Kopi TIMES

Santri sebagai Agen Perubahan

Kamis, 22 Oktober 2020 - 12:32 | 38.17k
Santri sebagai Agen Perubahan
Imam Shamsi Ali. Alumnus Pesantren Muhammadiyah Darul-Arqam Gombara & Presiden Nusantara Foundation, USA.
Editor: Deasy Mayasari

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Satu hal yang akan diingat oleh sejarah di negeri tercinta adalah bahwa di negeri ini ada satu hari yang diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Konon ini jadi bagian dari perjuangan teman-teman NU yang pada akhirnya diterima dan ditetapkan oleh pemerintah dengan sebuah Kepres. 

Usaha ditetapkannya Hari Santri ini mengingatkan saya bagaimana lika liku perjuangan kami Komunitas Muslim di Kota New York memperjuangkan ditetapkannya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur di Kota New York. Perjuangan itu memakan waktu kurang lebih tujuh tahun. Hingga pada akhirnya ketika Bill de Blasio terpilih menjadi Walikota New York, kami berhasil meyakinkan beliau. 

Perjuangan kami cukup panjang. Sejak saat Michael Bloomberg sebagai Walikota kami telah melakukan pendekatan itu. Setelah berhasil meloloskan resolusi dukungan DPRD New York, kami mendesak Walikota untuk menanda tangani Resolusi itu untuk menjadi UU di Kota New York. Sayang hingga akhir tugasnya sebagai walikota New York, Michael Bloomberg gagal meresmikan Id sebagai hari libur Kota New York. 

Hingga ketika calon walikota Bill de Blasio meminta dukungan pada pilkada ketika itu, kami mengikat dukungan itu dengan komitmen Walikota nantinya untuk meresmikan Id sebagai hari libur. Beliau setuju dan jadilah Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur di Kota New York. 

Benar tidaknya tentang proses penetapan Hari Santri ini sebagai bagian dari konsesi dukung mendukung ketika itu, pastinya memang kita tidak bisa lepas dari koneksi politik itu. Dan bagi saya itu sah-sah saja. 

Di situlah harusnya salah satu makna jihad di jalan politik. Maka ormas Islam memang harusnya menjadi bagian dari perjalanan atau proses itu. Memperjuangkan kepentingan Umat lewat proses-proses politik tanpa berpolitik. 

Sebagai santri, saya sendiri tentunya bangga bahwa pada akhirnya santri mendapat pengakuan resmi. Saya katakan resmi karena sesungguhnya pengakuan bangsa ini kepada santri menjadi bagian dari kesyukuran dan paham sejarah negeri. Bahwa santri tidak akan bisa dipisahkan dari sejarah perjalanan besar bangsa ini. 

Santri Itu Pilihan dan Mutamayyiz

Di masa lalu ada semacam persepsi yang terbangun seolah anak-anak yang disekolahkan di pesantren itu adalah pembuangan. Artinya hanya mereka yang tidak lolos masuk negeri Yang dimasukkan ke pesantren. Maka pesantren misalnya identik dengan anak-anak nakal seperti saya. 

Persepsi ini saya yakin dengan sendirinya telah bergeser atau tergeser oleh realita bahwa ternyata santri itu memikiki potensi dan kapabilitas yang tidak kurang, bahkan tidak mustahil lebih dari tamatan sekolah-sekolah lainnya. 

Santri-santriyah itu memiliki azam (keinginan yang kuat) yang terbangun di atas kepribadian yang mandiri. Seseorang tidak akan bertahan dan berhasil di pesantren kecuali dengan keinginan yang solid dan matang. Hal itu karena situasi pesantren yang menuntut (demanding) dalam segala hal. 

Santri santriyah juga selama di pesantren tidak saja belajar keilmuan (tholab al-ilm). Justeru yang mereka pelajari di pesantren itu adalah bagaimana hidup (life training atau latihan hidup). Mereka belajar hidup sebagai manusia yang independen, disiplin, dan tentunya dengan tatapan masa depan yang besar dan optimisme. 

Salah satu pesan kyai saya dulu di pondok, KH Abdul Djabbar Ashiry, di saat saya pamit ke luar negeri untuk sekolah adalah belajar hidup ini. Dalam bahasa Arab yang tertata rapih dan fasih beliau mengatakan: “Nak, kamu itu di pesantren ini tidak saja telah menimbah Ilmu. Tapi kamu telah belajar hidup. Di mana saja kamu berada niscaya kamu siap untuk hidup.”

