Kopi TIMES

Santri dan Visi Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2020 - 17:18 | 36.25k
Santri dan Visi Kebangsaan
Sri Untari Bisowarno, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

TIMESINDONESIA, MALANG – Waktu terus bergulir, dan akan terus bergulir. Catatan sejarah lahir seiring guliran waktu. Satu generasi ke generasi berikutnya, akan memiliki catatan sejarahnya sendiri.  Tapi cerita santri, seperti mozaik tidak lekang oleh ruang dan waktu. Santri seperti menyimpan energi yang tak ada habisnya untuk mewarnai dan menjaga dinamika kebangsaan kita.

Sejak era sebelum kemerdekaan, santri merupakan entitas yang memainkan peran penting dalam menggalang spirit dan kesadaran kebangsaan. Cinta tanah air adalah sebagian dari iman, semboyan yang begitu lekat dalam diri santri.

Cerita resolusi jihad Kiai Haji Hasyim Asy’ari di insiden 10 Nopember 1945, satu dari sekian potret kaum sarungan ini mengambil posisi yang jelas dalam sejarah bangsanya.

Tidak hanya itu. Santri juga memiliki andil cukup besar dalam memajukan pendidikan Indonesia. Kehadiran pesantren-pesantren, baik yang besar maupun yang kecil, di seluruh pelosok Indonesia telah menjadi kawah candradimuka kelas wahid para santri menempa diri.

Generasi santri, di samping berwawasan millennial, juga memiliki basis keimanan dan ketakwaan yang kuat. Singkatnya, peran santri di kancah Republik Indonesia sangat jelas dan penting sekali.

Kalau melihat beberapa tokoh kita hari ini, kita akan menemukan lulusan pondok pesantren yang ‘multi-talen.’ Sebut saja Menkopolhukam, Prof. Mahfud MD.

Dalam beberapa diskusi, dia menyampaikan visi-misi kebangsaannya secara lugas dan tegas. Visi kebangsaan yang berangkat dari relung kesadaran akan pentingnya cinta tanah air; kesadaran untuk merawat keberagaman; kesadaran untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok.

Pun, Kiai Haji Ma’ruf Amin, Wakil Presiden yang mampu memainkan peran sesuai tupoksi. Sebagai Wakil Presiden, Kiai Ma’ruf Amin tidak sekadar membantu Presiden Joko Widodo dalam tugas-tugas kenegaraan. Pemahaman keagamaannya yang purna, menghasilkan gagasan-gagasan cerdas dalam menangkal radikalisme dan pengembangan ekonomi syariah. 

Sepak terjang tokoh-tokoh pesantren ini, memberi saya satu keyakinan, bahwa mereka -dan juga para santri- baik di organisasi Nahdlatul Ulama, maupun Muhammadiyah, digembleng dengan pendidikan tentang NKRI yang sangat kuat, sehingga santri mampu menjaga NKRI ini.

Karena itu, peringatan Hari Santri, sejak 22 Oktober 2015, merupakan apresiasi bangsa Indonesia kepada seluruh santri se-Indonesia, atas segala komitmennya dalam mewujudkan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Hal yang menarik lainnya, pesantren-pesantren kita terus berkembang seiring perkembangan zaman dengan tidak meninggalkan nilai dan karakter khasnya. Dalam amatan saya, para pondok pesantren itu memiliki dua pegangan pokok dalam mengembangkan visi-misi pendidikannya.

Pertama, pengembangan ilmu dan teknologi berbasiskan kultur. Kita bisa lihat, meski menguasai berbagai kemampuan di bidang teknologi, filsafat, bahasa, sains, dan lainnya, para santri tetap mengemban teguh untuk menjaga nilai-nilai budayanya.

Kita bisa melihat, bagaimana para santri melestarikan tata sosial dan budaya kita. Bahasa Jawa yang bersifat kromo, dan kromo inggil itu berkembang baik di pesantren-pesantren. Itu adalah satu bukti konkret peran serta para santri kita dalam menjaga kebudayaan.

Kedua, para santri menerima dan mencintai Pancasila sebagai ideologi kebangsaan yang sudah final. Sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Kemudian NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Atas dua landasan pijak itu, para santri di dalam pondok pesantren-pondok pesantren yang memang diberikan indoktrinasi, diberikan pemahaman tentang empat bangunan berbangsa dan bernegara itu, lahir sebagai tokoh-tokoh yang memiliki egaliterisme, memiliki toleransi yang tinggi di dalam memimpin institusi masing-masing.

