Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Merawat Negara Hukum

Jumat, 23 Oktober 2020 - 08:44 | 51.22k
Merawat Negara Hukum
Moh. Muhibbin, Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA).
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Negara yang sudah memilih konstitusi sebagai supremasi atau norm-norma yuridis sebagai produk negara yang digunakan pijakan hidup berbangsa dan bernagara, maka stigma negara hukum mesti melekat padanya. Filosof Franz Magnis Suseno menyebut, bahwa secara moral politik setidaknya ada empat alasan utama  orang  menuntut agar negara diselenggarakan (dijalankan) berdasarkan atas hukum yaitu: (1) kepastian hukum,  (2) tuntutan perlakuan yang sama,  (3) legitimasi demokrasi, dan  (4) tuntutan akal budi.

Pendapat Magnis Suseno itu menunjukkan, bahwa  tidak mungkin negara dibiarkan lepas tanpa hukum. Hukum harus ada sebagai bukti kalau negara itu tidak sekedar ada, melainkan juga bisa berperan lebih baik dalam mengatur dirinya, mengatur hubungan antara dirinya dengan warga atau rakyat, dan hubungan antara sesama warga atau rakyat.  Kewajiban negara dan rakyat akan diukur  melalui rambu-rambu yang sudah terumus di dalam hukum. Dalam tahap mengatur hubungan inilah, kedudukan hukum jelas menjadi piranti normatif yang strategis dalam membangundan menguatkan demokrasi.

Hal itulah yang mendasari kenapa negara itu layak menyebut dirinya sebagai negara hukum.  Hukum menjadi pengawal utama kehidupan  negara. Diantara yang dikawal oleh hukum untuk ditegakkan dan diwujudkan adalah kehidupan demokrasi. Norma-norma hukum yang berisi aturan tentang perilaku yang harus dikerjakan dan dilarang untuk diperbuat akan menentukan ke arah mana demokrasi diantarkan.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Pemikir hukum kenamaan Von Savigny menyebut, bahwa  negara hukum tidak bisa dilepaskan dari pengertian negara demokrasi. Hukum yang adil hanya ada dan bisa ditegakkan di negara yang demokratis.  Dalam negara yang demokrasi, hukum diangkat, dan merupakan respon dari aspirasi rakyat. Oleh sebab itu hukum dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.

Istilah “rechtsstaat” (negara hukum) tersebut secar ahistoris muncul abad ke-19.  Lebih muda dari dari istilah-istilah ketatanegaraan lainnya seperti: demokrasi, konstitusi, kedaulatan, dan lain sebagainya. Menurut Soediman Kartohadiprodjo, istilah “rechtsstaat” pertama kali di gunakan oleh Rudolf ven Gueist seorang guru besar Berlin.  Tetapi konsep negara hukum itu sendiri sudah dicetuskan sejak abad ke-17, bersama-sama dengan timbulnya perlawanan terhadap sistem pemerintahan (kekuasaan) yang  absolut, otoriter, bahkan sewenang-wenang. Secara teoritikal konsep negara hukum lahir sebagai reaksi terhadap konsep kedaulatan negara tradisional yang di gagas oleh: Augustinus, Thomas Aquinas (teori kedaulatan tuhan) , Machiavelli, Paul Laband, Georg Jellinek   (teori negara kekuasaan), Jean Bodin  (teori kedaulatan raja), Thomas Hobbes  (teori konstruk, Home homini lupus), Rouseau, Montesquieu, John Lockc (teori kedaulatan rakyat),  Hugo de Groot, Krabbe, Leon Duguit (teori kedaulatan hukum atau supremacy of law).

Joeniarto  menyatakan bahwa negara hukum  atau “asas the rule of law”  berarti bahwa dalam penyelenggaraan negara segala tindakan penguasa dan masyarakat negara harus berdasarkan atas hukum dan bukan berdasarkan atas kekuasaan belaka dengan maksud untuk membatasi kekuasaan penguasa dan melindungi kepentingan masyarakat yakni perlindungan terhadap hak asasi manusia  dari tindakan yang sewenang-wenang.

