Kopi TIMES

Kegagalan Memaknai Kedaulatan Rakyat dalam Omnibus Law

Senin, 19 Oktober 2020 - 11:25 | 64.47k
Kegagalan Memaknai Kedaulatan Rakyat dalam Omnibus Law
Muh. Ilham Akbar Parase S.H. (Mahasiswa Magister Hukum Tata Negara Pascasarjana Universitas Islam Indonesia, Alumni Pesantren Ummushabri Kendari).

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Omnibus Law, sebagaimana regulasi yang lain memang diinisiasi untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi, kepentingan korporasi, dan ruang bagi penyediaan ekspansi kapital. Tanpa memahami politik hukum perburuhan tentang apa dan mengapa sebuah aturan perlu diatur kembali, direvisi, atau dicabut, penting bagi kita untuk melihat bagaimana aturan-aturan itu kemudian berdampak pada kepentingan buruh yang semakin lama semakin tergerus.

Sialnya lagi, praktik tersebut dilegitimasi oleh norma hukum yang dibuat hanya dalam kerangka formal. Barang kali ini kalimat  pembuka sebelum memulai pembahasan tulisan ini. Meskipun persoalan Analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), dan beberapa klaster persoalan serius lainnya dalam Omnibus Law Cipta kerja ini masih begitu hangat untuk dianalisis namun dalam tulisan ini, akan mengkaji dari perpsektif kegagalan DPR dalam memaknai paham kedaulatan rakyat yang kita anut dalam UUD 1945 dalam membahas dan menetapkan RUU cipta kerja menjadi sebuah Undang-Undang. Tinggal menunggu beberapa waktu saja RUU ini akan dimasukan dalam lembaran negara menjadi sebuah Undang-Undang yang mengikat dan memaksa (imperative).

Tidak berlebihan saat judul “Kegagalan Memaknai Kedaulatan Rakyat Dalam Omnibus Law” menjadi diksi atau pilihan kata. Tulisan ini dilatar belakangi dari sikap  DPR yang kelihatan tutup mata dengan aspirasi publik. terlepas dari perdebatan subtansi Undang-Undang yang disahkan, penulis tidak masuk ke ranah tersebut. Namun yang akan menjadi pokok pembicaraan adalah sejauh mana DPR menunjukan sikap kelembagaan sebagai sebuah representasi rakyat.

Keberadaan DPR, Lembaga Kepresidenan dan lembaga negara tinggi lainnya adalah pemegang kebijakan yang dilakukan dengan rambu-rambu rakyat dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Pasal 1 ayat 3 UUD menyebutkan “kedaulatan berada ditangan rakyat dan dijalankan menurut UUD”. Sebagaimana diungkapkan oleh C.F. Strong dalam bukunya Konstitusi-konstitusi Politik Modern menyebut kedaulatan berarti superioritas yang dalam konteks kenegaraan mengisyaratkan adanya kekuasaan untuk membuat hukum (Undang-Undang), sebagai suatu sumber bertindak penyelenggara negara. 

Pembuatan Undan-Undang, Pembuat Undang-Undang dan rakyat adalah tiga serangkai yang relasinya harus seimbang, antara apa yang dibuat dan apa yang dikehendaki oleh rakyat. Sebab tujuan pembentukan suatu Undang-Undang adalah untuk melaksanakan fungsi ketertiban umum.

Manfaat yang hendak diraih adalah, dari pembentukan suatu norma Undang-Undang akan tercapai kesejahteraan rakyat. Tidak hanya soal kesejahteraan, bahkan disaat bersamaan jika suatu Undang-Undang tidak sejalan dengan cita-cita kesejahteraan negara Indonesia maka rakyatlah yang akan paling merasakan dampak dari Undang-Undang tersebut. 

Secara historis ketika J.J. Rousseau mencetuskan volonte generale, munculah suatu teori kedaulatan rakyat. Dalam teori kedaulatan rakyat (volkssouvereiniteit) ini, kedaulatan yang berasal dan dengan persetujuan rakyat tersebut adalah kedaulatan rakyat. Rakyatlah dengan demikian yang berdaulat dan mewakili kekuasaannya kepada suatu badan yaitu pemerintah.

