Kopi TIMES

Menabur Benih Demokrasi di Lembah Routa

Rabu, 28 Oktober 2020 - 19:45 | 34.61k
Menabur Benih Demokrasi di Lembah Routa
Andang Masnur, Komisioner KPU Kab. Konawe - Sulawesi Tenggara Koordinator Divisi SDM, Parmas dan Sosdiklih.

TIMESINDONESIA, SULAWESI – Sebagai upaya dalam memberikan pengetahuan tentang kepemiluan dan demokrasi kepada masyarakat, KPU melaksanakan program Pendidikan Pemilih. Program ini mengusung tema “KPU go to Campus” untuk mahasiswa dan “KPU go to School” untuk siswa SMA sederajat.

Pendidikan pemilih ini dilakukan secara continue setiap tahunnya oleh KPU meskipun suatu daerah sedang tidak melaksanakan tahapan Pemilu atau pun Pilkada. Tujuannya tentu untuk memberikan pemahaman kepada para pemilih pemula yang nantinya akan menjadi generasi pelanjut yang sadar demokrasi. Kita membutuhkan generasi berikutnya yang melihat demokrasi sebagai sebuah wadah yang legal dalam melahirkan pemimpin yang tepat dengan proses yang benar. 

Pendidikan pemilih KPU Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara kali ini berbeda. Jika biasanya menyisir kampus dan sekolah yang terjangkau dari ibu kota Konawe, tapi kali ini memilih kecamatan Routa. Sebuah wilayah dengan predikat terpencil di Konawe.  Ada dua buah sekolah menengah atas sederajat yang berada di wilayah itu yakni SMA N Routa dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Darul Ulum Routa. Kedua sekolah inilah yang ditunjuk sebagai salah satu tempat kegiatan pendidikan pemilih oleh KPU Kab. Konawe tahun 2020.

Menembus Batas Mengabdi Tanpa Batas

Akses perjalanan ke Routa hanya bisa ditempuh dengan cara "menembus batas". Alternatif pertama dengan melewati kabupaten Kolaka Timur, Kolaka, Kolaka Utara kemudian masuk wilayah Sulawesi Selatan dan kemudian menyebrang Danau Towuti untuk kemudian masuk kembali ke wilayah Konawe yaitu Kecamatan Routa. Lama perjalanan dengan alternatif ini ditempuh selama lebih dari 24 jam.

Biasanya ketika berangkat dari Konawe masyarakat akan memilih menginap di perbatasan Sultra dan Sulsel untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kapal menyebrangi Danau Towuti. 

Sedangkan alternatif kedua adalah melewati kabupaten tetangga yaitu Konawe Utara dan  terus ke arah utara yang sudah dekat dengan perbatasan provinsi Sulawesi Tengah lalu kemudian masuk menyusuri jalan terjal sejauh lebih kurang seratus kilo meter untuk bisa tiba di ibu kota kecamatan Routa. Rute ini terbilang lebih menghemat waktu karena bisa ditempuh dalam waktu 10 sampai 12 jam saja. Tetapi membutuhkan fisik yang ekstra kuat baik pengendara maupun kendaraan yang akan melintas. Sebab jalanan yang masih di dominasi jalan berupa bebatuan akan menguras fisik.

Kondisi jalan juga begitu terjal dan curam sehingga pengendara untuk melintasi jalanan ini mesti ekstra hati-hati. Sebab jika tidak kendaraan bisa saja menabrak tebing disatu sisi atau malah terpelosok ke jurang dilain sisinya.

Jika ditotal perjalanan melewati alternatif pertama menempuh jarak kurang lebih 500 Km dengan medan jalanan beraspal. Sedangkan alternatif kedua lebih kurang menempuh jarak 200an Km. Kedua rute tersebut memiliki tantangan tersendiri untuk dilalui. Apa lagi pada alternatif pertama hampir sepanjang jalan pada medan yang terjal tersebut tidak ada jaringan sinyal untuk melakukan komunikasi jika sewaktu-waktu terdapat hambatan dalam perjalanan.

Routa dalam Data Pemilu

Bukan tanpa sebab menunjuk Routa untuk dikunjungi sebagai salah satu tempat melaksanakan kegiatan Pendidikan Pemilih. Sebab predikat daerah terpencil dengan akses informasi dan jarak tempuh yang begitu jauh menjadikan Routa begitu "seksi" dalam setiap tahapan pemilihan atau pun pemilu yang digelar. Seksi dalam artian Routa punya segudang tantangan tersendiri dalam setiap kali pemilihan dan pemilu digelar. Dari tahapan permulaan saja saat membentuk badan adhock ketersediaan sumber daya manusia yang memenuhi syarat dan berminat menjadi penyelenggara pemilu kadang tidak memenuhi kuota yang dibutuhkan setiap desa/kelurahan maupun TPS. 

