gigih atau setidak-tidaknya mengasah kebeningan nuraninya untuk menjadi sosok yang  hidupnya diabdikan untuk Tuhannya, sesamanya yang sedang “terjajah” kemiskinan,  dan makhluk hidup  lainnya. Baik pikiran maupun perilakunya tidak pernah dibiarkan stagnan atau diarahkan dan diberdayakan  selalu mengembara untuk menjelajahi kesulitan yang diderita  sesamanya yang sedang miskin.

Pecinta sejati itu sudah digariskan oleh Nabi Muhammad SAW, “tidak disebut beriman diantara kalian, sehingga mencintai saudara-saudara (sesama) sebagaimana kalian mencintai diri sendiri”  Cinta dalam sabda Nabi ini merupakan  wujud toeologi pembebasan berbasis kemanusiaan.

Manusia tidak akan bermakna kedekatannya dengan Tuhan jika  dalam hidupnya tidak rajin melakukan investasi berupa kedekatan dengan sesama manusia. Kedekatan dengan sesama harus dibuktikan dengan mencintainya. Cintanya ini dapat dijadikan standar keimananya ketika cintanya benar-benar sebagai apresiasi pengabdian yang ditujukan untuk membebaskan derita  saudara-saudaranya yang sedang kesulitan memerdekakan dirinya dari patologi kemiskinan.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Seseorang umumnya hanya bisa menyaksikan dan bahkan mengeksploitasi penderitaan orang lain, tetapi lupa menyikapi penderitaan orang lain sebagai penderitaannya sendiri. Jika seseorag bisa menjadikan derita orang lain sebagai bagian utama dari “proyek” perjuangannya sendiri, maka seseorang ini baru layak menyandang prediket beriman, karena  ini namanya dosis mencintai dirinya sendiri berklas egalitarian dengan target perjuangannya

Setiap orang yang sedang menjalankan doktrin agama diingatkan tentang esensi keseriusannya dalam beragama. Ketakwaan yang menjadi tujuan manusia beragama bagi seseorang ternyata berinteraksi dan berintegrasi dengan cinta. Tatkala seseorang mendambakan lezatnya ketakwaan, maka dirinya harus menjadi penyebar dan penyubur cinta di tengah masyarakat. Karena dalam cinta itu ada kerelaan menerimadan menghormati perbedaan, maka idealnya peran-peran yang tampil adalah kesejukan, kearifan, toleransi, dan humanisasi (memanusiakan manusia).

Prinsip memanusiakan manusia berarti menjauhkan manusia lain dari praktik-praktik ketidak-adaban, barbar, atau aksi-aksi yang bercorak mendatangkan bahaya bagi kesehatan dan keselamatannya. Manusia lain dibikinkan iklim ekonomi, social, agama, dan politik yang membuatnya bisa hidup damai, nyaman, dan sejahtera. Selagi, manusia lain masih hidup dalam ketakutan, seperti terancam nyawanya, maka bukan prinsip pemanusiaan yang dilakukan, tetapi penyuburan ketidak-adaban dan bahkan “kebinatangan”.

Sialah-sialah seseorang yang berpuasa (beragama) jika di dalam hidupnya tidak diwarnai dengan aktifitas penyebaran dan pengimplementasian cinta. Lebih sia-sia lagi jika seseorang ini berkedudukan sebagai pemimpin, yang kepemimpinannya krisis nilai-nilai cinta kepada rakyatnya. Mustahil seorang pemimpin bisa menegakkan amanat rakyat jika pola kepemimpinannya terbiasa menyakiti hati rakyatnya. Nabi Muhammad SAW mengingatkan “tidak ada gunanya berlapar-lapar dan menahan haus, jika masih berkata dusta dan berbuat keji”. Atau puasa apapun (Hari Senen atau Kamis sebagai puasa sunnah mislnya), tetap tidak ada gunanya jika kehidupan yang dijalaninya belum bercerai dengan praktik kekejian, suka memangsa atau menjarah hak orang lain, mudah menimbulkan derita sesama, atau pihak lain dijadikan obyek kezalimannya.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Abdul Wahid, Dosen Fakultas Hukum dan Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA).

