Kopi TIMES

Antisipasi Pandemik Pilkada Harus Lebih Jelas dan Terbuka

Jumat, 16 Oktober 2020 - 15:08 | 39.81k
Antisipasi Pandemik Pilkada Harus Lebih Jelas dan Terbuka
Oleh: Choirul Amin, kolumnis, founder inspirasicendeki.com, Bergiat di Aksara Cendekia Malang.

TIMESINDONESIA, MALANG – MASIH adakah ruang bagi debat penundaan pilkada serentak 9 Desember 2020 nanti? Jawabnya, tetap ada! Terlebih, jika ancaman klaster pandemik pada hajat pilkada sudah benar-benar bisa diprediksi. Pihak berwenang pun harusnya lebih terbuka terkait antisipasinya. Tidak harus menunggu kondisi force major, setelah kasus dan korban terjadi. 

Diskusi virtual dalam satu grup massenger yang diikuti penulis sempat mengemuka belum lama ini. Jagongan maya ini seputar pilkada, yang lebih menyoroti prediksi angka partisipasi pemilih saat pemungutan suara nanti. Diskusi yang berangkat dari keresahan, karena pilkada tetap dipaksakan digelar saat kita semua masih dalam situasi was-was akibat pandemi. 

Dalam diskusi ini, prediksi partisipasi pemilih pada pilkada tahun ini sempat memunculkan angka 35 persen atau bahkan kurang dari jumlah pemilih yang punya hak pilih. Dasarnya cukup rasional, karena dua ormas besar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, juga sempat menyerukan imbauan pilkada serentak ditunda. 

Pada satu kesempatan berbeda, dalam forum sosialisasi dan audiensi terbuka bersama berbagai elemen masyarakat, kekhawatiran juga mengemuka. Jika terjadi ledakan kasus terkonfirmasi covid-19 pada klaster pilkada, bagaimana dipikirkan antisipasinya? Bukankah pilkada pandemik ini nantinya jauh lebih mahal ongkosnya, pada aspek penyelenggaraan maupun dampak yang bisa ditimbulkan nantinya? 

Padatnya aktivitas pilkada, mulai kampanye hingga pungut-hitung suara nanti, sejatinya juga kesempatan sekaligus tantangan, bagaimana pandemi bisa dihadapi. Tak hanya penyelenggara, namun juga siapapun pihak yang terlibat. Terlebih, ketentuan peraturan yang dikeluarkan sudah mempertegas bahwa protokol kesehatan covid-19 menjadi bagian dari pelaksanaan hajat demokrasi ini.

Apa yang semestinya dilakukan, untuk meyakinkan pilkada serentak ini benar-benar terjamin aman dan tetap menjadi momen perwujudan harapan publik? Tentunya, penyelenggara dan pihak yang terlibat harus selalu bisa menjaga trust dan ekspektasi publik ini dengan lebih terbuka. Skenario dan antisipasi apapun harus disampaikan secara jelas kepada publik, jauh-jauh hari sebelum pemungutan suara. 

Pemahaman awal-awal yang bisa dilakukan adalah memastikan jumlah terkonfirmasi positif covid-19 dan transmisi persebaran atau penularannya. Peta epidemologi dan pandemik memang sudah bisa ditentukan. Namun, yang lebih penting tentunya potensi persebaran covid yang bisa ditimbulkannya. Satu kasus yang muncul, bisa jadi menimbulkan transmisi lebih banyak dalam satu wilayah terdekat atau bahkan menyebar kemana-mana. 

Terkait hal ini, memastikan karantina atau melokalisir kasus terkonfirmasi tidak bisa diabaikan begitu saja. Riwayat sumber atau penyebab kasus harus ditemukan dan menjadi perhatian untuk diwaspadai bersama-sama. Hal ini sangat penting, setidaknya untuk klasterisasi dan skenario pelaksanaan tahapan krusial pilkada. 

Kontestan dan tim pemenangan kandidat juga harus benar-benar mengetahui hal ini, agar tidak menjadi sumber transmisi penularan baru. Ini mengingat mobilitas mereka yang tinggi dan berpindah-pindah tempat saat kampanye. Siaga diri pelaku pilkada ini juga harus selalu dipastikan, dengan rutin memastikan mereka terbebas dari potensi tertular atau menularkan covid-19.