 Pendapat itu menunjukkan bahwa kedudukan hukum itu strategis dalam mengatur kehidupan negara. Penguasa menjadi sah dalam menjalankan aktifitasnya  adalah berpijak pada hukum yang berlaku. Tindakan dan diskresi yang diambil oleh penguasa, rujukannya adalah hukum. Sandaran kepada hukum ini bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan penguasa dalam berperilaku, tetapi menyangkut kepentingan makro kehidupan bangsa. Kalau sudah begini, sebenarnya ada larangan keras memainkan hukum. Sebaliknya ada kewajiban untuk terus menerus merawatnya, yang diantaranya dengan konsisten menjaga penyelenggaraan (kegiatan) demokrasi dari praktik-praktik yang disnormatifitas yuridis. 

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dapat kita pelajari dari pendapat Hugo Krabbe (guru besar Universitas Leiden),  yang dimaksud dengan “hukum” pada konsep negara hukum bukan semata-mata hukum formal yang diundangkan, tetapi hukum yang ada di masyarakat,  dan  hukum formal  adalah  benar apabila sesuai dengan hukum materil yakni perasaan hukum yang hidup di masyarakat. Menurut Friedrich Julius Stahl, negara hukum   harus memenuhi  (memiliki) empat unsur  (elemen) yaitu: (1) terjaminnya Hak Asasi Manusia  (HAM),  (2) pembagian kekuasaan, (3) pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan, dan  (4) peradilan tata usaha negara.

Tidak jalannya konsep negara hukum dalam realitasnya, khususnya dalam implementasi hukumnya telah menjadikan tercemarnya kedudukan negara hukum. Stigma yang ditujukan kepada negara hukum digeser menjadi negara kekuasaan dan kedudukan hukum terdistorsi menjadi subordinasi negara kekuasaan.

Praktik penyelenggaraan kekuasaan atau implementasi roda kehidupan pemerintah dalam beberapa aspek strategis tidak boleh terjebak dalam penyimpangan hukum, yang maknanya setiap penyelenggara kekuasaan berwajiban merawat negara hukum ini supaya tidak terpolusi oleh hal-hal yang mendestruksi atua menodainya, termasuk yang bersumber dari dirinya sendiri dan kelompok.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Moh. Muhibbin, Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Islam Malang (UNISMA).

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Tri Rismaharini Kirim Surat ke Warga Surabaya, Isinya Ajakan untuk Jangan Golput
    Tri Rismaharini Kirim Surat ke Warga Surabaya, Isinya Ajakan untuk Jangan Golput
    01/12/2020 - 21:38
  • Pemkot Jakarta Timur Bersama PWNU DKI Jakarta Bersinergi Membina Umat
    Pemkot Jakarta Timur Bersama PWNU DKI Jakarta Bersinergi Membina Umat
    01/12/2020 - 21:35
  • Elektabilitas Libas Rival, Eri Cahyadi Adem Ayem Tanggapi Hasil Survei Cyrus
    Elektabilitas Libas Rival, Eri Cahyadi Adem Ayem Tanggapi Hasil Survei Cyrus
    01/12/2020 - 21:32
  • Sempat Bermasalah, Begini Kondisi Box Culvert dan Trotoar Manyar Surabaya Saat Ini
    Sempat Bermasalah, Begini Kondisi Box Culvert dan Trotoar Manyar Surabaya Saat Ini
    01/12/2020 - 21:29
  • Pencinta Alam Jombang Imbau Masyarakat Tidak Mudah Percaya Video Hoaks Meletusnya Gunung Semeru
    Pencinta Alam Jombang Imbau Masyarakat Tidak Mudah Percaya Video Hoaks Meletusnya Gunung Semeru
    01/12/2020 - 21:26
  • Kepala Dinkes Lamongan, Semua Memiliki Kemungkinan Besar Terinfeksi Covid-19
    Kepala Dinkes Lamongan, Semua Memiliki Kemungkinan Besar Terinfeksi Covid-19
    01/12/2020 - 21:22
  • Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terus Meningkat, Kota Cirebon Kekurangan Ruang Isolasi
    Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terus Meningkat, Kota Cirebon Kekurangan Ruang Isolasi
    01/12/2020 - 21:18
  • Ridwan Kamil Doakan Anies Baswedan Segera Pulih dan Bertugas Kembali
    Ridwan Kamil Doakan Anies Baswedan Segera Pulih dan Bertugas Kembali
    01/12/2020 - 21:15
  • Angka Positif Covid-19 Meningkat, Menko Luhut Rakor Bersama Gubernur Jawa Tengah
    Angka Positif Covid-19 Meningkat, Menko Luhut Rakor Bersama Gubernur Jawa Tengah
    01/12/2020 - 21:12
  • Mentan RI Terima Anugerah Gatra Awards 2020 Sebagai Penjaga Pangan dan Pelecut Ekspor
    Mentan RI Terima Anugerah Gatra Awards 2020 Sebagai Penjaga Pangan dan Pelecut Ekspor
    01/12/2020 - 21:09

