Kopi TIMES

Tuntutan Keadilan, Apatisme dan Kekuasaan Partai

Jumat, 16 Oktober 2020 - 19:14 | 26.14k
Tuntutan Keadilan, Apatisme dan Kekuasaan Partai
Muhammad Fiqri Fadillah, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM.

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sejarah telah berganti dalam sebuah momentum Pilkada. Kebangkitan para pemiliki kekuasaan berpengaruh dalam intensitas pergerakan media saat ini, dengan beragam tanda pagar yang muncul, negara menjadi topic yang sering diperbincangkan oleh masyarakat digital. 

Dalam bukunya, Memoar Jasin Sang Polisi Pejuang, Bung Karno begitu geram dengan partai politik yang mementingkan dirinya sendiri diatas keoentingan rakyat. Padahal saat ini negara sedang melanda wabah Covid-19 sehingga perekonomian tidak dapat stabil. Oleh karena itu lagi-lagi para pemilik kekuasaan menujukkan otoritasnya.

Meksipun Indonesia merupakan negara demokrasi, dengan kepentingan rakyat diatas segala-galanya menunjukkan bahwa seharusnya partai politik yang sudah mendapatkan kepercayaan rakyat dengan menepatkan wakilnya di DPR memang harus bersikap tegas.

Tingkat kepercayaan DPR yang turun dalam beberapa periode kepemimpinan juga bukti nyata, idealisme partai politik harus diturunkan dahulu meskipun semua proses sudah dilakukan secara procedural sesuai UU. Partai politik dimulai dari sebuah pergerakan sosial yang menciptakan keteraturan. 

Dalam konteks demokrasi, kepentingan rakyat yang menginginkan keadilan sosial sejatinya sudah harga mati ketika pertukaran sosial dilakukan. UU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja memang hanya satu diantara RUU yang masuk Prolegnas untuk disahkan namun masih menimbulkan problematika di masyarakat.

Keadilan sosial bagi rakyat Indonesia menjadi nilai mutlak apabila RUU sudah disahkan menjadi UU. Meski secara normatif keduanya bukan indikator keberhasilan partai politik. Hubungan partai politik dan keadilan secara tidak langsung berada dalam perdebatan ekonomi politik. 

Partai politik terjadi dalam proses demokrasi sedangkan keadilan sosial berada dalam koridor ekonomi atau kapitalisme. Andre Brodoz dan Gary Schaal pada Politische Theorien der Gegenwart I, relasi demokrasi dan ekonomi nampak pada dua sistem yang berbeda namun dihubungkan dalam ranah normatif. 

Seharusnya yang dilakukan partai menjadi tugas serta fungsi sebuah organisasi poltik yang mewujudkan tatanan masyarakat yang demokratis. Sangatlah nampak drama politik berperan dalam panggung yang terhormat,ketika terjadi insiden saling debat dan mematikan microfon. 

Demokrasi nampak timpang dalam kondisi seperti ini. UU Omnibus Law ini ketika di sahkan dapat menjadi relasi dua kepentingan ideology, demokrasi dan kapitalisme dimana keduanya akan menghasilkan liberalisasi politik atau bahkan liberalisasi ekonomi karena dengan keyakinan pemerintah yang demokratis, pasar bebas yang terbuka meskipun adalah jaminan adanya kesejahteraan negara juga dengan mudah menyengsarakan masyarakat. 

Meski dalam kenyatannya, salah satu took demokrasi mengatakan bahwa kebebasan yang saling tukar menukar sesuai kebutuhan yang dimiliki. Seharusnya semakin kaya raya suatu bangsa, semakin baik demokrasi, namun yang di alami oleh Indonesia masyarakatnya tidak mengerti dan paham. 

Partai politik seharusnya menjadi sarana untuk dapat melembagakan komunikasi politik dengan menyerap aspirasi masyarakat sebagai konstituen. Memilih kader-kader untuk dapat memimpin institusi Negara dengan baik dalam rekruitmennya. 

Buntut dari kekecewaan masyarakat dalam sebuah kontestasi adalah sikap apatisme. Ketidakmauan masyarakat untuk ikut dalam pesta demokrasi juga harus di sikapi dengan baik oleh Negara. Masalah ini juga berdekatan dengan Pilkada yang diadakan pada masa pandemi ini.