Dalam pilkada pandemik ini, siapapun rawan terkontaminasi dan tertular covid-19. Pemeriksaan kesehatan dan bebas covid-19 mestinya tidak cukup di awal atau berhenti satu kali. Jauh-jauh hari jajaran penyelenggara (KPU) sudah dilakukan rapid test, dan ini lebih untuk satu tahapan saat verifikasi faktual pendukung dan pemutakhiran data pemilih. Ditambah, pemeriksaan saat pencalonan paslon kandidat saja. 

Selebihnya, kerawanan tinggi perlu lebih diantisipasi. Terlebih, selama masa kampanye dan pemungutan suara. Tidak ada salahnya, negara juga mengharuskan kontestan peserta berikut tim pengusungnya memastikan hal yang sama. Jika tidak bisa semua selama masa kampanye sekitar 30 hari, bisa ditentukan sampelnya secara berkala, siapa saja yang harus diperiksa kesehatannya. 

Yang juga perlu dipahamkan bersama, antisipasi pandemi bukan sekadar protokol cegah covid-19. Beberapa kali acara kampanye, memang hampir semua yang terlibat bermasker. Namun, untuk bisa jaga jarak atau sterilisasi lokasi, tidak mudah dilakukan. Bahkan, masih banyak terlihat anak-anak atau para lansia terlihat dalam kerumunan acara. Ingat, protokol covid-19 juga membatasi kelompok rentan dan semua orang bisa berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala). 

OTG ini yang masih rawan memunculkan kasus terkonfirmasi covid-19. Sekadar catatan, pihak gugus tugas Covid-19 memastikan hanya menyasar 10 ribuan sampel untuk diperiksa rapid-test dan swab hingga akhir 2020 ini. Padahal, dalam konteks pilkada Kabupaten Malang, ada 2 juta lebih calon pemilih dari total lebih dari 2,5 penduduk di daerah ini. 

Populasi Rentan dan TPS Rawan

Seperti apa pelaksanaan tahapan krusial pilkada di masa pandemi ini, terutama antisipasi bagi kelompok rentan dan untuk daerah rawan? Soal ini juga perlu keterbukaan dan kejelasan. Patut disayangkan, hingga kini belum ada pembicaraan serius terkait teknis dan skema antisipatif pilkada masa pandemi antara pihak KPU dengan satuan tugas pencegahan covid-19. 

Dalam manajemen klinis penanganan konfirmasi covid-19 Kementerian Kesehatan disebutkan, pemeriksaan rapid-test memang diharuskan bagi siapapun yang punya kontak erat kasus konfirmasi covid-19. Rapid test juga diberikan pada kelompok rentan, atau memang populasi khusus yang banyak bertugas melayani publik, seperti anggota jajaran adhoc kepemiluan, petugas sensus dan peserta ujian kepegawaian negara (CPNS). Kelompok rentan ini diantaranya ibu hamil, atau orang yang punya riwayat penyakit atau komorbid.

Antisipasi pilkada pandemik setidaknya dilakukan dengan meminimalisir potensi kasus konfirmasi covid-19 pada populasi rentan ini. Dari jumlah calon pemilih yang ada dan persebarannya, perlu dipastikan keberadaan dan berapa jumlah yang masuk kategori kelompok rentan terkena covid-19 ini. 

Sesuai protokol kesehatan, bisa dikategorikan bahwa penularan covid bisa menyerang orang tanpa gejala atau yang memang sudah suspect. Bagi kasus suspect sendiri, bisa didapati tanpa gejala (keluhan sakit) ataupun dengan gejala sakit ringan dan berat. Semuanya diharuskan isolasi mandiri ataupun penanganan medis. Lebih amannya, pemilih yang masuk kategori ini tidak harus memaksakan diri menggunakan hak pilihnya. 

