Kopi TIMES Universitas Islam Malang

Kebebasan untuk Belajar

Senin, 12 Oktober 2020 - 14:00 | 15.15k
Kebebasan untuk Belajar
Ganjar Setyo Widodo, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (UNISMA).
FOKUS

Universitas Islam Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Berbicara kebebasan belajar, salah satu titik terang yang perlu dibaca yaitu karangan Carl Rogers, Freedom to Learn, yang diterbitkan 1969 di kursus Psikologi Pendidikan tingkat atas. Hal besar yang mungkin bisa dipahami bahwa sistem sekolah harus difokuskan untuk membantu pelajar mengembangkan keterampilan tentang bagaimana belajar bukan apa yang harus dipelajari, sesuatu yang sangat kurang di sebagian besar pendidikan tingkat sarjana dan konsep serta tujuan yang sebagai pendidik yang kebanyakan dipegang sejak saat itu.

Rogers (1969) mendaftar lima elemen penentu dari pembelajaran yang signifikan atau berdasarkan pengalaman yaitu 1) Pembelajaran yang signifikan memiliki kualitas keterlibatan pribadi di mana secara keseluruhan baik dalam perasaan dan aspek kognitifnya  harus dilibatkan dalam pembelajaran; 2) pembelajaran harus dimulai sendiri oleh siswa bahkan ketika dorongan atau stimulus datang dari luar, rasa penemuan, menjangkau, menggenggam dan memahami, harus datang dari dalam; 3) Pembelajaran yang signifikan harus membuat perbedaan dalam perilaku, sikap, bahkan mungkin kepribadian pelajar; pembelajaran harus dievaluasi oleh pelajar. Pelajar harus paham apakah pembelajaran sudah memenuhi kebutuhan meraka, mengarah pada apa yang mereka ingin ketahui; 5) terakhir yaitu Esensi dari pembelajaran adalah makna. Ketika pembelajaran terjadi, elemen makna bagi pelajar harus dibangun ke dalam keseluruhan pengalaman.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Sebagai contoh pembelajaran yang signifikan  jenis yang menggambarkan teorinya tentang kebebasan untuk belajar Rogers mengutip catatan informal yang disimpan oleh Barbara J. Shiel, seorang guru, yang karena putus asa dan frustrasi memutuskan untuk mencoba eksperimen drastis dalam mempromosikan pembelajaran eksperiensial di kelas enamnya. Dalam percobaannya Nyonya Shiel memperkenalkan konsep  kontrak kerja . Ketika mereka merasa siap untuk melanjutkan, mereka bebas melakukannya. Mereka mengatur langkah mereka sendiri, mulai dari level mereka sendiri, dan melangkah sejauh yang mereka mampu atau lakukan dengan motivasi diri. Karena evaluasi diprakarsai sendiri dan dihormati oleh guru, siswa tidak perlu menyontek untuk mencapai kesuksesan. Kegagalan hanyalah sebuah kata, bahwa ada perbedaan antara kegagalan dan membuat kesalahan. Kesalahan adalah bagian dari proses pembelajaran.

Manusia memiliki potensi alami untuk belajar.  Mereka ingin tahu tentang dunia mereka, sampai rasa ingin tahu itu tumpul oleh pengalaman mereka dalam sistem pendidikan. Pembelajaran yang signifikan terjadi ketika materi pelajaran dianggap oleh siswa memiliki relevansi untuk tujuannya sendiri. Cara yang lebih formal untuk menyatakan hal ini adalah bahwa seseorang belajar secara signifikan hanya pada hal-hal yang dia anggap terlibat dalam pemeliharaan atau peningkatan kompetensi dirinya sendiri.

Pembelajaran yang dimulai sendiri yang melibatkan seluruh pribadi pelajar, perasaan dan juga intelektua,  adalah pembelajaran yang akan bertahan lama dalam pikiran siswa. Sebuah elemen penting dalam situasi ini adalah bahwa pelajar  tahu  itu adalah pembelajarannya sendiri dan dengan demikian dapat mempertahankan atau melepaskannya dalam menghadapi pembelajaran yang lebih mendalam tanpa harus beralih ke otoritas untuk menguatkan penilaiannya.

Pendidik sangat berkaitan dengan pengaturan suasana hati atau iklim awal dari pengalaman kelas. Pendidik membantu untuk mendapatkan dan memperjelas tujuan dari individu di kelas. Pendidik dapat mengandalkan keinginan setiap siswa untuk melaksanakan tujuan-tujuan yang memiliki arti baginya, sebagai kekuatan motivasi di balik pembelajaran yang signifikan. Pengajar berupaya untuk mengatur dan menyediakan sumber daya pembelajaran seluas mungkin dengan mudah. Pendidik perlu menganggap dirinya sebagai sumber daya yang fleksibel untuk dimanfaatkan oleh kelompok.

Dalam menanggapi ekspresi dalam kelompok kelas, pendidik sebaiknya menerima baik konten intelektual dan sikap emosional, berusaha untuk memberikan setiap aspek perkiraan derajat penekanan yang dimilikinya untuk individu atau kelompok. Ketika iklim kelas penerima menjadi mapan, pendidik dapat semakin menjadi peserta didik, anggota kelompok, mengekspresikan pandangannya sebagai satu individu saja.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

*)Penulis: Ganjar Setyo Widodo, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (UNISMA).