Jika pemerintah tidak dapat melaksanakan tugas dan kewajiban yang dibebankan rakyat kepadanya maka rakyat berhak untuk mengganti pemerintahan yang dipilih serta diangkatnya. Kedaulatan rakyat ini dilandaskan pada kehendak umum yang dinamakan “volunte generale”. Seorang  Raja atau presiden memerintah hanya sebagai wakil sedangkan kedaulatan penuh berada di tangan rakyat dan tidak dapat dibagikan kepada pemerintah. 

Pemerintah (DPR-Lembaga Kepresidenan) hanyalah menyelenggarakan public service. pelayanan publik yang bertujuan melayani pemilik kedaulatan dinegara ini (rakyat). Rakyat kemudian mengaji pemerintah sebagai bayar jasa atas pelayanan yang telah diberikan, melalui pajak terhadap negara. Maka sudah sepatutnya dan sewajarnya dibentuk suatu Undang-Undang yang mencerminkan kehendak rakyat.  Sehingga sangat jelas dari pemaparan ini, bahwa sesungguhnya pengesahan RUU cipta kerja sangat tidak etis dibahas ditengah pandemic covid 19 ditengah krisis ekonomi dan kesehatan yang menimpa rakyat Indonesia.

Ini menambah rentetan kinerja buruk legislasi DPR ditengah kritikan yang kerap dialamatkan masyarakat ke lembaga parlemen tersebut. Bukannya memperbaiki kinerja, malah dengan bangga wakil rakyat kita mempertontonkan keberaniannya melawan kehendak rakyat. Harusnya yang muncul adalah sikap kenegarawanan, karena para wakil rakyat merupakan utusan dari berbagai provinsi yang menunjukan mereka lahir ditengah rakyat.

Kenapa harus digenjot di tengah pandemi, jika alasannya memperkuat iklim investasi bukankah pemerintah dapat menggunakan instrument hukum yang ada. Menunda pembahasan dan pengesahan hingga suasana kembali normal harusnya menjadi opsi utama. Fokus pemerintah harusnya bukan pada persoalan ekonomi semata, skalipun sangat penting untuk menyanggah ekonomi nasional namun bukan berarti ego sentris yang sifatnya sangat subjektif menjadi alternatif tunggal. Rumusan masalah yang dapat kita sodorkan kepada wakil rakyat “sebegitu daruratnyakah ekonomi bangsa ini sehingga omnibus law harus disahkan”. Rakyat tidak minta omnibus law dihapuskan secara total, rakyat hanya minta agar pintu dialog tidak ditutup.

Rakyat cuman ingin, dengarkan keluh kesah mereka atas draf RUU omnibus law yang dirasa dapat merugikan buruh. Bukankah ratusan triliun APBN sumber anggaran nasional itu dari rakyat. Bukankah pemilik negeri ini adalah rakyat, lantas apa alasan rakyat harus dikesampingkan aspirasinya.

Padahal secara yuridis Kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan telah terakomodasi dalam ketentuan hukum positif Pasal 96 UU No.12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Dengan dianutnya asas keterbukaan dalam undang-undang tersebut. masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan dan/atau tertulis dalam Pembentukan Peraturan Perundangundangan.

Masukan secara lisan dan/atau tertulis dapat dilakukan melalui: a. rapat dengar pendapat umum; b. kunjungan kerja; c. sosialisasi; dan d. seminar, lokakarya, dan/atau diskusi. Artinya status hukum terhadap keterbukaan publik dalam pembahasan legislasi menjadi sebuah kewajiban. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak melibatkan publik saat pembahasan RUU Cipta Kerja. 

