Kopi TIMES

Kasus Yuli, Refleksi Pemkab Lotim Tangani Perdagangan Orang

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 17:35 | 59.01k
Kasus Yuli, Refleksi Pemkab Lotim Tangani Perdagangan Orang
Zaky Akbar, Aktivis Persatuan Mahasiswa Kec. Suralaga (PMKS).
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, LOMBOK – Persoalan tindak pidana perdagangan orang bukan isu baru untuk diperbincangkan. Kejahatan  ini  juga menjadi perhatian dunia karena juga berskala internasional atau antar negara.

Salah satu kelompok yang rentan menjadi korban perdagangan orang yaitu Pekerja Migran Indonesia atau PMI, baik yang Legal maupun Ilegal. Indonesia merupakan salah satu negara menyumbang PMI/TKI terbanyak di dunia. Hal tersebut tentunya membuat posisi PMI rentan menjadi korban perdagangan orang. 

Menurut Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang  menyatakan bahwa Perdagangan Orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.

Tanggung jawab mencegah terjadinya perdagangan manusia pada PMI tentunya bukan hanya menjadi tugas dari Pemerintah, persoalan ini juga menjadi beban PMI itu sendiri, Tokoh agama, Tokoh masyarakat, semua masyarakat, LSM dan Stakeholder lainnya. 

Lombok Timur sebagai salah satu daerah penyumbang PMI/TKI yang cukup besar di Indonesia. Tentunya harus mempersiapkan berbagai upaya dalam mencegah & menanggulangi potensi terjadinya tindak pidana perdagangan orang. Persoalan TKI/PMI Ilegal maupun Legal tetap menjadi perhatian dan tanggung jawab pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Kasus Yuli handayani, 30 tahun, asal desa Suralaga Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, seorang pekerja migran Indonesia (PMI), diduga menjadi korban perdagangan orang. Telah mengalami penyiksaan oleh majikannya selama bekerja di Dubai dan saat ini berada di KBRI Abu Dhabi.

Tidak hanya kasus Yuli, sebelumnya juga terungkap dugaan kasus perdagangan orang terjadi pada beberapa PMI Lombok Timur. Terlepas dari Legal atau tidaknya PMI masih tetap pada tanggung jawab negara. Dan juga menjadi sebuah kelalaian negara dalam pengawasan & pencegahan dini terjadinya keberangkatan PMI yang memiliki potensi perdagangan orang.

Persoalan dugaan tindak pidana perdagangan orang yang terjadi pada Yuli Handayani dan PMI lain yang berasal dari Lombok Timur. Seharusnya menjadi refleksi bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Dalam hal ini, khususnya peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur. 

Alasan PMI yang tidak sesuai prosedur atau Ilegal, lalu menjadikan negara lepas atau lemah dalam hal tanggung jawab terhadap warga negaranya ialah bentuk lalainya negara dalam hal proses pengawasan. PMI yang Ilegal dengan persetujuan sendiri untuk diproses keberangkatan secara non prosedural atau bahkan setuju dieksploitasi ke majikannya, masih termasuk dalam hal perdagangan orang.

Merujuk dalam syarat sahnya suatu perjanjian dalam 1320 KUHPer, meskipun ada kesepakatan yang menyetujui, namun memuat klausul atau suatu sebab yang dilarang maka perjanjian tersebut batal demi hukum. Hal tersebut dipertegas Pasal 1337 KUH Perdata menyatakan bahwa suatu sebab adalah terlarang, jika sebab itu dilarang oleh undang-undang atau bila sebab itu bertentangan dengan kesusilaan atau dengan ketertiban umum. Kemudian berdasarkan pada  Pasal 1335 KUH Perdata maka perjanjian tersebut batal demi hukum.

Artinya, meskipun pihak korban telah menyetujui ataupun berniat sekalipun untuk melalui jalur non prosedural atau sepakat dieksploitasi ke majikannya, proses penindakan terhadap pihak yang mengeksploitasi korban tetap dapat dilakukan. Hal tersebut ditegaskan dalam Pasal 26 UU 21/2007 yang menyatakan bahwa Persetujuan korban perdagangan orang tidak menghilangkan penuntutan tindak pidana perdagangan orang.

