Kopi TIMES

Salahkah Rakyat Menolak Percaya Omnibus Law?

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 13:06 | 27.59k
Salahkah Rakyat Menolak Percaya Omnibus Law?
Fathul Yasin, Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi.
Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAMBI – 5 Oktober 2020 DPR RI menambahkan sejarah kelamnya kembali. Mereka tidak mendengarkan sama sekali aspirasi rakyat. Mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law yang begitu merugikan para buruh.

Sebagai lembaga yang mewakilkan peran rakyat mereka dirasa sudah sepatutnya harus mengakomodir jutaan suara rakyat yang harus mereka tanggung. Tetapi pada nyatanya peran mereka hari ini hanya sebagai perantara suara pengusaha saja. Ribuan hingga jutaan suara rakyat yang menyatakan kontra untuk mengesahkan UU Cipta Kerja mereka abaikan.

Sudah sewajarnya jka rakyat hari ini menyatakan aksi menolak percaya terhadap pemerintah. Banyak hak-hak yang sudah harus mereka terima untuk kesejahteraan rakyat di rampas oleh para politikus yang rakus. Mereka yang hanya berdiri untuk kepentingan politik mereka sendiri tetapi bukan untuk kepentingan rakyat. Kepentingan yang dapat kita ketahui sekarang yaitu lahirya Undang-Undang cipta kerja. Banyak isi dalam UU tersebut yang menguntungkan para pengusaha. Jika banyak diuntungkan oleh pengusaha maka jika kita kaji otomatis yang memberikan kecenderungan UU tersebut dibuat oleh para pengusaha.

Menurut data penelusuran lembaga pemerhati isu sumberdaya alam Yayasan  Auriga Nusantara dan Tempo menemukan 262 orang atau 45,5 persen dari 575 anggota DPR-RI 2019-2014  terafiliasi dengan perusahaan. Nama mereka tercatat pada 1.016 perseroan terbatas yang bergerak di berbagai sektor. Dari 262 orang tersebut paling banyak berasal dari Partai Gerindra, PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Maka tidak mengherankan jika banyak produk Undang-Undang yang disahkan oleh DPR rawan kepentingan oleh para pengusaha.

Tidak lah salah jika hari ini banyak rakyat yang kontra dengan para pemerintah dan politikus yang mengatasnamakan sebagai perwakilan rakyat. Mereka rela dari yang dulunya berprofesi sebagai pengusaha harus beralih alih fungsi sebagai anggota DPR. Keikut sertaan  mereka hanyalah sebagai perwakilan para kaum pengusaha untuk kepentingan mereka.  Sehingga produk yang dikeluarkan tidak sesuai dengan harapan rakyat. Produk pesanan yang sudah disiapkan oleh para pejabat kepentingan ini memiliki dampak yang cukup mengerikan, jika hal ini tetap terus dijalankan dari masa ke masa.

Dampak dari di sahkan nya UU omnibuslaw cipta kerja ini banyak mendapatkan kecaman dari internasional. Serikat Buruh Internasional (ITUC) mengkritisi bahwasanya UU yang disahkan tersebut menganggu terhadap program Sustainable Development Goals yang digagas oleh PBB. Dampak dari peraturan tersebut sangat meningkatkan kemiskinan dan menyebabkan kerusakan lingkungan demi menenanangkan perusahaan multinasional. Sehingga dengan diterapkannya omnibuslaw ini akan menghilangkan tujuan besar pembangunan berkelanjutan yang di gagas oleh negara-negara anggota PBB.

Tidak mengherankan jika banyak yang menolak UU Cipta Kerja karena banyak pasal kontroversialnya. Mulai dari masalah tenaga kontrak pada pasal 59, pasal 77 soal jam kerja,pasal 78 soal ketentuan lembur, pasal 79 soal hak cuti dan istirahat. Pasal pasal tersebut kecenderungan banyak merugikan para buruh.  Belum lagi mengenai kecenderung permasalahan lingkungan dengan mulai banyaknya masuk investor akan memberikan dampak pembangunan industri baru dan membuka lahan-lahan baru. Sehingga dapat menimbulkan permasalahan reforma agrarian, imbasnya lahan-lahan yang dimiliki rakyat akan cenderung tergerus. Karena dari dulu hingga sekarang kebanyakan masalah refoma agrarian adalah sengketa lahan dengan perusahaan.

