Kopi TIMES

Omnibus Law dan Sekaratnya Demokrasi

Jumat, 23 Oktober 2020 - 13:33 | 31.72k
Omnibus Law dan Sekaratnya Demokrasi
Junaidi Doni Luli, Ketua Umum HMI Cabang Malang; Koordinator Komisariat Universitas Negeri Malang periode 2017-2018. 

TIMESINDONESIA, MALANG – Bunyi ketukan palu sidang di Senayan pada 5 Oktober 2020 lalu seakan menjadi percikan api yang memicu kebakaran hampir di seluruh kota besar di republik ini. Demonstrasi massa tak terelakkan untuk menolak pengesahan Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja yang sejak awal kontroversial itu. Meskipun UU sapu jagat itu masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas, substansinya telah melahirkan polemik di mana-mana, mirip lahirnya anak haram yang selalu dihujam gunjingan warga kampung.

Adu argumentasi tumbuh subur bagai cendawan di musim hujan, bukan hanya di tengah-tengah masyarakat urban, masyarakat pedesaan pun demikian. Wacana UU Omnibus Law Cipta Kerja tidak semata menjadi monopoli para politisi, konglomerat, atau bandit-bandit berdasi, bahkan tukang gorengan, tukang tambal ban, pedagang kecil pun turut serta dalam riuhnya pro dan kontra UU sapu jagat itu. Inilah konsekuensi dari hakekat demos sebagai pemilik kratos yang sesungguhnya.

Meskipun teori mengatakan bahwa rakyatlah pemegang kekuasaan tertinggi di negeri yang menganut asas demokrasi, tapi jelas terlihat bahwa saat ini republik berjalan hanya menurut isi kepala segelintir elit, kepala-kepala yang mulai botak karena sesak dengan pragmatisme. Mereka berusaha keras dengan mulut yang berbusa-busa meyakinkan publik bahwa paket UU sapu jagat itu dirancang demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, namun banyak rakyat Indonesia di kota-kota besar justru menolak narasi-narasi itu. Saya pun bergumam, jika rakyat Indonesia saja banyak yang menolak keras, lalu pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja itu sebenarnya untuk siapa?

Saya tak ingin ikut-ikutan membahas pasal-pasal yang kontroversial itu, sudah terlalu banyak hasil telaah ilmiah yang dilakukan oleh civitas akademik di berbagai perguruan tinggi. Demikian pun serikat-serikat pekerja di seluruh tanah air sebagai pihak yang paling banyak menerima dampak dari UU sapu jagat itu. Jika substansi dari UU Omnibus Law Cipta Kerja itu sudah melewati proses yang panjang, termasuk menggelar diskusi di berbagai kota untuk menyerap aspirasi dari para pihak yang terkait, lalu mengapa masih muncul gelombang protes dari serikat-serikat pekerja, berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi massa (Ormas), kalangan mahasiswa dan pelajar serta para pakar dari universitas ternama?

Dengan mengingat beberapa fakta di atas, rasanya mustahil bahwa RUU Omnibus Law Cipta Kerja yang kemudian terlanjur disahkan menjadi UU itu telah melewati berbagai prosedur yang semestinya, sebagaimana klaim pemerintah. Setelah debat kusir yang berujung pada adegan matinya mikrofon dari salah satu fraksi, saluran demokrasi formal pun tersumbat. Bukan hanya dalam majelis sidang yang terhormat, manifestasi demokrasi yang ada di ruas-ruas jalan pun diwarnai penangkapan, intimidasi, hingga berita terbaru bahwa para demonstran pun terancam diberi stigma layaknya teroris melalui Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Ya Tuhan, bagaimana mungkin demonstrasi dianggap sebagai suatu tindakan kriminal? Bukankah ini menjadi salah satu akibat logis dari sistem demokrasi dengan salah satu anasirnya yaitu kemerdekaan untuk menyampaikan pendapat di muka umum? Lalu untuk apa para aktivis yang merelakan nyawa sebagai tumbal Reformasi 1998 jika kita hidup saat ini ternyata masih tak jauh beda dengan era Orde Baru?

Betapa sial nasib rakyat Indonesia, pintu dialog justru tertutup rapat meskipun sekedar untuk mengkompromikan kembali paket UU yang akan menentukan banyak nasib mereka. Upaya agar suara mereka didengar oleh  wakil-wakilnya di Senayan maupun orang nomor satu yang baru mereka pilih pada bulan April 2019 lalu justru ditantang dengan prosedur hukum di Mahkamah Konstitusi (MK). Pemerintah telah mengambil posisi diametral dengan rakyatnya, pun krisis kepercayaan semakin tumbuh dan menguat seiring demokrasi yang sedang sekarat.

***

*)Oleh: Junaidi Doni Luli, Ketua Umum HMI Cabang Malang; Koordinator Komisariat Universitas Negeri Malang periode 2017-2018. 

