Politik Pilkada Serentak 2020

Akdemisi Dedeng Zawawi: Terbukti Politik Uang, Calon Bisa Diskualifikasi

Senin, 19 Oktober 2020 - 07:57 | 19.63k
Akdemisi Dedeng Zawawi: Terbukti Politik Uang, Calon Bisa Diskualifikasi
Akademisi Dedeng Zawawi, SH, MH. (foto: Dok Pribadi)
FOKUS

Pilkada Serentak 2020

TIMESINDONESIA, MUSI RAWASDedeng Zawawi, Pengamat Hukum, Politik dan Tata Negara Fakultas Hukum (FH) Universitas Sriwiijaya mengingatkan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) untuk menindak tegas para pelaku politik uang di Pilkada. 

"Penindakan ini bisa dilakukan apabila mengandung unsur politik uang. Penegakan hukum bagi pelanggar aturan Pilkada terutama politik uang ini sanksinya cukup berat yakni dapat didiskualifikasi secara langsung pada tahapan Pilkada bagi Pasangan Calon yang terbukti melakukan politik uang, " terangnya pada awak media, Minggu, (18/10/2020) .

Dedeng merujuk ketentuan Pasal 73 jo 135A dan Pasal 187A (ayat 1) Undang-Undang (UU) Nomor (No) 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undang.

"Dalam aturan tersebut tidak hanya memberikan, menjanjikan saja yang dapat mempengaruhi penyelenggara dan pemilih sudah masuk unsur pelanggaran Kampanye," kata alumni FH UNSRI ini.

Dedeng menjelaskan semua unsur baik tim pemenangan (Timses), relawan, pendukung yang melakukan upaya politik uang baik menjanjikan dan memberikan uang atau materi untuk mempengaruhi pemilih dapat ditindak dan dikenai sanksi sesuai aturan berlaku.

"Sesuai UU No 10 tahun 2016, jika dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif serta terbukti dilakukan Paslon maka sanksi dapat didiskualifikasi pada pencalonan pemilihan kepala daerah," jelas Dosen FH UNSRI tersebut.

Dedeng mengatakan, kinerja Bawaslu sesuai dasar hukum pelaksanaan Pilkada diperlukan kecermatan, ketelitian dan kinerja yang maksimal. Karena modus money politik dapat dilakukan bermacam-macam pola untuk menghindari sanksi hukum termasuk modus 'Sales' pilkada.

"Kita yakin Bawaslu bekerja dengan kinerja yang baik dalam rangka mewujudkan pilkada yang berkualitas dan bermartabat," terangnya.

Dirinya menambahkan bahwa pola penyebaran politik uang dapat menyebabkan para pemilih tersandera akan komitmen untuk memilih pasangan calon yang telah ditentukan. 

"Apalagi jika ada komitmen  melalui penyerahan atau memberikan berkas atau data penting seperti KTP (kartu tanda penduduk) dan KK (kartu keluarga)," papanya.

Modus lain, lanjutnya, menggunakan semacam sistem lelang artinya pasangan si A memberi sejumlah nilai tertentu, maka pasangan lain harus melebihi dalam jumlah yang lebih tinggi, yang digunakan untuk membeli nilai suara pemilih melalui politik uang. 

Fenomena  lain juga calon pemilih memberikan copi berkas ke masing-masing calon,  artinya siapapun yang terpilih tidak jadi masalah, yang penting sudah ada pendapatan, dan hal ini adalah pemahaman keliru yang dapat menurunkan kualitas demokrasi.

"Calon terpilih secara kualitas menjadi rendah karena pola tersebut menyuburkan maraknya KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), dimana calon terpilih jikalau menggunakan dasar money politik yang terstruktur, sistematis dan masif sudah dapat dipastikan berpikir untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan," bebernya.

Menurut Dedeng, target yang dibidik biasanya adalah kalangan pemilih menengah ke bawah yang dianggap lebih mayoritas dalam jumlah suara selain pemilih instan yang tidak perlu melihat visi misi calon. 

Faktor penyebab hal ini, ujarnya, biasanya karena program program yang diusung paslon yang sulit terealisasikan sehingga sebatas pada tataran janji-janji kampanye, yang menyebabkan para pemilih manaruh ketidakpercayaan terhadap calon yg berlaga di Pilkada. 

"Yang paling penting adalah masih lemahnya 'penegakan hukum' bagi pelanggar aturan Pilkada terutama politik uang. Padahal sanksi yang diatur cukup berat bagi pelanggar yaitu dapat didiskualifikasi secara langsung pada tahapan Pilkada bagi paslon yang terbukti melakukan politik uang," kata Dedeng Zawawi. (*)



