Kopi TIMES

Tak Hanya Dunia Kerja, UU Cipta Kerja juga Mengancam Pendidikan Indonesia

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 14:04 | 38.47k
Tak Hanya Dunia Kerja, UU Cipta Kerja juga Mengancam Pendidikan Indonesia
Nur Hidayah, Mahasiswi aktif Fisip Universitas Padjadjaran.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, SEMARANG – Masih teringat jelas di telinga kita salah satu kalimat yang biasanya diucapkan ketika upacara bendera hari Senin, bahwa salah satu tujuan dibentuknya Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia adalah untuk 'mencerdaskan kehidupan bangsa'. Namun, tujuan ini sepertinya perlu dipertanyakan lagi. 

Pada Senin (5/10/20), DPR dalam rapat paripurna telah mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi UU Cipta Kerja. Seolah tak menghiraukan penolakan masif yang terjadi di masyarakat dari berbagai golongan, mulai buruh hingga akademisi, tim oposisi hingga petahana, DPR bak maling dikejar warga, merasa harus buru-buru melakukan tindakan demi menyelamatkan diri.

Tentu saja keputusan yang dianggap sepihak ini disambut penolakan yang lebih besar lagi. Selasa (6/10/20), ribuan buruh melakukan demonstrasi di beberapa titik. Kabarnya, demonstrasi ini akan terus dilakukan hingga Kamis (8/10/20) dengan perkiraan diikuti oleh dua juta buruh di seluruh Indonesia. Memang, UU Cipta Kerja sangat sarat akan penindasannya kepada kaum buruh. Namun, sejujurnya UU Cipta Kerja tak hanya mengancam golongan tersebut saja.

Walaupun tidak dominan, namun UU Cipta Kerja mengandung pasal terkait pendidikan yang sama membahayakannya seperti pasal-pasal ketenagakerjaan yang lain. Dalam paragraf 12 mengenai pendidikan dan kebudayaan pasal 65 dikatakan bahwa pelaksanaan perizinan pada sektor pendidikan dapat dilakukan melalui Perizinan Berusaha, dimana Perizinan Berusaha merujuk kepada pelaku usaha atau swasta.

Munculnya pasal 65 mengenai pendidikan ini dalam UU Cipta Kerja final yang disahkan dalam rapat paripurna mendatangkan kekecewaan dari banyak pihak yang merasa ditipu. Padahal, dalam rapat panja yang digelar pada 24 September sebelumnya, pemerintah telah menyepakati untuk menghilangkan klaster pendidikan.

Secara substansi, pasal 65 ini sesungguhnya sangat berbahaya. Munculnya istilah 'Perizinan Berusaha' menjadi bukti keinginan pemerintah untuk melakukan komersialisasi pendidikan melalui pihak swasta. Wewenang yang sebelumnya dipegang sepenuhnya oleh pemerintah kini dilelang sekian persen demi kepuasan korporat.

Sejujurnya, arah gerak pemerintah dalam komersialisasi pendidikan bukanlah barang baru. Sudah sejak lama pendidikan Indonesia tergadaikan hanya demi kepentingan beberapa golongan. Sebut saja pemungutan biaya pendidikan, baik berupa SPP, UKT, uang bangunan, dan lain sebagainya, yang tak jarang dirasa melebihi kebutuhan yang sesungguhnya. Biaya pendidikan yang terlalu mahal bagi sebagaian masyarakat pada akhirnya semakin menjauhkan mereka pada hak dasarnya untuk menjadi manusia terdidik. 

Kebijakan link & match pada lulusan SMK maupun sarjana yang sempat ramai dibicarakan beberapa tahun lalu juga menjadi contoh lain betapa pemerintah sangat ingin menyenangkan hati para pemilik modal. Alih-alih mendukung generasi bangsa untuk dapat berdikari dengan mengeksplorasi passion dirinya, pemerintah justru memilih mencetak generasi yang dapat menjadi penerus budak-budak korporat. Maka, esensi pendidikan yang seharusnya dapat menjadi sarana peningkatan kelas sosial menjadi semakin jauh untuk diraih.