Sampai saat ini, persoalan pelaporan atau penindakan oleh dinas terkait di Lombok Timur agar masuk keranah proses hukum, terlihat minim dilakukan. Sehingga sangat memungkinkan adanya kontrol dan evaluasi perlu dilakukan oleh Bupati & DPRD Kabupaten Lombok Timur terhadap dinas terkait. Hal tersebut perlu dilakukan untuk memastikan rasa aman bagi warga negara dan agar dapat menghindari penderitaan psikis, mental, fisik, seksual, ekonomi, dan/atau sosial karena TPPO pada PMI/TKI.

Tidak hanya pada penindakan, penulis juga menganggap sangat perlu ada upaya hukum preventif dalam meminimalisir atau mencegah potensi kejahatan perdagangan orang. Artinya, sebelum kejahatan tersebut terjadi sudah ada langkah-langkah yang diambil atau dilakukan. . Sehingga, konsep & langkah upaya hukum preventif sangat perlu, terutama pada tingkat pedesaan yang terintegrasi dengan dinas ketenagakerjaan bahkan bila perlu sampai pasa Kementerian Luar Negeri.

Penting untuk lebih dilakukan upaya pencegahan oleh semua pihak khususnya pemerintah baik itu dari Kementerian Ketenagakerjaan, dinas ketenagakerjaan, BP2MI, LSM, PT terkait, sampai tataran pemerintah desa. Agar potensi terjadinya perdagangan manusia bisa diminimalisir melalui upaya preventif, selain dari penindakan atau  dengan upaya hukum represif yang menekankan pada penindakan, artinya, ketika kejahatan perdagangan orang sudah terjadi baru ada penindakan

***

*)Oleh : Zaky Akbar, Aktivis Persatuan Mahasiswa Kec. Suralaga (PMKS).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Gusdurian Banyuwangi Nyatakan Sikap Terhadap Aksi Teror di Sigi
    Gusdurian Banyuwangi Nyatakan Sikap Terhadap Aksi Teror di Sigi
    05/12/2020 - 15:52
  • Hari Ini Pemkab Administrasi Kepulauan Seribu Gelar Seleksi Tilawatil Qur'an
    Hari Ini Pemkab Administrasi Kepulauan Seribu Gelar Seleksi Tilawatil Qur'an
    05/12/2020 - 15:47
  • Komisi IV DPR RI Meminta Pengelolaan DBHCT Harus Memihak ke Petani Tembakau
    Komisi IV DPR RI Meminta Pengelolaan DBHCT Harus Memihak ke Petani Tembakau
    05/12/2020 - 15:42
  • Sadar Publikasi Penting, GenBI Jember Berlatih Bikin Siaran Pers yang Ciamik
    Sadar Publikasi Penting, GenBI Jember Berlatih Bikin Siaran Pers yang Ciamik
    05/12/2020 - 15:37
  • Budaya Akademik Sehat, Kunci Sukses Parji Pimpin Ribuan Mahasiswa dan Ratusan Dosen Unipma Madiun
    Budaya Akademik Sehat, Kunci Sukses Parji Pimpin Ribuan Mahasiswa dan Ratusan Dosen Unipma Madiun
    05/12/2020 - 15:32
  • Jelang Pencoblosan Pilbup Malang, Polres Malang Gelar Rakor 
    Jelang Pencoblosan Pilbup Malang, Polres Malang Gelar Rakor 
    05/12/2020 - 15:27
  • Pesawat Kecil Melakukan Pendaratan Darurat di Jalan Tol
    Pesawat Kecil Melakukan Pendaratan Darurat di Jalan Tol
    05/12/2020 - 15:22
  • Pemkab Bantul Gelar Serah Terima Jabatan Bupati Bantul
    Pemkab Bantul Gelar Serah Terima Jabatan Bupati Bantul
    05/12/2020 - 15:18
  • Lembaga Pendidikan Diminta Tanamkan Nilai Toleransi Antarumat Beragama kepada Murid
    Lembaga Pendidikan Diminta Tanamkan Nilai Toleransi Antarumat Beragama kepada Murid
    05/12/2020 - 15:13
  • Mengenal Lebih Dekat Cabup Lamongan Yuhronur Efendi Melalui Buku
    Mengenal Lebih Dekat Cabup Lamongan Yuhronur Efendi Melalui Buku
    05/12/2020 - 15:08

