Kopi TIMES

Diaspora Televisi Pendidikan

Minggu, 18 Oktober 2020 - 16:36 | 29.74k
Diaspora Televisi Pendidikan
Eka Khristiyanta Purnama, Koordinator Substansi Produksi Teknologi Pembelajaran dan PTP Ahli Madya Pusdatin Kemendikbud.
Editor: Faizal R Arief

TIMESINDONESIA, MALANG – Keberadaan televisi pendidikan awalnya dikembangkan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) yang kini bertransformasi menjadi Pusat Data Teknologi dan Informasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin) di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan sebutan televisi edukasi (TVE).

Eksistensi TVE awalnya dikembangkan berdasarkan pada kebijakan Kurikulum 2004 yang Berbasis Kompetensi (KBK), mengingat sistem pendidikan saat itu bergeser menjadi sistem pendidikan yang berorientasi kepada siswa (learner center). 

Kemendikbud kemudian menyediakan berbagai sumber belajar bagi guru dan siswa melalui program televisi pendidikan. Kemendikbud cepat dalam merespon perkembangan jaman, mengingat guru dan siswa ternyata lebih aktif mencari informasi berbagai sumber untuk menambah pengetahuan agar lebih luas dan beragam.

Televisi pendidikan menjadi agenda paling tepat bagi sistem pendidikan mengingat kondisi geografi, ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia. Televisi pendidikan kemudian menjadi alternatif utama pemirsa karena mampu menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.

Keterbatasan pemanfaatan televisi pendidikan terlihat bahwa produksi dan penyiaran program televisi memerlukan biaya yang relatif mahal. Sehingga pemanfaatan dalam pendidikan masih kurang karena faktor aksesibilitas ini.

Di negara maju, siaran televisi pendidikan dimanfaatkan secara maksimal karena tidak mengalami kendala yang berarti. Sebaliknya bagi negara yang berkembang seperti Indonesia dipergunakan secara terbatas karena faktor ketersediaan pesawat televisi peserta didik, kemampuan siaran pendidikan yang bersaing dengan siaran komersial dan budaya masyarakat setempat.

Mengatasi Keterbatasan

Pada awalnya, realisasi televisi pendidikan sangat membantu siswa, guru dan rakyat yang butuh akses terhadap siaran pendidikan. Televisi pendidikan juga membuat semakin mudah mendukung peningkatan mutu pendidikan dan membantu dalam penuntasan Wajar Diknas 9 Tahun. Pada saat itu, visi dari televisi pendidikan adalah menjadikan siaran televisi pendidikan yang santun dan mencerdaskan bagi dunia pendidikan di tanah air. 

Keberadaan televisi pendidikan semakin menasional mengingat respon dunia pendidikan di tanah air begitu antusias. Bahkan, visi televisi pendidikan telah berhasil dijabarkan menjadi misi yang dapat menyiarkan berbagai program pendidikan yang mencerdaskan masyarakat, menjadi tauladan masyarakat, menyebarluaskan informasi dan kebijakan Kemendikbud dan mendorong masyarakat gemar belajar. Lebih hebat lagi, televisi pendidikan ini memiliki tujuan memberikan layanan siaran pendidikan berkualitas untuk menunjang tujuan pendidikan nasional.

Dalam perjalanannya, Kemendikbud mencoba mengembangkan gagasan agar televisi digunakan sebagai media pendidikan untuk mengatasi keterbatasan ruang dan waktu dari peserta didik. Selama ini guru dan siswa mengatasi keterbatasan dalam mendapatkan informasi yang sama dengan peserta didik yang lain. Melalui televisi pendidikan, maka tiap orang dari berbagai daerah manapun bisa mendapatkan informasi apapun terutama informasi mengenai dunia pendidikan dalam waktu yang sama. 

Diaspora Pendidikan

Kecepatan informasi dunia pendidikan dalam waktu yang cepat dan sama dikarenakan sistem yang digunakan adalah satelit. Sehingga bagi tiap orang yang berbeda ruang tetap bisa mendapatkan informasi sama apabila memilih chanel televisi pendidikan dan menonton program pendidikan pada waktu yang sama. Artinya, siapapun memiliki peluang mendapatkan informasi yang sama dari program televisi pendidikan dalam waktu yang sama dan agenda pemerataan pendidikan secara langsung dapat diatasi. 