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Komisi Informasi Anugerahi Jawa Barat Provinsi Informatif
    Komisi Informasi Anugerahi Jawa Barat Provinsi Informatif
    03/12/2020 - 23:29
  • Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Kekuatan Ekonomi Baru Jawa Barat di 2021 
    Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Kekuatan Ekonomi Baru Jawa Barat di 2021 
    03/12/2020 - 23:22
  • Ketika Arum Sabil dan Kahar Muzakir Bertemu, Ini yang Mereka Ceritakan
    Ketika Arum Sabil dan Kahar Muzakir Bertemu, Ini yang Mereka Ceritakan
    03/12/2020 - 23:15
  • PSI Kota Madiun Beri Dukungan Moril untuk Fraksi PSI DPRD Jakarta, Soal Apa?
    PSI Kota Madiun Beri Dukungan Moril untuk Fraksi PSI DPRD Jakarta, Soal Apa?
    03/12/2020 - 23:12
  • Polda Jabar Limpahkan Berkas 6 Tersangka Pengeroyok Polisi Saat Demo Omnibus Law
    Polda Jabar Limpahkan Berkas 6 Tersangka Pengeroyok Polisi Saat Demo Omnibus Law
    03/12/2020 - 23:09
  • Programnya Lebih Solutif, Warga Mantap Pilih Ipuk-Sugirah Pimpin Banyuwangi
    Programnya Lebih Solutif, Warga Mantap Pilih Ipuk-Sugirah Pimpin Banyuwangi
    03/12/2020 - 23:06
  • Rutan Bandung Antisipasi Masuknya Barang Terlarang dan Terapkan Prokes Ketat
    Rutan Bandung Antisipasi Masuknya Barang Terlarang dan Terapkan Prokes Ketat
    03/12/2020 - 23:03
  • Wujudkan Lingkungan Sehat di Sekolah, Kecamatan Bontang Selatan Gelar Sosialisasi Pembinaan UKS
    Wujudkan Lingkungan Sehat di Sekolah, Kecamatan Bontang Selatan Gelar Sosialisasi Pembinaan UKS
    03/12/2020 - 23:00
  • Kuatkan SDM Lokal, Pemkab Musi Banyuasin Gandeng Petrotekno
    Kuatkan SDM Lokal, Pemkab Musi Banyuasin Gandeng Petrotekno
    03/12/2020 - 22:57
  • Polda Jabar Selidiki Motif Kumandang Adzan 'Hayya Alal Jihad'
    Polda Jabar Selidiki Motif Kumandang Adzan 'Hayya Alal Jihad'
    03/12/2020 - 22:54

TIMES TV

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

15/11/2020 - 07:16

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia
Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar
Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Catatan Pasien Covid 19; Kapankah Dunia Terbebas Darinya
    Catatan Pasien Covid 19; Kapankah Dunia Terbebas Darinya
    03/12/2020 - 14:28
  • Membumikan Fiqih Reproduksi
    Membumikan Fiqih Reproduksi
    03/12/2020 - 14:03
  • Partisipasi Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi
    Partisipasi Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi
    03/12/2020 - 13:35
  • Self Aware, Sikapi Janji Politik Paslon Kepala Daerah
    Self Aware, Sikapi Janji Politik Paslon Kepala Daerah
    03/12/2020 - 10:35
  • Indonesia Butuhkan Generasi Muda Berideologi Pancasila dan Berjiwa Kesatria
    Indonesia Butuhkan Generasi Muda Berideologi Pancasila dan Berjiwa Kesatria
    02/12/2020 - 13:43
  • Positive Thinking
    Positive Thinking
    01/12/2020 - 09:15
  • Pandemi Covid-19 dan Digitalisasi UMKM
    Pandemi Covid-19 dan Digitalisasi UMKM
    01/12/2020 - 02:21
  • Hak Perempuan yang “Dinomorduakan”
    Hak Perempuan yang “Dinomorduakan”
    30/11/2020 - 18:00

KULINER

  • Loving Life Restaurant, Makan Enak Serba Sayur
    Loving Life Restaurant, Makan Enak Serba Sayur
    03/12/2020 - 20:20
  • Yuk Cicipi Simimang, Durian Khas Banjarnegara
    Yuk Cicipi Simimang, Durian Khas Banjarnegara
    02/12/2020 - 08:26
  • Saking Larisnya, Pempek Candy Habiskan 1/2 Ton Ikan Tenggiri per Hari
    Saking Larisnya, Pempek Candy Habiskan 1/2 Ton Ikan Tenggiri per Hari
    01/12/2020 - 05:29
  • Mencicipi Segarnya Rujak Kelang Khas Pesisir Pantai Branta Pamekasan
    Mencicipi Segarnya Rujak Kelang Khas Pesisir Pantai Branta Pamekasan
    01/12/2020 - 01:28
  • Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    29/11/2020 - 04:27
  • Skandal Olahraga, Detik-detik Kobe Bryant Tiduri Pelayan Hotel
    Skandal Olahraga, Detik-detik Kobe Bryant Tiduri Pelayan Hotel
    04/12/2020 - 00:04
  • Diringkus Polisi, Maaher Langgar Petuah Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
    Diringkus Polisi, Maaher Langgar Petuah Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
    04/12/2020 - 00:18
  • Deretan Petarung ONE Championship Jebolan One Pride MMA
    Deretan Petarung ONE Championship Jebolan One Pride MMA
    04/12/2020 - 00:10
  • Begini Cara Taqy Malik Manfaatkan Media Sosialnya
    Begini Cara Taqy Malik Manfaatkan Media Sosialnya
    04/12/2020 - 00:02
  • One Fest Hadirkan Project Pop Hingga Wika Salim
    One Fest Hadirkan Project Pop Hingga Wika Salim
    04/12/2020 - 00:00