Santri itu juga bermental baja. Dunia yang semakin kejam dengan persaingan yang semakin ketat hanya akan bisa ditaklukkan dengan mentalitas baja. Manusia yang bermental kerupuk akan hancur berkeping dilabrak pergerakan dan perubahan, serta ragam tantangannya yang semakin kompleks. 

Di pesantrenlah santri-santriyah ditempa untuk berani, percaya diri dan tidak minder (rendah diri). Mereka tumbuh tetap dalam ketawadhuan. Tapi memiliki keberanian dan percaya diri yang tinggi untuk mengambil bagian dari perubahan dan tantangan hidup yang ada.

Santri-santriyah juga adalah sosok yang menggabungkan antara antara dua kekuatan dan modal hidup manusia besar dan hebat. Kedua kekuatan dan modal hidup itu adalah kekuatan intellectual (akal) dan kekuatan spiritual (hati). Dengan dua kekuatan ini mereka menjadi manusia “Ulul albaab” yang siap menundukkan dunia dan tantangannya.

Di sinilah kita lihat partisipasi dan keterlibatan para santri-santriyah dalam segala kini kehidupan manusia. Baik itu pada tataran personal maupun publik. Mereka menjadi politisi, pebisnis, dan ragam profesi lainnya dengan kedua kekuatan tersebut. Kuat akal dan kuat hati. Maka mereka tidak mudah tertipu (karena berakal) dan juga (harusnya) terjaga dari menipu (karena punya hati). 

Tentu banyak keunikan atau keistimewaan santri-santriyah itu. Tapi satu hal yang tak kalah pentingnya adalah bahwa santri-santriyah itu adalah agen-agen perubahan (al-amiruuna bil-ma’ruf wa an-naahuuna an-almunkar). Dengan modal dan kekuatan akal dan spiritualitas, yang didukung oleh mental baja tadi, mereka siap mengarungi bahtera kehidupan ini dengan segala dinamikanya.

Tapi ada satu hal terpenting dari semua itu. Bahwa santri-santriyah dengan segala perubahan dunia yang “deeply challenging” (penuh tantangan) tidak mengalami goncangan dan tidak pula terombang-ambing oleh goncangan kehidupan. 

Sebaliknya justru santri-santriyah menjadi “backbone” (tulang punggung) perubahan ke arah perubahan yang lebih baik (positive change). Karakter perubahan yang ada pada santri-santriyah ini yang dikenal dalam agama sebagai karakter “amar ma’ruf nahi munkar”. 

Dan karenanya dalam dunai yang saat ini dikenal sebagai dunia global yang tantangannya semakin besar, serta perubahan yang ada semakin cepat, santri-santriyah diharapkan selalu berada di garda depan untuk menjadi agen perubahan, dan bukan justeru obyek dan korban dari perubahan-perubahan yang terjadi. Selamat Hari Santri! (*)

***

*) Penulis adalah Imam Shamsi Ali. Alumnus Pesantren Muhammadiyah Darul-Arqam Gombara & Presiden Nusantara Foundation, USA.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Pemerintah Kota Pagaralam Raih IKPLHD Terbaik se-Sumsel
    Pemerintah Kota Pagaralam Raih IKPLHD Terbaik se-Sumsel
    30/11/2020 - 15:04
  • Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 3 Habis)
    Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 3 Habis)
    30/11/2020 - 15:00
  • HRS Tolak Diperiksa Satgas Covid, Kapolda Jabar : Itu Pidana Murni !
    HRS Tolak Diperiksa Satgas Covid, Kapolda Jabar : Itu Pidana Murni !
    30/11/2020 - 14:57
  • Ketua DPD RI Do'akan Ketum PBNU Segera Sembuh dari Covid-19
    Ketua DPD RI Do'akan Ketum PBNU Segera Sembuh dari Covid-19
    30/11/2020 - 14:55
  • Hj Lathifah: Semoga KH Said Aqil Siradj Segera Diberikan Kesembuhan
    Hj Lathifah: Semoga KH Said Aqil Siradj Segera Diberikan Kesembuhan
    30/11/2020 - 14:52
  • Kapolda Jabar Tegaskan UU Kesehatan Mengatur Hak Pasien Saat Pandemi
    Kapolda Jabar Tegaskan UU Kesehatan Mengatur Hak Pasien Saat Pandemi
    30/11/2020 - 14:48
  • Jelang Pilkada Serentak 2020, Presiden RI Jokowi: Perlu Konsistensi Jalankan Prokes
    Jelang Pilkada Serentak 2020, Presiden RI Jokowi: Perlu Konsistensi Jalankan Prokes
    30/11/2020 - 14:44
  • PBNU Merespons Video Sekelompok Orang Serukan Kalimat 'Hayya Alal Jihad'
    PBNU Merespons Video Sekelompok Orang Serukan Kalimat 'Hayya Alal Jihad'
    30/11/2020 - 14:40
  • Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi, Bawaslu RI: Perketat Prokes
    Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi, Bawaslu RI: Perketat Prokes
    30/11/2020 - 14:36
  • Karta Patriot Sediakan Ruang Belajar Online untuk Pelajar dan Mahasiswa
    Karta Patriot Sediakan Ruang Belajar Online untuk Pelajar dan Mahasiswa
    30/11/2020 - 14:32

