Pemerintahan

Gubernur Jatim Khofifah: Pemprov Jatim Bentuk Tim Telaah UU Cipta Kerja

Rabu, 14 Oktober 2020 - 15:25 | 21.38k
Gubernur Jatim Khofifah: Pemprov Jatim Bentuk Tim Telaah UU Cipta Kerja
Foto : Khofifah mengikuti rakor bersama Menkopolhukam dan Menko Perekonomian terkait sinergitas kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan regulasi Omnibus Law pada Rabu (14/10/2020) pagi di Jakarta. (FOTO: Dok.Biro Humas Pemprov Jatim)
Pewarta: | Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, JAKARTAGubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh jajaran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kabupaten/kota memahami utuh dan seksama UU Cipta Kerja. Dengan demikian, diharapkan kabupaten/kota dapat mengkomunikasikan dengan baik isi UU tersebut kepada masyarakat luas.

Hal itu ditegaskan Khofifah usai mengikuti rakor bersama Menkopolhukam dan Menko Perekonomian terkait sinergitas kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan regulasi Omnibus Law pada Rabu (14/10/2020) pagi di Jakarta

"Pemprov akan membentuk tim dari berbagai elemen strategis untuk menelaah, memahami, dan mensosialisikan UU Cipta Kerja. Saya harap kabupaten/kota juga bisa mengimbangi agar UU ini dipahami utuh, tidak sepotong-sepotong dan akhirnya bias," ungkapnya.

Khofifah menyebut, bahwa dirinya pun masih terus mempelajari detail UU tersebut agar dapat memahami secara utuh UU Cipta Kerja. Utamanya, pasal-pasal yang dinilai kontroversial dan mengganjal oleh pekerja dan buruh.

Khofifah mengaku jika selama ini dirinya terus melakukan koordinasi intensif khususnya dengan Menko Perekonomian untuk mendapatkan detail penjelasan pasal per pasal yang banyak dipertanyakan.

"Misalnya terkait pesangon, hak cuti, sertifikasi halal dan hal substantif lainnya. Poinnya bagaimana UU ini dapat dipahami utuh dan tidak terjadi disinformasi," imbuhnya.

Omnibus-Law-2.jpg

Gubernur Khofifah mengungkapkan, selain bersama-sama memahami UU Cipta Kerja, diskusi soal pemahaman terhadap UU tersebut perlu dilakukan. Sehingga, nantinya diperoleh persepsi yang sama dan pemahaman secara komprehensif tentang UU Cipta Kerja.

"Mari kita diskusikan bersama, kita undang pakar yang memang benar-benar memahami isi dan esensi UU Cipta Kerja setelah itu kita sosialisasikan secara komprehensif ," ungkapnya.

Khofifah berharap, para ASN, akademisi, tokoh masyarakat, perwakilan buruh, dan mahasiswa bersedia masuk dalam tim tersebut sehingga bisa membantu mensosialisasikan UU Cipta Kerja kepada masyarakat luas.

"Harapannya makin banyak elemen masyarakat yang bisa membantu mensosialisasikan UU Cipta Kerja setelah melakukan telaah dan memahaminya secara komprehensif, makin signifikan untuk mengurangi dispute dan menjelaskan detail antara narasi yang benar dan narasi yang hoaks," harapnya.

ASN Harus Ikut Tangkal Hoaks

Lebih lanjut, Khofifah juga berpesan agar seluruh ASN Pemprov Jatim ikut aktif menangkal hoaks dan membantu menyampaikan narasi yang konstruktif dan produktif kepada masyarakat luas terkait UU Cipta Kerja.

Mengingat, saat ini banyak beredar berita dan narasi kontraproduktif secara cepat dan massif di kanal-kanal media sosial. Khofifah memastikan bahwa informasi hoaks tersebut sengaja dibuat orang-orang tidak bertanggungjawab untuk membuat gaduh dan memecah belah bangsa.

"Sampaikan pesan-pesan yang menciptakan suasana kondusif penuh kedamaian kepada masyarakat, kemudian ketika ada yang mengunggah dan ternyata kontraproduktif saya mohon kepada saudara semua untuk melakukan  klarifikasi  untuk  meluruskannya," pesannya.

Khofifah menjelaskan, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk berbenah, khususnya di bidang teknologi informasi dan digitalisasi. Hal itu harus dilakukan karena teknologi informasi dan digitalisasi memiliki jangkauan luas di berbagai hal.

"Pesan ini sebetulnya tidak mengenal usia, sosial media bukan hanya domainnya milenial, sosial media harus menjadi bagian dari kehidupan keseharian kita untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan, pesan-pesan yang membawa suasana penuh damai, aman dan tenang," jelasnya

Narasi konstruktif dan produktif, tambah Khofifah, dapat digunakan sebagai penguat persatuan, kesatuan dan persaudaraan. Karena itu, dengan menangkal hoaks akan dapat mencegah potensi timbulnya gesekan dan perpecahan sosial di tengah masyarakat.

