Pendidikan

Pakar Ketenagakerjaan UGM: UU Cipta Kerja Cegah PHK

Minggu, 11 Oktober 2020 - 20:06 | 21.56k
Pakar Ketenagakerjaan UGM: UU Cipta Kerja Cegah PHK
Ilustrasi penetapan UU Cipta Kerja. (Foto: klikwarta)
Pewarta: | Editor: Irfan Anshori

TIMESINDONESIA, JAKARTAPakar Ketenagakerjaan UGM (Universitas Gadjah Mada) Prof. Dr Tadjuddin Noer Effendi mengatakan gagasan awal penyusunan UU Cipta Kerja justru ditujukan untuk menangkal gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berpotensi muncul menghadapi revolusi industri 4.0.

"Saat itu dikhawatirkan terjadi gelombang PHK karena banyak tenaga kerja kita belum punya literasi teknologi informasi (IT) dan digital," kata Tadjuddin seperti dikutip dari Antara, Minggu (11/10/2020).

Tadjuddin yang mengaku telah terlibat dalam pembahasan RUU Cipta Kerja sejak 2018 mengatakan bahwa respons terhadap gelombang PHK memang diperlukan karena memasuki revolusi industri 4.0 berbagai pekerjaan di perusahaan bisa tergantikan dengan teknologi.

Namun demikian, lanjut Tadjuddin, di tengah proses penyusunan RUU tersebut, pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi merosot drastis hingga minus dan gelombang PHK justru muncul lebih awal mendahului prediksi sebelumnya.

Demi membantu para buruh atau pekerja yang kena PHK maupun dirumahkan menghadapi situasi itu, menurut dia, pemerintah kemudian membuat program bantuan langsung tunai (BLT) subsidi gaji hingga kartu prakerja.

"Tapi tentu ini tidak bisa lama, kalau diteruskan seperti itu keuangan negara kita akan habis," imbuh Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM ini.

Dalam situasi krisis saat ini, kata Tadjuddin, tidak ada cara lain kecuali mendatangkan investasi untuk kembali memulihkan pertumbuhan ekonomi di Tanah Air yang nantinya juga berimplikasi pada aspek ketenagakerjaan.

Untuk mendatangkan investasi, menurut dia, UU Cipta Kerja yang sebelumnya masih dalam proses harus segera dirampungkan karena UU Ketenagakerjaan tahun 2013 tidak ramah investor.

Apabila UU Ketenagakerjan yang lama tetap dipakai, Tadjuddin meyakini tidak akan ada investor yang mau datang ke Indonesia. Jika demikian, pertumbuhan ekonomi di tengah situasi pandemi akan terus minus.

"Padahal untuk menciptakan peluang kerja, pertumbuhan ekonomi harus di atas 5 persen. Kalau pertumbuhan satu persen hanya bisa menciptakan 200 ribu peluang kerja per tahun, dan jika lima persen maka membuka peluang satu juta per tahun," kata dia.

Ia mengatakan UU Cipta Kerja merupakan payung hukum. Dalam penerapannya, masih membutuhkan aturan turunan mulai dari Peraturan Pemerintah (PP) hingga Peraturan Menteri (Permen).

Tadjuddin menyayangkan banyak pihak yang tidak memahami secara menyeluruh mengenai substansi UU Cipta Kerja beserta tujuannya. Apalagi, penjelasan yang terlanjur beredar di masyarakat justru diwarnai disinformasi atau hoaks.

Dosen Fisipol UGM ini berharap pemerintah dapat lebih baik dalam mengomunikasikan ihwal UU Cipta Kerja ini kepada publik.

"Seperti penghapusan cuti hamil, dan lainnya itu hoaks karena belum ada. Kalau tidak ada tanda tangan presiden maka itu hoaks. Enggak akan mungkinlah buat UU hanya untuk mencelakakan warganya," tandas Tadjuddin, Pakar Ketenagakerjaan UGM soal UU Cipta Kerja. (*)



Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

EKORAN

TERBARU

  • Sean Connery Meninggal, Produser James Bond: Kami Hancur
    Sean Connery Meninggal, Produser James Bond: Kami Hancur
    01/11/2020 - 02:29
  • Pemuda Dulu, Kini dan Esok
    Pemuda Dulu, Kini dan Esok
    01/11/2020 - 01:28
  • James Bond Actor Sean Connery Dies Aged 90
    James Bond Actor Sean Connery Dies Aged 90
    01/11/2020 - 00:25
  • Perbaikan Sanitasi Pemkab Bandung Lampaui Target Hingga 82 Persen
    Perbaikan Sanitasi Pemkab Bandung Lampaui Target Hingga 82 Persen
    31/10/2020 - 23:42
  • Brakseng Menarik Wisatawan untuk Datang
    Brakseng Menarik Wisatawan untuk Datang
    31/10/2020 - 23:21
  • Kementerian PUPR RI: Bendungan Tapin Rampung dan Mulai Pengisian Air
    Kementerian PUPR RI: Bendungan Tapin Rampung dan Mulai Pengisian Air
    31/10/2020 - 23:15
  • Pemuteran Village Bali, The Global Top 100 Sustainable Destination
    Pemuteran Village Bali, The Global Top 100 Sustainable Destination
    31/10/2020 - 23:09
  • Gerakan Pemuda adalah Kunci
    Gerakan Pemuda adalah Kunci
    31/10/2020 - 22:46
  • Super Spicy Squid with Ink Gravy, a Perfect Dish During Winter
    Super Spicy Squid with Ink Gravy, a Perfect Dish During Winter
    31/10/2020 - 22:32
  • Paslon Bedas Tidak Mau Beli Mobil Dinas Baru Jika Terpilih di Pilbup Bandung
    Paslon Bedas Tidak Mau Beli Mobil Dinas Baru Jika Terpilih di Pilbup Bandung
    31/10/2020 - 22:26