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Jelang Sekolah Tatap Muka, 36 Siswa SMP di Surabaya Positif Covid-19
    Jelang Sekolah Tatap Muka, 36 Siswa SMP di Surabaya Positif Covid-19
    01/12/2020 - 21:49
  • Menkeu RI: APBN 2021 Fokus Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi
    Menkeu RI: APBN 2021 Fokus Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi
    01/12/2020 - 21:45
  • Rumahnya di Pamekasan Dikepung Massa, Mahfud MD: Ibu Aman
    Rumahnya di Pamekasan Dikepung Massa, Mahfud MD: Ibu Aman
    01/12/2020 - 21:41
  • Tri Rismaharini Kirim Surat ke Warga Surabaya, Isinya Ajakan untuk Jangan Golput
    Tri Rismaharini Kirim Surat ke Warga Surabaya, Isinya Ajakan untuk Jangan Golput
    01/12/2020 - 21:38
  • Pemkot Jakarta Timur Bersama PWNU DKI Jakarta Bersinergi Membina Umat
    Pemkot Jakarta Timur Bersama PWNU DKI Jakarta Bersinergi Membina Umat
    01/12/2020 - 21:35
  • Elektabilitas Libas Rival, Eri Cahyadi Adem Ayem Tanggapi Hasil Survei Cyrus
    Elektabilitas Libas Rival, Eri Cahyadi Adem Ayem Tanggapi Hasil Survei Cyrus
    01/12/2020 - 21:32
  • Sempat Bermasalah, Begini Kondisi Box Culvert dan Trotoar Manyar Surabaya Saat Ini
    Sempat Bermasalah, Begini Kondisi Box Culvert dan Trotoar Manyar Surabaya Saat Ini
    01/12/2020 - 21:29
  • Pencinta Alam Jombang Imbau Masyarakat Tidak Mudah Percaya Video Hoaks Meletusnya Gunung Semeru
    Pencinta Alam Jombang Imbau Masyarakat Tidak Mudah Percaya Video Hoaks Meletusnya Gunung Semeru
    01/12/2020 - 21:26
  • Kepala Dinkes Lamongan, Semua Memiliki Kemungkinan Besar Terinfeksi Covid-19
    Kepala Dinkes Lamongan, Semua Memiliki Kemungkinan Besar Terinfeksi Covid-19
    01/12/2020 - 21:22
  • Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terus Meningkat, Kota Cirebon Kekurangan Ruang Isolasi
    Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terus Meningkat, Kota Cirebon Kekurangan Ruang Isolasi
    01/12/2020 - 21:18

TIMES TV

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

15/11/2020 - 07:16

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia
Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar
Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Positive Thinking
    Positive Thinking
    01/12/2020 - 09:15
  • Pandemi Covid-19 dan Digitalisasi UMKM
    Pandemi Covid-19 dan Digitalisasi UMKM
    01/12/2020 - 02:21
  • Hak Perempuan yang “Dinomorduakan”
    Hak Perempuan yang “Dinomorduakan”
    30/11/2020 - 18:00
  • Humas Online dan News Value, Oleh-Oleh Workshop Kehumasan Bersama LLDIKTI Wilayah 7
    Humas Online dan News Value, Oleh-Oleh Workshop Kehumasan Bersama LLDIKTI Wilayah 7
    30/11/2020 - 16:00
  • Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 3 Habis)
    Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 3 Habis)
    30/11/2020 - 15:00
  • Pemimpin di Jalan Tuhan
    Pemimpin di Jalan Tuhan
    30/11/2020 - 14:11
  • Strategi Panglima TNI Dalam Hadapi Kelompok Pengancam Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
    Strategi Panglima TNI Dalam Hadapi Kelompok Pengancam Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
    30/11/2020 - 12:28
  • Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 2)
    Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 2)
    30/11/2020 - 12:00

KULINER

  • Saking Larisnya, Pempek Candy Habiskan 1/2 Ton Ikan Tenggiri per Hari
    Saking Larisnya, Pempek Candy Habiskan 1/2 Ton Ikan Tenggiri per Hari
    01/12/2020 - 05:29
  • Mencicipi Segarnya Rujak Kelang Khas Pesisir Pantai Branta Pamekasan
    Mencicipi Segarnya Rujak Kelang Khas Pesisir Pantai Branta Pamekasan
    01/12/2020 - 01:28
  • Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    29/11/2020 - 04:27
  • Ada Sisa Bahan Soto Kemarin? Jangan Dibuang, Ubah Jadi Makanan Berikut
    Ada Sisa Bahan Soto Kemarin? Jangan Dibuang, Ubah Jadi Makanan Berikut
    28/11/2020 - 03:16
  • Mie Galau Malang Rasa Nikmat Harga Bersahabat
    Mie Galau Malang Rasa Nikmat Harga Bersahabat
    23/11/2020 - 01:15
  • Toyota Avanza Baru Ramai di Media Sosial
    Toyota Avanza Baru Ramai di Media Sosial
    01/12/2020 - 13:40
  • Model Seksi Curhat Pengalaman Mengenaskan Jadi Budak Seks Mike Tyson
    Model Seksi Curhat Pengalaman Mengenaskan Jadi Budak Seks Mike Tyson
    01/12/2020 - 06:29
  • Ronaldo dan Messi Bisa Mewek Lihat Bayaran Gila Mike Tyson
    Ronaldo dan Messi Bisa Mewek Lihat Bayaran Gila Mike Tyson
    01/12/2020 - 07:10
  • Marinir TNI AL Terlibat Baku Tembak, Panglima Kerahkan Pasukan ke Poso
    Marinir TNI AL Terlibat Baku Tembak, Panglima Kerahkan Pasukan ke Poso
    01/12/2020 - 06:06
  • Baca Ini 3 Kali Sehari, Dosa Besar Diampuni, Rezeki Datang Tiba-tiba
    Baca Ini 3 Kali Sehari, Dosa Besar Diampuni, Rezeki Datang Tiba-tiba
    01/12/2020 - 09:37