Kopi TIMES

Nilai Islam dalam Pancasila dan UUD 1945

Jumat, 23 Oktober 2020 - 00:39 | 125.60k
Nilai Islam dalam Pancasila dan UUD 1945
Sayyid Nurahaqis, S.H. adalah Pemerhati Hukum Tata Negara dan alumnus FH Universitas Islam Sumatera Utara.

TIMESINDONESIA, SUMATERA – Dalam konteks berbangsa dan bernegara, Pancasila dan UUD 1945 merupakan sebuah bagian dari pilar kehidupan berbangsa dan bernegara Republik Indonesia. Pancasila sendiri adalah grondslag (dasar negara) bangsa Indonesia yang hakikatnya sebagai ideologi negara dan falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sedangkan UUD 1945 adalah Konstitusi negara Indonesia, yang menjadikan UUD 1945 sebagai  hukum dasar tertulis (basic law) Indonesia yang kedudukan dan fungsinya memuat norma-norma atau aturan-aturan untuk mengatur sistem ketatanegaraan.

Apabila membahas tentang Islam dengan Pancasila dan UUD 1945, maka sepakat atau tidak bahwa secara logis dan analitis nilai-nilai agama Islam memiliki relevansi dengan Pancasila dan UUD 1945. Ini dapat dibuktikan dengan cara menganalisis secara komprehensif isi atau muatan dalam Pancasila dan UUD 1945 yang ternyata memiliki persamaan nilai-nilai ajaran atau syariat islam yang ada di dalam kitab suci agama islam yaitu Al-Quran. 

Nilai Islam dalam Pancasila

Bukti nyata dari nilai ajaran islam yang ada dalam Pancasila dapat dilihat mulai dari sila pertama Pancasila yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dalam ajaran agama Islam terdapat yang namanya konsep Tauhid, konsep Tauhid adalah konsep yang menyatakan keesaan Tuhan bahwa Tuhan itu esa (satu), Tuhan yang dimaksud dalam konsep Tauhid yaitu Allah. Dalil atau dasar dari konsep Tauhid ini tercantum dalam Al-Quran surat Al-Ikhlas Ayat 1, yang terjemahan berbunyi “Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa”. 

Tidak hanya sila pertama Pancasila, melainkan sila-sila Pancasila lainnya juga memiliki relevansi dari nilai ajaran islam. Setelah sila pertama kemudian sila kedua yang bunyinya, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Isi makna dari sila kedua ini tidak jauh berbeda dari surat yang ada di Al-Quran yaitu An-Nisa Ayat 135 yang terjemahan berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman. Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu-bapak dan kaum kerabatmu”.

Dari tafsir surat ini memiliki inti yang hampir sama dari makna sila kedua Pancasila yang membicarakan tentang keadilan. Tidak hanya surat An-Nisa Ayat 135, dalam Al-Quran juga masih ada surat-surat yang membicarakan tentang keadilan semisalnya surat An-Nahl ayat 90.

“Persatuan Indonesia”, adalah bunyi dari sila ketiga Pancasila, Indonesia dikenal dengan beragam suku, budaya, ras, dan agama. Persatuan tersebut bertujuan sebagai pilar untuk melindungi seluruh masyarakat dari peperangan dan perpecahan akibat tidak keberagaman, inilah membuktikan bahwa Pancasila sebagai falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sila ini memiliki kesamaan makna dari surat yang ada di Al-Quran, yaitu surat Al-Hujurat Ayat 13 menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dari seorang laki-laki (nabi Adam as) dan seorang perempuan (Hawa) dan menjadikan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya mereka saling mengenal dan tolong menolong.

Kemudian selanjutnya sila keempat Pancasila, "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan". Terdapat beragam tafsir atau makna dari sila keempat tersebut, semisalnya kedaulatan negara ada di tangan rakyat, demokrasi, dan musyawarah atau mufakat. Bila ditelaah dari prinsip musyawarah, maka sila ini memiliki relevansi dengan surat Ali ‘Imran Ayat 159, surat ini berpesan bahwa segala persoalan-persoalan tertentu lebih baik haruslah di memusyawarahkan.