Kebijakan pengklasifikasian beberapa perguruan tinggi negeri ke dalam PTN-BH (Berbadan Hukum) yang diklaim merupakan perguruan tinggi yang sudah stabil dan dapat membiayai kebutuhannya sendiri juga menambah daftar bukti. Lagi-lagi, pemerintah seolah lepas tangan pada tanggung jawabnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Perguruan tinggi yang sebelumnya hanya perlu berfokus pada proses didik-mendidik, kini harus menambah beban memikirkan perihal cuan. Maka jangan kaget jika kemudian PTN-PTN ini turut manut dengan kepentingan sang sumber cuan. PTN-BH pada akhirnya hanya membuka celah bagi komersialisasi pendidikan yang lebih besar lagi.

Jika sebelum UU Cipta Kerja dengan pasal 65-nya ini diterapkan saja, dunia pendidikan Indonesia sudah sebegitu dikomersialkan, lalu bagaimana nanti? Sepertinya, kita perlu memperbanyak doa, agar pandemi yang terjadi ini tak membuat pemerintah frustasi dan benar-benar hilang akal, hingga lupa pada tanggung jawabnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

***

*) Oleh: Nur Hidayah, Mahasiswi aktif Fisip Universitas Padjadjaran.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Unusa Bersama Surya Edukasi Bangsa Foundation Gelar Webinar Pengembangan Diri
    Unusa Bersama Surya Edukasi Bangsa Foundation Gelar Webinar Pengembangan Diri
    26/10/2020 - 14:04
  • Satlantas Polres Kediri Sisipkan Edukasi Protokol Kesehatan Saat Operasi Zebra Semeru
    Satlantas Polres Kediri Sisipkan Edukasi Protokol Kesehatan Saat Operasi Zebra Semeru
    26/10/2020 - 13:57
  • Jadi, Seperti Apa Standard Cantik Itu?
    Jadi, Seperti Apa Standard Cantik Itu?
    26/10/2020 - 13:52
  • Orasi Ilmiah di Unhan, Puan Maharani: DPR RI Dukung Penguatan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta
    Orasi Ilmiah di Unhan, Puan Maharani: DPR RI Dukung Penguatan Sistem Pertahanan Rakyat Semesta
    26/10/2020 - 13:51
  • Naik Dua Kali Lipat, Penumpang KA Diimbau Lakukan Rapid Test H-1 Keberangkatan
    Naik Dua Kali Lipat, Penumpang KA Diimbau Lakukan Rapid Test H-1 Keberangkatan
    26/10/2020 - 13:44
  • Presiden RI Jokowi Lantik 12 Duta Besar LBBP, Ini Daftar Namanya
    Presiden RI Jokowi Lantik 12 Duta Besar LBBP, Ini Daftar Namanya
    26/10/2020 - 13:30
  • Ini Tema Debat Kandidat Pilbup Pacitan
    Ini Tema Debat Kandidat Pilbup Pacitan
    26/10/2020 - 13:26
  • Presiden RI Jokowi: Jangan Pernah Lalai Mengenakan Masker, Menjaga Jarak
    Presiden RI Jokowi: Jangan Pernah Lalai Mengenakan Masker, Menjaga Jarak
    26/10/2020 - 13:11
  • NATO dan PBB Mengutuk Bom Bunuh Diri di Kabul Afghanistan
    NATO dan PBB Mengutuk Bom Bunuh Diri di Kabul Afghanistan
    26/10/2020 - 13:05
  • Satlantas Polres Tuban Bagikan Bingkisan kepada Pengendara yang Tertib
    Satlantas Polres Tuban Bagikan Bingkisan kepada Pengendara yang Tertib
    26/10/2020 - 12:53

