Peristiwa Daerah

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Ternate Ricuh

Selasa, 13 Oktober 2020 - 21:45 | 20.31k
Demo Tolak UU Cipta Kerja di Ternate Ricuh
Situasi kericuhan yang terjadi di depan kantor Wali Kota Ternate. (Foto : Iwan Marwan)
Pewarta: | Editor: Irfan Anshori

TIMESINDONESIA, TERNATE – Ribuan mahasiswa di Kota Ternate kini kembali mengepung kantor Wali Kota Ternate sejak pukul 12.00 WIT pada Selasa (13/10/2020). Tujuan mahasiswa tidak lain adalah meminta kepada Wali Kota Ternate, H. Burhan Abdurahman untuk bersikap secara terbuka untuk menolak UU Cipta Kerja yang sudah disahkan tersebut.

Dalam pantauan TIMES Indonesia, walaupun terus diguyur hujan massa tetap terus bertambah dan memadati pintu masuk kantor Wali Kota Ternate di Jl. Hasan Senen Kel. Muhajirin Kecamatan Ternate Tengah. Massa yang diselimuti dengan asap ban bekas itu tetap berorasi meminta agar Wali Kota Ternate dapat menemui para massa aksi.

Salah satu peserta unjuk rasa berharap agar Pemerintah daerah dapat mengakomodir tuntutan penolakan massa terkait penetapan UU Cipta Kerja sebelum diundangkan menjadi undang-undang. Walaupun katanya Pemerintah daerah tidak punya kewenangan untuk membatalkan UU Cipta Kerja tersebut.

demo b

"Kami minta Wali kota menjadi mulut dari masyarakat untuk menyampaikan penolakan UU Cipta Kerja ke Presiden RI. Karena ada pasal yang akan menjadi bibit perbudakan di Negeri ini," kata Afdal kepada TIMES Indonesia disela-sela aksi ini berlangsung.

Ribuan massa yang masih terus bertahan menduduki kantor Wali Kota Ternate hingga pukul 16. 23 WIT dengan nyanyian yel-yel mulai tidak terkontrol lagi. Sebab massa mulai geram karena tak kunjung ditemui oleh Wali Kota Ternate, H. Burhan Abdurahman.

Tak berselang lama, kericuhan pun terjadi. Massa yang sudah lepas kontrol mulai menghujani pihak kepolisian menggunakan batu. Massa yang tidak dapat lagi dikendalikan oleh pihak kepolisian kemudian dibubarkan secara paksa dengan menggunakan gas air mata dan mobil water cenon.

Kabidhumas Polda Maluku Utara menyampaikan bahwa unjuk rasa mahasiswa di Maluku Utara khususnya di Kota Ternate terkait penolakan disahkannya UU Cipta Kerja berlangsung di beberapa titik dapat dikendalikan. Walaupun kata dia ada sedikin gesekan, namun hal itu dapat ditangani tampa ada korban jiwa.

"Alhamdulillah sudah selesai dan massa juga sudha bersedia membubarkan diri," kata Adip Rojikan, SIK, MH kepada awak media usai situasi kericuhan mulai terkendalikan.

Walaupun begitu, dirinya menilai masih ada tindakan-tindakan yang kurang mencerminkan penyampaian pendapat di muka umum yang tertib. Apalagi ia menyebutkan penyampaian di muka umum masih diwarnai dengan pembakaran ban dan pelemparan batu yang pada akhirnya akan menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan.

Adip menjelaskan semua harus paham betul tentang psikologi sosial. Menurutnya, ketika orang dalam keadan berkelompok yang sudah capek ketika menyuarakan sesuatu dan tidak diindahkan maka akan terjadi kericuhan.

Untuk menghindari hal itu, Kabidhumas Polda Malut meminta kepada semua pihak harus meningkatkan emosi kesabaran. Sebab dalam penyampaian aspirasi d imuka umum tentu itu butuh proses yang harus dipahami.

"Silahkan menyampaikan pendapat dimuka umum, namun ketertibaan dan keamanan itu patut diperhatikan. Jadi pemicu kericuhan itu proses tidak sabar sehingga ada suara-suara destruktif memberanikan diri melakukan tindakan yang melanggar aturan," jelasnya.

Disinggung mengenai pihak kepolisian yang melakukan tindakan kekerasan. Adip menyampaikan bahwa Kapolri telah memberikan instruksi jelas dalam pengamanan unjuk rasa tetap mengedepankan sikap-sikap humanis. Sehingga, kalaupun ada informasi dan fakta ada opknum anggota Polri melakukan pelanggaran maka Polda Maluku Utara akan memproses dengan melakukan pendalaman posisi kasus sesuai kejadian di lapangan.

"Karena kali ini Polda dan Polres menerjunkan 600 personil dalam pengamanan unjuk rasa. Sementara mahasiswa yang diamankan belum diidentifikasi atau di data. Berapa jumlahnya maupun peran masing-masing yang diamankan belum diketahui. Dan sesuai kesepakatan, kita akan melakukan proses lanjutan di dua tempat. Baik Dirkrimum dan Polres Ternate. Tergantung peran yang diamankan. Karena tergantung skalanya bagimana baru diputuskan," tutup Kabidhumas Polda Malut. 