Jimly Asshidiqie dalam bukunya Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi berpendapat bahwa pada pokoknya semua pihak, dalam struktur kenegaraan maupun di luar struktur kenegaraan, dapat memprakarsai gagasan pembentukan peraturan perundang-undangan. Untuk menyerap aspirasi masyarakat, DPR melalui alat kelengkapan yang sedang melakukan penyusunan undang-undang, biasanya melakukan kegiatan untuk mendapatkan masukan dari masyarakat dalam bentuk Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), seminar, kegiatan sejenis, dan kunjungan. Metode penyerapan aspirasi yang paling sering digunakan adalah berkunjung ke daerah-daerah atau mengunjungi pemerintahan daerah, DPRD, dan perguruan tinggi.

Keadaan kian menjadi rumit dan sulit ditengah pengesahan RUU cipta kerja, disaat demontsrasi penolakan terjadi digelombang lapisan masyarakat. Protokoler covid-19 menjadi taruhannya, di tengah pemerintah mengalakkan seruan melawan corona namun disaat bersamaan pemerintah membuat petaka baru dengan mengesahkan RUU cipta kerja yang tidak dikehendaki rakyat. Tidak salah tindakan pemerintah, namun cara yang ditempuh dengan memanfaatkan momentum disaat rakyat sedang berjuang melawan pandemic covid-19, adalah bentuk kegagalan DPR memaknai kedaulatan rakyat. Menutup pintu diskusi untuk rakyat dalam pembahasan suatu RUU adalah wujud pengkhianatan terhadap rakyat. (*)

***

*)Oleh: Muh. Ilham Akbar Parase S.H. (Mahasiswa Magister Hukum Tata Negara Pascasarjana Universitas Islam Indonesia, Alumni Pesantren Ummushabri Kendari).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • Diduga Rem Blong, Dump Truck Tabrak 9 Kendaraan di Jalur Pantura Gresik
    Diduga Rem Blong, Dump Truck Tabrak 9 Kendaraan di Jalur Pantura Gresik
    05/12/2020 - 15:00
  • Sektor Pariwisata, Senjata Utama Paslon YesBro Pulihkan Ekonomi di Lamongan
    Sektor Pariwisata, Senjata Utama Paslon YesBro Pulihkan Ekonomi di Lamongan
    05/12/2020 - 14:56
  • Dandim Cilacap Hadiri Upacara Pembaretan Korps Infanteri Taruna Akmil
    Dandim Cilacap Hadiri Upacara Pembaretan Korps Infanteri Taruna Akmil
    05/12/2020 - 14:52
  • Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba, Artis IBS Diancam 4 Tahun Penjara
    Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba, Artis IBS Diancam 4 Tahun Penjara
    05/12/2020 - 14:43
  • AHY Yakin Pasangan Indrata Nur Bayuaji-Gagarin Menangi Pilkada Pacitan
    AHY Yakin Pasangan Indrata Nur Bayuaji-Gagarin Menangi Pilkada Pacitan
    05/12/2020 - 14:38
  • Jelang Masa Tenang Pilbup Lamongan, Yuhronur Efendi Titip Pesan ke Relawan
    Jelang Masa Tenang Pilbup Lamongan, Yuhronur Efendi Titip Pesan ke Relawan
    05/12/2020 - 14:31
  • Dalam Tekanan Pandemi Covid-19, PT SBI Mampu Pertahankan Profitabilitas Perusahaan
    Dalam Tekanan Pandemi Covid-19, PT SBI Mampu Pertahankan Profitabilitas Perusahaan
    05/12/2020 - 14:26
  • Mensos RI Juliari Membenarkan OTT Pejabat Eselon III oleh KPK RI
    Mensos RI Juliari Membenarkan OTT Pejabat Eselon III oleh KPK RI
    05/12/2020 - 14:20
  • Longsor Merusak Dua Rumah Warga di Kabupaten Majalengka
    Longsor Merusak Dua Rumah Warga di Kabupaten Majalengka
    05/12/2020 - 14:13
  • Dinas Pariwisata Pemkab Bantul Gandeng Influencer untuk Promosi Wisata
    Dinas Pariwisata Pemkab Bantul Gandeng Influencer untuk Promosi Wisata
    05/12/2020 - 14:06