Tantangan berikutnya adalah akses komunikasi yang terbatas karena sebagian besar wilayah Routa belum terjamah sinyal. Sehingga pemberitahuan terhadap tahapan yang sedang berjalan kadang terlambat diterima. Begitu juga penyaluran logistik pemilu maupun pilkada dengan medan yang seperti dituliskan di atas tadi tidaklah mudah. Meski melewati medal terjal dan perjalanan yang jauh, penyelenggara mesti menjaga kondisi logistik untuk dapat sampai ke wilayah tersebut agar tetap utuh. Ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik bahwa logistik yang tiba tidak dibuka sebelum tiba saatnya sesuai dengan aturan yang seharusnya.

Data tingkat partisipasi pemilih menunjukkan pergerakan yang sangat positif. Pada Pilkada 2018 lalu dari data pemilih 1.856 yang terdaftar dalam DPT sebanyak 1.332 menggunakan hak pilihnya atau 71.77%. Kemudian pada gelaran Pemilu 2019 yang lalu terjadi peningkatan yaitu dari 2.057 wajib pilih tingkat partisipasi masyarakat menjadi 80.6% atau sebanyak 1.658 yang datang ke TPS menyalurkan hak pilih. Tentu ini hal yang sangat menggembirakan.

Untuk itu KPU Konawe menyasar kalangan pelajar yang duduk di bangku SMA sederajat di wilayah itu dan memberikan pendidikan pemilih untuk menstimulus pengetahuan dan wawasan berdemokrasi mereka. Setidaknya pada Pilkada dan Pemilu berikutnya angka partisipasi tersebut bisa terus bergerak naik. 

Generasi muda dan calon pemilih selanjutnya di wilayah tersebut diharapkan menjadi pionir dalam mengkampanyekan berdemokrasi yang baik. Masyarakat bisa sadar untuk bertindak aktif memastikan dirinya apakah terdaftar dalam daftar pemilih pada setiap tahapan pemilu dan pilkada. Masyarakat juga kita harapkan mampu menjaga kondusifitas karena jangan sampai perbedaan pilihan dapat menaikkan tensi antar pendukung.

Lalu yang tidak kalah penting juga adalah memberikan pemahaman bahwa money politic yang biasanya terjadi merupakan tindakan yang salah dan melanggar UU. Sebab masyarakat mesti diedukasi bahwa money politic ini adalah cikal bakal terpilihnya pemimpin atau calon yang korup. 

Selain itu juga harapan terbesarnya nanti mereka yang berkesempatan menyimak materi bisa menjadi embrio bagi menyebarnya informasi kepemiluan. Salah satu dampak yang diharapkan dari hal tersebut adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) dalam memenuhi kuota penyelenggara adhock (PPK, PPS dan KPPS) kedepannya. Sehingga penyelenggara yang dibentuk di daerah tersebut merupakan penyelenggara yang memang memiliki wawasan dan minat untuk mengabdikan diri. Bukan malah karena “kandang paksa” akibat tidak adanya SDM yang bersedia menjadi bagian dari penyelenggara pemilu dan pilkada.

Kondisi geografis Routa yang diapit dan lebih dekat dengan kabupaten lain bahkan provinsi lain juga merupakan celah terjadinya pelanggaran data pemilih. Untuk itu kegiatan KPU go to school juga tidak hanya menitik beratkan terhadap poin-poin diatas tetapi juga memberikan edukasi terhadap apa dan bagaimana proses dan prosedur sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi seseorang untuk menjadi wajib pilih dan apa saja syarat bagi seseorang untuk bisa melakukan pindah memilih. 

Kesemuanya ini tentu menjadi harapan besar dalam menaburkan benih demokrasi di lembah Routa. Sebab jika saatnya nanti kita akan menyemai, para pelajar yang hari ini berusia 15 tahun pada Pilkada dan Pemilu selanjutnya akan berhak menjadi wajib pilih menjadi pemilih pemula. Kita dorong agar mereka menjadi pemilih cerdas dan menjadi bagian penting untuk ikut menyukseskan pesta demokrasi demi melahirkan pemimpin yang mampu membawa daerah maupun Negara kita menjadi baldatun tayyibatun warabbun ghofur. Insya Allah…