Sikap ketidakacuhan masyarakat dalam proses politik memang bukan dilandasi pilihan rasional tapi adanya sikap-sikap individu dari masing-masing kandidat. Sikap apatisme masyarakat ini menjadi bagian dari alienasi politik yang secara structural sudah mencakup segala kepentingan elit.

Tindakan ini menjauhkan masyarakat dari politik dan pemerintah sehingga, kekecewaan dan ketidakpuasan akan berdampak besar. Ketika Marx mengeluarkan sabdanya, ini menunjukkan bahwa alienasi pekerja dalam hasil produksinya bukan hanya tenaga kerjanya telah menjadi objek,namun kinerjanya yang berada diluar akan terpisah dan terasing. 

Efek UU Omnibus Law akan nampak dalam pandangan Marx. Secara tidak langsung karena aturan yang kontroversi, masyarakat yang tergabung dalam Sarekat Buruh dan Pekerja pasti akan menciptakan kekuataan baru.
Dari apa yang terjadi, partai politik harus berani turut serta menginisiasi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mengedepankan etika serta moral ketika dipilih mewakili rakyat pada kader terbaiknya. Karena sesungguhnya harapan rakyat, para politisi melalui partai politik dapat mengkaji mana yang sepatutnya serta benar-benar memperjuangkan keadilan masyarakat.

Produksi sosial dan masyarakat seharusnya dapat menciptakan keadilan sosial yang bertujuan untuk kesejahteran bersama. Antara tuntutan keadilan, para buruh bergerak dengan kemampuan terbatasnya menginginkan adanya keadilan yang menyeluruh. Sedang kekuasaan partai nyatanya tidak begitu memperdulikan beragam serangan yang terjadi. 

Justru mempersilahkan siapapun untuk dapat mengajukan uji materiil ke Mahkamah Konstitusi. Oleh karena itu apa yang menjadi kebaikan masyarakat harusnya dapat diperhatikan dahulu. Ketika memang wakil rakyat tak lagi menjadi representasi melainkan hanya petugas partai politik. Masyarakat akan tetap apatis sebagai jalan perubahan menuju demokrasi yang lebih baik. (*)

*) Penulis: Muhammad Fiqri Fadillah, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMM

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Dukungan Warga Taliabu Timur Selatan Menguat, Aliong Mus: Alhamdulillah Terima kasih
    Dukungan Warga Taliabu Timur Selatan Menguat, Aliong Mus: Alhamdulillah Terima kasih
    29/10/2020 - 15:03
  • Menag RI Dukung Kementerian Luar Negeri Panggil Dubes Perancis
    Menag RI Dukung Kementerian Luar Negeri Panggil Dubes Perancis
    29/10/2020 - 14:57
  • Manfaat Minum Air Hangat untuk Tubuh
    Manfaat Minum Air Hangat untuk Tubuh
    29/10/2020 - 14:53
  • Perbaikan Jalan Rusak di Kabupaten Bandung Terkendala Refocusing Anggaran
    Perbaikan Jalan Rusak di Kabupaten Bandung Terkendala Refocusing Anggaran
    29/10/2020 - 14:48
  • Wapres RI: Dalam Membangun Kesejahteraan Umat, Muslimat NU Perlu Revitalisasi Organisasi
    Wapres RI: Dalam Membangun Kesejahteraan Umat, Muslimat NU Perlu Revitalisasi Organisasi
    29/10/2020 - 14:41
  • Grees Selly Puji Sikap H2G Doakan Kesembuhan Rival Pilkada
    Grees Selly Puji Sikap H2G Doakan Kesembuhan Rival Pilkada
    29/10/2020 - 14:39
  • Menyiapkan Talenta Digital untuk Indonesia 2045
    Menyiapkan Talenta Digital untuk Indonesia 2045
    29/10/2020 - 14:34
  • Jalur Puncak Padat Lalu Lintas, Polisi Terapkan Sistem One Way
    Jalur Puncak Padat Lalu Lintas, Polisi Terapkan Sistem One Way
    29/10/2020 - 14:28
  • Peringati Bulan Bahasa, Ini Dia Duta Bahasa SMA Pradita Dirgantara
    Peringati Bulan Bahasa, Ini Dia Duta Bahasa SMA Pradita Dirgantara
    29/10/2020 - 14:25
  • Milad Pertama, Anis Matta Ajak Semua Elemen Bisa Melihat Peluang Geopolitik di Tengah Krisis
    Milad Pertama, Anis Matta Ajak Semua Elemen Bisa Melihat Peluang Geopolitik di Tengah Krisis
    29/10/2020 - 14:22