TIMES TV

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

Jalan Jokowi di Abu Dhabi Hasil Barter Lahan Hektaran di Indonesia

29/10/2020 - 17:49

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD

Bincang soal Fanatisme Kpopers sejak SD
Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar

Maluku Tenggara Akan Peringati Hari Sumpah Pemuda di Pulau Kecil Terluar
Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?

Oh my God, Aksi Demo UU Cipta Kerja disusupi Massa bayaran?
UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

UU Cipta Kerja juga Hapus Sertifikat Halal MUI?

iGuides

  • De Potrek Bromo, Cafe Viral Terekomendasi 5 Star iGuides
    19/07/2020 - 16:35
  • Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    Hadir Bernuansa Modern, Bendega Restaurant Bali Terekomendasi 5 Star iGuides
    12/10/2019 - 11:05
  • Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    Ambience Unik, The Junction House Seminyak Terekomendasi 5 Star dari iGuides
    02/09/2019 - 18:24
  • Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    Pelayanan Prima Platinum Adisucipto Hotel & Conference, iGuides Berikan Recommended 5 Star
    26/07/2019 - 20:00
  • Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    Hotel Savana Malang Got Five Stars from iGuides
    25/05/2019 - 23:20

KOPI TIMES

  • Pemuda Dulu, Kini dan Esok
    Pemuda Dulu, Kini dan Esok
    01/11/2020 - 01:28
  • Gerakan Pemuda adalah Kunci
    Gerakan Pemuda adalah Kunci
    31/10/2020 - 22:46
  • Omnibus Law, Penolakan Kaum Buruh dan Mahasiswa
    Omnibus Law, Penolakan Kaum Buruh dan Mahasiswa
    31/10/2020 - 20:24
  • Menyibak Kontroversi di Balik Kursi Pandemi
    Menyibak Kontroversi di Balik Kursi Pandemi
    31/10/2020 - 19:03
  • Catatan Hari Sumpah Pemuda: Birokrasi Hampa Tanpa Inovasi
    Catatan Hari Sumpah Pemuda: Birokrasi Hampa Tanpa Inovasi
    31/10/2020 - 15:04
  • Kita Pecinta, Bukan Pemangsa
    Kita Pecinta, Bukan Pemangsa
    31/10/2020 - 14:01
  • Konstruksi Agama “Bil-Hikmah”
    Konstruksi Agama “Bil-Hikmah”
    31/10/2020 - 13:01
  • Sejarah 1928 Dan Harapan 2045
    Sejarah 1928 Dan Harapan 2045
    31/10/2020 - 11:46

KULINER

  • Musim Hujan, Yuk Masak Cumi-Cumi Hitam Pedas Ini Resepnya 
    Musim Hujan, Yuk Masak Cumi-Cumi Hitam Pedas Ini Resepnya 
    31/10/2020 - 16:34
  • Lima Oleh-Oleh Khas yang Wajib Dibawa Pulang Usai Liburan ke Majalengka
    Lima Oleh-Oleh Khas yang Wajib Dibawa Pulang Usai Liburan ke Majalengka
    31/10/2020 - 10:01
  • Nikmati A Weekend in SaigonSan, Cita Rasa Thailand dan Vietnam
    Nikmati A Weekend in SaigonSan, Cita Rasa Thailand dan Vietnam
    29/10/2020 - 07:14
  • Tumpeng Jajan Pasar di Ngawi Kini Banyak Diminati
    Tumpeng Jajan Pasar di Ngawi Kini Banyak Diminati
    28/10/2020 - 02:31
  • Sama Sambal, UMKM Kuliner yang Justru Eksis di Tengah Pandemi Covid-19
    Sama Sambal, UMKM Kuliner yang Justru Eksis di Tengah Pandemi Covid-19
    27/10/2020 - 09:55
  • Danpuspomad Angkat Bicara Soal Pengeroyokan 2 Intel TNI di Bukittinggi
    Danpuspomad Angkat Bicara Soal Pengeroyokan 2 Intel TNI di Bukittinggi
    01/11/2020 - 01:29
  • Kecanduan Seks Mike Tyson Mengerikan, hingga Tak Mampu Latihan
    Kecanduan Seks Mike Tyson Mengerikan, hingga Tak Mampu Latihan
    01/11/2020 - 01:04
  • Kenaikan UMP DKI 2021 Tak Berlaku bagi Perusahaan Terdampak COVID-19
    Kenaikan UMP DKI 2021 Tak Berlaku bagi Perusahaan Terdampak COVID-19
    01/11/2020 - 00:54
  • Kisah Khabib Nurmagomedov Jual Mobil Demi Modal ke UFC
    Kisah Khabib Nurmagomedov Jual Mobil Demi Modal ke UFC
    01/11/2020 - 00:10
  • Dwi Dokter Gigi di Surabaya Meninggal karena COVID-19
    Dwi Dokter Gigi di Surabaya Meninggal karena COVID-19
    01/11/2020 - 00:13