TIMES TV

Meluaskan Manfaat

Meluaskan Manfaat

04/12/2020 - 15:15

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI

Panglima TNI: Yang Mengganggu NKRI Berhadapan dengan TNI
Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia
Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Filosofi Perilaku Baru di Masa Pandemi COVID-19
    Filosofi Perilaku Baru di Masa Pandemi COVID-19
    05/12/2020 - 09:00
  • Titik Berat Bosda Sebagai Penopang Pendidikan Gratis
    Titik Berat Bosda Sebagai Penopang Pendidikan Gratis
    05/12/2020 - 00:08
  • Sering berada di ruangan Tertutup dan ber AC, Lakukan ini agar terhindar dari Penyebaran Virus Corona
    Sering berada di ruangan Tertutup dan ber AC, Lakukan ini agar terhindar dari Penyebaran Virus Corona
    04/12/2020 - 20:40
  • Tantangan Generasi Millenial Menghadapi Society 5.0
    Tantangan Generasi Millenial Menghadapi Society 5.0
    04/12/2020 - 18:37
  • Merenung Menuju Indonesia Emas
    Merenung Menuju Indonesia Emas
    04/12/2020 - 17:12
  • Mahasiswa dan Kebhinekaan
    Mahasiswa dan Kebhinekaan
    04/12/2020 - 16:14
  • “Tuhan-Tuhan” yang Harus Dikalahkan
    “Tuhan-Tuhan” yang Harus Dikalahkan
    04/12/2020 - 15:32
  • Catatan Pasien Covid 19; Terinfeksi Adalah Musibah, Bukan Aib
    Catatan Pasien Covid 19; Terinfeksi Adalah Musibah, Bukan Aib
    04/12/2020 - 14:07

KULINER

  • Kue Ape Khas Betawi Kini Bisa Dinikmati Warga Cirebon
    Kue Ape Khas Betawi Kini Bisa Dinikmati Warga Cirebon
    05/12/2020 - 10:08
  • Yuk, Kenalan Lebih Dekat dengan Popcorn
    Yuk, Kenalan Lebih Dekat dengan Popcorn
    05/12/2020 - 01:16
  • Perkenalkan Chocolate Indulgence, Chef Joy Berikan Tips Menarik
    Perkenalkan Chocolate Indulgence, Chef Joy Berikan Tips Menarik
    04/12/2020 - 22:45
  • Klathak Jumpi Makanan Khas Karangkobar Banjarnegara yang Merakyat
    Klathak Jumpi Makanan Khas Karangkobar Banjarnegara yang Merakyat
    04/12/2020 - 10:44
  • Resep Mudah Popcorn Anti Gagal
    Resep Mudah Popcorn Anti Gagal
    04/12/2020 - 00:42
  • Udin dan Gobel Tewas, Pak Guru sama Jaka Cs Dicari Pasukan Khusus TNI
    Udin dan Gobel Tewas, Pak Guru sama Jaka Cs Dicari Pasukan Khusus TNI
    05/12/2020 - 00:10
  • Maniak Seks Mike Tyson Pernah Buat Satu Keluarga Mendadak Kaya
    Maniak Seks Mike Tyson Pernah Buat Satu Keluarga Mendadak Kaya
    05/12/2020 - 04:38
  • Debat Sengit, Natalius Pigai Vs Yorrys soal Deklarasi Benny Wenda
    Debat Sengit, Natalius Pigai Vs Yorrys soal Deklarasi Benny Wenda
    05/12/2020 - 08:21
  • Cara Bertahan Hidup Benny Wenda yang Mengklaim 'Presiden' Papua Barat
    Cara Bertahan Hidup Benny Wenda yang Mengklaim 'Presiden' Papua Barat
    05/12/2020 - 06:16
  • Tes Ketajaman Mata! Nyaris Mustahil Temukan Huruf 'B' Dalam Gambar
    Tes Ketajaman Mata! Nyaris Mustahil Temukan Huruf 'B' Dalam Gambar
    05/12/2020 - 11:10