Seperti apa antisipasi bagi pemilih kelompok rentan dan daerah rawan covid-19 ini, tentunya berbeda dibanding yang lainnya. Setidaknya waktu dan perlakuan pada pemilih rentan yang akan menggunakan hak pilihnya. Pemilih usia lansia, bisa saja didahulukan dan dilayani di TPS pada waktu yang sama, dan disiapkan bilik khusus, dengan pemberlakuan protokol kesehatan lebih. Secara teknis, ini akan ribet dan bisa jadi menyulitkan petugas memang. Tetapi ini setidaknya bisa menjadi antisipasi dini pilkada yang aman saat hari H (coblosan). 

Antisipasi sangat penting berikutnya, adalah memastikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan. Tidak sekadar rawan kecurangan atau konflik, namun juga kesehatannya dari potensi dan ancaman kasus covid-19. Pihak KPU dan Satgas Covid-19 harus benar-benar saling bersinergi terkait hal ini, memetakan TPS-TPS yang memang sebelumnya terjadi kasus konfirmasi positif covid-19 di daerah tersebut. Termasuk, potensi persebaran atau penularan orang-orang yang pernah kontak erat di wilayah kasus terkonfirmasi suspek atau positif covid-19 ini. 

Memastikan pilkada tidak menjadi klaster persebaran covid-19 ini tidak bisa dilakukan sendirian oleh penyelenggara pilkada. Meskipun protokol kesehatan pencegahan covid-19 sudah menjadi bagian ketentuan sejumlah peraturan pilkada, ini masih belum cukup menjamin pilkada serentak aman dari pandemi. Soal antisipasi teknis pilkada pandemik ini, KPU maupun Bawaslu jangan bekerja sendirian, karena masih banyak alternatif yang harus disiapkan. (*)

***

*)Oleh: Choirul Amin, kolumnis, founder inspirasicendeki.com, Bergiat di Aksara Cendekia Malang.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.



Publisher : Rizal Dani

EKORAN

TERBARU

  • Pilbup Malang, Owner Keripik Lumba-Lumba Beri Dukungan kepada Pasangan LADUB
    Pilbup Malang, Owner Keripik Lumba-Lumba Beri Dukungan kepada Pasangan LADUB
    31/10/2020 - 17:30
  • Jelang Debat Publik, H2G Mohon Do'a Restu untuk Lanjutkan Pengabdian
    Jelang Debat Publik, H2G Mohon Do'a Restu untuk Lanjutkan Pengabdian
    31/10/2020 - 17:18
  • Millenial PDI Perjuangan Mas Dhito Digembleng Menjadi Pemimpin
    Millenial PDI Perjuangan Mas Dhito Digembleng Menjadi Pemimpin
    31/10/2020 - 17:12
  • Libur Cuti Bersama, PHRI DIY Isyaratkan Buka 70 Persen Kamar untuk Perhotelan
    Libur Cuti Bersama, PHRI DIY Isyaratkan Buka 70 Persen Kamar untuk Perhotelan
    31/10/2020 - 17:06
  • Perjuangan Keluarga Sekcam Kecamatan Senori Sembuh Melawan Covid-19
    Perjuangan Keluarga Sekcam Kecamatan Senori Sembuh Melawan Covid-19
    31/10/2020 - 16:54
  • Kelana Aprilianto: Olahraga di Sidoarjo Harus Maju, Wisma Atlet Harus Dihidupkan
    Kelana Aprilianto: Olahraga di Sidoarjo Harus Maju, Wisma Atlet Harus Dihidupkan
    31/10/2020 - 16:48
  • Wisuda Unusa, Rektor Ajak Lulusan Jadi Sumber Energi Masyarakat dan Penyelesai Masalah
    Wisuda Unusa, Rektor Ajak Lulusan Jadi Sumber Energi Masyarakat dan Penyelesai Masalah
    31/10/2020 - 16:42
  • Musim Hujan, Yuk Masak Cumi-Cumi Hitam Pedas Ini Resepnya 
    Musim Hujan, Yuk Masak Cumi-Cumi Hitam Pedas Ini Resepnya 
    31/10/2020 - 16:34
  • Jangan Dibuang, Tinta Cumi-Cumi Sedap Penuh Manfaat
    Jangan Dibuang, Tinta Cumi-Cumi Sedap Penuh Manfaat
    31/10/2020 - 16:27
  • Asyiknya Melayang dengan Paralayang di Atas Langit Majalengka
    Asyiknya Melayang dengan Paralayang di Atas Langit Majalengka
    31/10/2020 - 16:13