Pemanfaatan siaran televisi pendidikan tentu tidak hanya didasarkan pada kemampuannya menyajikan beragam informasi dalam bentuk audio-visual secara bersamaan, tetapi juga karena kemampuan jangkauannya yang besar untuk wilayah geografis yang relatif luas. Keberadaan media audio-visual juga menyajikan materi secara simultan, memberikan pemahaman mengenai konsep abstrak serta memungkinkan merancang agenda pembelajaran untuk mengkombinasikan gambar dan suara dalam satu pesan yang disampaikan.

Ketika pemerataan pendidikan melalui televisi pendidikan bisa diatasi, maka agenda selanjutnya adalah diaspora televisi pendidian. Agenda dari diaspora televisi pendidikan ini perlu dilakukan supaya program televisi pendidikan menjadi menarik, tidak membosankan sekaligus tidak kaku. Diaspora televisi pendidikan perlu packaging yang menarik perhatian dalam menyampaikan informasi program menghibur siswa dan guru melalui format tayangan yang disebut edutainment. 

Barangkali, diaspora televisi pendidikan masih membutuhkan inovasi serta dukungan berbagai pihak. Tayangan berbagai karya anak bangsa memiliki maksud mentransformasikan gagasan segar sebuah karya supaya bermanfaat bagi pemirsa.

Diaspora televisi pendidikan butuh kerelaan, keikhlasan dan kelonggaran hati bagi siapapun yang berkarya untuk mentransformasikan ide dan gagasan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Saat ini 12 Oktober 2020 televisi Pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bernama TVE genap berusia 16 tahun, di usia tersebut TVE diharapkan lebih besar dalam memberikan kontribusi dalam dunia Pendidikan. Selamat ulang tahun TV Edukasi semoga makin bersinar serta santun dan mencerdaskan.

***

*)Oleh : Eka Khristiyanta Purnama, Koordinator Substansi Produksi Teknologi Pembelajaran dan PTP Ahli Madya Pusdatin Kemendikbud.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Sholihin Nur

EKORAN

TERBARU

  • Oknum Anggota Polri yang Terlibat Narkoba di Riau, Terancam Hukuman Mati
    Oknum Anggota Polri yang Terlibat Narkoba di Riau, Terancam Hukuman Mati
    25/10/2020 - 09:02
  • Tunaikan Janji ke Ibu, Khabib Nurmagomedov Pilih Pensiun¬†
    Tunaikan Janji ke Ibu, Khabib Nurmagomedov Pilih Pensiun 
    25/10/2020 - 08:52
  • Presiden RI Jokowi Mengapresiasi Dukungan Golkar Atas Transformasi Fundamental yang Dilakukan Pemerintah
    Presiden RI Jokowi Mengapresiasi Dukungan Golkar Atas Transformasi Fundamental yang Dilakukan Pemerintah
    25/10/2020 - 08:44
  • Kota Cirebon Peringkat PertamaTesting dan Tracing se Jawa Barat
    Kota Cirebon Peringkat PertamaTesting dan Tracing se Jawa Barat
    25/10/2020 - 08:24
  • Komitmen Tingkatkan Produksi Kopi, Kementan RI Terus Kembangkan Inovasi
    Komitmen Tingkatkan Produksi Kopi, Kementan RI Terus Kembangkan Inovasi
    25/10/2020 - 08:12
  • SMA Pradita Dirgantara Sukses Raih Emas di Ajang FIKSI 2020 lewat Klana.it
    SMA Pradita Dirgantara Sukses Raih Emas di Ajang FIKSI 2020 lewat Klana.it
    25/10/2020 - 07:59
  • Wow... Cemilan Makaroni Jedar dari Madiun Dijual hingga Malaysia
    Wow... Cemilan Makaroni Jedar dari Madiun Dijual hingga Malaysia
    25/10/2020 - 07:11
  • Mencari Keberuntungan
    Mencari Keberuntungan
    25/10/2020 - 06:36
  • Pemimpin Tertinggi Iran Serukan Tindakan Lebih Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan
    Pemimpin Tertinggi Iran Serukan Tindakan Lebih Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan
    25/10/2020 - 05:21
  • Senjakala Kuliner Manisan Khas Majalengka Tak Semanis Peminat
    Senjakala Kuliner Manisan Khas Majalengka Tak Semanis Peminat
    25/10/2020 - 04:20