Ini adalah sebuah implementasi bahwa santri Indonesia adalah santri yang memiliki keadaban yang tinggi, mencintai dasar negaranya, mencintai Indonesianya, dan memahami Bhinneka Tunggal Ika-nya, serta berpegang teguh pada dasar hukumnya, yaitu UUD 1945.

Itulah kelebihan santri kita, yang ke depan, akan disiapkan untuk menjadi pemimpin bangsa. Pemimpin yang memahami etika, iptek, imtaq, modernisme, dengan tetap peduli untuk merawat kebudayaan Nusantara yang pernah ada. Selamat Hari Santri Indonesia. Santri yang sehat, akan membuat Indonesia kuat. Merdeka! 

 

*) Penulis adalah Sri Untari Bisowarno, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Wali Kota Lubuklinggau: Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk Musi Rawas
    Wali Kota Lubuklinggau: Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk Musi Rawas
    24/07/2021 - 11:33
  • Mulus, Langkah Jonatan Christie di Partai Perdana Olimpiade Tokyo 2020
    Mulus, Langkah Jonatan Christie di Partai Perdana Olimpiade Tokyo 2020
    24/07/2021 - 11:21
  • Duta Pancasila Kabupaten Malang Ikuti Live Talk Hari Anak Nasional 2021, Ini yang Dibahas
    Duta Pancasila Kabupaten Malang Ikuti Live Talk Hari Anak Nasional 2021, Ini yang Dibahas
    24/07/2021 - 11:07
  • Bantu Warga Terdampak Covid-19, Duta Pancasila Kabupaten Malang Buka Donasi
    Bantu Warga Terdampak Covid-19, Duta Pancasila Kabupaten Malang Buka Donasi
    24/07/2021 - 11:00
  • Wali Kota Mojokerto Ajak Anak Taat Prokes dengan Cara Menyenangkan
    Wali Kota Mojokerto Ajak Anak Taat Prokes dengan Cara Menyenangkan
    24/07/2021 - 10:53

TIMES TV

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

Rektor UIN Maliki: Genjot Kualitas SDM menuju Smart Islamic University

01/04/2021 - 15:58

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi

Rektor UNU: Merdeka Belajar di Tengah Pandemi
Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo
Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan

Peresmian SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan
The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

The Voice of Peace Official Video by Maria Stefanie

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Penanganan Pandemi, Literasi Data dan Pendidikan Kita
    Penanganan Pandemi, Literasi Data dan Pendidikan Kita
    24/07/2021 - 09:00
  • Pendidikan Islam dalam Pandangan Salafi di Pondok Pesantren As-Salafiyah Medan
    Pendidikan Islam dalam Pandangan Salafi di Pondok Pesantren As-Salafiyah Medan
    23/07/2021 - 05:41
  • Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus
    Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus
    23/07/2021 - 05:34
  • Peran Perempuan dalam Sustainability Sumber Daya Alam
    Peran Perempuan dalam Sustainability Sumber Daya Alam
    22/07/2021 - 18:50
  • PHK Meningkat Dampak PPKM Darurat
    PHK Meningkat Dampak PPKM Darurat
    22/07/2021 - 14:36
  • PPKM Darurat, UMKM Sekarat?
    PPKM Darurat, UMKM Sekarat?
    22/07/2021 - 13:20
  • Celana Robek
    Celana Robek
    22/07/2021 - 11:33
  • Pembelajaran Pendidikan Ismuba Berbasis Multitalenta
    Pembelajaran Pendidikan Ismuba Berbasis Multitalenta
    22/07/2021 - 10:25

KULINER

  • 6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    6 Tips Olah Daging Kurban Praktis dan Nikmat Ala Chef Juna
    20/07/2021 - 11:55
  • 4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    4 Tips Olah Daging Kambing Agar Tidak Bau dan Empuk
    20/07/2021 - 03:27
  • Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    Pakar Kuliner: Indonesia Memiliki 104 Jenis Nasi Goreng
    17/07/2021 - 09:22
  • Ini Resep Olahan Sehat Kambing Ala Quest Hotel Darmo Surabaya
    Ini Resep Olahan Sehat Kambing Ala Quest Hotel Darmo Surabaya
    16/07/2021 - 12:43
  • Terinspirasi Drakor, Mahasiswa Ubaya Bagikan Resep Kimchi Sehat
    Terinspirasi Drakor, Mahasiswa Ubaya Bagikan Resep Kimchi Sehat
    15/07/2021 - 12:31