***

*)Oleh: Andang Masnur, Komisioner KPU Kab. Konawe - Sulawesi Tenggara Koordinator Divisi SDM, Parmas dan Sosdiklih.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Atasi Penyumbatan, DPUPR Cirebon Melakukan Pembersihan Saluran Irigasi
    Atasi Penyumbatan, DPUPR Cirebon Melakukan Pembersihan Saluran Irigasi
    01/12/2020 - 21:06
  • Tekan Laju Penyebaran Covid-19, Kendaraan Umum di Magetan Diminta Patuhi Prokes
    Tekan Laju Penyebaran Covid-19, Kendaraan Umum di Magetan Diminta Patuhi Prokes
    01/12/2020 - 21:03
  • Temui Menag RI, Ini Harapan Pengurus CSSMORA
    Temui Menag RI, Ini Harapan Pengurus CSSMORA
    01/12/2020 - 21:00
  • Kampanyekan Bahaya HIV AIDS, KPA Banyuwangi Terjun Sosialisasi di Jalan
    Kampanyekan Bahaya HIV AIDS, KPA Banyuwangi Terjun Sosialisasi di Jalan
    01/12/2020 - 20:54
  • Kebijakan Kelonggaran PSBB Membuat PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 50,6
    Kebijakan Kelonggaran PSBB Membuat PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 50,6
    01/12/2020 - 20:51
  • Tepis Dukung Machfud-Mujiaman, Pagar Jati Loyalis Gus Hans Solid Bersama Eri-Armuji
    Tepis Dukung Machfud-Mujiaman, Pagar Jati Loyalis Gus Hans Solid Bersama Eri-Armuji
    01/12/2020 - 20:48
  • Minimalisir Buku KIR Palsu, Dishub Kota Cirebon Gencar Melakukan Uji KIR
    Minimalisir Buku KIR Palsu, Dishub Kota Cirebon Gencar Melakukan Uji KIR
    01/12/2020 - 20:45
  • Dishub Kota Cirebon Persiapkan Jalur Khusus Sepeda
    Dishub Kota Cirebon Persiapkan Jalur Khusus Sepeda
    01/12/2020 - 20:42
  • Semburan Gas Liar Makin Mengkhawatirkan, BPBD Indramayu Gandeng Pertamina
    Semburan Gas Liar Makin Mengkhawatirkan, BPBD Indramayu Gandeng Pertamina
    01/12/2020 - 20:39
  • Mahfud MD Dipastikan Tak Hadiri Undangan PA 212 dalam Dialog Nasional 100 Ulama
    Mahfud MD Dipastikan Tak Hadiri Undangan PA 212 dalam Dialog Nasional 100 Ulama
    01/12/2020 - 20:36

TIMES TV

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

15/11/2020 - 07:16

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia
Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar
Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Positive Thinking
    Positive Thinking
    01/12/2020 - 09:15
  • Pandemi Covid-19 dan Digitalisasi UMKM
    Pandemi Covid-19 dan Digitalisasi UMKM
    01/12/2020 - 02:21
  • Hak Perempuan yang “Dinomorduakan”
    Hak Perempuan yang “Dinomorduakan”
    30/11/2020 - 18:00
  • Humas Online dan News Value, Oleh-Oleh Workshop Kehumasan Bersama LLDIKTI Wilayah 7
    Humas Online dan News Value, Oleh-Oleh Workshop Kehumasan Bersama LLDIKTI Wilayah 7
    30/11/2020 - 16:00
  • Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 3 Habis)
    Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 3 Habis)
    30/11/2020 - 15:00
  • Pemimpin di Jalan Tuhan
    Pemimpin di Jalan Tuhan
    30/11/2020 - 14:11
  • Strategi Panglima TNI Dalam Hadapi Kelompok Pengancam Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
    Strategi Panglima TNI Dalam Hadapi Kelompok Pengancam Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
    30/11/2020 - 12:28
  • Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 2)
    Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 2)
    30/11/2020 - 12:00

KULINER

  • Saking Larisnya, Pempek Candy Habiskan 1/2 Ton Ikan Tenggiri per Hari
    Saking Larisnya, Pempek Candy Habiskan 1/2 Ton Ikan Tenggiri per Hari
    01/12/2020 - 05:29
  • Mencicipi Segarnya Rujak Kelang Khas Pesisir Pantai Branta Pamekasan
    Mencicipi Segarnya Rujak Kelang Khas Pesisir Pantai Branta Pamekasan
    01/12/2020 - 01:28
  • Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    29/11/2020 - 04:27
  • Ada Sisa Bahan Soto Kemarin? Jangan Dibuang, Ubah Jadi Makanan Berikut
    Ada Sisa Bahan Soto Kemarin? Jangan Dibuang, Ubah Jadi Makanan Berikut
    28/11/2020 - 03:16
  • Mie Galau Malang Rasa Nikmat Harga Bersahabat
    Mie Galau Malang Rasa Nikmat Harga Bersahabat
    23/11/2020 - 01:15
  • Toyota Avanza Baru Ramai di Media Sosial
    Toyota Avanza Baru Ramai di Media Sosial
    01/12/2020 - 13:40
  • Model Seksi Curhat Pengalaman Mengenaskan Jadi Budak Seks Mike Tyson
    Model Seksi Curhat Pengalaman Mengenaskan Jadi Budak Seks Mike Tyson
    01/12/2020 - 06:29
  • Ronaldo dan Messi Bisa Mewek Lihat Bayaran Gila Mike Tyson
    Ronaldo dan Messi Bisa Mewek Lihat Bayaran Gila Mike Tyson
    01/12/2020 - 07:10
  • Marinir TNI AL Terlibat Baku Tembak, Panglima Kerahkan Pasukan ke Poso
    Marinir TNI AL Terlibat Baku Tembak, Panglima Kerahkan Pasukan ke Poso
    01/12/2020 - 06:06
  • Baca Ini 3 Kali Sehari, Dosa Besar Diampuni, Rezeki Datang Tiba-tiba
    Baca Ini 3 Kali Sehari, Dosa Besar Diampuni, Rezeki Datang Tiba-tiba
    01/12/2020 - 09:37