Diketahui, kericuhan dalam aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja yang digelar ribuan mahasiswa di Kota Ternate kali ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan 21 orang. Mereka yang sementara ditahan telah dibawa ke Dirkrimum untuk dimintai keterangan.(*)



Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

EKORAN

TERBARU

  • Webinar Ayo ke Ladara, Kemenperin Dorong UMKM Masuk Marketplace
    Webinar Ayo ke Ladara, Kemenperin Dorong UMKM Masuk Marketplace
    21/10/2020 - 14:05
  • Tantangan Penelitian Kualitatif Saat Pandemi Covid-19
    Tantangan Penelitian Kualitatif Saat Pandemi Covid-19
    21/10/2020 - 14:00
  • Bioskop di Jakarta Kembali Dibuka, Ini Protokol Kesehatan yang Wajib Ditaati
    Bioskop di Jakarta Kembali Dibuka, Ini Protokol Kesehatan yang Wajib Ditaati
    21/10/2020 - 13:46
  • Sediakan Ribuan Lowongan, Lamongan Job Market Fair Digelar dengan Protokol Kesehatan
    Sediakan Ribuan Lowongan, Lamongan Job Market Fair Digelar dengan Protokol Kesehatan
    21/10/2020 - 13:43
  • BI: Kehadiran Ladara Indonesia Perkuat Sektor UMKM
    BI: Kehadiran Ladara Indonesia Perkuat Sektor UMKM
    21/10/2020 - 13:40
  • Stok Darah O dan B di PMI Menipis, Polresta Probolinggo Gelar Donor Darah
    Stok Darah O dan B di PMI Menipis, Polresta Probolinggo Gelar Donor Darah
    21/10/2020 - 13:37
  • Danrem 044 Gapo Buka Turnamen Gaple PWI Sumsel
    Danrem 044 Gapo Buka Turnamen Gaple PWI Sumsel
    21/10/2020 - 13:34
  • Ketua Pemuda Pancasila Minta Kader Disiplin Protokol Covid-19
    Ketua Pemuda Pancasila Minta Kader Disiplin Protokol Covid-19
    21/10/2020 - 13:31
  • Polres Malang Amankan Dua Tersangka Pembunuhan di Tirtoyudo
    Polres Malang Amankan Dua Tersangka Pembunuhan di Tirtoyudo
    21/10/2020 - 13:26
  • Tiga Tahun Smart City Kabupaten Blitar, ini Program Andalannya
    Tiga Tahun Smart City Kabupaten Blitar, ini Program Andalannya
    21/10/2020 - 13:23

TIMES TV

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

17/10/2020 - 16:33

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?
TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil
GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Tantangan Penelitian Kualitatif Saat Pandemi Covid-19
    Tantangan Penelitian Kualitatif Saat Pandemi Covid-19
    21/10/2020 - 14:00
  • Adaptasi Pelaku Usaha Saat Covid-19
    Adaptasi Pelaku Usaha Saat Covid-19
    21/10/2020 - 13:00
  • Menakar Kesehatan Mental Kita
    Menakar Kesehatan Mental Kita
    21/10/2020 - 12:00
  • Menguji Kesiapan Parpol dalam Kampanye Daring Pilkada
    Menguji Kesiapan Parpol dalam Kampanye Daring Pilkada
    21/10/2020 - 11:00
  • Problematika UU Cipta Kerja di Sektor Ketenagakerjaan
    Problematika UU Cipta Kerja di Sektor Ketenagakerjaan
    21/10/2020 - 05:16
  • Covid-19 dan Kepedulian Sosial
    Covid-19 dan Kepedulian Sosial
    21/10/2020 - 03:45
  • Memandang Masa Depan Profesi Public Relations
    Memandang Masa Depan Profesi Public Relations
    20/10/2020 - 23:14
  • Ruang Parlemen Mahasiswa dan Catatan untuk Para Demonstran
    Ruang Parlemen Mahasiswa dan Catatan untuk Para Demonstran
    20/10/2020 - 17:16

KULINER

  • Nasi Aron Tengger Bromo, Another Way to Have Your Staple Food
    Nasi Aron Tengger Bromo, Another Way to Have Your Staple Food
    21/10/2020 - 00:46
  • Nikmatnya Jajanan Tradisional Kue Apem Cirebon
    Nikmatnya Jajanan Tradisional Kue Apem Cirebon
    18/10/2020 - 05:28
  • Menikmati Rujak Bakso Kuliner Unik di Kabupaten Majalengka
    Menikmati Rujak Bakso Kuliner Unik di Kabupaten Majalengka
    14/10/2020 - 13:02
  • Innside by Melia Yogyakarta Pamerkan Menu Unggulan Baru
    Innside by Melia Yogyakarta Pamerkan Menu Unggulan Baru
    14/10/2020 - 08:03
  • Inilah 9 Macam Olahan Makanan Daun Kelor dari Ibu-ibu Lamongan, Apa Saja?
    Inilah 9 Macam Olahan Makanan Daun Kelor dari Ibu-ibu Lamongan, Apa Saja?
    12/10/2020 - 15:57
  • Viral, Diduga Perwira Polisi Pakai Almamater Dipukul Brimob
    Viral, Diduga Perwira Polisi Pakai Almamater Dipukul Brimob
    21/10/2020 - 05:46
  • Sindir Johnny Plate, Sujiwo Tejo Minta Kominfo Blokir Dulu Akun Anonim
    Sindir Johnny Plate, Sujiwo Tejo Minta Kominfo Blokir Dulu Akun Anonim
    21/10/2020 - 05:38
  • Ngeri, Video Pembantaian Pasukan Armenia Beredar Lagi
    Ngeri, Video Pembantaian Pasukan Armenia Beredar Lagi
    21/10/2020 - 04:00
  • Demi Utang Rp70 Juta, Erdina Potong 4 Jari Tangannya dan Ngaku Dibegal
    Demi Utang Rp70 Juta, Erdina Potong 4 Jari Tangannya dan Ngaku Dibegal
    21/10/2020 - 02:10
  • Kisah Gila Sertu TNI Nekat Goyang Istri Bawahan di Asrama Hingga Hamil
    Kisah Gila Sertu TNI Nekat Goyang Istri Bawahan di Asrama Hingga Hamil
    21/10/2020 - 00:02