TIMES TV

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

26/10/2020 - 12:17

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?
UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?
TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Jadi, Seperti Apa Standard Cantik Itu?
    Jadi, Seperti Apa Standard Cantik Itu?
    26/10/2020 - 13:52
  • Kegembiraan Lintas Batas
    Kegembiraan Lintas Batas
    26/10/2020 - 10:57
  • Pentingnya Istiqomah Dalam Memotivasi Diri Sendiri
    Pentingnya Istiqomah Dalam Memotivasi Diri Sendiri
    26/10/2020 - 10:08
  • Uni Eropa Boikot Sawit Indonesia, Saatnya Mawas Diri
    Uni Eropa Boikot Sawit Indonesia, Saatnya Mawas Diri
    26/10/2020 - 09:21
  • Kuota Data Internet Belajar Daring, Job Crafting dalam Keterbatasan Pedagogis
    Kuota Data Internet Belajar Daring, Job Crafting dalam Keterbatasan Pedagogis
    25/10/2020 - 09:38
  • Kasus Yuli, Refleksi Pemkab Lotim Tangani Perdagangan Orang
    Kasus Yuli, Refleksi Pemkab Lotim Tangani Perdagangan Orang
    24/10/2020 - 17:35
  • Omnibus Law dan Kolonisasi Masa Lalu
    Omnibus Law dan Kolonisasi Masa Lalu
    24/10/2020 - 16:33
  • Jiwa Sosiokultur Masyarakat Menjawab Tuntutan Omnibus Law
    Jiwa Sosiokultur Masyarakat Menjawab Tuntutan Omnibus Law
    24/10/2020 - 15:31

KULINER

  • Menikmati Makanan Tradisional Nge-hits di Kota Cirebon
    Menikmati Makanan Tradisional Nge-hits di Kota Cirebon
    26/10/2020 - 03:24
  • Sega Waluya, Makanan Tradisonal Indramayu yang Muncul Setahun Sekali
    Sega Waluya, Makanan Tradisonal Indramayu yang Muncul Setahun Sekali
    26/10/2020 - 01:20
  • Senjakala Kuliner Manisan Khas Majalengka Tak Semanis Peminat
    Senjakala Kuliner Manisan Khas Majalengka Tak Semanis Peminat
    25/10/2020 - 04:20
  • Belajar dari Orang Tua, Mistar Sukses Kembangkan Bluder Miroso di Kota Madiun
    Belajar dari Orang Tua, Mistar Sukses Kembangkan Bluder Miroso di Kota Madiun
    24/10/2020 - 18:29
  • Sheraton Mustika Yogyakarta Hadirkan Promo Saturday Super Seafood dan Private Dining
    Sheraton Mustika Yogyakarta Hadirkan Promo Saturday Super Seafood dan Private Dining
    23/10/2020 - 18:49
  • Fakta-fakta Istri Khabib yang Misterius, Nomor 5 Bikin Tercengang
    Fakta-fakta Istri Khabib yang Misterius, Nomor 5 Bikin Tercengang
    26/10/2020 - 01:02
  • Rajin Senyum, Prajurit TNI Diberi Warga 2 Hektare Tanah di Papua
    Rajin Senyum, Prajurit TNI Diberi Warga 2 Hektare Tanah di Papua
    26/10/2020 - 07:10
  • Nasib Baik Pasukan Penjaga Nyawa Jokowi, Akhirnya Punya Rumah Pribadi
    Nasib Baik Pasukan Penjaga Nyawa Jokowi, Akhirnya Punya Rumah Pribadi
    26/10/2020 - 08:08
  • Khabib Ungkap Profesi Barunya Setelah Pensiun dari UFC
    Khabib Ungkap Profesi Barunya Setelah Pensiun dari UFC
    26/10/2020 - 05:15
  • Mengungkap Asal Usul Topi Unik Khabib yang Mirip Wig
    Mengungkap Asal Usul Topi Unik Khabib yang Mirip Wig
    26/10/2020 - 06:15