TIMES TV

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

15/11/2020 - 07:16

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia
Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar
Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 3 Habis)
    Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 3 Habis)
    30/11/2020 - 15:00
  • Strategi Panglima TNI Dalam Hadapi Kelompok Pengancam Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
    Strategi Panglima TNI Dalam Hadapi Kelompok Pengancam Persatuan Dan Kesatuan Bangsa
    30/11/2020 - 12:28
  • Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 2)
    Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 2)
    30/11/2020 - 12:00
  • Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 1)
    Peraturan Delegasi di Indonesia: Ide untuk Membangun Kontrol Preventif terhadap Peraturan Pemerintah (Bagian 1)
    30/11/2020 - 09:00
  • Belajar dari Pernyataan KH Said Aqil Siradj 
    Belajar dari Pernyataan KH Said Aqil Siradj 
    30/11/2020 - 08:20
  • Kejujuran Kita Dapat Menyelamatkan Semua
    Kejujuran Kita Dapat Menyelamatkan Semua
    29/11/2020 - 19:48
  • Menjaga Independensi dan Integritas Hakim Mahkamah Konstitusi
    Menjaga Independensi dan Integritas Hakim Mahkamah Konstitusi
    29/11/2020 - 18:46
  • Cyber Ethic dalam Lifestyle Pengguna di Internet
    Cyber Ethic dalam Lifestyle Pengguna di Internet
    29/11/2020 - 17:44

KULINER

  • Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    Woyoo Coffee Beans And Roastery Pas Dinikmati Malam Hari
    29/11/2020 - 04:27
  • Ada Sisa Bahan Soto Kemarin? Jangan Dibuang, Ubah Jadi Makanan Berikut
    Ada Sisa Bahan Soto Kemarin? Jangan Dibuang, Ubah Jadi Makanan Berikut
    28/11/2020 - 03:16
  • Mie Galau Malang Rasa Nikmat Harga Bersahabat
    Mie Galau Malang Rasa Nikmat Harga Bersahabat
    23/11/2020 - 01:15
  • Menikmati Mie Yamin Cirebon Saat Musim Hujan
    Menikmati Mie Yamin Cirebon Saat Musim Hujan
    23/11/2020 - 00:27
  • Resep Nasi Shirataki Bakar Tuna Kecombrang
    Resep Nasi Shirataki Bakar Tuna Kecombrang
    21/11/2020 - 07:27
  • Edwin Meninggal Dunia, Sampai Habib Rizieq Tinggalkan Rumah Sakit
    Edwin Meninggal Dunia, Sampai Habib Rizieq Tinggalkan Rumah Sakit
    30/11/2020 - 05:30
  • Kapolres Disoraki Jemaah di Haul Syekh Abdul Qadir Jailani
    Kapolres Disoraki Jemaah di Haul Syekh Abdul Qadir Jailani
    30/11/2020 - 08:30
  • Prajurit TNI AD Tak Bisa Macam-macam, Jenderal Andika Beri Peringatan
    Prajurit TNI AD Tak Bisa Macam-macam, Jenderal Andika Beri Peringatan
    30/11/2020 - 00:00
  • Syekh Ali Jaber: Buka Jendela dan Pintu di Waktu Ini Berkah Luar Biasa
    Syekh Ali Jaber: Buka Jendela dan Pintu di Waktu Ini Berkah Luar Biasa
    30/11/2020 - 07:40
  • 20 Jam Dibawa Kabur Buaya, Prajurit TNI Temukan Samsir di Tepi Sungai
    20 Jam Dibawa Kabur Buaya, Prajurit TNI Temukan Samsir di Tepi Sungai
    30/11/2020 - 12:02