Menilik kedepan maka zaman sudah akan beralih ke mode teknologi industri yang lebih canggih, mekanisme pekerja di suatu perusahaan kemungkinan sudah memasuki tahap robotisasi. Dengan memasukan banyak investor masuk ke dalam negeri otomatis akan menjadikan banyak perusahaan yang menguasai sektor industri.

Banyak lapak industri tradisional yang harus tergusur, semakin menambah pengangguran disebabkan hilang pekerjaanya sebagai buruh karena robitasasi industri. Sudahlah tanah habis digusur perusahaan dan pembangunan,usaha tradisional kalah saing, hilang pula pekerjaan para buruh. Sudahlah jatuh tertimpa tangga pula.

Dapat kita tarik benang merah bahwasanya tidaklah salah jika banyak rakyat menolak untuk percaya terhadap UU Omnibuslaw. Dengan berbagai macam pasal kontroversial yang cenderung merugikan rakyat hingga permasalahan lingkungan dan reforma agrarian akan membuat negara Indonesia menjadi lahan para investor globalis. Pengusaha akan semakin kaya dengan keuntungannya dan rakyat akan semakin miskin dengan kesengsaraanya.

***

*)Oleh : Fathul Yasin, Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • WEGO Lamongan Gratiskan Tiket Masuk, Ini Tujuannya
    WEGO Lamongan Gratiskan Tiket Masuk, Ini Tujuannya
    31/10/2020 - 14:34
  • DPC PKB Banjarnegara Serahkan Bantuan Dana Hibah ke PC NU Banjarnegara
    DPC PKB Banjarnegara Serahkan Bantuan Dana Hibah ke PC NU Banjarnegara
    31/10/2020 - 14:27
  • Pilbup Musirawas, H2G - Mulyana Siap Berikan Visi Misi Terbaik di Debat Paslon
    Pilbup Musirawas, H2G - Mulyana Siap Berikan Visi Misi Terbaik di Debat Paslon
    31/10/2020 - 14:22
  • Pandemi Covid-19 Mempengaruhi Potensi Kekerasan dan Perkawinan Anak
    Pandemi Covid-19 Mempengaruhi Potensi Kekerasan dan Perkawinan Anak
    31/10/2020 - 14:16
  • Wisuda Ratusan Mahasiswa Unibo, Yayasan: Harus Mampu Bersaing di Era Digital
    Wisuda Ratusan Mahasiswa Unibo, Yayasan: Harus Mampu Bersaing di Era Digital
    31/10/2020 - 14:11
  • Tim Politeknik Negeri Malang Kerja Keras Menuju Final KRI 2020
    Tim Politeknik Negeri Malang Kerja Keras Menuju Final KRI 2020
    31/10/2020 - 14:05
  • Kita Pecinta, Bukan Pemangsa
    Kita Pecinta, Bukan Pemangsa
    31/10/2020 - 14:01
  • Pimpin Upacara Hari Oeang ke-74, Inilah Pesan Menkeu RI
    Pimpin Upacara Hari Oeang ke-74, Inilah Pesan Menkeu RI
    31/10/2020 - 14:00
  • Antisipasi Krisis Pangan, PDI Perjuangan Minta Seluruh Kepala Daerah Manfaatkan Lahan
    Antisipasi Krisis Pangan, PDI Perjuangan Minta Seluruh Kepala Daerah Manfaatkan Lahan
    31/10/2020 - 13:54
  • Sherina dan Derby Romero Akan Kembali Berpetualang di 2021
    Sherina dan Derby Romero Akan Kembali Berpetualang di 2021
    31/10/2020 - 13:47