Dan sila terakhir Pancasila yaitu sila kelima, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Dalam sila kelima ini menekankan prinsip  justice and equality bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan dalam ajaran islam prinsip justice and equality tercantum dalam Al-Quran surat An-Nahl ayat 90, yang terjemahan bunyinya "Sesungguhnya Allah menyuruh (manusia) berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi (sedekah) kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu (manusia), agar kamu dapat mengambil pelajaran"

Dengan demikan secara aspek filosofis maka dapat dibenarkan bahwa Pancasila memiliki kandungan nilai-nilai syariat islam berdasarkan atas kitab sucinya yakni Al-Quran. Selain itu dibenarkan juga secara logisnya bahwa agama Islam sudah lahir amat sejak lama ketimbang Indonesia dan Pancasila, maka dapat dikatakan ketika dalam perumusan sila-sila Pancasila founding father bangsa Indonesia memungkin meratifikasi syariat Islam untuk Pancasila. Logisnya dapat dibuktikan dengan cara melihat aspek historis lahirnya Pancasila.

Awal mula lahirnya Pancasila berawal dari Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Salah satu agendanya BPUPKI adalah membentuk dasar negara Republik Indonesia. Secara de jure dan de facto lahirnya Pancasila adalah 18 Agustus 1945, bukan 1 Juni 1945. 1 Juni 1945 adalah gagasan rumusan dasar negara yang dikemukakan oleh Soekarno pada sidang BPUPKI, selain Soekarno tokoh yang ikut mengagas rumusan dasar negara Indonesia pada sidang BPUPKI adalah  Mr. Prof. Mohammad Yamin, S.H dan Prof. Mr. Dr. Soepomo. Namun sampai akhir dari masa persidangan BPUPKI, masih belum ditemukan titik temu kesepakatan dalam perumusan dasar negara Republik Indonesia yang benar-benar tepat, sehingga dibentuklah Panitia Sembilan oleh BPUPKI.

Dibentuknya Panitia Sembilan guna untuk menggodok berbagai masukan dari konsep-konsep sebelumnya yang telah dikemukakan oleh para anggota BPUPKI dalam perumusan dasar negara Republik Indonesia. Sesudah melakukan perundingan yang cukup alot maka pada tanggal 22 Juni 1945 Panitia Sembilan menghasilkan rumusan dasar negara Republik Indonesia yang kemudian dikenal sebagai "Piagam Jakarta". Terhitung tanggal 22 Juni 1945 sampai dengan 17 Agustus 1945 dasar negara Indonesia menggunakan Piagam Jakarta, rumusan sila-sila yang ada di Piagam Jakarta adalah sila-sila Pancasila yang ada saat ini. Yang membedakan Piagam Jakarta dengan Pancasila terletak pada sila pertama Piagam Jakarta dan Pancasila.

Sila pertama Piagam Jakarta berbunyi, “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Dari sila pertama Piagam Jakarta ini membuktikan bahwa founding father Panitia Sembilan ketika itu memungkin telah meratifikasi atau mengadopsi nilai-nilai syariat agama Islam dalam perumusan dasar negara Indonesia. Namun tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI menghapus tujuh kata sila pertama Piagam Jakarta tersebut dengan mengganti menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dan akhirnya dikenal sebagai Pancasila dasar negara Republik Indonesia.

Nilai Islam dalam UUD 1945

Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia dan UUD 1945 sebagai hukum dasar dari negara Indonesia, yang isi dari UUD 1945 memuat norma-norma atau aturan-aturan yang mengatur sistem ketatanegaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Republik Indonesia.

Dalam UUD 1945 terdiri atas Preambule (Pembukaan) dan Batang tubuh. Makna dari Preambule UUD 1945 adalah sebagai sumber motivasi dan perjuangan serta tekad bangsa Indonesia untuk mencapai tujuan nasional, sebagai sumber hukum, dan nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara Republik Indonesia. Sedangkan Batang tubuh UUD 1945 terdiri dari 16 BAB, dan 37 Pasal. Pada dasarnya Batang tubuh UUD 1945 berisi dua bagian pokok yaitu, sistem pemerintahan negara Indonesia dan hubungan antara negara dengan warga negara atau masyarakat.

Lalu untuk nilai Islam yang ada di UUD 1945 dapat dilihat dari Preambule UUD 1945 alinea keempat, yang menyatakan bahwa Indonesia negara yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan dipertegas kembali dalam Batang tubuhnya Pasal 29 Ayat (1) yang menyatakan juga bahwa “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”. Frasa kalimat Ketuhanan Yang Maha Esa  dalam UUD 1945 sama halnya seperti yang ada di Pancasila sila pertama. Yang dimana Ketuhanan Yang Maha Esa  merupakan sebuah konsep ajaran syariat agama islam, yaitu Tauhid.