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id



Publisher : Rochmat Shobirin

EKORAN

TERBARU

  • Problematika UU Cipta Kerja di Sektor Ketenagakerjaan
    Problematika UU Cipta Kerja di Sektor Ketenagakerjaan
    21/10/2020 - 05:16
  • Things You Need to Know About America
    Things You Need to Know About America
    21/10/2020 - 04:24
  • Covid-19 dan Kepedulian Sosial
    Covid-19 dan Kepedulian Sosial
    21/10/2020 - 03:45
  • Stay & Relax at Luminor Hotel Jemursari Surabaya
    Stay & Relax at Luminor Hotel Jemursari Surabaya
    21/10/2020 - 02:12
  • Cerita Chef Renatta Moeloek Terkait Harta Tahta Renatta
    Cerita Chef Renatta Moeloek Terkait Harta Tahta Renatta
    21/10/2020 - 01:23
  • Nasi Aron Tengger Bromo, Another Way to Have Your Staple Food
    Nasi Aron Tengger Bromo, Another Way to Have Your Staple Food
    21/10/2020 - 00:46
  • Dibayar 6 Miliar, Arsenal Malah Tak Daftarkan Mesut Ozil 
    Dibayar 6 Miliar, Arsenal Malah Tak Daftarkan Mesut Ozil 
    21/10/2020 - 00:13
  • Memandang Masa Depan Profesi Public Relations
    Memandang Masa Depan Profesi Public Relations
    20/10/2020 - 23:14
  • Sedang Tren, Ini Cara Ikutan My 3x3 Instagram
    Sedang Tren, Ini Cara Ikutan My 3x3 Instagram
    20/10/2020 - 23:01
  • Projo Desak Kabinet Presiden RI Jokowi Lebih Serius Mengurus Rakyat
    Projo Desak Kabinet Presiden RI Jokowi Lebih Serius Mengurus Rakyat
    20/10/2020 - 22:54

TIMES TV

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

17/10/2020 - 16:33

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?
TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?

TERNYATA, Tokoh PKI DN Aidit Keturunan Habaib?
Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil

Progesterex Bisa Bikin Wanita Tidak Hamil
GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

GAWAT. GNPF Ulama, FPI dan PA 212 Keluarkan Fatwa Qishos?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Problematika UU Cipta Kerja di Sektor Ketenagakerjaan
    Problematika UU Cipta Kerja di Sektor Ketenagakerjaan
    21/10/2020 - 05:16
  • Covid-19 dan Kepedulian Sosial
    Covid-19 dan Kepedulian Sosial
    21/10/2020 - 03:45
  • Memandang Masa Depan Profesi Public Relations
    Memandang Masa Depan Profesi Public Relations
    20/10/2020 - 23:14
  • Ruang Parlemen Mahasiswa dan Catatan untuk Para Demonstran
    Ruang Parlemen Mahasiswa dan Catatan untuk Para Demonstran
    20/10/2020 - 17:16
  • Pilkada dan Pandemi Ujian Kualitas Pemimpin
    Pilkada dan Pandemi Ujian Kualitas Pemimpin
    20/10/2020 - 16:22
  • Inovasi Pendidikan Berbasis Digital
    Inovasi Pendidikan Berbasis Digital
    20/10/2020 - 10:38
  • Tiada Henti “Saling Mencintai”
    Tiada Henti “Saling Mencintai”
    20/10/2020 - 09:40
  • UU Terancam “Nihilisme Total”
    UU Terancam “Nihilisme Total”
    19/10/2020 - 11:49

KULINER

  • Cerita Chef Renatta Moeloek Terkait Harta Tahta Renatta
    Cerita Chef Renatta Moeloek Terkait Harta Tahta Renatta
    21/10/2020 - 01:23
  • Nasi Aron Tengger Bromo, Another Way to Have Your Staple Food
    Nasi Aron Tengger Bromo, Another Way to Have Your Staple Food
    21/10/2020 - 00:46
  • Nikmatnya Jajanan Tradisional Kue Apem Cirebon
    Nikmatnya Jajanan Tradisional Kue Apem Cirebon
    18/10/2020 - 05:28
  • Menikmati Rujak Bakso Kuliner Unik di Kabupaten Majalengka
    Menikmati Rujak Bakso Kuliner Unik di Kabupaten Majalengka
    14/10/2020 - 13:02
  • Innside by Melia Yogyakarta Pamerkan Menu Unggulan Baru
    Innside by Melia Yogyakarta Pamerkan Menu Unggulan Baru
    14/10/2020 - 08:03
  • Kisah Gila Sertu TNI Nekat Goyang Istri Bawahan di Asrama Hingga Hamil
    Kisah Gila Sertu TNI Nekat Goyang Istri Bawahan di Asrama Hingga Hamil
    21/10/2020 - 00:02
  • Ngeri, Video Pembantaian Pasukan Armenia Beredar Lagi
    Ngeri, Video Pembantaian Pasukan Armenia Beredar Lagi
    21/10/2020 - 04:00
  • Rizal Ramli: Tahun ke 6 Pemerintahan Jokowi, Indikator Ekonomi Merosot
    Rizal Ramli: Tahun ke 6 Pemerintahan Jokowi, Indikator Ekonomi Merosot
    21/10/2020 - 00:36
  • Demi Utang Rp70 Juta, Erdina Potong 4 Jari Tangannya dan Ngaku Dibegal
    Demi Utang Rp70 Juta, Erdina Potong 4 Jari Tangannya dan Ngaku Dibegal
    21/10/2020 - 02:10
  • MU Menang di Kandang PSG Berkat Gol Menit Akhir Marcus Rashford
    MU Menang di Kandang PSG Berkat Gol Menit Akhir Marcus Rashford
    21/10/2020 - 03:56