TIMES TV

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

26/10/2020 - 12:17

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?
UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?
TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Menyiapkan Talenta Digital untuk Indonesia 2045
    Menyiapkan Talenta Digital untuk Indonesia 2045
    29/10/2020 - 14:34
  • Ahlan Wasahlan, Pompeo
    Ahlan Wasahlan, Pompeo
    29/10/2020 - 11:41
  • Komitmen Bank Indonesia dalam Mewujudkan Masyarakat Literat
    Komitmen Bank Indonesia dalam Mewujudkan Masyarakat Literat
    29/10/2020 - 02:20
  • Kemajuan Teknologi Informasi, Pemuda Jangan Tinggalkan Bahasa Indonesia
    Kemajuan Teknologi Informasi, Pemuda Jangan Tinggalkan Bahasa Indonesia
    29/10/2020 - 00:31
  • Pemertahanan Bahasa Indonesia
    Pemertahanan Bahasa Indonesia
    28/10/2020 - 23:15
  • Bersama Merawat Indonesia Saat Pandemi
    Bersama Merawat Indonesia Saat Pandemi
    28/10/2020 - 22:20
  • Menabur Benih Demokrasi di Lembah Routa
    Menabur Benih Demokrasi di Lembah Routa
    28/10/2020 - 19:45
  • Era Post-Truth Media dan Tantangannya Dalam Menjawab Problematika Pandemi
    Era Post-Truth Media dan Tantangannya Dalam Menjawab Problematika Pandemi
    28/10/2020 - 18:29

KULINER

  • Nikmati A Weekend in SaigonSan, Cita Rasa Thailand dan Vietnam
    Nikmati A Weekend in SaigonSan, Cita Rasa Thailand dan Vietnam
    29/10/2020 - 07:14
  • Tumpeng Jajan Pasar di Ngawi Kini Banyak Diminati
    Tumpeng Jajan Pasar di Ngawi Kini Banyak Diminati
    28/10/2020 - 02:31
  • Sama Sambal, UMKM Kuliner yang Justru Eksis di Tengah Pandemi Covid-19
    Sama Sambal, UMKM Kuliner yang Justru Eksis di Tengah Pandemi Covid-19
    27/10/2020 - 09:55
  • Kopi Cokot di Blitar, Lestarikan Budaya Bayar Seikhlasnya
    Kopi Cokot di Blitar, Lestarikan Budaya Bayar Seikhlasnya
    26/10/2020 - 17:44
  • Menikmati Makanan Tradisional Nge-hits di Kota Cirebon
    Menikmati Makanan Tradisional Nge-hits di Kota Cirebon
    26/10/2020 - 03:24
  • Aksi Prajurit TNI Lepaskan Pendemo yang Ditangkapi Polisi
    Aksi Prajurit TNI Lepaskan Pendemo yang Ditangkapi Polisi
    29/10/2020 - 01:00
  • 4 Bulan Tembus Pedalaman Papua Pasukan Elit TNI Sudah Gotong 5 Jenazah
    4 Bulan Tembus Pedalaman Papua Pasukan Elit TNI Sudah Gotong 5 Jenazah
    29/10/2020 - 08:08
  • Massa Ngamuk, Sopir Brutal Diseret dari Kolong Kaki Prajurit TNI
    Massa Ngamuk, Sopir Brutal Diseret dari Kolong Kaki Prajurit TNI
    29/10/2020 - 12:31
  • Hattrick Hantu Aneh Morata saat Juventus Dipermalukan Barcelona
    Hattrick Hantu Aneh Morata saat Juventus Dipermalukan Barcelona
    29/10/2020 - 06:58
  • Makan di Restoran Prancis, Abu Janda Sebut Teladani Nabi Muhammad
    Makan di Restoran Prancis, Abu Janda Sebut Teladani Nabi Muhammad
    29/10/2020 - 03:30