Tidak hanya konsep Tauhid yang ada di ajaran syariat agama Islam, bukti dari Ketuhanan Yang Maha Esa  yaitu Allah jelas tercantum pada subtansi isi dari UUD 1945 itu sendiri. Penjelasan ini disebutkan di aliena ketiga UUD 1945, yang isinya “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”. Ini adalah sebuah fakta analisis hukum, bukan ketidakbenaran atau ketidaknyataan. Jelas Allah disebutkan dalam UUD 1945 dan bahkan diperjelas bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa.

Tidak hanya itu saja, terdapat beberapa Pasal yang ada di UUD 1945 juga memiliki relevansi terhadap nilai Islam. Semisalnya Pasal 34 Ayat (1) dan Ayat 2 UUD 1945 yang menyatakan bahwa, fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara, dan negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. Inti dari Pasal 34 memiliki makna yang hampir sama dari surat yang ada di Al-Quran, yaitu surat At-Taubah Ayat 60, yang terjemahannya "Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Contoh selanjutnya Pasal  28I Ayat (1) UUD 1945, yang dimana Pasal ini menyatakan bahwa, setiap orang berhak untuk hidup, berhak untuk tidak disiksa, dan hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum. Pasal ini memiliki kesamaan dengan surat Al-Maidah Ayat 32, salah satu ayat yang menjelaskan tentang melarang adanya kekerasan. Yang terjemahan berbunyi, “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi”.

Itulah beberapa rangkuman Pasal yang ada di dalam  UUD 1945 yang memiliki relevansi atau hubungan dengan nilai-nilai syariat islam. Ini bukti nyata bahwa isi dan muatan yang ada di dalam Pancasila dan UUD 1945 merupakan bagian dari ajaran-ajaran nilai Islam yang memiliki persamaan dan sinergitas. Silahkan sepakat atau tidak terhadap pembahasan tentang ini, tetapi ini adalah pembahasan yang objektif berdasarkan dalil Al-Quran, logis, aspek filosofis, aspek historis, dan fakta analisis hukum.

***

*)Oleh; Sayyid Nurahaqis, S.H. adalah Pemerhati Hukum Tata Negara dan alumnus FH Universitas Islam Sumatera Utara.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Pesawat Kecil Melakukan Pendaratan Darurat di Jalan Tol
    Pesawat Kecil Melakukan Pendaratan Darurat di Jalan Tol
    05/12/2020 - 15:22
  • Pemkab Bantul Gelar Serah Terima Jabatan Bupati Bantul
    Pemkab Bantul Gelar Serah Terima Jabatan Bupati Bantul
    05/12/2020 - 15:18
  • Lembaga Pendidikan Diminta Tanamkan Nilai Toleransi Antarumat Beragama kepada Murid
    Lembaga Pendidikan Diminta Tanamkan Nilai Toleransi Antarumat Beragama kepada Murid
    05/12/2020 - 15:13
  • Mengenal Lebih Dekat Cabup Lamongan Yuhronur Efendi Melalui Buku
    Mengenal Lebih Dekat Cabup Lamongan Yuhronur Efendi Melalui Buku
    05/12/2020 - 15:08
  • Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Kemendag Gelar Pelepasan Ekspor Serentak di 16 Provinsi di Indonesia 
    Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Kemendag Gelar Pelepasan Ekspor Serentak di 16 Provinsi di Indonesia 
    05/12/2020 - 15:04
  • Diduga Rem Blong, Dump Truck Tabrak 9 Kendaraan di Jalur Pantura Gresik
    Diduga Rem Blong, Dump Truck Tabrak 9 Kendaraan di Jalur Pantura Gresik
    05/12/2020 - 15:00
  • Sektor Pariwisata, Senjata Utama Paslon YesBro Pulihkan Ekonomi di Lamongan
    Sektor Pariwisata, Senjata Utama Paslon YesBro Pulihkan Ekonomi di Lamongan
    05/12/2020 - 14:56
  • Dandim Cilacap Hadiri Upacara Pembaretan Korps Infanteri Taruna Akmil
    Dandim Cilacap Hadiri Upacara Pembaretan Korps Infanteri Taruna Akmil
    05/12/2020 - 14:52
  • Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba, Artis IBS Diancam 4 Tahun Penjara
    Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba, Artis IBS Diancam 4 Tahun Penjara
    05/12/2020 - 14:43
  • AHY Yakin Pasangan Indrata Nur Bayuaji-Gagarin Menangi Pilkada Pacitan
    AHY Yakin Pasangan Indrata Nur Bayuaji-Gagarin Menangi Pilkada Pacitan
    05/12/2020 - 14:38