"Maka persatuan dan kesatuan menjadi poin penting, karena tidak ada negara yang maju jika tidak ada persatuan dan kedamaian di dalamnya," tegas Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (*)



Publisher : Sofyan Saqi Futaki

EKORAN

TERBARU

  • PSSI Tiba-tiba Injak Rem, Seluruh Kompetisi Ditunda Hingga Awal Tahun 2021
    PSSI Tiba-tiba Injak Rem, Seluruh Kompetisi Ditunda Hingga Awal Tahun 2021
    29/10/2020 - 15:16
  • Dukungan Warga Taliabu Timur Selatan Menguat, Aliong Mus: Alhamdulillah Terima kasih
    Dukungan Warga Taliabu Timur Selatan Menguat, Aliong Mus: Alhamdulillah Terima kasih
    29/10/2020 - 15:03
  • Menag RI Dukung Kementerian Luar Negeri Panggil Dubes Perancis
    Menag RI Dukung Kementerian Luar Negeri Panggil Dubes Perancis
    29/10/2020 - 14:57
  • Manfaat Minum Air Hangat untuk Tubuh
    Manfaat Minum Air Hangat untuk Tubuh
    29/10/2020 - 14:53
  • Perbaikan Jalan Rusak di Kabupaten Bandung Terkendala Refocusing Anggaran
    Perbaikan Jalan Rusak di Kabupaten Bandung Terkendala Refocusing Anggaran
    29/10/2020 - 14:48
  • Wapres RI: Dalam Membangun Kesejahteraan Umat, Muslimat NU Perlu Revitalisasi Organisasi
    Wapres RI: Dalam Membangun Kesejahteraan Umat, Muslimat NU Perlu Revitalisasi Organisasi
    29/10/2020 - 14:41
  • Grees Selly Puji Sikap H2G Doakan Kesembuhan Rival Pilkada
    Grees Selly Puji Sikap H2G Doakan Kesembuhan Rival Pilkada
    29/10/2020 - 14:39
  • Menyiapkan Talenta Digital untuk Indonesia 2045
    Menyiapkan Talenta Digital untuk Indonesia 2045
    29/10/2020 - 14:34
  • Jalur Puncak Padat Lalu Lintas, Polisi Terapkan Sistem One Way
    Jalur Puncak Padat Lalu Lintas, Polisi Terapkan Sistem One Way
    29/10/2020 - 14:28
  • Peringati Bulan Bahasa, Ini Dia Duta Bahasa SMA Pradita Dirgantara
    Peringati Bulan Bahasa, Ini Dia Duta Bahasa SMA Pradita Dirgantara
    29/10/2020 - 14:25

TIMES TV

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

26/10/2020 - 12:17

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?
UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?
TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Menyiapkan Talenta Digital untuk Indonesia 2045
    Menyiapkan Talenta Digital untuk Indonesia 2045
    29/10/2020 - 14:34
  • Ahlan Wasahlan, Pompeo
    Ahlan Wasahlan, Pompeo
    29/10/2020 - 11:41
  • Komitmen Bank Indonesia dalam Mewujudkan Masyarakat Literat
    Komitmen Bank Indonesia dalam Mewujudkan Masyarakat Literat
    29/10/2020 - 02:20
  • Kemajuan Teknologi Informasi, Pemuda Jangan Tinggalkan Bahasa Indonesia
    Kemajuan Teknologi Informasi, Pemuda Jangan Tinggalkan Bahasa Indonesia
    29/10/2020 - 00:31
  • Pemertahanan Bahasa Indonesia
    Pemertahanan Bahasa Indonesia
    28/10/2020 - 23:15
  • Bersama Merawat Indonesia Saat Pandemi
    Bersama Merawat Indonesia Saat Pandemi
    28/10/2020 - 22:20
  • Menabur Benih Demokrasi di Lembah Routa
    Menabur Benih Demokrasi di Lembah Routa
    28/10/2020 - 19:45
  • Era Post-Truth Media dan Tantangannya Dalam Menjawab Problematika Pandemi
    Era Post-Truth Media dan Tantangannya Dalam Menjawab Problematika Pandemi
    28/10/2020 - 18:29

KULINER

  • Nikmati A Weekend in SaigonSan, Cita Rasa Thailand dan Vietnam
    Nikmati A Weekend in SaigonSan, Cita Rasa Thailand dan Vietnam
    29/10/2020 - 07:14
  • Tumpeng Jajan Pasar di Ngawi Kini Banyak Diminati
    Tumpeng Jajan Pasar di Ngawi Kini Banyak Diminati
    28/10/2020 - 02:31
  • Sama Sambal, UMKM Kuliner yang Justru Eksis di Tengah Pandemi Covid-19
    Sama Sambal, UMKM Kuliner yang Justru Eksis di Tengah Pandemi Covid-19
    27/10/2020 - 09:55
  • Kopi Cokot di Blitar, Lestarikan Budaya Bayar Seikhlasnya
    Kopi Cokot di Blitar, Lestarikan Budaya Bayar Seikhlasnya
    26/10/2020 - 17:44
  • Menikmati Makanan Tradisional Nge-hits di Kota Cirebon
    Menikmati Makanan Tradisional Nge-hits di Kota Cirebon
    26/10/2020 - 03:24
  • Aksi Prajurit TNI Lepaskan Pendemo yang Ditangkapi Polisi
    Aksi Prajurit TNI Lepaskan Pendemo yang Ditangkapi Polisi
    29/10/2020 - 01:00
  • 4 Bulan Tembus Pedalaman Papua Pasukan Elit TNI Sudah Gotong 5 Jenazah
    4 Bulan Tembus Pedalaman Papua Pasukan Elit TNI Sudah Gotong 5 Jenazah
    29/10/2020 - 08:08
  • Massa Ngamuk, Sopir Brutal Diseret dari Kolong Kaki Prajurit TNI
    Massa Ngamuk, Sopir Brutal Diseret dari Kolong Kaki Prajurit TNI
    29/10/2020 - 12:31
  • Hattrick Hantu Aneh Morata saat Juventus Dipermalukan Barcelona
    Hattrick Hantu Aneh Morata saat Juventus Dipermalukan Barcelona
    29/10/2020 - 06:58
  • Makan di Restoran Prancis, Abu Janda Sebut Teladani Nabi Muhammad
    Makan di Restoran Prancis, Abu Janda Sebut Teladani Nabi Muhammad
    29/10/2020 - 03:30