TIMES TV

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

15/11/2020 - 07:16

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia
Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar
Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Positive Thinking
    Positive Thinking
    01/12/2020 - 09:15
  • Pandemi Covid-19 dan Digitalisasi UMKM
    Pandemi Covid-19 dan Digitalisasi UMKM
    01/12/2020 - 02:21
  • Hak Perempuan yang “Dinomorduakan”
    Hak Perempuan yang “Dinomorduakan”
    30/11/2020 - 18:00
  • Humas Online dan News Value, Oleh-Oleh Workshop Kehumasan Bersama LLDIKTI Wilayah 7
    Humas Online dan News Value, Oleh-Oleh Workshop Kehumasan Bersama LLDIKTI Wilayah 7
    30/11/2020 - 16:00
  • Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 3 Habis)
    Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 3 Habis)
    30/11/2020 - 15:00
  • Pemimpin di Jalan Tuhan
    Pemimpin di Jalan Tuhan
    30/11/2020 - 14:11
  • Strategi Panglima TNI Dalam Hadapi Kelompok Pengancam Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
    Strategi Panglima TNI Dalam Hadapi Kelompok Pengancam Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
    30/11/2020 - 12:28
  • Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 2)
    Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 2)
    30/11/2020 - 12:00

KULINER

  • Saking Larisnya, Pempek Candy Habiskan 1/2 Ton Ikan Tenggiri per Hari
    Saking Larisnya, Pempek Candy Habiskan 1/2 Ton Ikan Tenggiri per Hari
    01/12/2020 - 05:29
  • Mencicipi Segarnya Rujak Kelang Khas Pesisir Pantai Branta Pamekasan
    Mencicipi Segarnya Rujak Kelang Khas Pesisir Pantai Branta Pamekasan
    01/12/2020 - 01:28
  • Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    29/11/2020 - 04:27
  • Ada Sisa Bahan Soto Kemarin? Jangan Dibuang, Ubah Jadi Makanan Berikut
    Ada Sisa Bahan Soto Kemarin? Jangan Dibuang, Ubah Jadi Makanan Berikut
    28/11/2020 - 03:16
  • Mie Galau Malang Rasa Nikmat Harga Bersahabat
    Mie Galau Malang Rasa Nikmat Harga Bersahabat
    23/11/2020 - 01:15
  • Toyota Avanza Baru Ramai di Media Sosial
    Toyota Avanza Baru Ramai di Media Sosial
    01/12/2020 - 13:40
  • Model Seksi Curhat Pengalaman Mengenaskan Jadi Budak Seks Mike Tyson
    Model Seksi Curhat Pengalaman Mengenaskan Jadi Budak Seks Mike Tyson
    01/12/2020 - 06:29
  • Ronaldo dan Messi Bisa Mewek Lihat Bayaran Gila Mike Tyson
    Ronaldo dan Messi Bisa Mewek Lihat Bayaran Gila Mike Tyson
    01/12/2020 - 07:10
  • Marinir TNI AL Terlibat Baku Tembak, Panglima Kerahkan Pasukan ke Poso
    Marinir TNI AL Terlibat Baku Tembak, Panglima Kerahkan Pasukan ke Poso
    01/12/2020 - 06:06
  • Baca Ini 3 Kali Sehari, Dosa Besar Diampuni, Rezeki Datang Tiba-tiba
    Baca Ini 3 Kali Sehari, Dosa Besar Diampuni, Rezeki Datang Tiba-tiba
    01/12/2020 - 09:37