TIMES TV

Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat

04/12/2020 - 15:15

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI
Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia
Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Filosofi Perilaku Baru di Masa Pandemi COVID-19
    Filosofi Perilaku Baru di Masa Pandemi COVID-19
    05/12/2020 - 09:00
  • Titik Berat Bosda Sebagai Penopang Pendidikan Gratis
    Titik Berat Bosda Sebagai Penopang Pendidikan Gratis
    05/12/2020 - 00:08
  • Sering berada di ruangan Tertutup dan ber AC, Lakukan ini agar terhindar dari Penyebaran Virus Corona
    Sering berada di ruangan Tertutup dan ber AC, Lakukan ini agar terhindar dari Penyebaran Virus Corona
    04/12/2020 - 20:40
  • Tantangan Generasi Millenial Menghadapi Society 5.0
    Tantangan Generasi Millenial Menghadapi Society 5.0
    04/12/2020 - 18:37
  • Merenung Menuju Indonesia Emas
    Merenung Menuju Indonesia Emas
    04/12/2020 - 17:12
  • Mahasiswa dan Kebhinekaan
    Mahasiswa dan Kebhinekaan
    04/12/2020 - 16:14
  • “Tuhan-Tuhan” yang Harus Dikalahkan
    “Tuhan-Tuhan” yang Harus Dikalahkan
    04/12/2020 - 15:32
  • Catatan Pasien Covid 19; Terinfeksi Adalah Musibah, Bukan Aib
    Catatan Pasien Covid 19; Terinfeksi Adalah Musibah, Bukan Aib
    04/12/2020 - 14:07

KULINER

  • Kue Ape Khas Betawi Kini Bisa Dinikmati Warga Cirebon
    Kue Ape Khas Betawi Kini Bisa Dinikmati Warga Cirebon
    05/12/2020 - 10:08
  • Yuk, Kenalan Lebih Dekat dengan Popcorn
    Yuk, Kenalan Lebih Dekat dengan Popcorn
    05/12/2020 - 01:16
  • Perkenalkan Chocolate Indulgence, Chef Joy Berikan Tips Menarik
    Perkenalkan Chocolate Indulgence, Chef Joy Berikan Tips Menarik
    04/12/2020 - 22:45
  • Klathak Jumpi Makanan Khas Karangkobar Banjarnegara yang Merakyat
    Klathak Jumpi Makanan Khas Karangkobar Banjarnegara yang Merakyat
    04/12/2020 - 10:44
  • Resep Mudah Popcorn Anti Gagal
    Resep Mudah Popcorn Anti Gagal
    04/12/2020 - 00:42
  • Udin dan Gobel Tewas, Pak Guru sama Jaka Cs Dicari Pasukan Khusus TNI
    Udin dan Gobel Tewas, Pak Guru sama Jaka Cs Dicari Pasukan Khusus TNI
    05/12/2020 - 00:10
  • Maniak Seks Mike Tyson Pernah Buat Satu Keluarga Mendadak Kaya
    Maniak Seks Mike Tyson Pernah Buat Satu Keluarga Mendadak Kaya
    05/12/2020 - 04:38
  • Debat Sengit, Natalius Pigai Vs Yorrys soal Deklarasi Benny Wenda
    Debat Sengit, Natalius Pigai Vs Yorrys soal Deklarasi Benny Wenda
    05/12/2020 - 08:21
  • Cara Bertahan Hidup Benny Wenda yang Mengklaim 'Presiden' Papua Barat
    Cara Bertahan Hidup Benny Wenda yang Mengklaim 'Presiden' Papua Barat
    05/12/2020 - 06:16
  • Tes Ketajaman Mata! Nyaris Mustahil Temukan Huruf 'B' Dalam Gambar
    Tes Ketajaman Mata! Nyaris Mustahil Temukan Huruf 'B' Dalam Gambar
    05/12/2020 - 11:10