TIMES TV

Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat

04/12/2020 - 15:15

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI
Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia
Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Filosofi Perilaku Baru di Masa Pandemi COVID-19
    Filosofi Perilaku Baru di Masa Pandemi COVID-19
    05/12/2020 - 09:00
  • Titik Berat Bosda Sebagai Penopang Pendidikan Gratis
    Titik Berat Bosda Sebagai Penopang Pendidikan Gratis
    05/12/2020 - 00:08
  • Sering berada di ruangan Tertutup dan ber AC, Lakukan ini agar terhindar dari Penyebaran Virus Corona
    Sering berada di ruangan Tertutup dan ber AC, Lakukan ini agar terhindar dari Penyebaran Virus Corona
    04/12/2020 - 20:40
  • Tantangan Generasi Millenial Menghadapi Society 5.0
    Tantangan Generasi Millenial Menghadapi Society 5.0
    04/12/2020 - 18:37
  • Merenung Menuju Indonesia Emas
    Merenung Menuju Indonesia Emas
    04/12/2020 - 17:12
  • Mahasiswa dan Kebhinekaan
    Mahasiswa dan Kebhinekaan
    04/12/2020 - 16:14
  • “Tuhan-Tuhan” yang Harus Dikalahkan
    “Tuhan-Tuhan” yang Harus Dikalahkan
    04/12/2020 - 15:32
  • Catatan Pasien Covid 19; Terinfeksi Adalah Musibah, Bukan Aib
    Catatan Pasien Covid 19; Terinfeksi Adalah Musibah, Bukan Aib
    04/12/2020 - 14:07

KULINER

  • Kue Ape Khas Betawi Kini Bisa Dinikmati Warga Cirebon
    Kue Ape Khas Betawi Kini Bisa Dinikmati Warga Cirebon
    05/12/2020 - 10:08
  • Yuk, Kenalan Lebih Dekat dengan Popcorn
    Yuk, Kenalan Lebih Dekat dengan Popcorn
    05/12/2020 - 01:16
  • Perkenalkan Chocolate Indulgence, Chef Joy Berikan Tips Menarik
    Perkenalkan Chocolate Indulgence, Chef Joy Berikan Tips Menarik
    04/12/2020 - 22:45
  • Klathak Jumpi Makanan Khas Karangkobar Banjarnegara yang Merakyat
    Klathak Jumpi Makanan Khas Karangkobar Banjarnegara yang Merakyat
    04/12/2020 - 10:44
  • Resep Mudah Popcorn Anti Gagal
    Resep Mudah Popcorn Anti Gagal
    04/12/2020 - 00:42
  • Udin dan Gobel Tewas, Pak Guru sama Jaka Cs Dicari Pasukan Khusus TNI
    Udin dan Gobel Tewas, Pak Guru sama Jaka Cs Dicari Pasukan Khusus TNI
    05/12/2020 - 00:10
  • Maniak Seks Mike Tyson Pernah Buat Satu Keluarga Mendadak Kaya
    Maniak Seks Mike Tyson Pernah Buat Satu Keluarga Mendadak Kaya
    05/12/2020 - 04:38
  • Debat Sengit, Natalius Pigai Vs Yorrys soal Deklarasi Benny Wenda
    Debat Sengit, Natalius Pigai Vs Yorrys soal Deklarasi Benny Wenda
    05/12/2020 - 08:21
  • Cara Bertahan Hidup Benny Wenda yang Mengklaim 'Presiden' Papua Barat
    Cara Bertahan Hidup Benny Wenda yang Mengklaim 'Presiden' Papua Barat
    05/12/2020 - 06:16
  • Tes Ketajaman Mata! Nyaris Mustahil Temukan Huruf 'B' Dalam Gambar
    Tes Ketajaman Mata! Nyaris Mustahil Temukan Huruf 'B' Dalam Gambar
    05/12/2020 - 11:10