TIMES TV

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

29/10/2020 - 17:49

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar
Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?
UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Kita Pecinta, Bukan Pemangsa
    Kita Pecinta, Bukan Pemangsa
    31/10/2020 - 14:01
  • Konstruksi Agama “Bil-Hikmah”
    Konstruksi Agama “Bil-Hikmah”
    31/10/2020 - 13:01
  • Sejarah 1928 Dan Harapan 2045
    Sejarah 1928 Dan Harapan 2045
    31/10/2020 - 11:46
  • Bagi Indonesia, Benarkah Donald Trump Lebih Baik dari Joe Biden?
    Bagi Indonesia, Benarkah Donald Trump Lebih Baik dari Joe Biden?
    31/10/2020 - 02:25
  • Entrepreneur ship Berbasis Syalom: Mungkinkah?
    Entrepreneur ship Berbasis Syalom: Mungkinkah?
    30/10/2020 - 16:00
  • Pangan Medis untuk Hari Pangan Sedunia
    Pangan Medis untuk Hari Pangan Sedunia
    30/10/2020 - 15:18
  • Teknologi Pangan dalam Drakor
    Teknologi Pangan dalam Drakor
    30/10/2020 - 14:58
  • Kemajuan Teknologi Informasi, Pemuda Jangan Tinggalkan Bahasa Indonesia
    Kemajuan Teknologi Informasi, Pemuda Jangan Tinggalkan Bahasa Indonesia
    30/10/2020 - 12:39

KULINER

  • Lima Oleh-Oleh Khas yang Wajib Dibawa Pulang Usai Liburan ke Majalengka
    Lima Oleh-Oleh Khas yang Wajib Dibawa Pulang Usai Liburan ke Majalengka
    31/10/2020 - 10:01
  • Nikmati A Weekend in SaigonSan, Cita Rasa Thailand dan Vietnam
    Nikmati A Weekend in SaigonSan, Cita Rasa Thailand dan Vietnam
    29/10/2020 - 07:14
  • Tumpeng Jajan Pasar di Ngawi Kini Banyak Diminati
    Tumpeng Jajan Pasar di Ngawi Kini Banyak Diminati
    28/10/2020 - 02:31
  • Sama Sambal, UMKM Kuliner yang Justru Eksis di Tengah Pandemi Covid-19
    Sama Sambal, UMKM Kuliner yang Justru Eksis di Tengah Pandemi Covid-19
    27/10/2020 - 09:55
  • Kopi Cokot di Blitar, Lestarikan Budaya Bayar Seikhlasnya
    Kopi Cokot di Blitar, Lestarikan Budaya Bayar Seikhlasnya
    26/10/2020 - 17:44
  • 2 Intel TNI AD Korban Pengeroyokan Pecinta Moge Diancam Akan Ditembak
    2 Intel TNI AD Korban Pengeroyokan Pecinta Moge Diancam Akan Ditembak
    31/10/2020 - 09:18
  • Ternyata Club Moge Pengeroyok  2 Anggota TNI Dipimpin Seorang Jenderal
    Ternyata Club Moge Pengeroyok 2 Anggota TNI Dipimpin Seorang Jenderal
    31/10/2020 - 10:48
  • Geger, Pengemudi Tabrakan Mobil ke Gerbang Masjidil Haram Mekkah
    Geger, Pengemudi Tabrakan Mobil ke Gerbang Masjidil Haram Mekkah
    31/10/2020 - 07:57
  • Puluhan Anggota TNI Kodim Agam Sempat Datangi Mapolres Bukittinggi
    Puluhan Anggota TNI Kodim Agam Sempat Datangi Mapolres Bukittinggi
    31/10/2020 - 11:54
  • Pengakuan Mengenaskan 3 Pria yang Meladeni Kecanduan Seks Mike Tyson
    Pengakuan Mengenaskan 3 Pria yang Meladeni Kecanduan Seks Mike Tyson
    31/10/2020 - 05:40