TIMES TV

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

17/10/2020 - 16:33

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?
TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil
GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kasus Yuli, Refleksi Pemkab Lotim Tangani Perdagangan Orang
    Kasus Yuli, Refleksi Pemkab Lotim Tangani Perdagangan Orang
    24/10/2020 - 17:35
  • Omnibus Law dan Kolonisasi Masa Lalu
    Omnibus Law dan Kolonisasi Masa Lalu
    24/10/2020 - 16:33
  • Jiwa Sosiokultur Masyarakat Menjawab Tuntutan Omnibus Law
    Jiwa Sosiokultur Masyarakat Menjawab Tuntutan Omnibus Law
    24/10/2020 - 15:31
  • Ratatouille: Dalam Sesuap Ingatan
    Ratatouille: Dalam Sesuap Ingatan
    24/10/2020 - 14:31
  • Menumbuhkan Budaya Literasi di Tengah Pandemi
    Menumbuhkan Budaya Literasi di Tengah Pandemi
    24/10/2020 - 13:35
  • Eksistensi Lembaga Eksekutif Sebagai Penyelenggara Pelayanan Publik
    Eksistensi Lembaga Eksekutif Sebagai Penyelenggara Pelayanan Publik
    24/10/2020 - 12:54
  • Wajah Demokrasi di Kabupaten Musi Rawas Hari Ini?
    Wajah Demokrasi di Kabupaten Musi Rawas Hari Ini?
    24/10/2020 - 12:40
  • Pemuda di Era Digital
    Pemuda di Era Digital
    23/10/2020 - 14:53

KULINER

  • Senjakala Kuliner Manisan Khas Majalengka Tak Semanis Peminat
    Senjakala Kuliner Manisan Khas Majalengka Tak Semanis Peminat
    25/10/2020 - 04:20
  • Belajar dari Orang Tua, Mistar Sukses Kembangkan Bluder Miroso di Kota Madiun
    Belajar dari Orang Tua, Mistar Sukses Kembangkan Bluder Miroso di Kota Madiun
    24/10/2020 - 18:29
  • Sheraton Mustika Yogyakarta Hadirkan Promo Saturday Super Seafood dan Private Dining
    Sheraton Mustika Yogyakarta Hadirkan Promo Saturday Super Seafood dan Private Dining
    23/10/2020 - 18:49
  • Tips Bikin Mango Sago, Dessert Kekinian yang Maknyus
    Tips Bikin Mango Sago, Dessert Kekinian yang Maknyus
    23/10/2020 - 13:05
  • Asyik Musim Mangga Tiba, Yuk Bikin Mango Sago, Dessert Kekinian dari Hongkong
    Asyik Musim Mangga Tiba, Yuk Bikin Mango Sago, Dessert Kekinian dari Hongkong
    23/10/2020 - 12:04
  • Cukup Dua Ronde, Khabib Nurmagomedov Bikin Gaethje Tak Berdaya
    Cukup Dua Ronde, Khabib Nurmagomedov Bikin Gaethje Tak Berdaya
    25/10/2020 - 04:07
  • Respons Sadis McGregor Tahu Khabib Habisi Gaethje
    Respons Sadis McGregor Tahu Khabib Habisi Gaethje
    25/10/2020 - 06:26
  • Usai Permalukan Gaethje, Khabib Putuskan Pensiun
    Usai Permalukan Gaethje, Khabib Putuskan Pensiun
    25/10/2020 - 04:49
  • 5 Fakta Mengerikan Usai Khabib Habisi Gaethje
    5 Fakta Mengerikan Usai Khabib Habisi Gaethje
    25/10/2020 - 06:02
  • Fakta Gila Khabib Nurmagomedov, Patah Kaki Jelang Bekuk Justin Gaethje
    Fakta Gila Khabib Nurmagomedov, Patah Kaki Jelang Bekuk Justin Gaethje
    25/10/2020 - 06:57