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Paslon NU Bertekad Bangun Pendidikan Kelas Dunia Jika Menang di Pilbup Bandung
    Paslon NU Bertekad Bangun Pendidikan Kelas Dunia Jika Menang di Pilbup Bandung
    25/10/2020 - 16:45
  • Muslimat Kabupaten Blitar Netral di Pilbup Blitar
    Muslimat Kabupaten Blitar Netral di Pilbup Blitar
    25/10/2020 - 16:37
  • Gelar Madrasah Jurnalistik: Kader Muda NU Harus Melek Literasi
    Gelar Madrasah Jurnalistik: Kader Muda NU Harus Melek Literasi
    25/10/2020 - 16:29
  • Bantu Seniman, Setiajit Gelar Wayang Pakeliran Padat
    Bantu Seniman, Setiajit Gelar Wayang Pakeliran Padat
    25/10/2020 - 16:23
  • Eks Penasehat DPD Partai Nasdem Banyuwangi Siap Menangkan Yusuf-Riza Jadi Bupati
    Eks Penasehat DPD Partai Nasdem Banyuwangi Siap Menangkan Yusuf-Riza Jadi Bupati
    25/10/2020 - 16:20
  • Didampingi Dandim 0808/Blitar, Danrem 081/DSJ Cek Protokol Kesehatan di Blitar
    Didampingi Dandim 0808/Blitar, Danrem 081/DSJ Cek Protokol Kesehatan di Blitar
    25/10/2020 - 16:14
  • Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Tips dari Satgas Penanganan Covid 19 Probolinggo
    Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Tips dari Satgas Penanganan Covid 19 Probolinggo
    25/10/2020 - 16:09
  • Maluku Tenggara Raih TPID Award 2020 untuk Pertama Kali
    Maluku Tenggara Raih TPID Award 2020 untuk Pertama Kali
    25/10/2020 - 16:03
  • Relawan YesBro Beri Layanan Cek Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Lamongan
    Relawan YesBro Beri Layanan Cek Kesehatan Gratis untuk Masyarakat Lamongan
    25/10/2020 - 15:53
  • Australia Pertimbangkan Pindahkan Sebagian Koala ke Hutan Amazon
    Australia Pertimbangkan Pindahkan Sebagian Koala ke Hutan Amazon
    25/10/2020 - 15:47

TIMES TV

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

17/10/2020 - 16:33

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?
TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil
GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kuota Data Internet Belajar Daring, Job Crafting dalam Keterbatasan Pedagogis
    Kuota Data Internet Belajar Daring, Job Crafting dalam Keterbatasan Pedagogis
    25/10/2020 - 09:38
  • Kasus Yuli, Refleksi Pemkab Lotim Tangani Perdagangan Orang
    Kasus Yuli, Refleksi Pemkab Lotim Tangani Perdagangan Orang
    24/10/2020 - 17:35
  • Omnibus Law dan Kolonisasi Masa Lalu
    Omnibus Law dan Kolonisasi Masa Lalu
    24/10/2020 - 16:33
  • Jiwa Sosiokultur Masyarakat Menjawab Tuntutan Omnibus Law
    Jiwa Sosiokultur Masyarakat Menjawab Tuntutan Omnibus Law
    24/10/2020 - 15:31
  • Ratatouille: Dalam Sesuap Ingatan
    Ratatouille: Dalam Sesuap Ingatan
    24/10/2020 - 14:31
  • Menumbuhkan Budaya Literasi di Tengah Pandemi
    Menumbuhkan Budaya Literasi di Tengah Pandemi
    24/10/2020 - 13:35
  • Eksistensi Lembaga Eksekutif Sebagai Penyelenggara Pelayanan Publik
    Eksistensi Lembaga Eksekutif Sebagai Penyelenggara Pelayanan Publik
    24/10/2020 - 12:54
  • Wajah Demokrasi di Kabupaten Musi Rawas Hari Ini?
    Wajah Demokrasi di Kabupaten Musi Rawas Hari Ini?
    24/10/2020 - 12:40

KULINER

  • Senjakala Kuliner Manisan Khas Majalengka Tak Semanis Peminat
    Senjakala Kuliner Manisan Khas Majalengka Tak Semanis Peminat
    25/10/2020 - 04:20
  • Belajar dari Orang Tua, Mistar Sukses Kembangkan Bluder Miroso di Kota Madiun
    Belajar dari Orang Tua, Mistar Sukses Kembangkan Bluder Miroso di Kota Madiun
    24/10/2020 - 18:29
  • Sheraton Mustika Yogyakarta Hadirkan Promo Saturday Super Seafood dan Private Dining
    Sheraton Mustika Yogyakarta Hadirkan Promo Saturday Super Seafood dan Private Dining
    23/10/2020 - 18:49
  • Tips Bikin Mango Sago, Dessert Kekinian yang Maknyus
    Tips Bikin Mango Sago, Dessert Kekinian yang Maknyus
    23/10/2020 - 13:05
  • Asyik Musim Mangga Tiba, Yuk Bikin Mango Sago, Dessert Kekinian dari Hongkong
    Asyik Musim Mangga Tiba, Yuk Bikin Mango Sago, Dessert Kekinian dari Hongkong
    23/10/2020 - 12:04
  • 5 Fakta Mengerikan Usai Khabib Habisi Gaethje
    5 Fakta Mengerikan Usai Khabib Habisi Gaethje
    25/10/2020 - 06:02
  • Cukup Dua Ronde, Khabib Nurmagomedov Bikin Gaethje Tak Berdaya
    Cukup Dua Ronde, Khabib Nurmagomedov Bikin Gaethje Tak Berdaya
    25/10/2020 - 04:07
  • 2 Fakta Ujaran Kontroversial Gus Nur yang Bikin Murka Elite NU
    2 Fakta Ujaran Kontroversial Gus Nur yang Bikin Murka Elite NU
    25/10/2020 - 07:02
  • Respons Sadis McGregor Tahu Khabib Habisi Gaethje
    Respons Sadis McGregor Tahu Khabib Habisi Gaethje
    25/10/2020 - 06:26
  • Bikin Merinding, Pesan Khabib untuk Gaethje tentang Kematian
    Bikin Merinding, Pesan Khabib untuk Gaethje tentang Kematian
    25/10/2020 - 11:04