TIMES TV

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

29/10/2020 - 17:49

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar
Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?
UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Catatan Hari Sumpah Pemuda: Birokrasi Hampa Tanpa Inovasi
    Catatan Hari Sumpah Pemuda: Birokrasi Hampa Tanpa Inovasi
    31/10/2020 - 15:04
  • Kita Pecinta, Bukan Pemangsa
    Kita Pecinta, Bukan Pemangsa
    31/10/2020 - 14:01
  • Konstruksi Agama “Bil-Hikmah”
    Konstruksi Agama “Bil-Hikmah”
    31/10/2020 - 13:01
  • Sejarah 1928 Dan Harapan 2045
    Sejarah 1928 Dan Harapan 2045
    31/10/2020 - 11:46
  • Bagi Indonesia, Benarkah Donald Trump Lebih Baik dari Joe Biden?
    Bagi Indonesia, Benarkah Donald Trump Lebih Baik dari Joe Biden?
    31/10/2020 - 02:25
  • Entrepreneur ship Berbasis Syalom: Mungkinkah?
    Entrepreneur ship Berbasis Syalom: Mungkinkah?
    30/10/2020 - 16:00
  • Pangan Medis untuk Hari Pangan Sedunia
    Pangan Medis untuk Hari Pangan Sedunia
    30/10/2020 - 15:18
  • Teknologi Pangan dalam Drakor
    Teknologi Pangan dalam Drakor
    30/10/2020 - 14:58

KULINER

  • Musim Hujan, Yuk Masak Cumi-Cumi Hitam Pedas Ini Resepnya 
    Musim Hujan, Yuk Masak Cumi-Cumi Hitam Pedas Ini Resepnya 
    31/10/2020 - 16:34
  • Lima Oleh-Oleh Khas yang Wajib Dibawa Pulang Usai Liburan ke Majalengka
    Lima Oleh-Oleh Khas yang Wajib Dibawa Pulang Usai Liburan ke Majalengka
    31/10/2020 - 10:01
  • Nikmati A Weekend in SaigonSan, Cita Rasa Thailand dan Vietnam
    Nikmati A Weekend in SaigonSan, Cita Rasa Thailand dan Vietnam
    29/10/2020 - 07:14
  • Tumpeng Jajan Pasar di Ngawi Kini Banyak Diminati
    Tumpeng Jajan Pasar di Ngawi Kini Banyak Diminati
    28/10/2020 - 02:31
  • Sama Sambal, UMKM Kuliner yang Justru Eksis di Tengah Pandemi Covid-19
    Sama Sambal, UMKM Kuliner yang Justru Eksis di Tengah Pandemi Covid-19
    27/10/2020 - 09:55
  • Ternyata Club Moge Pengeroyok  2 Anggota TNI Dipimpin Seorang Jenderal
    Ternyata Club Moge Pengeroyok 2 Anggota TNI Dipimpin Seorang Jenderal
    31/10/2020 - 10:48
  • 2 Intel TNI AD Korban Pengeroyokan Pecinta Moge Diancam Akan Ditembak
    2 Intel TNI AD Korban Pengeroyokan Pecinta Moge Diancam Akan Ditembak
    31/10/2020 - 09:18
  • Geger, Pengemudi Tabrakan Mobil ke Gerbang Masjidil Haram Mekkah
    Geger, Pengemudi Tabrakan Mobil ke Gerbang Masjidil Haram Mekkah
    31/10/2020 - 07:57
  • Puluhan Anggota TNI Kodim Agam Sempat Datangi Mapolres Bukittinggi
    Puluhan Anggota TNI Kodim Agam Sempat Datangi Mapolres Bukittinggi
    31/10/2020 - 11:54
  • Abu Janda Sebut Nabi Muhammad Pemaaf, Felix Siauw: Itu Kan Nabi
    Abu Janda Sebut Nabi Muhammad Pemaaf, Felix Siauw: Itu Kan Nabi
    31/10/2020 - 12:34